
Haris harus pergi ke rumah sakit karena menurut sekretaris Bossnya, Javier Arata berada disana bersama dengan kedua cucu perempuannya. Haris Lexington adalah pria berusia 30 tahun, lajang, lulusan NYU jurusan akuntansi. Pria bermata biru itu adalah anak yatim-piatu yang mendapatkan bantuan beasiswa dari yayasan PRC group untuk pendidikan. Haris masih ada keturunan Indonesia karena nenek buyutnya adalah imigran dari Surabaya ke New York untuk bekerja disana.
Kedua orangtua Haris dulu bekerja sebagai staf biasa di kantor PRC group New York dan sebagai pegawai sana, mereka mendapatkan hak beasiswa bagi anaknya yang berprestasi. Yayasan yang dibangun oleh Rani Pratomo, ibu Yuna Pratomo Blair itu memang sengaja dibangun untuk semua pegawai PRC group seluruh dunia.
Ketika Haris berusia 20 tahun dan sedang kuliah di NYU , kedua orangtuanya meninggal akibat kecelakaan saat hendak berlibur ke Grand Canyon. Mobil yang dikendarai oleh mereka, terlibat tabrakan karambol. Meskipun orangtuanya sudah tiada, Kaia Blair O'Grady tetap memberikan bea siswa dan setelah lulus dari NYU, Haris langsung bekerja di PRC New York dan dua tahun terakhir pindah ke Jakarta menjadi anak buah Yudho Cahyono, GM Keuangan PRC group pusat.
Dan sekarang Haris harus menemui Javier untuk membicarakan tentang proses akusisi dan status pinjaman Lau Kar Wei di rumah sakit karena si Boss tidak ada di tempat.
Sesampainya di lantai tempat Javier menemui Aji, Haris melihat Falisha sedang asyik mengobrol dengan seorang gadis berambut pirang yang memunggunginya. Pengawal Arya Ramadhan meminta Haris memperlihatkan id card nya baru Haris boleh menuju ruang rawat inap.
"Nona Falisha" sapa Haris.
"Oh Haris. Cari Opa?" tanya gadis itu yang dijawab anggukan Haris.
"Opa masih di dalam. Duduk dulu saja" ucap Falisha.
"Baik, no...na" suara Haris menghilang ketika melihat gadis berambut blonde itu menoleh. Ya ampun, cantik sekali.
"Mbak Freya, kenalin ini Haris Lexington anak buahnya Oom Yudho Cahyono. Haris, ini Freya Sky, putri Kristal Ruiz Sky." Haris terkejut mendengar gadis di hadapannya adalah putri mantan Bossnya di New York.
"Haris Lexington." Pria itu mengulurkan tangannya yang disambut Freya.
"Freya. Kamu apanya Oom Yudho?" tanya Freya santai.
"Saya anak buahnya pak Yudho, nona Sky."
"Sha, Oom Yudho itu GM Keuangan sini kan?" tanya Freya ke Falisha yang dijawab anggukan. "Kok aku baru lihat kamu ya Ris? Sebelumnya kamu kerja dimana?"
"PRC New York."
Freya terkejut. "Kamu dulu kerja di kantor mama?"
"Iya nona. Saya baru dua tahun ini pindah ke Jakarta."
Freya tampak berpikir. Biasanya aku tidak pernah lupa ada pria ganteng kerja di PRC group. "Kamu umur berapa?"
Falisha mengerenyitkan alisnya. Apa-apaan ini kakak ku yang aneh ini? Segitunya jiwa jomblo berkobar.
"Saya 30 tahun, nona" jawab Haris apa adanya.
"Jomblo?" tanya Freya lagi.
"Iya nona." Haris menatap wajah cantik di hadapannya yang tampak begitu...usil. Aduh, ini nona satu kenapa sih?
Freya mengambil Ipad-nya dan mulai mengetik sesuatu lalu menatap Haris.
__ADS_1
"Haris Putra Lexington, usia 30 tahun, putra Gerry Lexington dan Lira Richard, lulusan NYU jurusan akuntansi beasiswa PRC group. Masuk kerja di PRC group sejak delapan tahun lalu." Freya mengangkat wajahnya dari layar iPad. "Apa alasan kamu pindah ke Jakarta?"
Haris melongo. "Nona Freya, saya sedang tidak diinterogasi kan?"
Falisha terbahak. "Oh poor Haris, sudah jawab saja. Kamu belum pernah bertemu dengan kakakku ini kan? Gimana bisa bertemu, lha wong mbak Freya sekolah di London."
