Didalam Perjodohan

Didalam Perjodohan
Episode 22


__ADS_3

Geya masih tertidur di balik selimut yang sangat tipis padahal ayam jantan sudah berkokok tapi dia belum juga bangun.udara yang dingin lah membuat Geya malas bangun hari ini juga minggu jadi bisa mengulur waktu untuk pekerjaanya


Hingga alarm yang dia setel sudah menunjukan pukul 5 dan berbunyi


kriingggg.....kring.....kringg


Geya terbangun dan duduk meregangkan ototnya yang kaku dan mengucek ucek matanya menyesuaikan cahaya diretinanya


"hoam.....selamat pagi untuk ku sendiri"gumamnya dan menuju kamar mandi dibelakang untuk mencuci muka dan memulai pekerjaannya


Sedangkan Aldi dia selesai joging dia langsung pergi ke kamar mandi membersihkan tubuhnya yang berkeringat dia libur tidak mengerjakan kerjaan kantor


Geya terlebih dahulu memasak dia pikir jika Aldi akan berangkat ke kantor meskipun hari libur


dia memasak ala pedesaan dia ingin memakan itu tak lupa kopi untuk Aldi setelah itu dia memanggil Aldi


tok...tok..tok


Pjntu terbuka tampak lah Aldi dengan pakaian santai nya kaos biru donker dengan cotton short warna senada cocok melekat di kulit putih nya


"apa?"tanya Aldi


"sarapan sudah siap apa kau akan ke kantor?"tanya Geya


"tidak usah mengurusi urusanku urusi saja dirimu itu"cetus Aldi dan berlalu ke meja makan


Geya hanya menarik nafasnya mencoba bersabar menghadapi sifat dan perkataan Aldi dia mencoba lebih beradaptasi


Dia ikut turun dan makan makanan nya dia tidak menyiapkan makanan untuk Aldi sebab Aldi sudah mengambilnya sendiri


setelah usai sarapan Geya langsung mulai bersih bersih rumah seperti menyapu cuci baju dan piring


"mengepel besok saja deh si tuan rumah ada dirumah "gumam Geya dan menyapu bagian teras rumah


Namun disaat dia menyapu menglihatan dia teralih pada sosok wanita yang dia benci siapa lagi kalau bukan Lisa


Lisa menghampiti Geya dan menunjukan rasa sombongnya


"hay Nona Geya apa kabar ?dan apa Aldi dirumah?"tanya angkuh Lisa


"kebetulan sekali mbak Aldi nya ada dirumah silahkan menemuinya pintu rumah selalu terbuka kok"ucap Geya mempersilahkan masuk pada Lisa dan si Lisa langsung menuju dalam rumah


Selepas kepergian Lisa Geya menarik napasnya dalam sedalam dalamnya


"pasti sekarang nambah lagi urusanku dengan rumah ini "gerutu kesal Geya


Dia kembali kedalam rumah sesuai dugaanya jika pacar suaminya ini akan berbuat ulah


"hay Geya tolong dong bersihkan itu mumpung kau bawa sapu"pimta Lisa disengaja

__ADS_1


Geya hanya menurutinya dia membersihkan kotoran yang diperbuat oleh lisa sedangkan Aldi hanya fokus pada layar tv dan sesekali memperhatikan Geya yang tengah membersihkan lantai


Geya berlalu kedapur untuk membuatkan minum Lisa meskipun dia tidak menyukai Lisa tapi dia melakukanya sebagai seorang tamu


"ini mbak kubuatkan jus mangga pasti panas bukan diluar ya nanti makan siang dimana kalian?"tanya Geya pada Aldi dan Lisa


"kami rencananya mau makan siang direstoran dan ingin nembahas perihal undangan pernikahan kami yakan sayang?"kompor Lisa Geya yang bendengar itupun dia langsung berlari kekamarnya


bruuakkk..


suara pintu ditutup dengan keras membuat Lisa senang akhinya rencananya berhasil itu batinya


sedangkan Geya dia kesal bukan main dia menggerutu kesal dengan dirinya sendiri


"kenapa aku ini...seharusnya tadi aku mampu menjawab semua ocehannya tapi kenapa aku bungkam hanya karna soal undangan"gumanya di sela sela sesenggukannya dia mengambil tasnya dan keluar dari kamar nya dia berjalan melewati ruang keliarga dimana Aldi dan Lisa berada


"Hei Ge kau mau kenapa loh kenapa dengan matamu kok merah?apa kamu nangis?"tanya runtun Lisa


