
"Apa apaan dia itu seenaknya saja kalau ngomong" Gerutu Geya
"Geya kamu kenapa?" tanya Nita yang melihat berjalan dengan buru buru
"Tidak ada aku pulang dulu" Kata Geya langsung pergi
Tok...tok...tok
"Tuan Di loby ada yang ingin bertemu dengan anda" ucap Nita
"Mana si Andri?" tanya Aldi membenarkan dasinya
"Asisten Andri ada di patri tuan" ucap Nita
"Iya suruh dia menghadap saya dan aku ingin tanya padamu" kata Aldi
"Tanya apa tuan?" tanya Nita
"Kamu kan yang memberitahu Geya permasalahanku dengan Lisa yakan?" Tebak Aldi
"Iy iya tuan nona Geya yang bertanya jadi saya jawab" Ucap Nita kikuk
"Kau itu gajimu minggu depan saya potong" Ucap Aldi
"Tu, tuan bagaimana dengan nasib saya kalau gaji saya dipotong?" tanya Nita
"Terserah kau cepat kau panggil tamu itu datang kesini" gertak Aldi
"Iy...Iya tuan saya permisi dulu" ucap Nita berjalan keluar
"Si Nita itu memang ingin cari masalah" Gumam Aldi
_%__%_%_
"Aduh perutku sakit Apa aku telat makan?" gumam Geya memegangi perutnya
"Huh mungkin iya karna tadi aku makan sedikit"
"Pak putar balik ya ke kantor A" ucap Geya
"Baik non" jawab supir taksi
!!!!
"Selamat Siang tuan Aldi" sapa lelaki paruh baya yang taklain mr. wang
"Siang mr. wang sudah fasih bahasa indonesia?" tanya Aldi menyalami Mr. Wang
"Iya Tuan bagaimana kabar anda apa sudah punya calon?" tanya mr. wang
"Sudah menikah saya" jawab Aldi tersenyum
"Wah mengejutkan bagi saya tapi ngomong ngomong kenapa tidak ada pestanya?" tanya Mr. Wang
"Secepatnya akan ada party nya" ucap Aldi
Mereka mengobrol masalah bisnis dan taklama Geya masuk dengan cepat tanpa ketuk pintu
"Al...di" Ucapan Geya terpotong karna melihat lelaki yang ada disamping suaminya
"Per...permisi" Ucap Geya keluar dan menutup pintu pelan. Dia menemui Nita teman barunya
"Nit di dalam ada siapa?" tanya Geya
"Itu rekan bisnis Tuan muda" ucap Nita
"Tapi kok kelihatannya sangat akrab?" bingung Geya
'Huh lebih baik tidak usah beritahu nanti kalau kuberitahu malah yang ada gajiku dipotong lagi' batin Nita
"Mereka sudah menjalankan bisnis mereka sangat lama nona mungkin sebelum saya ada disini" ucap Nita beralasan
"Begitu, Nit bisa minta tolong?" tanya Geya
"Bisa kok ada apa?" tanya Nita
"Temani aku hingga tamu Tuan muda pulang" jawab Geya
"Itumah bisa kamu duduk sini sebentar kuambilkan kursi satu lagi" ucap Nita
"Nih duduklah sudah bersihkok" ucap Nita yang baru datang
"Makasih ya"
"Tidak geratis Geya" ucap Nita
"Haruskah aku bayar?" tanya Geya
"iya bayar" jawab Nita dan seketika tangan Geya merogoh tasnya
