Duda Milik Davina

Duda Milik Davina
Bonchap - Aishiteru


__ADS_3

Haris membaca isi pesan yang dikirimkan oleh Falisha dengan perasan kalang kabut. Semua perhitungan yang sudah disusun di otaknya Ambyar seambyar-ambyarnya ( buset ... 😅😅😅 ). Bagaimana tidak, isi pesan provokasi yang sedikit membagongkan bikin puyeng.


📩 Ms Falisha : Haris, kalau kamu tidak mau kehilangan nona pemburu hantu, bagaimana caranya kamu harus bisa membuatnya bertekuk lutut sama kamu ! Sekarang ada pria yang mengejarnya.


Haris membaca berulang pesan itu dengan hati galau. Siapa juga yang ngejar nona penuh kejutan itu? Duh, harus melaksanakan tugas maha berat dari tuan Javier. "Haaaahhhh!" teriaknya. Untung ruang kerjanya lagi kosong dan agak kedap suara. "Gue kudu gimanaaaaa!"


Fix! Biarpun aku takut hantu, demi tugas maha mulia dari tuan Javier dan menghilangkan status jomblowan tukang hitung angka, harus nekad! Haris lalu membuka WhatsApp dan hendak mengirimkan pesan namun sejurus kemudian.


"Aku tidak tahu nomor ponsel nona Freyaaaa!"


***


Freya merasakan hawa dingin merambati dirinya di mushola kecil bengkel FH Workshop. Yang benar ada jin disini? Gue bacain ayat kursi minggat kan?! Freya celingukan mencari Falisha yang tadi melaksanakan sholat asar bersamanya dan melihat gadis itu sedang bermain ponsel.


"Sha!" panggil Freya.


"Apa mbak?" jawab Falisha tanpa mengalihkan dari layar ponselnya.


"Kamu chatting sama siapa?"


"Sama mas Rama. Kan hari ini dia mengurus kebun sekolahku." Falisha memperlihatkan hasil karya kakak sepupunya.


"Wuuiihhhh keren! Tapi emang mas Rama itu berbeda dengan kita-kita. Demen tanaman."


"Kamu juga beda mbak, suka berburu hantu. Padahal Oma buyut Vivienne itu penakut lho" kekeh Falisha.


Ting!


Freya mengambil ponselnya yang berada di tas sembari membuka mukenanya.


📩 +62 818**** : Nona Freya, nanti saya jemput?


Freya mengerenyitkan dahinya. Siapa ini main jempat jemput.


📩 Freya : Siapa ini?


📩 +62 818**** : Haris Lexington.


Freya langsung menyimpan nomor kontak Haris. Tukang Metani Angka. ( Metani - mencari teliti )


📩 Freya : Aku di FH Workshop.


📩 Tukang Metani Angka : Siap nona. Jam lima sore saya sampai di FH Workshop.


📩 Freya : Don't be late!


***

__ADS_1


Freya dan Falisha asyik mengobrol dengan pak Budi, pegawai bengkel FH Workshop yang tadi ngobrol dengan Freya.


Pak Budi memberitahukan bahwa ada lokasi dekat tempat tinggalnya yang ada hantunya. Freya pun semangat tidak dengan Falisha.


"Aku mending pulang ke rumah Mbak. Ogah banget ketemu begituan!" cebik Falisha yang langsung merinding.


"Ya sudah, aku ajak Haris saja. Salahnya menawarkan jemput aku pulang" kekeh Freya yang memeriksa isi tas ranselnya.


"Non Freya sudah persiapan rupanya" komentar pak Budi.


"Harus dong pak. Saya kan Pramuka nya ghost Hunters" cengir Freya. "Pak Budi naik apa kemari tadi pagi kerja?"


"Saya diantar putri saya non. Kan dia sekalian kerja di toko roti dekat sini."


