
Tengah malam Geya terbangun dari tidurnya dia merasakan lapar di perutnya. Ingin turun tapi malas karna kaki susah diajak gerak
"lapar banget aku, ingin membangunkan Aldi tapi takut dia nanti malah marah" gumam Geya kembali membaringkan tubuhnya dan kembali tidur
Aldi merasakan gerak gerik Geya dan mengetahui keinginan Geya namun dia hanya pura pura tidur dan disaat Geya sudah tidur dia melangkah ke dapur pelan pelan membuatkan Geya bubur
Sesudahnya Aldi menyajikan buburnya di mangkok taklupa dia juga membawa air hangat untuk mengompres kaki Geya yang membengkak
Dia naik dan membuka pintu perlahan, dia masih melihat istrinya yang tidur dengan posisi sama
"Apa dia tidak lelah berbaring dengan posisi miring seperti itu?" Gumam kecil Aldi. Dia membangunkan Geya untuk makan
"Geya bangunlah dulu cepat makan bubur ini selagi hangat. Aku tahu kau tadi belum makan" ucap Aldi menepuk pipi Geya pelan
"Tidak aku tadi sudah makan" ucap Geya mata terpejam tak ingin melihat Aldi
"Jangan berbohong cepat" perintah Aldi
Mau tak mau Geya harus bangun dibantu oleh Aldi dan mulai memakan buburnya. Geya melihat Aldi yang terus menunggunya meskipun mengantuk berat dan Geya juga ingat kalau besok suaminya itu harus berangkat kerja
"Kamu tidurlah terlebih dahulu aku bisa sendiri jangan menungguku, besok kamukan kerja" ucap Geya menatap Aldi
"Kamu habiskan saja" perintah Aldi
Geya menghabiskan buburnya dia meletakkan mangkok itu di nakas kecil samping tempat tidurnya dan membaringkan tubuhnya dibantu oleh Aldi
"Aldi aku ingin bicara" kata Geya saat sudah berbaring
"Besok saja kau tidurlah" suruh Aldi membaringkan tubuhnya
"Al kamu sebenarnya kenapa? kalau aku punya salah padamu aku minta maaf" ucap Geya
"Aku tidak apa apa" ucap kilas Aldi tidur membelakangi Geya
"Terserah padamu saja kalau kau tak ingin memberitahuku" tutup Geya dan melanjutkan tidurnya
.......
Pagi pagi sinar matahari menerobos masuk kecelah celah gorden transparan kamar Aldi. Aldi mengerjap-ejapkan matanya menyeimbangkan matanya, dia melihat Geya yang masih tertidur pulas
Dia segera turun dan langsung mandi karna hari ini dia akan disibukkan oleh beberapa pertemuan
Dia keluar kamar dengan tangan yang membawa tas kerjanya. Dia duduk di meja makan dan memakan rotinya dengan kopi yang sudah disiapkan oleh bi mirna
"Tuan dimana nona Geya?" tanya bi marni
"Dia tidur bi, aku kerja dulu ya bi" ucap Aldi berpamitan
Geya terbangun mengucek ucek matanya dia menatap sekeliling mencari Aldi tapi tidak ada tanda tanda. Dia segera membersihkan dirinya dan turun kebawah dengan hati hati
"Bik dimana Aldi?" tanya Geya yang baru duduk dimeja makan
"Tuan Aldi sudah berangkat beberapa menit lalu non" kata bi marni
"Apa dia masih marah?" gumam Geya
"Non bibi mau tanya, kaki non kenapa?" tanya bi marni
"Itu bi semalam Geya pulang dari rumah mami dan diantarkan oleh mang dumang ditengah perjalanan mobil mang dumang mogok kehabisan bensin jadi Geya lari karna sudah hujan" jelas Geya
"Eh malah kaki Geya kesandung batu yang di tengah jalan jadi kaki Geya keseleo" tambah Geya
"Sini non biar bibi lihat mungkin ada yang parah" ucap bi marni dan melihat kaki Geya
"memangnya bibi bisa?" tanya Geya
"Bisa non bibi dulu itu seorang pijat tapi karna ekonomi jadi bibi kerja disini itu berkat mang dumang" ucap Bi marni mengurut kaki Geya
"Jadi mang dumang itu juga lama kerja disini?" tanya Geya
"Iya sebenarnya mang dumang itu kakak bibi non" ucap Bi marni
__ADS_1
"Ini sudah non lebih baik kakinya jangan di gantung di luruskan saja" ucap bi marni mengangkat kaki kanan Geya pelan untuk diselonjorkan
"Bi boleh minta tolong?" tanya Geya
"Apapun itu bibi akan bantu memangnya kenapa non?" tanya bi marni
"Tolong ambilkan Geya beberapa baju untuk dibawa di kamar tamu" ucap Geya menunjuk ruang tamu
"Apa non bertengkar dengan tuan Aldi?" tanya Bi marni
"Tidak kok bi, kaki Geya kan bengkak nanti kalau Geya gunakan untuk naik turun tangga setinggi itu nanti yang ada kaki Geya tambah bengkak dan tidak sembuh sembuh" ucap Geya menerangkan
"Iya non tunggu sebentar ya" ucap bi marni dan naik ke atas
"Dua kali aku mendapat sial yang sama pertama kakiku tergelincir kedua tersedak" gumam Geya ngeluh
"Sudah non kalau begitu bibi masak dulu ya" ucap bi marni ingin pergi kedapur
"Iya bi makasih ya udah bantuin Geya bersih bersih rumah" ucap Geya
"Tidak apa apa non ini juga termasuk dari bagian kerja" ucap bi marni melangkah pergi
Geya berjalan ke depan rumah melihat sekitar depan rumah hingga matanya melihat penjual bakso kaki lima. Dia menghampiri dan memesan bakso pangsit dengan saos sambal yang banyak
"Pak baksonya dua ya yang satu pedas dan satu tidak" ucap Geya
"Iya mbak tunggu sebentar" ucap penjual
Sambil menunggu Geya mengambil uang di rumah dan kembali lagi. Akhirnya pesanan yang dia pesan sudah jadi
"Ini pak uangnya" ucap Geya menyodorkan uangnya
"Makasih ya non" ucap penjual
"sama sama" balas Geya dan pergi
Sesampainya di dalam rumah Geya langsung ke dapur mengambil mangkok dan sendok
"Bibi lagi masak non" ucap bi marni
"Masaknya nanti telat juga tidak apa apa mungkin Aldi tidak datang nanti siang" ucap Geya
"Iya non mari" ucap Bi marni
"Ini bi untuk bibi" ucap Geya yang baru duduk di sofa depan tv dan menyerahkan semangkok bakso
"ta,tapi non..."
