Didalam Perjodohan

Didalam Perjodohan
Episode 71


__ADS_3

Perlahan Geya memasuki bangunan yang sangat dia rindukan tempat dimana dia dilahirkan, Geya memasuki kamarnya yang sama sekali tidak berubah semua rapi bahkan buku buku novel kesukaannya tertata rapi dirak kecil yang menggantung di dinding biru langitnya. Sungguh dari lubuk hati Geya ingin kembali menjadi remaja semasa usianya dulu, bermain dengan boneka kesayangannya menghabiskan seluruh waktunya didalam kamar ini sampai sampai Aina mamanya selalu jengkel dengannya


"Lelah sekali tubuhku ini" gumam Geya dan membanting tubuhnya di kasur empuknya mengguling kekanan kiri dan mulai terlelap karna sangking lelahnya


Geya melupakan jika dia berpamitan ke kamar hanya untuk membersihkan diri pada orang tuanya hingga sepasang suami istri itu yang sebenarnya ingin berbicara serius dengan anaknya harus mengurungkan niatnya saat melihat putri semata wayangnya terlelap


"Apa keputusan papa sudah matang?" tanya Aina terus menatap putrinya


"Iya ma, tidak keseluruhan papa juga tidak ingin Geya terbebani alangkah baiknya kita tinggalkan Geya disini lihatlah dia terlihat kelelahan" ucap Jayanto merengkuh tubuh istrinya untuk meninggalkan kamar yang terang ini


Skip


Disisi lain Aldi yang baru saja ingin keluar dari ruangan terkejut dengan kedatangan ketiga teman gesreknya dulu


"Ngapain kalian kesini?" tanya Aldi ketus kembali ke sofa ruangannya diikuti para teman temannya


"Santai bro kami hanya bermain" ucap Nando cengengesan


"Ada apa kalian kesini?" tanya Aldi lembut menahan kesal


Bagaimana tidak? Dia ingin menemui istrinya yang masih berada di rumah mertuanya tetapi terganggu dengan kedatangan tamu tak diundang membuatnya mengurungkan diri, meski terlihat bodoamat tetapi dia juga harus menghargai teman temannya yang datang menghampirinya


"Kami datang kesini ingin ngebantu lo, kenapa lo gak gasih tahu ke kita kita kalau lo ada masalah? lo nganggep kita gak?" tanya Satria memulai perbicaraan mereka yang masih diam


Aldi hanya menggaruk tekuk lehernya yang sama sekali tidak gatal. Sejenak Satria menatap kawannya ini menunggu jawaban yang akan dilontarkan


"Gue ngerasa gak enak sama kalian, lo tahu kan kalian juga baru memulai mana mungkin gue minta investasi pada kalian" jawabnya sambil menghela nafasnya


"Ya kan gue bisa bantu lo tanpa mengurangi dana perusahaan gue" ucap cetus Rian


"Udahlah gue mau kerumah bini gue, mau ikut?" tanya Aldi beranjak dari duduknya


Spontan ketiga temannya itu mengikuti langkah langkahnya, Aldi yang tadi hanya bercanda pun dibuat kesal oleh mereka


Aldi keluar dari lift khusus dengan langkah gagahnya jangan lupakan ketiga temannya yang ada dibelakanhnya yang takkalah tampannya


Para karyawati yang memandangi pun seketika terpaku dengan ketampanan khas mereka


"Ganteng ganteng banget ya tuhan jantung gue pindah keginjal" ucap karyawati yang berpapasan dengan Rian


"Lihatlah tadi senyumnya enggak bisa nafas gue butuh oksigen" ucapnya histeris namun pelan


"Udahlah jangan gila ayo kita lanjut sebelum asisten Andri datang" ucap salah satu karyawati membuyarkan lamunan teman sampingnya


Keempat pembisnis ini pergi meluncur ke perkomplekan elit dimana Geya berada, sepanjang perjalanan keempatnya mengobrol tentang kejadian kejadian menarik yang tak terlupakan semasa SMA

__ADS_1


Butuh waktu 30 menit untuk mereka sampai di mansion milik Geya, Penjaga gerbang dirumah Geya yang mengenali mobil milik menantu majikannya langsung membukakan pintu gerbang


Aldi menjalankan mobilnya kedalam dengan hati hati dan memarkirkan tepat didepan pintu ruang utama mansion


Aldi beserta kawannya menuruni mobil dan mengetok pintu beberapa kali, tak butuh waktu lama seorang paruh baya membuka lebar pintu bercorak dan sedikit terkejut melihat menantunya datang


"Aldi kamu kesini sama siapa?" tanya Aina menatap ketiga pria yang membungkuk hormat menatapnya


"Mereka teman teman Aldi ma" ucap Aldi tersenyum diangguki oleh Aina


"Ayo kita masuk diluar dingin" ajak Aina dan masuk kedalam karena cuaca yang sepertinya mendung


Aina menyuruh ketiga pria itu untuk duduk di ruang tamu sedangkan Aldi yang langsung memilih ke kamar milik istrinya


"Kalian siapa? Kok baru lihat?" tanya Aina memulai pembicaraan


"Saya Satria dan mereka berdua ini Nando dan Rian kami teman Aldi semasa sekolah" ucap Satria memperkenalkan dirinya


"Ini sudah mulai petang sebaiknya kalian mandi disini kamar tamu ada tiga jadi pas untuk kalian, tante kebelakang dulu membuatkan kalian minum" ucap Aina dan melangkah meninggalkan mereka sendirian


Mereka memasuki kamar masing masing dan membersihkan diri yang teresa lengket sehabis perjalanan yang melelahkan. Wajarlah mereka baru pulang dari luar negri langsung mampir ke kantor Aldi dilanjutkan datang ke mansion ini