Pantas aku tidak pernah melihat di kantor New York, kalau nona Fayza aku lihat karena terkadang suka datang ke kantor sepulang sekolah.
"Haris, kamu belum menjawab pertanyaan ku!" Freya menatap tajam ke pria itu.
"Karena waktu itu nyonya Kristal menawarkan siapa yang mau pindah ke Jakarta dan saya mengambil kesempatan itu sekalian saya ingin mengenal keluarga nenek buyut saya yang orang Surabaya."
"Lho nenek mu orang Surabaya?" tanya Falisha. Sejujurnya baru kali ini gadis itu mengobrol dengan Haris panjang lebar karena selama ini hanya sekedar menyapa saja.
"Iya nona Falisha."
"Kamu..." suara Freya terhenti ketika mendengar suara pintu dibuka dan muncul Javier dengan wajah serius.
"Haris? Sudah lama?" tanya Javier.
"Belum lama tuan. Ini saya datang untuk membicarakan yang tuan Javier dan pak Yudho perintahkan kepada saya." Haris menatap serius ke Javier.
"Baik. Kita langsung ke kantor Neil Blair. Kamu naik apa kemari?" tanya Javier.
"Saya naik ojek online, tuan."
"Baik Opa" jawab kedua cucu perempuan Javier.
"Yuk Ris, kita berangkat." Javier berjalan menuju lift bersama dengan seorang pengawal.
"Saya permisi dulu nona Falisha, nona Freya" pamit Haris yang bergegas menyusul Javier.
Setelah para pria itu pergi, Freya menatap Falisha dengan wajah tersenyum smirk. "Dia boleh juga ya Sha. Akan aku kejar tuh Haris Lexington."
Falisha memutar matanya malas. "Ya ampun mbaaakkk" keluhnya sambil berjalan masuk ke dalam ruang rawat inap Aji.
***
Aji terkejut ketika melihat Falisha datang bersama dengan gadis cantik yang mirip dengan nya.
Siapa itu Fa?
Saudara sepupuku, namanya Freya Sky. Dia baru datang dari New York.
"Sha? Dia tuna rungu?" tanya Freya terkejut melihat wajah tampan kas oriental menggunakan bahasa isyarat ke sepupunya.
"Iya, Aji tuna rungu."
__ADS_1
Freya tersenyum paham. "Pantas mas Rama bilang akan ada surprise kalau aku ke Jakarta. Rupanya ini surprise nya." Freya mengulurkan tangannya ke Aji. "Freya Maharani Sky."
"Sangaji Aryaseta Lau."
***
Javier dan Haris dalam perjalanan menuju kantor Neil Blair dan di dalam mobil mewah itu, keduanya membahas rencana mengakusisi Lau Fabric.
"Keuangan aman ya Haris" ucap Javier sembari melihat pembukuan yang terpampang di layar laptopnya.
"Alhamdulillah aman tuan karena kita profit selalu naik terus dan tidak memiliki hutang yang banyak serta beberapa proyek global kita sudah mendapatkan BEP nya tuan." Haris menunjukkan grafik dan nominal keuntungan PRC group.
"Haris" panggil Javier.
"Ya tuan?"
"Apakah kamu takut hantu?"
Haris melongo. "Hantu tuan? Maksud tuan, hantu seperti Casper atau mbak Kunti begitu?"
Javier merengut. "Casper mah lucu!" Haris makin bingung melihat Bossnya berbeda dengan kesehariannya yang dingin dan tegas.
"Ris, saya beri kamu tugas."
"Tugas apa tuan? Insyaallah saya jalankan."
"Kamu bikin Freya jatuh cinta sama kamu!"
"Haaaahhhh?" Haris terkejut mendengar ucapan Javier. "Tuan, yang benar saja! Saya kan hanya pegawai biasa di PRC group. Masa saya harus membuat nona Freya jatuh cinta sama saya. Kami berbeda jauh..."
"Sudah jalankan saja perintah saya!"
Haris mengusap wajahnya. "Kalau nona Freya benar-benar jatuh cinta dengan saya?"
"Ya kamu tinggal mencintai cucu saya itu sepenuh hati dan biar Ashley nikahkan kalian! Gampang kan?" kekeh Javier.
Haris menatap Bossnya dengan tatapan tidak percaya. Tuan Javier kesambit jin rumah sakit kayaknya...
***
Yuhuuu Up Pas Sahur Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1