"Tidak ada tapi tapian sini bi duduk samping Geya" suruh Geya menepuk sofa disampingnya
"Baiklah non" pasrah bi marni ikut duduk disamping Geya. Mereka makan sesekali bercengrama
"Baik non Saya permisi dulu melanjutkan masaknya" ucap Bi marni yang terburu buru
"Yaudah makasih ya bi, titip mangkok ini ya" ucap Geya cengengesan
"iya non saya kira ada apa" ucap bi marni tertawa kecil
Geya menonton tv sendirian lotang lating di depan tv dan tanpa sadar ditertidur dengan remote tv di pangkuannya
Bi marni yang melihat itu hanya tersenyum dan mengambil remote itu pelan pelan takut membangunkan Geya dan mengecilkan suara tv
skip
Sore hari Geya sudah mandi dia mengenakan piyamanya dan duduk di pinggiran ranjang menghubungi seseorang
Dalam telepon~
"Halo selamat sore dok"
"Sore Nona Geya ada yang bisa saya bantu?"
__ADS_1
"Dok mungkin saya besok tidak bisa datang ke rumah sakit untuk terapi mungkin lusa atau minggu depan"
"Kenapa nona?"
"Kaki saya keseleo dan bengkak jadi butuh istirahat"
"Tidak apa apa nona cepat sembuh ya"
"Baik terimakasih dok"
tut...tut...tut
panggilan terhenti Geya menyimpan ponselnya di atas ranjang dia keluar dan membantu bi marni menyiapkan makan malam
Taklama juga Aldi datang wajah lusuhnya. Ingin Geya menghampiri namun melihat keadaan kaki yang membengkak tak memungkinkan dirinya mengikuti Aldi
Aldi membersihkan dirinya berendam di air hangat yang sudah dia siapkan mencium aromatherapy untuk menenangkan pikirannya
15 menit kemudian....
Dia menyudahi ritualnya dan keluar dari bilik kamar mandi mencari baju santai untuknya namun saat membuka lemari dia bingung dimana setengah dari pakaian Geya dia cepat cepat memakai bajunya dan turun
"Al makanlah sudah kusiapkan, ambillah" suruh Geya duduk di samping Aldi
"Apa tidak kau ambilkan?" tanya Aldi membuat Geya yang fokus makan kini menganga
"Oh maaf kau mau mana?" tanya Geya siap melayani
"Aku mau seafood saja apa aja" ucap Aldi
Geya memberikan makanan yang dia siapkan untuk Aldi dan melanjutkan makannya. Rasanya kikuk sekali ketika dia berhadapan dengan Aldi malah membuat dia mengingat kecuekan Aldi yang dahulu
Selesai makan Geya berjalan ke ruang tv menonton sereal kesukaannya ikatan cinta sambil memakan cemilan yang kemarin dia beli
"Kamu jangan makan pedas pedas katanya maag. Sini pijitin Aku" ucap Aldi memasang punggungnya
"Mana bisa aku kesitu kamu yang seharusnya kesini duduk di bawah" ucap Geya dan Aldipun menurut berpindah di bawah Geya
'Jangan di bahas lagi deh aku takut kalau moodnya nanti malah rusak gara gara pertanyaanku' Batin Geya memijit pundang Aldi
"Geya besok aku berangkat ke luar kota" ucap Aldi memulai perbincangan
"Ngapain?" tanya Geya
"Ada beberapa masalah di perusahaan cabang sana" ucap Aldi
"Yasudah tidak apa apa" jawab Geya tersenyum menatap Aldi yang menikmati pijitannya
"Aku mau tanya" kata Aldi mengubah posisi kini duduk di sofa
"Tanya apa? kau membuat ku terkejut" keluh Geya
"Sebagian pakaian mu mana di lemari apa kau buang?" selidik Aldi menautkan alis tebalnya
"Aku sementara tidur di bawah kau tahu bukan kaki ku ini" tunjuk Geya
"kalau kugunakan naik turun tangga setinggi itu yang ada malah tambah sakit" imbuhnya menunjuk tangga
"Cepat kau tidur sana, maaf aku tidak bisa menyiapkan keperluanmu" kata Geya
"Tidak apa apa aku bisa sendiri" ucap Aldi
"Kamu cepatlah tidur jangan lupa minum obat, Apa masih sakit?" tanya Aldi
"Sudah mendingan kok kalau begitu Aku istirahat dulu" ucap Geya berjalan pelan menuju kamar tamu
Aldi hanya menatapi kepergiannya dengan tatapan yang sulit diartikan. Dia pun ikut beranjak pergi ke kamar utama mengistirahatkan dirinya yang terlalu sibuk bekerja
bersambung.....
Jangan lupa like dan komen
__ADS_1
See You All😘