
Ali Khan harus kembali ke Mumbai hari ini karena dia sudah terlalu lama meninggalkan perusahaan utamanya meskipun dia masih dalam pengobatan. Dokter di Jakarta memberikan rujukan untuk dokter di Mumbai tentang perawatan dirinya.
Davina sendiri sudah mulai kembali ke pekerjaan rutinnya dengan Javier sebelum harus kembali ke Sydney mengawasi apartemen baru di PRC group.
Dua bulan sudah Ali Khan meninggalkan Jakarta dan Davina merasa ada yang hilang setelah selama ini selalu ada yang mendampingi dan sekarang dirinya kembali bersama Yono sebagai pengawalnya.
"Vina, kamu sudah makan siang belum?" suara Fuji Al Jordan membuyarkan lamunan Davina.
"Eh, belum kak. Kenapa?" tanya Davina terkejut.
"Yuk makan siang sama kakak" ajak Fuji.
Davina pun mengangguk dan mengambil tasnya lalu menyusul Fuji yang sudah keluar dari ruangannya.
***
Fuji dan Davina makan di RR's meal seperti biasa karena paling dekat dengan kantor PRC group lagipula mereka juga suka makanan disana.
"Are you okay Vina? Ditinggal Ali Khan dua bulan?" tanya Fuji sambil memakan steaknya.
"Mau gimana lagi? Kan dia juga punya perusahaan disana" ucap Davina tenang.
"Kalian sudah pacaran belum sih?"
Davina menggeleng. "Aku sendiri masih bingung dengan perasaanku kak."
"Apa kamu ada rasa tertarik sama dia?" tanya Fuji.
"Belum tahu. Sejujurnya aku takut kalau dia memaksaku menerimanya karena hutang nyawaku padanya. Padahal aku tidak mau memiliki hubungan karena hutang." Davina menatap kakak sepupunya yang tampan.
"Davina, dengarkan aku. Jangan memaksakan sesuatu jika itu membuatmu tidak nyaman karena kamu nantinya yang akan repot sendiri. Kamu masih muda, Vina, pria bukan hanya Ali Khan saja. Kita tidak tahu bagaimana ke depannya."
"Tahu nggak kak, karena aku sering berkumpul dengan kalian, aku ingin mendapatkan pasangan perpaduan dari kalian. Tampannya mas Juna, selengeannya kakak, kak Levi dan mas Arya, jago masaknya kak Aidan dan seriusnya mas Bara, mas Kris dan mas Nathan" kekeh Davina.
"Kamu mencari pria perfect gabungan dari kita semua? Susah cumiiii !" omel Fuji yang disambut tawa Davina.
"Berharap kan boleh tho kak" senyum Davina.
"Permisi. Maaf tuan Al Jordan, ada seorang pria mencari anda." Suara pelayan membuat kedua saudara sepupu itu menoleh.
"Siapa Nia?" tanya Fuji.
"Dia bilang namanya Kareem Hassan. Ini kartu namanya" pelayan yang bernama Nia memberikan kertas kecil bewarna yang pinggirannya bewarna emas.
"Suruh dia masuk, Nia" ucap Fuji sambil tersenyum.
__ADS_1
"Baik tuan Al Jordan." Nia pun keluar dari ruangan itu.
"Siapa dia kak?" tanya Davina yang baru mendengar nama Kareem Hassan.
"Kareem Hassan adalah mantan pembalap World Race Championship dan sekarang berbisnis custom mobil dan konstruksi. Masih muda, seumuran aku hanya saja sejak dia mengalami kecelakaan bersama istrinya dan membuat istrinya meninggal, dia mundur dari semua urusan balapan. Padahal dia juara tiga kali WRC" papar Fuji. "Dia juga mengajukan kerjasama bisnis dengan Arjuna dan sekarang dia sedang di Jakarta untuk mengajukan kerjasama dengan Bara. Dia blasteran Turki-Indonesia."
"Assalamualaikum" sapa seseorang yang membuat keduanya menoleh.
"Wa'alaikum salam."
Seorang pria khas Turki tampak masuk ke ruang VIP itu.
Davina dan Fuji tersenyum kepada tamu mereka.
***
Kareem melihat gadis cantik dengan kulit sedikit eksotis karena Agatha masih ada keturunan latin. Cantiknya gadis ini. Siapa? Davina Arata? Adik sepupunya Fuji Al Jordan.
