
Hari sudah berganti, Geya datang menemui teman lama yang hilang selama seminggu di cafe dekat dengan kantor Aldi.
"Ada apa lo ngajak gue kesini?" tanya Riska meminum coffee miliknya
"Bantu gue cari kado untuk laki² yah, gue gak paham sama gituan" ucap Geya
"Cieee romantis sekali sama suami" goda Riska menaik turunkan alisnya
"Siapa yang bilang untuk suamiku? Ini bukan untuknya"
"Lo selingkuh? Wah parah lo ya, suami ganteng tajir melintir masih lo selingkuhi"
"Eh siapa yang bilang lagi selingkuh dodol? Gue malah disuruh mencarikan barang itu" kesal Geya
"Untuk siapa sih?"
"Namanya Rian, dia teman suamiku yang sedang berulang tahun semalam tapi suamiku lagi sakit makanya gak bisa datang" jelas Geya menekankan kata perkata
"Begitu toh, kalau tipe orang kaya gampang sih tinggal lo kasih cek 200jt atau berapa gitu bungkus kayak kado gampangkan"
"Gampang pala kau? Ayo ikut aku ke toko aksesoris sekalian lo gue traktir" ucap Geya beranjak membayar minumannya
"Mimpi apa lo di dunia ini Riska, punya temen kayak gitu" gumam Riska cekikikan
Geya menyetir mobil sport dengan kecepatan dibawah rata², Riska berselfi ria di tumpangan mobil Geya mengeluarkan sifat kenarsisannya
"Sumpah teman kampung gue pada heboh tuh" tunjuk Riska mempeelihatkan layar ponselnya
"Kau memang begitu, kita tapi gak bisa lama² kau tahukan suamiku sakit"
"Iya gue paham, tapi lo sudah ada tanda tanda belum nih, udah satu tahun nikah belum ada calon"
Geya berpikir sejenak dan menggeleng santai dengan tanggapannya
"Wah bibit suami lo itu unggul gak sih? Masa' kalah sama kakak gue, mereka sudah punya 3 loh"
"Namanya juga usaha, semua itu udah urusannya sama yang kuasa kita juga ngarep tapi apalah daya"
"Iya juga sih, lo usaha terus sampai ada yang tumbuh di rahim lo yang penting jangan tumbuh tumbuhan"
"Lo kira rahim gue tanah apa?"
"Ya kali rahim lo tumbuh selain anak"
"Ngaco lo" ketus Geya menatap tajam Riska
Geya membutuhkan waktu 1/4 jam untuk sampai di mal terbesar milik keluarganya. Dia memarkirkan mobilnya di parkiran khusus para petinggi dan itu tak luput dari pandangan Riska
"Wow gue gak bisa berkata lagi, jantung gue rasanya mau lompat keluar sangking megahnya ini mall"
"Bisa aja sih lo, ayo masuk lo ambil barang sepuas lo" ucap Geya
"Satu mobil sport lo boleh gak?"
"Ambil sana itu juga gak ngaruh sama gue" ucap Geya sombong
Riska menggeplak punggung Geya dengan pelan sangking kesalnya. Mereka masuk ke dalam dan mencari barang yang mereka sukai dan menurutnya unik
"Nona Geya selamat datang" ucap ramah pegawai mall
"Ya, bagaimana dengan pekerjaan kalian?"
"Baik nona tanpa ada kendala kemarin tuan besar juga baru berkunjung" ucap pegawai itu
"Begitu ya,,,teruskan pekerjaanmu saya keliling sebentar"
Geya melanjutkan langkahnya yang terhenti dan mereka masuk ke tempat aksesoris yang cukup terkenal dengan jam tangannya
"Serius lo mau ngajak gue kesini?"
"Iya Riska sudah berapa kali aku bilang? Udahlah ikut saja apa kataku" ucap Geya menarik tangan Riska untuk kembali ke dalam
Geya memanggil salah satu pegawai dari toko itu untuk mencarikan jam tangan model terbaik untuk cowok
"Ini nona pesanan anda" ucap pegawai memberikan sejumlah jam bermerek
"Ge gimana sih lo itu? Tadi nyuruh gue cariin tapi lo udah pesan" bisik Riska tepat pada telinga kanan Geya
"Iya lo pilih model yang bagus untuk mereka"
__ADS_1
"Mereka?"
