
Haris dan Freya tidur sambil berpelukan dengan posisi pria itu di belakang istrinya, keduanya pun dalam kondisi polos setelah acara membuat cucu dan cicit dilaksanakan dengan penuh semangat dan panas.
Haris selalu suka mencium aroma tubuh Freya yang harum mawar terutama di ceruk lehernya. Meskipun berkeringat setelah acara olahraga favorit semua orang, Haris tetap suka.
Malam ini keduanya pun sudah masuk ke alam mimpi sampai sebuah suara membuat Haris terjaga. Suara apa itu? Masa ada tikus? Haris paling takut sama hantu serta tikus dan bakalan cilaka dua belas juta kalau benar-benar ada tikus di apartemen.
Tidak mungkin ah! Apartemen yang aku diami hampir dua tahun ini tidak ada yang namanya tikus!
Haris menajamkan telinganya sambil melihat sekeliling apartemennya yang simpel dan minimalis tapi sudah menghilang warna monokrom nya akibat Freya mengganti sarung bantal sofa dengan warna-warna cerah termasuk juga dengan gorden dan pernak pernik lainnya.
Suara itu semakin membuatnya merinding dan selama tinggal di apartemen ini baru kali ini Haris merasakan takut.
"Sayang... sayang bangun" bisik Haris.
"Hhmmm..." gumam Freya.
"Sayangku... Kamu takut tikus nggak?" bisik Haris.
"Hah?" Freya menoleh ke arah Haris dengan wajah masih mengantuk. "Tikus? Memang ada apa dengan saudaranya Mickey Mouse?"
"Iya!"
"Kok bisa apartemen kamu ada tikusnya?" decih Freya yang sekarang benar-benar terjaga. "Kamu takut tikus?" Mata biru Freya memincing judes ke Haris. "Oh astaga! Setelah takut penampakan, kamu ternyata takut tikus! Besok takut apa? Cacing?"
"Sebenarnya bukan takut sih lebih menjurus geli" bela Haris.
Freya pun bangun dan memakai gaun tidurnya dengan kimono sedangkan Haris memakai kaos rumah dan celana Hawaii.
__ADS_1
"Damn it! Aku tidak bawa PPK ku! Masih ketinggalan di mansion Opa Adrian!" umpat Freya.
Haris melongo. "Freya, masa harus ditembak sih?"
"Lha daripada pasang jebakan, kelamaan! Keburu kamu rewel!" sungut Freya. Pria satu ini garang di ranjang tapi hello Kitty sama tikus dan hantu? Oh for God's sake! Opa Javier! Benar-benar deh jodohku lebih absurd dari aku!
Freya melihat ada sebuah tongkat baseball di sudut walk in closet dan mengambilnya sedangkan Haris mengambil semprotan nyamuk. Freya melotot melihat senjata yang dibawa suaminya.
"Kamu kira tikusnya bisa mokat disemprot bay*Gon? Wong nyamuk saja udah pada vaksin Anti semprot dan harus dua kali semprotan baru modyar! Yang ada dicekoki baru mokat!" omel Freya kesal.
Haris mengganti dengan tongkat golf yang seri iron dan Freya lagi-lagi komplain.
"Kenapa pakai iron? Woods lah!" omel Freya lagi.
Freya dan Haris mengendap-endap ke arah dapur sambil membawa senjatanya. Keduanya melongo melihat dapur yang bersih tanpa ada yang berantakan karena Freya menganut kebiasaan tidak ada piring kotor setelah makan malam jadi dia terbiasa bersih dapurnya.
"Gak ada" ucap Freya bingung karena selama sebulan menikah, dirinya belum pernah melihat ada tikus apalagi dia dan Haris rutin membersihkan rumah setiap weekend sebelum kumpul dengan keluarga di Jakarta untuk menginap entah di mansion Giandra maupun rumah Arya Ramadhan atau rumah Hassan.
"Emang beneran kamu denger sesuatu?" tanya Freya ke Haris.
"Beneran sayang... suaranya kayak ..."
Tiba-tiba keduanya mendengar seperti suara orang bercakap-cakap dan ramai seperti di pasar padahal Freya melihat posisi adalah jam dua pagi.
"Nah itu!" bisik Haris.
__ADS_1
Freya yang penasaran pun membuka pelan pintu apartemen dan melihat sekumpulan orang baru saja meninggalkan sebuah apartemen yang tampaknya baru saja pulang pesta. Meskipun apartemen Haris kedap suara tapi volume orang-orang yang sedang mabuk itu membuat mereka yang di dalam apartemen bisa mendengar.
Wanita itu kemudian menutup pintunya dan mengunci dobel. "Orang baru pulang pesta pada mabok di apartemen seberang. Jadi bukan tikus apalagi hantu, sayang!"
Haris tersenyum. "Istriku pemberani sekali mirip Lara Croft."
"Dan suamiku seperti Shaggy di Scooby Doo, jirihan!"
"Tapi di tempat tidur nggak jirih lho" goda Haris.
"Mbuh!" Freya naik ke atas tempat tidur dan menarik selimutnya lalu memejamkan matanya.
"Sayang, berbuat lagi yuk!" ajak Haris.
"Diam cumi! Aku ngantuk! Besok ngantor!"
Haris pun manyun.
***
Yuhuuu Up Menjelang Buka Puasa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1