__ADS_1
"Eh bukan uang tapi tolong bujuk tuan muda agar gajiku tidak di potong minggu depan" melas Nita
"Kenapa gajimu dipotong apa kamu membuat kesalahan?" tanya Geya
"Tadi saat kamu ngambek tadi tuan langsung menanyaiku dan aku menjawab dengan jujur eh tuan langsung bilang kalau gajiku dipotong" jelas Nita sedih
"Iya nanti akan kubujuk dia kau tenang saja. Dia yang mencari masalah" ucap Geya
"Hay nona kenapa Anda tadi?" tanya mr. wang yang perpapasan dengan Geya
"Tuan tadi saya ingin bertemu dengan tuan muda tapi sepertinya sedang sibuk" ucap Geya cengengesan
"tuh Tuan muda tidak sibuk kamu bisa langsung kesana" tunjuk Mr. wang
"Oya terimakasih" mr. wang langsung pergi tersisa tinggal mereka berdua
"Nit aku kedalam dulu ya" ucap Geya berdiri dari duduknya
"Iya jangan lupa pesanku tadi" teriak Nita
"Iya" balas Geya tak kalah teriaknya
Ceklek
Pintu terbuka pelan muncul kepala Geya yang menengok kanan kiri mencari Aldi dan ternyata yang dicari sedang sibuk bekerja
"Aldiiii" rengek Geya bergelayut di leher Aldi
Alih-alih menjawab Aldi malah membiarkan Geya, dia ingin memberi pelajaran pada istri kecilnya itu
"Al apa kamu marah?" tanya Geya dengan posisi sama
(hening)
"Aldi aku minta maap" ucap Geya
Tak ada sahutan Geya mengubah posisinya menjadi duduk dipangkuan Aldi
"Al perutku sakit lah" rengek Geya keras menyandarkan kepalanya didada bidang Aldi
"Alasan" cibir Aldi fokus pada laptopnya
"Kalau aku alasan pasti aku tidak akan datang kesini, ngapain aku alasan hiks" kata Geya
"Apa sakitmu kambuh lagi?" tanya Aldi menatap Geya dan Geya mengangguk
"Makanya tadi sarapan yang banyak pasti kamu makan sedikit kan?" tebak Aldi
Mereka keluar dari lift dan berjalan dengan mesranya bergandengan tangan. Aldi meminta kunci mobil yang dibawa oleh Andri sebelumnya
"Kita makan dimana?" tanya Geya sambil memasang sealbetnya
"Di restoran XA" ucap Aldi menjalankan mesinnya
"Wow ide yang bagus" girang Geya
Skip
Sesampainya Aldi segera memarkirkan mobilnya. Dia segera turun dan membukakan pintu Geya
"Tumben kau membukakan pintuku?" tanya Geya
"Ingin memanjakan istri apa tidak boleh?" Goda Aldi ditanggapi cengengesan dari Geya
Mereka masuk dan langsung duduk di meja yang di sediakan dan mulai memesan
"Jangan makanan pedas" ucap Aldi mengingatkan
"iya iya kalau spaghetti carbonara bolehkan?" tanya Geya sibuk menatap menu
"Tidak itu terbuat dari mie, yang lain" tolak Aldi
"Oke aku mau ayam dan steak" ucap Geya
"Saya samakan saja dengan dia" ucap Aldi
"Baik minumnya apa Tuan Nona?" tanya pelayan
"Saya..."
