
Aji sudah bersiap jika ada yang berani menghajar gadis cantik yang sekrang mulutnya sama pedasnya dengan sang sepupu, Hoshi.
Kethek seranggon adalah istilah Jawa yang artinya kethek: kera; ranggon: ( rumah panggung di hutan ). Menggambarkan kumpulan orang-orang jahat yang tinggal serumah. Misalnya pencuri, pencopet, perampok dll. Pengertian sederhananya kurang lebih: Markas orang jahat. Di tempat itu mereka berkumpul merencanakan tindak kejahatan yang akan diperbuat.
Kalau disini Falisha menggambarkan keempat orang itu sebagai orang-orang yang beraninya keroyokan dengan niat jelek.
"Heh! Jangan mentang-mentang kamu cantik jadi seenaknya mengatai kita-kita monyet ya!" bentak pria yang perutnya seperti galon air.
"Oh ngakui saya cantik? Alhamdulillah!" balas Falisha tanpa ada rasa gentar sedikitpun. Aji kagum melihat gadis itu santai dan percaya diri mengahadapi para pria perlente tapi minus akhlak.
"Kurang ajar nih cewek! Minta diha..."
"Jar?" seringai Falisha sambil menghunus pisau di leher pria itu dengan gerakan cepat. Lalu dia mengambil garpu dan mengacungkan ke arah tiga pria yang lain yang terkejut dan ketakutan melihat teman mereka dihunus pisau yang jaraknya hanya beberapa milimeter dari aorta.
"Jangan meremehkan dan melecehkan orang yang memiliki kekurangan! Meskipun pria yang makan siang sama aku memiliki kekurangan, setidaknya akhlak dia lebih baik dari kalian yang diberikan kesempurnaan fisik!" Falisha melirik jari pria yang sedang ketakutan terkena hunusan pisaunya. "Astaga! Kamu sudah nikah masih menggoda perempuan lain?"
Falisha tertawa terbahak-bahak. "Perut udah kayak galon, udah nikah, kelakuan kayak sok kegantengan! Kasihan sekali istri dan anakmu, pak!"
Pria itu semakin gemetar ketakutan dan tanpa sadar dia mengompol. "Oh my... Segitu doang nyalinya? Paling juga nggak tahan di ranjang, baru masuk sudah keluar!"
Para pengunjung restauran itu pada tertawa mendengar ucapan Falisha yang tanpa filter. Aji pun sampai melongo tidak percaya membaca bahasa bibir gadis itu. Fix! Asli dia adiknya Hoshi.
"Ayo kalian! Minta maaf! Apa kalian tahu siapa saya? Gadis yang kalian goda? Anda salah cari lawan! Nama saya adalah Falisha Hassan, pemilik sekolah anak-anak kebutuhan khusus terutama tuna rungu. Saya adalah putri Kareem Hassan pemilik FH Workshop dan Davina Arata Hassan CEO PRC group." Falisha melirik tag name pria itu. "Oh, kamu adalah pegawai PRC group? Ckckck ... You're dead meat man!"
Para pria dan pengunjung restauran terkejut mendengarnya. Keempat pria itu tidak menyangka bahwa gadis yang digoda adalah putri Bossnya. Semua orang tahu kalau sampai Javier Arata dan Davina Hassan mendengar... tidak ada maaf bagimu.
"Ayo kalian! Mana gaya tengilmu tadi? Memalukan! Besok pagi saya minta datang ke kantor PRC group jam delapan tepat di ruang meeting! Telat satu menit, nyawa kalian taruhannya!" Falisha menatap tajam keempat orang yang ternyata adalah pegawai kantor mamanya.
Tampaknya mama kecolongan sama pria-pria minus akhlak!
"Sa..saya... minta ... maaf nona Hassan" bisik pria gemuk itu.
"Minta maaf yang benar, gurita! Bukan ke saya tapi ke klien bisnis saya!" bentak Falisha galak.
"Saya... minta maaf tuan."
"Saya juga minta maaf."
