Didalam Perjodohan

Didalam Perjodohan
Episode 91


__ADS_3

Pagi seperti biasanya, Geya mengajak suaminya untuk sarapan pagi. Hari ini mereka akan pergi ke dokter untuk memeriksa kandungan Geya sesuai perintah dokter kepercayaan Aldi kemarin.


Dimeja makan diisi dengan kegaduhan Geya yang sedari tadi merengek ikut ke kantor. Bukannya Aldi tidak mau mengajak istrinya untuk ikut bersamanya tapi sekarang ini Geya sudah mengandung anaknya dan masih lemah akibat kejadian kemarin. Aldi takut kalau Geya kenapa napa dan membuat semuanya khawatir.


"Kamu dirumah dengan bi Marni saja ya, kamu masih lemah" ucap Aldi meminum kopinya


"Gak mau bibi sibuk dengan pekerjaannya dan aku disini sendirian"


"Kalau begitu sama saja nanti disana kamu gak ada yang nemenin aku juga akan sibuk untuk mencari nafkah untuk anak kita nanti, kalau begitu sama teman kamu Riska ya" bujuk Aldi


"Dia juga sibuk sama toko kuenya pokoknya aku ikut kamu" tegas Geya


"Baiklah baiklah kamu menang, habiskan sarapanmu dan setelah itu kedokter dulu" ucap Aldi mengalah


Geya senang dan langsung makan roti panggangnya dengan lahap begitupun Aldi.


____


Kini Aldi menuntun Geya untuk ke ruangan Dokter yang sebelumnya sudah membuat janji terlebjh dahulu.


Geya berbaring dibrankar dan tangan dokter yang sibuk menggeser alat pendeteksi di perut Geya. Aldi maupun Geya sama sama melihat kearah layar yang memaparkan gambar hitam putih yang sama sekali tidak diketahui oleh mereka.


"Nona apakah kandungan anda sudah mencapai usia kehamilan 3 bulan?" Tanya Dokter itu


"Iya dok itu menurut dokter pribadi kami" ucap Geya


"Dok kenapa bentuknya aneh seperti itu? Dimana badannya?" tanya Aldi yang dari tadi fokus pada layar


"Tuan perkembanganya masih baru tuan artinya embrio baru membentuk seperti manusia tapi belum begitu sempurna seperti usia 8 atau 9 bulan. Saat usia janin sudah mencapai 3 bulan, Nona harus semakin menjaga kesehatan tubuh dan peka terhadap perkembangan si janin di dalam perut. Nona akan mengalami beberapa perubahan yang signifikan. Seperti peningkatan berat badan, meningkatnya hormon, dan keadaan mood yang sering berubah-ubah. Apakah Nona ada ciri ciri seperti berikut?"


"Saya sedikit dok tapi baru kemarin kemarin" ucap Geya


"Baiklah Nona perkembangan janin sudah mulai terlihat jelas. Di usia janin 3 bulan, wajah sudah dilengkapi dengan mata, hidung, dan mulut. Tulang dan otot juga sudah terbentuk. Kuku-kuku pada jari pun sudah mulai tumbuh. Alat kelamin sudah mulai terbentuk saat usia janin mencapai 3 bulan, namun belum berkembang secara sempurna, sehingga belum terlihat jelas jenis kelaminnya. Jangan lupa untuk terus mengkonsumsi makan-makanan yang bergizi dan hindarilah makanan mentah atau caffein. Juga disarankan melakukan olah raga selama kehamilan." Ucap Dokter itu sambil melepas alat alatnya

__ADS_1


"Tapi perut saya kenapa belum bisa menonjol seperti wanita yang lainnya dok? Apakah tidak apa apa?"


 


"Tidak perlu khawatir jika perut masih terlihat kecil. Karena hal ini tergantung pada ukuran janin di dalam perut pun masih belum sempurna. Hanya  beberapa bagian saja yang telah terbentuk. Atau ada faktor lain seperti bentuk ukuran perut Nona terbilang kecil, jadi walaupun usia kehamilan sudah melewati usia 3 bulan, bisa saja perut Nona terlihat masih kecil. Yang terpenting, jangan lupa untuk menjaga kesehatan Ibu dan si kecil ya." Jelas dokter itu secara panjang lebar


Geya dituntun Aldi turun dari brankar dan keluar untuk membayar administrasinya, Aldi tak hentinya untuk memperingati Geya untuk menjaga kondisi tubuhnya.


