Dokter Cantik, Pelakor

Dokter Cantik, Pelakor
Malam yang manis.


__ADS_3

POV DINDA


Cinta memang mampu membungkam logika, seperti logikaku yang tertutup oleh cintanya mas Adam.


Meskipun aku tahu pria hebatku mempunyai istri, tapi aku tetap nekad menikahinya.


Aku tak bisa membayangkan jika aku berada di posisi Prilly. Pasti akan sakit sekali jika tiba-tiba mengetahui kalau suaminya menikahi wanita lain.


Tapi itu memang salah dia sendiri karena tidak bisa menghadapi masalah dengan kepala dingin. Andai saja dia tidak tergoda dengan Zidan, dan tetap berada di jalan yang lurus, dia pasti tidak akan kehilangan suaminya.


Prilly yang awalnya sebagai pemilik hati mas Adam, kini justru menjadi wanita yang paling mas Adam benci.


Tapi wajar kalau mas Adam tak lagi mencintainya, wanita itu benar-benar menunjukkan sifat aslinya. Entahlah, mungkin karena dulu mas Adam sangat mencintainya, jadi berusaha menerima kekurangan Prilly.


Dan malam ini, aku menyerahkan segenap jiwa dan ragaku pada mas Adam. Ku biarkan mas Adam menyentuhku, mencumbuku, dan menikmati tubuhku.


Meskipun bukan yang pertama bagi kami, tapi kali ini kami sama-sama melakukannya dengan sadar. Sama-sama memberikan yang terbaik demi menunjang kebutuhan batin kami. Dan benar saja, aku dan mas Adam benar-benar merasakan kepuasan yang tiada tara.


Usai percintaan kami, ku tatap wajah mas Adam yang juga tengah menatapku lekat-lekat. Pandanganku kemudian jatuh pada kening yang di penuhi butiran keringat sebiji jagung. Reflek, aku mengusapnya menggunakan ibu jariku.


Tak ada yang kami lakukan kecuali saling beradu pandang dan melempar senyum. Ada debaran jantung yang ku dengar begitu liar di dada mas Adam mengisi kesunyian di antara kami.


Pria yang kini masih berada di atasku, entah kenapa membuatku ingin selalu bersamanya. Aku ingin menjadi satu-satunya wanita yang mas Adam cintai. Dan yang harus ku lakukan saat ini adalah melayaninya sebaik mungkin, selembut mungkin supaya mas Adam semakin mencintaiku.


Menghela napas panjang, aku memeluk erat tubuh mas Adam, melepaskan segala ketakutan dan resiko yang akan aku hadapi setelah ini.


Cemas??


Tentu saja!!


Kami menyembunyikan sesuatu dari musuh terbesar kami, Birawa dan putrinya. Aku berharap pernikahan kami akan aman sampai mas Adam mengungkap kebenaran tentang anak itu. Tentunya setelah Prilly melahirkan bayinya.


"Maafkan mas, Dek"


"Kenapa minta maaf?" tanyaku dengan fokus tak teralihkan.


"Mas sudah membuatmu berada di posisi istri kedua" jawab mas Adam sambil menyelipkan anak rambutku yang basah karena keringat.


"Kamu jangan takut, mas akan selalu ada buatmu"


Usai mengatakan itu, mas Adam mengecup keningku, lalu beralih ke bibir memberikan ciuman lembut dan hangat.


Setelah beberapa saat di posisi yang sama, mas Adam bergerak membalikkan posisi kami, lalu sedikit meninggikan bantal di bawah kepalanya.


Mas Adam merengkuh dan memelukku dengan satu tangan, sementara tangannya yang lain memainkan jemari tangan kananku.


"Kamu dapat cuti berapa hari?" tanya mas Adam dengan sorot tertuju ke tangan kami yang saling perpegangan


"Satu minggu, kenapa?"

__ADS_1


Menyadari aku tengah manatapnya, mas Adam langsung membalas tatapanku.


"Itu berarti kita akan menghabiskan waktu satu minggu berdua" jawabnya yang langsung di sambung dengan kalimat berikutnya. "Dua hari di hotel atasanmu, dan empat hari di apartemenmu"


"Empat hari?" Aku memastikan ucapannya tadi. "Memangnya mas dapat jatah berapa hari dari Prilly buat pergi keluar kota?"


"Satu minggu"


Aku terdiam sambil menatapnya dalam-dalam. Detik berikutnya aku melihat mas Adam mengangkat satu alisnya.


"Kenapa?" tanyanya ketika aku hanya diam, tangan mas Adam bergerak mengisi setiap celah jemariku dengan jari-jarinya yang panjang.


"Lalu bagaimana mas Adam mengunjungiku setelah satu minggu itu?" tanyaku balik.


"Mas akan datang setiap pulang kantor, setelah makan malam denganmu, baru mas pulang ke rumah Birawa"


Aku bergeming menatapnya, sambil mencoba mencari celah untuk membayangkan sentuhan mas Adam beberapa saat lalu. Rasanya aku hanya ingin mas Adam yang selalu melepas dahaga tanpa berhenti menyentuhku.