Falisha meletakkan pisaunya ke meja makan. "Jangan sekali-kali berpikir mengambil pisau di meja!" liriknya ke arah empat pria itu. "Kamu bukan lawanku karena bisa saja pisau itu akan bersaranh di perutmu dan akan aku keluarkan semua isi perutmu!"
__ADS_1
Aji nyaris terbahak mendengar ucapan gadis cantik itu. Benar-benar khas Hoshi tapi lebih sadis.
"Ka...kami akan ... datang besok pagi nona..." ucap salah satu dari mereka.
"Bagus! Saya tunggu besok! Jangan terlambat! Sekarang kalian pergilah! Jangan lupa ganti celana kau!" teriak Falisha.
Setelah keempatnya pergi, para pengunjung restoran bertepuk tangan. Kapan lagi bisa melihat aksi cicit kla Pratomo? Falisha lalu menemui manajer restoran dan meminta maaf atas keributan yang terjadi.
"Tidak apa-apa nona Falisha tapi keempat orang itu memang sering makan disini dan suka menggoda para pegawai wanita yang makan siang disini" ucap manajer itu. "Kami sudah menegur bolak balik tapi mereka selalu mengatakan mereka pegawai PRC group bagian keamanan dan memang ada tag card nya."
Falisha mengangguk. "Tenang pak, besok saya yang akan membereskan."
***
Aji menatap Falisha yang selesai menemui manajer restauran dan dua orang pelayan sedang membersihkan lantai bekas ompol pria tadi.
Bagaimana? tanya Aji.
Tenang saja. Aku akan memberikan ganti rugi ke restauran ini.
Aji mengangguk. You're such a badass.
Aji mengernyitkan alisnya. Memang apa yang dilakukan Kaia O'Grady?
Membuat orang gosong. Aji melongo. Astaga!
Kapan-kapan aku ceritakan.
Aji mengangguk. Kamu bisa beladiri apa saja?
Falisha menatap Aji. Eskrima, Judo dan Krav Maga.
"Benar-benar adiknya Quinn" gelak Aji.
Falisha tersenyum. "I told you."
***
Davina melotot mendengar laporan manajer restauran Padang tempat Falisha dan Aji makan siang yang memang dekat dengan kantor pusat PRC group.
__ADS_1
"Lalu orang yang dihunus pisau di lehernya bagaimana?" tanya Davina panik. Putrinya kalau sudah marah bahaya, mirip dengan Omanya Vivienne.
Sang manager melongo. Bu Davina malah khawatir orang yang dihajar nona Falisha. "Eeerr... ngompol Bu."
Davina terbahak. "Bagus!"
Astaghfirullah. Keluarga klan Pratomo memang berbeda.
"Besok biar diurus oleh Falisha karena mereka berhadapan dengan putri saya. Masih bagus baru sama Falisha, kalau sampai Opanya tahu, bisa melayang nyawanya."
Sang manager hanya bisa mengelus dada.
***
Falisha menatap keempat orang yang kemarin berusaha menggoda di hadapannya. Mereka benar-benar datang on time karena takut jika nona Hassan benar-benar marah, hukumannya dipecat dengan tidak hormat dan tidak bisa bekerja di tempat lain.
Keempat orang yang mendapatkan tatapan intimidasi dari Falisha itu hanya bisa menunduk. Di tangan gadis itu sudah ada empat file berisikan data keempat pegawai mamanya.
Tiba-tiba pintu ruang pertemuan itu pun terbuka dan keempat orang itu pun gemetaran karena yang datang bukanlah Davina Arata Hassan melainkan Javier Arata.
Mati kita.
Javier menatap keempat orang itu dengan wajah dingin dan auranya mungkin mirip Sub-Zero nya Mortal Kombat atau Elsanya Frozen. Dingin sekali.
"Jadi ini empat orang yang menghina Sangaji Aryaseta Lau?" tanya Javier datar. Pria paruh baya itu tahu siapa yang makan siang dengan cucunya. Javier paling benci orang yang merendahkan orang yang memiliki kekurangan apalagi tampaknya cucunya dekat dengan pria itu.
Keempat orang itu semakin menunduk.
Siap-siap saja nyawa melayang kalau Javier Arata sudah turun gunung.
***
Yuhuuu Up Siang Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1