Duda Milik Davina

Duda Milik Davina
Bonchap - Para Opa dan Oma


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang bersejarah bagi keluarga besar Arata. Bagaimana tidak, dua cicit Jammie Arata dan Vivienne Neville Arata melangsungkan pernikahan bersamaan dengan pria yang sebenarnya dijodohkan oleh Javier tapi mereka jatuh cinta dengan sendirinya.


Acara ijab kabul dilangsungkan di ballroom sebuah hotel terkenal di Jakarta tepat jam 8 pagi. Falisha dan Aji melakukan ijab qobul terlebih dahulu, baru Freya dan Haris yang melaksanakan janji sehidup semati.


Meskipun Javier sudah memesan ballroom paling besar di Jakarta, tetap saja ruangan tampak penuh karena semua keluarga besar pada berkumpul. Dari generasi ketiga yang sudah berpulang adalah Abian Smith dan Ryoma Reeves. Abian meninggal dua tahun lalu karena sakit kanker paru-paru sedangkan Ryoma meninggal tiga tahun lalu karena serangan jantung saat bermain golf.


Bryan Smith putra tunggal Abian tampak hadir bersama dengan istrinya Briana yang sering diledek generasi keempat double biri-biri. Pelakunya tidak lain adalah Arjuna-Levi-Fuji. Para generasi keempat datang lengkap bersama dengan generasi kelima.


Usai acara ijab kabul sembari menunggu acara resepsi yang diadakan jam sebelas siang, para generasi ketiga berkumpul di sebuah meja besar. Walaupun sudah berusia lanjut, kharisma mereka semua masih tetap kuat.


"Gila kamu Javi, main jodohin duo F langsung bikin acara nikahan!" gerutu Eiji.


"Ada apa sebenarnya Vier?" tanya Duncan yang tahu bahwa bukan gaya Javier melakukan tindakan secepat ini.


"Aku ada pengumuman. Aku sakit boys." Javier menatap ke semua sepupunya yang membuat mereka terkejut.


"Kamu sakit apa?" tanya Gozali.


"Limfoma, stadium dua."


"Astaghfirullah!" ucap semuanya.


"Pantas kamu kekeuh bikin acara pernikahan dobel begini!" sahut Elang. "Lalu, apa rencana mu?"


"Minggu depan aku kembali ke New York dan langsung perawatan di Roswell Park Cancer Institute. Makanya aku membuat mereka melangsungkan pernikahan secepatnya sebelum aku harus kembali ke New York." Javier tersenyum ke semua para hot Opa itu. "Oh come on boys. Aku tidak apa-apa, memang faktor usia itu tidak bisa dibohongi."


"Kenapa kamu tidak cerita Javi?" tanya Neil yang usianya sama dengan Javier.


"Lha ini cerita" timpal Javier yang membuat semuanya ingin menimpuk Opa yang terkenal cerdas itu.


"Kemarin-kemarin cumiiii!" umpat Ghani.


"Oke, karena Javier sudah cerita, aku juga akan bercerita." Joshua menatap semuanya. "Tidak hanya Javier yang sakit, aku pun juga. Bukan limfoma, diabetes tipe dua. Mamoru pun mengalami hal yang sama. Iya kan Moru?"


Mamoru mengangguk. "Jenenge Wis tuwo yo ngene, penyakit dho moro ( namanya sudah tua ya gini, penyakit pada datang )."


"Astajim, ketularan Ingrid tenan" ucap Eiji. "Wis yang penting kita semua kudu support satu sama lain. Tenang saja Vier, kita-kita di New York akan selalu mendukung kamu."


Masayuki menatap semua saudara-saudaranya. "Apa kalian sudah siap dipanggil pulang?"

__ADS_1


"Siap tidak siap, namanya kematian itu sudah dicatat oleh malaikat bahkan sudah digariskan sejak kita berusia empat bulan dalam kandungan. Setidaknya saat aku pulang nanti, aku ingin dijemput mommy. Banyak yang ingin aku ceritakan kepada mommy" kekeh Javier.


"Rindu yang tidak terucapkan itu kepada orang tua kita yang sudah mendahului kita dan ada waktunya kita akan menyusul mereka" ucap Duncan. "Siapa sih yang tidak kangen dengan orangtua kita, orangtua hebat yang mendidik kita untuk bisa jadi begini. Ya nggak G?"


Ghani hanya menatap horor ke Duncan. "Bukannya elu sama Daddy dan Oom Edward gegeran terus?"


"Eh yang hobinya bikin gegeran itu Eiji!" seru Gozali.