"Falisha, kamu pulang bareng papa atau pulang sendiri?" Kareem tiba-tiba muncul di pintu bengkel yang belum terkunci meskipun sudah jam lima sore.


"Pulang sendiri pa, mau mampir ke rumah Aji."


"Jangan malam-malam pulangnya" ucap Kareem.


"Iya pa."


"Pak Budi belum pulang?" tanya Kareem ke pegawai seniornya.


"Ini pak, non Freya mau ke rumah saya, cari Casper katanya" senyum pak Budi.


"Lho tapi kastil Opa Jeremy memang ada kok cuma udah friend saja sama Opa dan Oma" eyel Freya.


"Sudahlah, Oom pusing! Jangan malam-malam pulangnya! Ingat kamu cuma berdua sama Haris pulangnya nanti!" pesan Kareem.


"Iya Oom" jawab Freya sambil manyun.


Falisha cekikikan. Kapok!


Kareem pun berlalu dari bengkel itu dan pak Budi mengajak dua nonanya keluar bengkel dan segera menguncinya. Kini ketiganya menunggu di parkiran dan tak lama datanglah sebuah mobil Rubicon hitam masuk ke halaman FH Workshop.


"Kayaknya itu Haris deh" ucap Falisha ke Freya dan pak Budi.


Tak lama, Haris pun keluar dari mobil itu dan sudah berganti pakaian. Freya pun melongo. Kemana suitnya? Kenapa jadi damage gini sih?



"Kamu telat sepuluh menit cumiiii !" bentak Freya sambil menunjukkan jam Rolex nya.


"Macet, sotong!" Freya dan Falisha melongo lalu keduanya terbahak.


"Jiaaaahhh, dia bisa balas juga!" gelak Freya.

__ADS_1


"Pas lah kalian itu, cumi dan sotong" kekeh Falisha. "Sudah ah, aku pergi dulu. Bye mbak, yuk pak Budi. Haris, jaga mbak Freya ya" pesan Falisha sembari mengedipkan sebelah matanya.


"Saya akan menjaga nona Sot...eh Freya." Haris menatap dalam ke Freya yang sedang mengangkat ranselnya. Falisha cekikikan mendengar ucapan Haris dan berjalan menuju mini Cooper nya.


"Yuk berangkat! Kita ke rumah pak Budi!" ajak Freya.


"Ngapain ke tempat pak Budi?" tanya Haris bingung.


"Pertama antar dia pulang sekalian uji nyali!" cengir Freya.


Astaghfirullah Al Adzim!


***


Falisha tiba di rumah Aji dan seorang pelayan membukakan pintunya.


"Tuan Aji ada di ruang kerjanya nona."


"Dari tadi belum keluar dari ruang kerja?" tanya Falisha bingung.


"Barusan masuk kok non sehabis Maghriban tadi."


Falisha mengangguk lalu berjalan menuju ruang kerja Aji dan melihat pria itu berdiri sambil bersender di nakas dengan kaki kirinya masih di gips. Posisinya sembari melihat keluar jendela di ruang kerjanya.


"Ya ampun Ji, kakimu nanti lama sembuhnya" seru Falisha.


Aji yang melihat gadis cantik itu mengomel hanya tersenyum dan pelan dia menarik tangannya yang membuat Falisha membentur tubuh Aji.


"I love you, Fa" bisik Aji sambil menatap mesra ke Falisha yang bingung kenapa pria satu ini tiba-tiba berubah menjadi Gaban eh... romantis.


"Eh?" Falisha dengan sedikit gugup meletakkan punggung tangannya ke dahi Aji. "Kok rada hangat ya?"


Aji terbahak. "Fa, aku serius."


Falisha menatap Aji dengan tatapan bingung dan... gugup. "Benar?" Aji mengangguk.


"I love you Elakshi Falisha Arata Hassan." Aji menangkup wajah Falisha dan mendekatkan bibirnya ke bibir gadis itu.



***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2