"So, Kareem, sudah ketemu dengan Bara?" tanya Fuji.
"Sudah dan aku naksir berat dengan Audi R8 hasil customnya dia. Jauh lebih keren" puji Kareem.
"Itu hasil kerjasama dengan Arjuna dan sebenarnya Bara lebih fokus ke import mobil mewah dan mesin karena Kaia dan Levi head chief soal itu" ucap Fuji.
"Iya karena itu bisnis keluarga kami yang pertama kali dibangun meskipun berkembang di generasi berikutnya apalagi opa dan Oma kami menikah dengan keluarga-keluarga yang sudah punya nama meskipun tidak ada rencana pernikahan dengan keluarga Al Jordan, Blair, McGregor, Reeves atau Neville."
"Dan kalian pun menggurita bisnisnya hingga ke Giandra, Arata, Kim, McCloud, Hamilton. Benar-benar kalian itu" kekeh Kareem.
"Sekali lagi, namanya jodoh kita tidak ada yang tahu" cengir Fuji.
"You're right" jawab Kareem sambil melirik ke arah Davina yang masih menatap dirinya dengan tatapan serius. "Apa ada yang salah dengan wajah saya, nona Davina?"
"Tidak, ini wajah saya jika ada orang berbicara" sahut Davina cuek.
Kareem terbahak. "Aku kira kamu wanita yang kaku ternyata kamu lucu juga, nona Davina."
Davina menoleh ke arah Fuji. "Apa aku aneh, kak?"
Fuji mengelus kepalanya lembut. "Tidak, kamu tidak aneh tapi kamu menggemaskan!" ucapnya sambil memeluk Davina dan mencium pelipisnya. "Davina memang seperti itu, jika ada orang baru sedang berbincang, dia mengamati."
Kareem mengangguk. "Tak heran jika kamu menjadi CEO PRC group di Jakarta nona Davina karena tipikal pengamat."
"Davina memang tidak banyak bicara jika di luar bisnis tapi dia mengamati sekitarnya" senyum Fuji.
__ADS_1
"Kalian sangat akrab ya satu sama lain" komentar Kareem.
"Ohya, sampai-sampai calon pasangan saudara kami cemburu karena mengira kami adalah pacarnya padahal kami ya seperti ini jika belum tahu" gelak Fuji. "Ohya berapa lama kamu di Jakarta?"
"Aku pindah kemari karena aku tertarik bekerjasama dengan Giandra Otomotif Co. Lagipula ibuku orang Indonesia dan beliau sudah sepuh jadi ada baiknya aku kembali kesini."
"Bisnismu yang di Istambul?"
"Tetap aku pegang tapi aku akan lebih sering disini" jawab Kareem. "Apalagi aku sudah membeli sebuah gedung tiga lantai untuk cabangku jadi aku bisa mengawasi dari sini."
"Ibumu itu bukannya Sari Hassan?" tanya Fuji lagi.
"Iya. Kenapa?"
"Dokter jantungnya adalah Nathan Kim? Sempat colaps di Singapore kan? Nathan bercerita karena ibumu bercerita tentang siapa dirimu."
"Ya Allah, Nathan itu sepupumu ya?" kekeh Kareem.
"Iya, aku dan Nathan sama-sama dokter jantung hanya saja aku sok ekslusif. Hanya dengan pasien tertentu karena aku tidak mau terikat di rumah sakit karena aku juga bertanggungjawab atas AJ Corp dan PRC
group, bersama dengan sepupu-sepupuku."
"Nathan kan bagian dari Pratomo juga?"
"Betul tapi di keluarga kami bebas mau masuk ke perusahaan kami atau tidak." Fuji menatap Kareem.
"Dan kalian dikenal sebagai keluarga yang akur dan dekat satu sama lain."
"Alhamdulillah." Kareem menoleh karena kali ini Davina yang membuka suara dan pria itu tersenyum.
"Kenapa tidak ikut mengobrol dengan kami, nona Davina?" ajak Kareem.
"Aku bagian menyimak saja."
Fuji tertawa. "Nanti kalau dia mau ikut nimbrung, pasti bakalan nimbrung."
Kareem tersenyum yang dibalas lirikan Davina yang tersenyum tipis.
Ya Allah, cantiknya.
***
Yuhuuu Up Pagi Yaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️