"Jangan gitu terus, iya aku paham suamiku" ucap Geya menggandeng lengan Aldi masuk ke dalam mobil


Didalam mobil Andri baru saja menghentikan permainannya kala sang majikan sudah sampai.


"Bagaimana dengan kondisi nona tuan?"


"Yah baik baik saja, Apakah hotel B sudah stabil lagi?"


"Sudah hampir tuan ternyata ada yang korupsi, Jadi harus diapakan orang itu tuan?"


"Nanti biar aku yang mengurusnya" Ucap Aldi dan langsung membuka ponselnya


"Ada sayang,,,Nanti kalau sudah sampai disana jangan membuat keributan"


"Dih siapa yang buat keributan? Kayak anak kecil saja"


"Terus siapa kalau disaat aku kerja kamu malah merajuk minta ini minta itu, ayo kesana ayo kesitu siapa? Hantu kah?"


"Maaf aku melakukan itu karena bosan, tapi paling nanti gak akan bosan kok"


"Kenapa gak bosan?"


"Ada yang terpenting tidak mengganggu kamu bekerja"


Aldi hanya acuh dan kembali dalam ponselnya, sedangkan Geya dia duduk manis bersandar pada lengan suaminya sambil memperhatikan suaminya yang bermain dalam ponselnya meski ia sendiri tidak paham.

__ADS_1


Hingga butuh 15 menit mobil sudah terparkir dengan sempurna di parkiran khusus bagi Aldi, mereka masuk ke dalam dan disambut para pekerja yang sudah menggotong lembaran lembaran dokumen penting.


Geya mengedarkan pandangannya mencari sesosok yang ia rindukan, matanya menajam dikala ada seorang lelaki yang beberapa bulan lalu sempat ia sapa saat kejadian perutnya terkena air panas dulu


"Ada apa sayang?" tanya Aldi melirik ke arah istrinya


"Gak, itu ada lelaki itu lagi dia sepertinya bahan bullyan deh. Coba lihat dia sendirian duduk disitu dan terus melamun sudah dua kali aku bertemu dengannya, pertama saat aku sapa dia hanya gugup dan kaku. Apa kamu tahu siapa dia?" tanya Geya


"Dia keponakan dari pak bambang yang bekerja disini juga tapi pak bambang sebagai penjaga, tapi kalau masalah bully sejauh ini disini tidak ada karena aku melarang keras untuk itu, mungkin saja dia lagi ada masalah dengan keluarganya. Sudahlah jangan membahas orang lain, bahas saja kandunganmu agar lebih kuat sama sepertiku, aku sudah tidak sabar untuk melihat baby yang ada dikandunganmu, kira kira dia mirip siapa ya?" tanya Aldi yang dari tadi nyerocos panjang lebar


"Mirip denganku karena aku yang mengandungnya" ucap Geya mengelus perutnya


"Tapi disini aku yang membuatnya" elak Aldi


"Aku juga ikut membuatnya bahkan aku yang kesakitan" balas Geya


"Ekhem....tuan nona jangan ribut disini. Lihatlah mereka melihat kearah kalian" ucap Andri menunjuk segerombolan karyawan


"Ini semua gara gara tuanmu" ucap Geya menunjuk Aldi dengan ekor matanya


"Bagaimana dengan undangannya apa sudah tersebar?"


"Sudah tuan tinggal tata letak digedung hotelnya saja yang belum terselesaikan tugas itu kami serahkan pada pihak WO dan MUA sudah mereka carikan" Ucap Andri panjang kali lebar


Aldi hanya mengangguk dan mereka berpisah dalam lift yang berbeda, Andri yang akan ke ruangan direktur keuangan dan Aldi yang akan ke ruangannya sendiri dengan Geya istrinya


"Al tapi kenapa aku belum siap?" tanya Geya mendongakkan kepalanya


"Maksudmu apa?" tanya Aldi


"Aku belum siap untuk dilihat banyak orang dan tentunya dilihat rekan rekan kerjamu"


"Rekan kerjaku sudah punya pasangan masing masing jadi jangan khawatir, sudah kamu duduk disini tunggu aku sampai selesai kerja" kata Aldi memerintah Geya

__ADS_1


Geya mengangguk dan duduk manis disofa depan Aldi taklupa juga segerombolan kantong berisi makanan ringan untuk Geya dikala bosan.


__ADS_2