"siapa bilang aku menangis aku hanya terharu saja itu beritaengejutkan ku dan sebentar lagi kau menyandang menjadi istri dari Aldi putra Rahardian kan?"elak Geya dan dia berlalu keluar


srdangkan Aldi dia diam saja saat dia mengerahui jika benar Geya menangis


'apa aku mulai menyukai istriku tapi bagai mana dengan Lisa dia cinta pertamaku 'batin Aldi


Geya menaiki taksimobil ini berjalan mengantarkan Geya ke rumah temannya Riska.dia hanya bisa kesana saja


Dia masuk dan disambut hangat oleh mbak Neni


"loh tumben dek kesini cepat biasanya jam 2 an"heran cecikikan Neni


"lah mbak kok ketawa"kesal Geya mencoba melupakan kejadian tadi


"eh kok aneh ya?kenapa mata kamu memerah?dan suara kamu serak kamu nangis ya?"tanya Neni berubah serius


"nggak kok mbak aku tadi habis bangun tidur aja mimpi buruk jadi ikutan nangis"


"hah aneh sekali "gumam Neni jelas


"mbak mana si Riska biasanya dia diluar?"tanya Geya dan mendudukan bokongnya


"oh dia tadi belanja bahannya habis"ujar Neni


"belanja kenapa tidak menelpon aku padahal aku mau ikut"cemberut Geya


"haih kau itu kayak anak kecil saja manjanya adikku ini ya kita tidak tau kalau kamu mau ikut belanja dikira tadi kau kesini siang jadi yaudah lanhsung saja"jelas Neni Geya hanya cengengesan saja


Aldi dan Lisa sampai di cafe tempat mereka nongkrong saat masih dikampus dulu


"Al sepertinya aku keluar kota aku majuin jadi 10 hari disana ga papa kan?"tanya Lisa menggenggap jari jemari Aldi

__ADS_1


"kenapa begitu?"tanya Aldi


"ya mau gimana lagi aku ingin menyebar luaskan bakatku menjadi model boleh ya"melas Lisa


"hm iya aku juga mungkin beberapa hari kedepan aku akan keluar kota juga menemui investor ku jadi aku izin kan "ucap Aldi santai


mereka menghabiskan waktunya untuk berpacaran sambil menunggu jam makan siang


Geya beserta yang lain membuat kue pesanan semua belepotan dengan tepung


"kau tumben kesini awal biasanya juga siang"tanya Riska


"kenapa semua menanyakan tumben aku kesini pagi pagi?"bingung Geya dengan tangan mengaduk adonan kue sampai muka pun dia adoni yang lain hanya tertawa melihat wajah bingung Geya


"sebab kita bingung dan heran dengan dirimu itu kau datang kesini pagi pagi pasyi kau ada masalah kau dikode kita begitu nggak peka"cetus Riska Geya kembali diam dia mengingat kembali ucapan pedas Lisa


"Ge apa perkataanku salah maaf ya aku hanya bercanda"bujuk Riska


"nggak kok memang aku ada masalah dengan suamiku"ucap Geya


"emang kenapa dem?"tanya Neni penasaran


"suamiku mau memadu aku"singkat Geya


"apa coba jelaskan kejadiannya boleh?"pinta Neni


"tadi pacar suamiku bilang jika dia akan melaksanakan pernikahan katanya dia sudah ingin membuat undangan nya terus aku langsung pergi dan suamiku hanya diam saja"jelas Geya sedih


"dek mungkin itu hanya komporanya saja tapi entah krnapa feeling ku mengatakan jika si pacar suamimu itu hanya memanas manasi kamu saja"terawang Neni


"apa mungkin?"tanya Geya menengok arah Neni


"itu hanya feeling ku kan "jawab Neni


"sudah sudah kita lanjut buat kue saja biar Geya melupakan kejadian tadi tapi Ge kamu hatus kuat pasti nikah muda itu banyak masalahnya makanya aku tidak mau nikah cepat cepar"ujar Riska


" sebabnya apa coba?"heran Geya


"sebabnya ituloh dek dia tidak laku laku"makanya cepat cari cowok Geya saja sudah kita sudah tinggal kamu saja loh"canda Neni dan mereka tertawa bersama sama sambil membentuk adonan


***TBC........


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


jangan lupa like dan komen maaf jika lama menunggu 😔


😉👋👋👋***

__ADS_1


__ADS_2