"Dek" panggil mas Adam. Rupanya aku tengah hanyut dalam lamunan soal penyatuan kami.


"Mas nggak nginep di sini? sesekali saja?" tanyaku setelah sempat termangu beberapa saat.


"Jelas sesekali mas akan menginap. Istri cantik gini harus di peluk malam-malam, di peluk banyak-banyak, dan lama-lama"


"Ish, aku serius?" Dua jariku mencubit hidung mas Adam lembut.


Alih-alih marah, priaku justru membalas tatapanku dengan sorot jahil.


"Kalau boleh tahu, bagaimana intensitas komunikasi mas dengan Prilly saat di rumahnya?"


"Biasa saja, mas pura-pura perhatian sama dia"


"Enggak tergoda untuk bobo panas gitu?" tanyaku hati-hati. Takut kalau mas Adam akan tersinggung.


"Tergoda lah, makannya mas putuskan segera menikahimu, biar kalau mas tergoda, mas bisa langsung cari kamu"


"Hanya kamu yang boleh menuntaskannya" tambahnya berbisik lalu menyentuh daguku dan mengusap bibirku yang tadi sempat dia cubit.


Setiap perlakuan mas Adam, benar-benar membuatku kikuk sekaligus merasa di cintai.


"Apa kita sudah membuat hidup Prilly kacau?"


"Apa maksudmu dek?"


"Mengacaukan hidup orang lain, bagaimana kalau nanti aku mendapat karma, karena aku sudah merebut mas darinya?"


"Mas yang akan menanggung karmamu. Tapi bagaimana kalau sebelumnya dia pernah mengacaukan hidup mas dan kamu, ya meskipun mas selalu memaklumi dan mengalah?"


"Dia mengacaukan hidup mas? mengacaukan yang bagaimana?" tanyaku penasaran.

__ADS_1


"Nggak usah tahu, karena mas nggak suka menceritakan keburukan orang lain"


"Ke aku nggak apa-apa kan, mas sendiri yang bilang kalau kita nggak boleh sembunyikan apapun dari pasangan kita?"


"Tetap nggak bisa"


Aku mencebik dengan sorot sebal. "Apa salahnya cuma crita sedikit"


"Apa benarnya menceritakan kejelekan orang lain?" sergahnya yang membuatku langsung mengatupkan bibir rapat-rapat.


"Memang nggak ada benarnya juga menceritakan kejelekan orang lain. Apalagi orang itu pernah menjadi orang yang spesial dalam hidupnya" Sindirku terang-terangan. Tanpa ekspresi tentunya.


"Tapi crita dikit kan nggak ada salahnya juga"


"Hinaan dan cacian dari Birawa, serta sikap Prilly yang merasa dirinya lebih hebat dan selalu mau menang sendiri saat kita pacaran dulu, itu membuat harga diri mas tergores"


Mas Adam kembali membalikkan posisi kami.


Kini, ganti aku yang berada di bawah kungkungannya, kedua siku mas Adam bertumpu menopang tubuhnya agar tak terlalu menindihku.


"Lebih baik kita istirahat. Lihat jam berapa sekarang"


Reflek sepasang mataku melirik jam di atas nakas.


"Jam dua?" lirihku.


"Hmmm" Mas Adam mengecup kilat bibirku sebelum kemudian bangkit.


Sembari melangkah ke kamar mandi, mas Adam menyuruhku tidur.


Aku tersenyum menatap tubuh mas Adam yang polos tanpa pakaian. Dia seakan sudah tak ada malu sedikit saja di depanku. Berbeda denganku yang masih malu-malu.


Saat mas Adam sudah di dalam kamar mandi, bayangan tentang percintaan kami yang entah kenapa begitu menggebu-gebu kembali terlintas di ingatanku. Reflek bibirku terulas tipis kemudian menutup wajah dengan kedua tanganku.


Saat mas Adam keluar dari kamar mandi, aku memejamkan mataku, dan mas Adam mengira aku sudah tertidur pulas. Detik itu mas Adam membaringkan tubuhnya di sampingku.


Ku rasakan bibir mas Adam menempel di keningku sebelum kemudian memelukku dari arah belakang.


Pria itu meraba bagian dadaku dan memainkan tangannya dengan sedikit memberikan remasan lembut.


Aku merasa sangat malu ketika tiba-tiba mas Adam mengatakan.


"What's wrong with your heart beat?" Pria itu mengecup tengkukku kemudian menyesapnya kuat-kuat. Aku yakin sesapannya itu meninggalkan jejak merah di sana.


Sementara jantungku benar-benar tidak bisa berkompromi, bisa-bisanya berdetak dengan sangat kurang ajar.


Untuk menutupi rasa maluku, aku membalikkan badan kemudian melingkarkan tangan di pinggang mas Adam dan membenamkan wajahku di dada bidangnya.


Bersambung.

__ADS_1


Yang manis-manis biar nggak hambar. Mesra dikit biar hati senang 😘😘 terlalu tegang juga nggak baik buat kesehatan jantung. 😁


__ADS_2