"Iya suamiku dan teman² nya 6 orang"
"Wah lo mau buat suami lo couple sama mereka gitu?"
"Iyalah mereka itu sahabatan sejak SMA jadi harus ada begituan"
"Aneh lo, tapi gue pikir cocokan yang ini deh" ucap Riska menunjuk salah satu jam tangan yang ada didepannya
"Kayaknya sih okelah gue ambil ini"
Geya memberikan salah satu dari barang itu dan meminta untuk mrmberikan 6 pasang, Geya membayar semuanya dengan kartu yang dia punya
Mereka lanjut ke bagian pakaian pria, Geya mengelilingi seluruh bagian mall sampai pada akhirnya waktu menunjukan pukul 12.00. Geya mengajak Riska untuk mampir ke restoran yang ada di mall tersebut.
"Gila capek banget gue ngikutin lo terus" keluh Riska
"Namanya juga cari barang, kalau gak disuruh Aldi mana mungkin aku mau kayak gini" ucap Geya dan mulai mengambil makanannya
....
"Gue pulang dulu ya, makasih bantuannya" ucap Geya saat sampai di rumah Riska
"Gak mampir dulu lo?"
"Langsung saja pasti dia lagi marah sekarang"
"Suami lo memang kayak gitu"
"Gue pergi dulu, dipakai ya yang lo beli" ucap Geya dan melajukan mobilnya pergi ke rumah
.....
Pukul 2 siang Geya sampai dirumah, dia mengambil semua belanjaannya dan menaruh ke meja dekat ruang tamu. Dia naik ke kamarnya untuk melihat apakah suaminya masih ada atau tidak.
"Kenapa lama sekali?" tanya Aldi membuatnya terkejut
"Susah cari barangnya, Apakah kamu sudah makan?"
"Sudah tadi barusan, kamu beli apa saja?"
"Mencurigakan sekali gerak gerikmu, darimana kamu tahu mereka akan datang?"
"Tadi aku gak sengaja nguping pembicaraanmu"
"Dasar tukang nguping"
Geya mengganti pakaiannya dan ikut berbaring di ranjang bersama dengan suaminya, gak ada kegiatan apapun selain bermain ponsel dan akhirnya tertidur
Sore harinya Aldi bangun dari tidur dan langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang 1hari gak kesiram air
Cukup 10 menit untuk Aldi membersihkan badannya, dia mengambil pakaian secara asal dan turun ke bawah.
"Bi nanti kalau Geya bangun kasih tahu kalau aku keluar sebentar" ucap Aldi pada bi marni
"Baik tuan, tapi tuan mau kemana?"
"Cari udara bi mumpung masih sore" ucap Aldi dan berjalan keluar
....
Pukul 5 sore Geya terbangun dari mimpinya dan sama seperti Aldi, dia membersihkan dirinya.
Selesai dengan mandi, Geya turun ke bawah untuk makan terlebih dahulu sangking laparnya.
"Aldi mana bi?" tanya Geya menyendok nasinya
"Tuan keluar satu jam yang lalu nona"
"Keluar? Kemana? Kok gak ajak Geya?" tanya Geya
"Katanya cuma cari udara segar nona"
"Baiklah makasih bibi" ucap Geya memakan masakan bi marni
____
Kini hari sudah mulai petang, jam menunjukan pukul 05.54. Geya tak henti hentinya untuk gelisah, bagaimana tidak? Aldi sampai sekarang belum juga pulang. Dia mondar mandir di ruang tamu sesekali menengok kedepan apakah Aldi sudah datang atau belum
__ADS_1
"Haish....kemana sih dia? Katanya sudah dari tadi keluarnya tapi kenapa belum juga pulang? Awas saja kalau sudah pulang" kesal Geya mendudukan dirinya di salah satu sof ruang tamu
Pintu terbuka dengan pelan disertai dengan kemunculan beberapa sosok lelaki yang Geya kenal. Dengan wajah masam Geya mendejati salah satu dari mereka dengan tatapan mengintimigasi
"Dari mana saja kamu?" tanya Geya menurunkan suaranya
"Dari luar ada apa sih?" tanya Aldi yang baru datang dengan teman temannya
"Ada apa? Keluar gak bilang pulang lama, dari mana kamu?"