"Saya Capucinno dan dia Jus mangga" sela Aldi
"Baik tuan mohon ditunggu" ucap Pelayan restoran dan melenggang pergi
"Kau ini" kesal Geya
"Nurut saja" cetus Aldi
Taklama kemudian makanan datang dan dihidangkan didepan mereka dan berterimakasih
__ADS_1
Mereka memakan makanannya sesejali berbicara
"Al kamu jangan potong ya gaji Nita kasihan dia" ucap Geya
"Kau tahu dari mana?" tanya Aldi
"Dari Nita lah" Jawab Geya polos
"Benar benar sekertaris itu bisa bisanya dia mengadu ke Geya" gerutu Aldi
"Iya nanti kuatur" ucap Aldi singkat melanjutkan makannya
"Awas kau kalau masih kau potong" Ancam Geya
Selesai malan siang Aldi memutuskan untuk mengantarkan Geya lulang namun dicegah dengan Geya
"Enggak aku mau ikut kamu lagi" ucap Geya
"Geya kamu harus pulang dan istirahat nanti kamu sakit lagi" kata Aldi
"Enggak ya enggak aku mau ikut titik" Ucap Geya
Aldi tak bisa membantah keinginan sang pujaan hati itu dia hanya bisa mengangguk
"Al berhenti disini" teriak Geya seketika Aldi mengerem mendadak
"Ada apa lagi sih Geya?" tanya Aldi kesal
"Apa kamu tidak suka aku ikut?" tanya Geya pelan
"Ada apa?" tanya Aldi mengalihkan pertanyaan
"Aku ingin membeli es krim" jawab Geya
"Ya tuhan Geya kamu bisa membeli nanti disana" keluh Aldi menghembuskan nafas kasar
"Maaf aku beli dulu kalau kamu ingin kembali ke kantor kembali lah nanti aku menyusul" ucap Geya diluar mobil dan pergi ke indomaret
Dia memilih es krim yang dia inginkan dan beberapa cemilan untuknya dia cepat cepat membayar barang yang dia ambil takut jika Aldi menunggunya lama
Namun dia harus menelan kekecewaan saat dirinya keluar dia tidak mendapati Aldi yang menunggunya. Dia berjalan dengan gontai mencari taksi yang lewat
Namun entah ini disengaja atau bukan taksi hari ini pada penuh semua tak ada pilihan lagi dia harus memesan taksi online. Sambil menunggu dia duduk di emperan indomaret dan membeli minuman di depan indomaret itu kebetulan ada cafe kecil di depan samping infomaret
Beberapa menit kemudian taksi yang dia pesan datang juga dia segera masuk dan memberitahu alamat yang dia tuju yaitu rumah
Taksi yang ditumpangi Geya sudah berhenti tepat di gerbang rumah Geya dia segera membayar dengan uang cash
"Pak hp saya lowbet saya bayar cash ya" kata Geya menyodorkan beberapa lembar uang
"Tidak masalah kok nona cash pun bisa" ucap si supir menerima uang itu dan menghitungnya
"Loh tunggu nona" cegah supir saat Geya ingin masuk
"Ada apa pak? apa kurang?" tanya Geya
"Tidak Nona malahan ini kelebihan ini saya lembalikan sisanya" ucap si supir dan menyodorkan kembaliannya
"Tidak usah pak itu untuk bapak anggap saja sedekah untuk bapak. Kalau begitu saya masuk dulu" ucap Geya masuk ke dalam rumah
Geya langsung pergi ke kamar menyerahkan hasil jajannya ke bi marni untuk disimoan di lemari pendingin
Dia membaringkan tubuhnya di ranjang king size memejamkan matanya seketika dia mengingat perlakuan Aldi tadi
"Huh apa mungkin Aldi marah saat aku memaksa ikut ke kantor? tapi tidak mungkin kan hanya masalah sepele seperti itu" gumam Geya
"Tunggu tapi kenapa juga aku memasalahkan first kiss nya apa dia balas dendam?" tanya Geya seorang diri
Geya turun ke dapur dia ingin membuat kue karna bosan dan juga ingin lebih mempelajari masalah perkuean
"Bi apa bahan bahan rumah masih komplit?" tanya Geya yang sampai di dapur
"Ada kok nona kemarin saya baru belanja memangnya nona mau buat apa?" tanya Bi Marni
"Saya mau buat kue bi, mumpung lagi bosan" ucap Geya mulai memasang apronnya
"Boleh bibi bantu?" tawar Bi marni
"Boleh kok bi" ucap Geya
mereka berdua mengahabiskan waktu hingga sore untuk membuat aneka kue untuk diantar ke rumah mertua
bersambung....
Maaf jika banyak typo di dalam cerita, biasa karya manusia pasti ada aja kesalahan
Jangan bosen ya dengan kata kata ini😁
Jangan lupa like dan komen. Dukungan kalian semangat ku
__ADS_1
See you next time