"Lha aku lagi yang kena! Memang aku salah apa?" Eiji menatap Gozali dengan wajah polos.


Para hot opa tertawa ramai.


"Yuk bersulang buat kedua orang tua kita, Ryoma dan Abian yang sudah mendahului kita." Javier mengangkat gelasnya yang berisi air putih.


"Buat Oom Sean, Oom Brandon" sambung Joshua.


"Oom Mangga dan Tante Geya" timpal Duncan. "Rasanya aku baru kemarin dijewer oleh Oom Mangga."


"Kasus Rain ya D" kekeh Ghani.


"Opa Adrian, Oma Niken, Opa Eddie, Oma Adriana, Opa Aryanto, Oma Rani, Opa Alex dan Oma Adinda" senyum Mamoru.


"Kok jadi melow ya" gumam Raymond.


"Siapa sih yang taruh bawang di minuman gue?" seru Eiji.


"Yaelah! Malah salahin bawang. Mewek mah mewek aja Ji" ledek Masayuki.


"Huwaaaa, Diajeng Aya-aya. Kakangmas mewek bin melow ini macam hello Kitty" rengek Eiji drama.


"Capek deh!" sungut Ghani.


***


"Astaghfirullah. Yang bener Ta?" seru Alexandra ketika para hot Oma berkumpul mendengar pengumuman Agatha bahwa Senin besok mereka akan terbang ke New York untuk melakukan perawatan Javier.


"Iya Lex, Javi sakit limfoma stadium dua."


"Apa bisa disembuhkan?" tanya Rain panik.

__ADS_1


"Insyaallah tapi Javi sih sudah bilang kalau dipanggil pulang sama mommy Vivienne, dia sudah siap." Agatha tersenyum miris dan tanpa sadar air matanya mengalir. Alexandra dan Miki memeluk Agatha sedangkan Oma yang lain mengusap air matanya yang tiba-tiba ikut mengalir.


"Javier kuat kok Ta. Kamu yang tabah ya" ucap Ingrid. "Masih stadium dua kemungkinan untuk sembuh besar asal rajin perawatan dan kemo. Mungkin Javier akan merasa tidak nyaman tapi kita semua tetap support kalian."


"Terimakasih ibu-ibu" ucap Agatha sambil tertawa diantara tangisnya. Sekuat-kuatnya Agatha, pasti dia akan rapuh juga apalagi yang sakit adalah belahan jiwanya yang sekian puluh tahun mengarungi bahtera rumah tangga dalam suka maupun duka. .


"Kita tuh oma-oma, Ta, bukan ibu-ibu!" celetuk Maira.


"Ben awet enom!" sahut Valora yang disambut tawa oma-oma yang masih awet cantik dan chic.


"Pantas Javier sumbut bikin acara dobel wedding mirip Danisha dan Kristal. Jebule Ono maksud" gumam Savitri.


"Sayang mbak Sabina dan mbak Ajeng sudah nggak ada sama kita ya" sahut Rain.


"Iya, mereka benar-benar sama dengan mama dan mommy. Patah hati ditinggal mas Kenzo dan mas Keanu" ucap Rhea. Dua tahu usai Kenzo meninggal, Sabina menyusul begitu juga Ajeng yang menyusul Keanu empat tahun kemudian.


"Aku kemarin ngobrol dengan kak Javier, mengingat masa lalu. Banyak peristiwa yang kita semua alami, baik yang hepi, sedih, drama, gesrek, membagongkan..." Valora menatap ke semua sepupunya.


"Sek sek sek, kok Kowe ngerti kata membagongkan?" tanya Ingrid.


"Lha piye mbak Ingrid, wong si Freya kemarin gegeran sama Haris hanya karena minta ganti warna jas terus Haris ngomel. 'Kamu itu membagongkan kok sotong!' Meskipun dipingit, jebule mereka masih video call. Ya langsung ta omeli tho dua-duanya." Valora tertawa.


"Kok bisa Freya dipanggil sotong sama Haris?" tanya Ayame.


"Soalnya Freya kalau manggil Haris itu cumi, dibalas sama Haris manggil Freya sotong."


"Astaga! Panci ketemu tutup tenan!" komentar Alexandra yang disambut tawa para oma cantik itu.


***


Yuhuuu Up Sore Yaaaaaa


Buat readersku, maaf kalau ceritanya agak mengandung bawang merah dan Bombay karena aku mau membuat serealistis mungkin karena generasi ketiga itu usianya sekitar 70-80an.


Ternyata menceritakan proses menjadi tua dan mulai ada sakit, lebih nyesek daripada aku cuma ceritain flashback. 😭😭😭


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2