"Aku keluar sebentar karena bosan seharian dirumah dan tadi aku kepapasan dengan mereka di pertigaan kompleks dan berhenti sebentar di cafe dekat situ" ucap Aldi mendudukan dirinya di sofa
"Alesan, kalian duduklah dulu biar aku yang membuatkan kalian kopi" ucap Geya menyuruh
"Aku juga tapi jangan manis" ucap Aldi dibalas tatapan sengit Geya
"Buat sendiri" ketus Geya berlalu ke dapur
"Heh...Bini lo bisa gitu ya kalau marah lagian kenapa lo lama banget nongkrong disitu?" bisik Nando
"Dia juga tidur gue juga bosen dirumah" jawab cepat Aldi
"Body bini lo kok berubah?" tanya Satria yang dari tadi memerhatikan Geya
"Kenapa lo lihat? Dasar mata keranjang, dia bini gue" ucap Aldi menatap sinis ke arah Satria
"Dia agak gendutan" ucap Satria
"Apa? Apakah benar aku gendut? Kalau iya baiklah besok aku akan diet" ucap Geya tiba tiba
"Enggak kamu gak gendut kok matanya saja yang katarak gak bisa bedain mana langsing dan gendut" sela Aldi
"Gak aku masih marah padamu besok aku tetap diet" ucap Geya sambil meletakkan kopi satu persatu
"Aku ke atas dulu ada sesuatu yang ingin kuberikan pada kalian" ucap Geya bergegas ke kamar
Mereka hanya menatap satu sama lain dengan keadaan bingung. Begitu juga dengan Aldi, bukan hanya bingung tapi perasaannya pun gak enak
"Nih coba kalian buka" ucap Geya memberikan satu persatu paperbag cukup besar untuk mereka
"Apa ini?" tanya Rian membolak balikan paperbag itu
Rian membuka lanhsung paperbag yang sudah dipulas serapi mungkin oleh Geya. Tangannya secara kasar membuka kotak dan mendapati sebuah kaos dan sebuah jam tangan keluaran terbaru
"Wih jam tangan mahal nih,,,makasih loh Geya kamu tipe orang pengertian dan peka tidak seperti orang orang yang berada disampingku ini" sindir Rian menggunakan jam tangannya
"Dasar mata duitan" celetuk mereka bersama
"Tapi yang membuat saya bingung adalah kenapa nona memberi kami kaos kembar?" tanya Andri yang dari tadi diam
"Nah kalian kan berteman sangat lama tuh biar ada kenangan gitu saat kalian tua nanti, dan sekarang kalian gunakan ya, biar aku yang memfoto nanti akan ku cucikan di tempat pangkas foto" ucap Geya antusias
"Jangan dong memalukan,,,gak usah untuk apa gituan" ucap Aldi kesal menaruh kotak itu di meja dengan kasar
"Kamu gak ngehargai banget usaha dan keinginanku sih" celetuk Geya pelan
"Enggak kok kami akan menggunakannya, tunggu kami ganti" ucap Satria menyenggol lengan temannya yang lain
Mereka mengerti kode dari Rian langsung berhambur ke kamar tamu untuk mengganti pakaian mereka begitu juga dengan Aldi sedangkan Geya dia bersorak senang dan mengambil kamera yang sempat ia beli tadi
Kini mereka sudah selesai dengan menggantinya, dengan mata yang saling melirik kearah tulisan yang terpapang didada membuat mereka geli sendiri.
Mereka dengan pasrah menuruti keinginan Geya mengambil pose yang bagus untuk di jebret. Dengan suara tuntunan Geya mereka saling berpose.
"Sudah kan?" tanya Rian mendekati Geya untuk melihat hasilnya
"Bagus juga hasilnya" puji Rian
"Tentu aku sangat pandai dengan hal beginian, aku ke kamar dulu kalian lanjutkan saja mengobrolnya" ucap Geya dan berlalu pergi tanpa sepatah kata lagi
"Istrimu sangatlah tempramen" ucap Rian melepas kaosnya
"Eh jangan dilepas ya" teriak Geya kembali ke mereka
"Gak ada yang mau melepas" ucap Aldi diangguki Geya dan kembali ke kamarnya
...🐀🐀🐀...
Makasih sudah mampir~
__ADS_1
😘😘😍