
Davina sudah bangun dan mengenakan baju training putih untuk bersiap-siap untuk menikmati jogging bersama Kareem. Gadis itu keluar dari apartemennya dan menuju lift untuk ke lobby dan bersamaan Kareem pun membuka pintu apartemennya mengenakan kaos dan celana training.
"Günaydın Sevgilim" ucap Kareem sambil mencium pucuk kepala Davina.
"I beg you pardon?" tanya Davina bingung.
"Good morning my darling" senyum Kareem.
"Tampaknya aku harus banyak belajar bahasa Turki" gumam Davina. Pintu lift terbuka dan tampak Nathan di dalam dan hendak berolahraga juga.
"Kalian mau kemana?" tanya Nathan.
"Jogging seputaran sini saja" ucap Davina.
"Barengan ya!" Kareem dan Davina mengangguk.
"Semalam kak Nathan kemana?" tanya Davina.
"Ketemu teman lama terus ngobrol deh" senyum Nathan.
Pintu lift terbuka dan tampak Aidan sedang berpamitan dengan Rhea dan Duncan karena dia akan langsung terbang ke London.
"Pulang lu?" tanya Nathan.
"Pulang lah! Kan mertua gue di rumah London. Bisa jadi menantu durhakim tar kalau gue kagak pulang."
"Oom Duncan, Tante Rhea masih nanti kah pulangnya?" tanya Nathan.
"Kami mungkin semingguan disini, Nat. Refreshing dulu lah" jawab Rhea. "Kalian mau kemana?"
"Jogging" jawab Davina. "Mas Aidan pulang naik pesawat Blair?"
__ADS_1
"Nggak, naik JAL saja lah. Udah booking tiket lagian pesawat Blair kan dipakai mami papi."
"Ai, yuk berangkat!" ajak Mario Bianchi yang sudah memarkirkan Range Rover miliknya.
"Pulang dulu semua" pamit Aidan sambil mencium Rhea, memeluk Duncan, Nathan dan Davina lalu menyalami Kareem.
"Hati-hati, boy" ucap Duncan.
"Yes Papi. Assalamualaikum."
"Wa'alaikum salam."
***
Davina, Kareem dan Nathan melakukan jogging di sekitar gedung apartemen dan mereka menikmati pemandangan kesibukan warga Tokyo.
"Kalian kapan menikah?" tanya Nathan setelah beristirahat di sebuah cafe kopi.
"Insyaallah bulan depan dan kami sih inginnya sederhana saja" ucap Kareem.
"Tapi Davina anak Oom Javi satu-satunya dan bisa jadi Oom Javi ingin pesta besar-besaran" balas Nathan.
"Dav, kamu itu CEO PRC group Jakarta lho, relasi bisnismu banyak, klienmu banyak. Kareem pun sama, Oom Javier apalagi. Kalau kalian bukan keluarga Pratomo, no problemo tapi kita keluarga Pratomo, tidak bisa tidak dan kamu bontot dari semua cicit eyang Pratomo."
Davina menatap Nathan dan memang benar adanya. Di generasinya ini, dia adalah bontot perempuan dan satu-satunya yang belum menikah. Di satu sisi dia ingin seperti Levi dan Yanti yang menikah hanya ijab tapi sisi lainnya dia tidak boleh egois.
"Kita nanti bicarakan dengan Oom Javier enaknya bagaimana karena kalau kamu tidak nyaman kan jadinya tidak enak" putus Kareem. Bagi duda Turki itu, kenyamanan Davina yang utama.
"Kareem, you're so spoiled her" kekeh Nathan.
"Wajar kan Nate" kekeh Kareem.
"Iya deh yang bakalan jadi mantan duda" gelak Nathan.
***
__ADS_1
Ketiganya sampai di gedung apartemen dan melihat para keluarga berkumpul di lantai dua yang dibangun oleh Hiro menjadi ruang makan yang luas. Tampak Sari Hassan, Kaia Blair, Rajendra, Rhea, Sekar dan Rain asyik memasak.
Para pria lebih banyak mengobrol di ruang yang luas itu sembari menunggu acara makan waktu Brunch karena sebelumnya mereka sudah sarapan di apartemen masing-masing.
"Mandi dulu sana Nate" perintah Savitri ke putranya.
"Hari ini menunya adalah masakan Turki" seru Eiji.
"Baklava!" balas Arjuna.
Davina dan Kareem hanya menggelengkan kepalanya.
"Mandi dulu" pamit Davina.
"Jangan mandi berdua ya kalian! Belum halal!" teriak Eiji cuek yang membuat Davina memerah wajahnya.
"Eiji!"
***
Kareem mengantarkan Davina ke apartemennya dan menahan dirinya untuk tidak mencium gadis itu karena semua keluarga besarnya berada di aula ditambah CCTV pun tampak di lorong.
"Segera mandi, nanti kita bertemu di aula makan" ucap Kareem.
"Baik mas" bisik Davina yang membuat Kareem memerah wajahnya.
"Aku suka kalau kamu memanggil aku seperti itu" bisik Kareem.
***
Yuhuuu Up Malam Yaaaa
Sambung lagi
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️