Aldi melihat istrinya yang berdiri dipinggir pembatas balkon kamar jika dilihat istrinya ini tampak melamun. Perlahan dia mendekati istrinya dan mengalungkan tangannya memeluk tubuh mungil Geya dari belakang


"Kenapa melamun disini? Apa tidak lihat langit sudah mendung?" tanya Aldi menenggelamkan kepalanya diceruk leher Geya


"Sejak kapan kamu pulang?" tanya Geya membalikkan tubuhnya menghadap kebelakang


"Sejak istriku melamun berdiam diri disini sebenarnya apa yang kamu pikirkan hem?" tanya Aldi merapikan anak rambut Geya yang berantakan


"Siapa yang melamun? Aku hanya bosan berdiam dirumah" keluh Geya


"Besok ikutlah aku ke kantor" ucap Aldi diangguki Geya


"Ayo masuk disini sangat dingin" ujar Aldi merangkul Geya memasuki kamarnya dan menutup pintu balkon


"Kamu tunggu disini dulu biar aku menyiapkan airnya" ucap Geya ingin beranjak ke kamar mandi namun ditahan oleh Aldi


"Geya apa kamu mempunyai pakaian laki laki kaos tidak apa apa kalau ada aku minta" ucap Aldi


"Untuk apa? Bukannya tubuhmu hanya satu kenapa minta tiga?" tanya Geya heran


"Teman teman ku datang kesini dan mereka baru pulang dari luar negri langsung ikut kesini kopernya juga tertinggal dimobil si Rian" ucap Aldi


"Ada kok, tadi aku membeli beberapa pasang pakaian untuk kamu jika sewaktu waktu menginap" ucap Geya dan beranjak menyiapkan air untuk suaminya

__ADS_1


Aldi merebahkan dirinya diranjang dengan terlentang, entah matanya yang terasa berat atau cuaca yang sangat pas dia tertidur tanpa melepas apapun aksesoris yang menempel pada tubuhnya


Geya yang baru saja selesai keluar dari kamar mandi dibuat pasrah melihat jika suaminya tertidur, ingin membangunkan agar segera mandi selagi airnya masih hangat namun melihat wajah lelah Aldi membuatnya mengurungkan niatnya


Geya mendekatkan dirinya pada tubuh Aldi yang berbaring dengan pulasnya, perlahan dia mendudukan dirinya di bawah dan mulai melepas sepatu yang masih melekat di kaki Aldi menyimpannya di rak sepatu miliknya dan melepas perlahan dasi yang menggantung pada leher Aldi disusul jas yang masih melekat ditubuh suaminya. Namun pergerakannya dirasakan oleh Aldi dan siempunya terbangun dari tidurnya dan mengucek matanya


"Maaf jika membangunkanmu" ucap Geya merasa tidak enak


"Tidak apa, Aku akan mandi" ucap Aldi langsung segera membersihkan diri


Dibawah kelima orang tengah menunggu kedatangan tuan dan putri datang siapa lagi jika bukan Aina beserta suaminya dan ketiga teman Aldi


"Tante dimana Aldinya? Aku sudah sangat lapar melihat hidangan ini" celetuk Nando yang langsung diberi tatapan tajam oleh Rian


"Hehehehe maaf ya tante om memang teman kami satu ini orangnya agak gesrek" ucap Rian tak enak hati


"Gak apa apa om juga sama, ma coba panggil mereka untuk segera turun" ucap Jayanyo menyuruh istrinya


Aina mengangguk dan pergi ke lantai atas dimana sepasang suami istri muda berada. Aina mengetok pintu beberapakali dan terbuka lebar menampakan Aldi yang masih memakai pakaiannya


"Ada apa ma?" tanya Geya keluar dan menutup pintu rapat rapat


"Kalian cepatlah turun kasihan teman temannya Aldi mereka kelaparan menunggu kalian" ucap Aina terkekeh pelan


"Iya ma kami baru saja ingin turun dan Geya tadi mau ngambilin pakaian untuk teman temannya" ucap Geya


"Kamu kasih gih tadi mereka sepertinya langsung menggunakan pakaian tadi siang, mama kebawah dulu ingat jangan lama lama" ucap Aina sebelum pergi


Geya kembali masuk dan melihat suaminya yang sudah siap dengan pakaian casualnya


Dia akhirnya turun untuk makan mengingat tadi siang dia tidak makan sesuap nasi makanya cacing yang ia pelihara di perutnya berbunyi meminta diisi


Sesampainya di meja makan Aldi mendudukan dirinya di samping kiri Jayanto dan samping kirinya ada Geya


"Nih pakaian untuk kalian masih bagus ini baru beli" ucap Aldi menyodorkan kaos oblong dengan celana pendek


"Kita langsung pulang Al" ucap Satria yang merasa tidak enak jika terus berada disini


"Enggak lihat diluar hujan deras? Udah nginaplah dulu lo kira perjalanan dari sini ke apartement kalian tidak jauh apa" ucap Aldi


"Betul kata Aldi kalian menginaplah disini bagaimana nanti jika kalian sakit?" tanya Geya lembut


"Kami hanya merasa sungkan saja terlalu banyak ngerepotin" ucap Rian menimpali


"Tidak masalah nak kalian ganti pakaian nanti, Ayo kita makan sekarang kasihan nak Nando" ucap Aina terkekeh pelan melihat ekspresi Nando

__ADS_1


Sedangkan yang ditatap hanya cengengesan menahan malu, mareka menikmati hidangan yang dibuat oleh pelayan dengan diselingi candaan yang dibuat oleh Nando. Ya Nando orang yang mudah bergaul dan lebih terbuka dengan orang luar tidak seperti kedua temannya yang hanya diam terkadang juga ikut berbicara


Bersambung......


__ADS_2