Duda Milik Davina

Duda Milik Davina
Bonchap - Bagas Penasaran


__ADS_3

Aji melongo mendengar Freya dan Haris sudah tidur bersama padahal setahu dirinya, keluarga besar Pratomo sangat menjunjung tinggi soal kehormatan dan nyaris tidak ada skandal soal keturunan Pratomo main perempuan ataupun ke pesta-pesta tidak jelas.


Bagaimana bisa mereka tidur bersama?


"Kalau menurut Papa, itu akal-akalan Opamu. Papa tahu, kalau Haris sudah dijodohkan ke Freya dan supaya mereka bisa nikah, dijebak lah keduanya. Kayak kamu nggak tahu saja gimana liciknya Opamu kalau sudah punya kemauan!" omel Kareem.


Falisha menggelengkan kepalanya. "Opa tuh benar-benar deh!"


Setelah saya membereskan semuanya dengan kedua orang tua saya, saya akan segera melamar Falisha, Mr Hassan.


Falisha melongo ketika menerjemahkan kata-kata Aji. "Are you sure mas?"


Aji mengangguk. I'm very sure, Fa.


"Alhamdulillah." Kareem tidak mempermasalahkan kekurangan Aji karena dia tahu bagaimana cerdasnya pria itu dan bagaimana cintanya ke putrinya. Kareem dan Davina bahkan sudah mendapatkan hasil screening dari Javier soal Aji dan lagipula siapa yang bisa membantah papa Davina.


"Ohya Falisha, jangan kaget kalau Opamu punya ide aneh lagi."


Aji dan Falisha menatap Kareem. "Pa, Opa punya ide apa lagi?"


"Bisa jadi kalian nikah bareng" senyum Kareem.


"Alamak!" Falisha dan Aji hanya bisa menepuk jidatnya.


***

__ADS_1


Bagas menatap Freya yang akhirnya bisa diajak makan siang dengan tatapan tidak percaya.


"Kamu akan menikah dengan Haris?" tanya Bagas tidak percaya gagal mendapatkan dua cucu Arata dan bagian dari keluarga Pratomo.


"Iya pak Bagas. Kami akan segera menikah." Freya menatap Bagas dengan wajah serius.


"Secepat ini?" Bagas benar-benar terkejut karena hanya kurang dari sebulan Freya hendak menikah dengan pria biasa saja yang berkerja sebagai akuntan.


Freya mengangguk.


"Why?"


"Rupanya Opa sudah menjodohkan aku dengan Haris dan aku baru mengetahui nya Minggu lalu. Aku tidak bisa menolak permintaan Opa dan Oma ku bahkan kedua orang tuaku pun setuju." Freya mengaduk-aduk jus alpukatnya.


Bagas memandang keluar jendela cafe dan hatinya terasa remuk. Disaat dia mulai berhijrah demi kebaikan dan mendapatkan Freya setelah melepaskan Falisha, ternyata dia tidak mendapatkan keduanya.


Bagas tertawa miris. "Apa saya tidak lolos screening?"


Freya menggeleng. "Karena kita tidak berjodoh saja pak."


Bagas menatap dalam Freya. "I see." Pria itu menghela nafas panjang. "Insyaallah saya tetap sesuai dengan janji saya ke Falisha bahwa saya akan merubah pola hidup saya."


"Alhamdulillah. Kalau menurut saya, jika anda memang berniat berhijrah karena dari lubuk hati anda paling dalam bahwa ingin berubah menjadi lebih baik dan Allah yang penting. Sebab menurut saya, jika anda ikhlas dan berjalan di jalur yang benar, akan banyak keberkahan pada anda."


"Kecuali jodoh" senyum Bagas.

__ADS_1


"Kalau memang tidak berjodoh, mau dipaksakan sedemikian rupa, tidak akan tetap bersatu pak." Freya tersenyum manis.


Bagas mengangguk. "Kamu benar, Freya. Semoga apa yang kamu bilang kalau saya tetap Istiqomah, akan ada banyak berkah termasuk jodoh akan hadir, bisa terwujud."


"Aamiin" doa Freya tulus.


"Apa kamu tidak ada sepupu cewek lainnya? Entah kenapa aku merasa akan menjadi bagian keluarga Pratomo" goda Bagas.


Freya terbahak. "Kita lihat saja pak. Apakah benar anda ada jodoh dengan keluarga saya atau tidak."


Bagas menyesap es lemon tea nya. "We'll see about that."


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Maaf pendek soalnya aku teler ini.


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_1


Happy birthday Sehun... aka Babang Levi


__ADS_2