
Arimbi dan Bima menyambut kedua saudaranya dengan wajah sumringah. Rama yang lama tidak bertemu dengan Arimbi langsung memeluk erat adiknya.
"Woooiiii jangan kenceng-kenceng peluknya mas! Engap tuh ponakan!" seru Bima kesal.
"Ponakan?" seru Rama dan Falisha.
Arimbi hanya tersenyum simpul. "Alhamdulillah" ucapnya lembut.
"Whoaahhh! Selamat kalian berdua!" seru Falisha sambil memeluk Arimbi dan Bima bergantian lalu dia berbisik di perut Arimbi. "Dik, untuk kali ini onty mau minta jahat. Bikin bapakmu kelimpungan hadapi kengidaman mamakmu!"
"Eh Fafa! Lu kok jahara sih sama kangmas mu yang ganteng ini?" cebik Bima yang membuat Falisha melongo.
"Kangmas? Seriously mas Bima, yang hamil Arimbi, yang mulut asal njeplak bang Hoshi, kenapa mas Bima jadi ikutan aneh sih?" Falisha menatap Arimbi. "Kamu sudah kasih obat belum? Atau telpon Tante Haura biar dicek tuh mas Bima."
Rama tertawa melihat kerusuhan adik-adiknya. "Inilah yang aku kangen kalau kumpul bareng."
"Mas Rama kapan melepas masa lajang? Udah 28 lho!" goda Arimbi.
"Gampang lah! Cari yang cocok dan sesuai kriteria belum dapat" cengir Rama.
"Kalau cari model Tante Sekar ya susah mas. Tante Sekar kan the one and only plus punya Oom Juna" kekeh Falisha.
"Habis, mama kan paket lengkap. Istri idaman banget dah!" Rama adalah anak Arjuna dan Sekar. Rama punya kakak laki-laki beda ibu bernama Rajendra dan sudah menikah dengan Aruna dan punya anak perempuan satu bernama Nadira. Sekarang Aruna sedang hamil anak kedua yang diperkirakan laki-laki.
"Mas Jendra dulu juga sama, role modelnya Tante Sekar eh dapatnya mbak Aruna yang bar-barnya minta ampun" kekeh Arimbi.
"So, mas Rama udah kelar urusannya sama papi Bara?" tanya Bima.
"Alhamdulillah sudah tapi aku masih seminggu di Jakarta soalnya belum ketemu Ega, Anjani, Travis dan Rahajeng" ucap Rama menyebutkan para sepupunya dan pasangan masing-masing.
"Asyik, mas Rama lama disini" ucap Falisha.
"Memang kenapa?" tanya Bima.
"Bisa bantuin layout taman sekolahku" cengir Falisha.
"Bilang saja kamu cari gretongan" ledek Bima.
"Ah mas Bima kok seringnya paham maksudku" kerling Falisha.
"Untung nggak ada Hoshi. Bisa habis kamu dinistain!" cebik Bima.
"Eh Hoshi gimana tuh sama sahabat mu Rimbi?"
"Tahu tuh! Nggak jelas!" Arimbi manyun.
Rama dan Falisha tertawa. "Dasar Hoshi! Sok jual mahal!" kekeh Rama.
"Biarin saja, tar kalau Rina milih Yudha, gue yang bakalan tertawa jahat di empire state building!" seringai Bima usil.
"Kok aku kebayang film kingkong ya? Kan dia ada di empire state building" kekeh Falisha.
"Kamu bilang mas mu ini kingkong?" pendelik Bima.
"Lha dia merasa!" gelak Falisha. Rama dan Arimbi pun ikut tertawa terbahak-bahak.
"Jeng Arimbiku pun ngetawain aku?" Bima menatap sebal ke istrinya.
"Maaf mas, habis lucu bangets!" Arimbi tertawa sampai mengeluarkan air mata.
"Nggak lucu jeng..." Bima langsung mencium bibir Arimbi dan membuat bumil itu terdiam.
__ADS_1
"Yaelah... Modus lu Bim!" gelak Rama.
"Duh mataku ternoda! Sudah tidak suci lagi!" omel Falisha sambil menutup kedua matanya dengan tangan.
"Makanya kalau menistakan aku lagi, bakalan kasih live show!" gelak Bima usai mencium Arimbi.
"Ya salaaammm!"
Film klasik Kingkong tahun 1933 yang menunjukkan pertempuran diatas Empire State Building New York.
***
Pria yang melihat Falisha masuk bersama Rama menanyakan kepada pelayan siapa pria yang merangkul gadis itu namun pelayan itu hanya menggelengkan kepalanya.
"Saya pegawai baru tuan jadi saya belum hapal tapi setahu saya kalau masuk ke ruangan VIP itu adalah keluarga besar Pratomo."
Pria itu mengangguk. Bisa jadi itu saudara sepupunya. Adiknya kan di New York. Pria itu tersenyum lega. Alhamdulillah masih saudara tampaknya.
Segera dia mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Falisha.
***
Falisha mengerenyitkan dahinya ketika mendapatkan pesan dari nomor tidak dikenal.
📩 ( +62813xxxx ) : Assalamualaikum Falisha.
📩 Falisha : Wa'alaikum salam. Maaf ini siapa ya.
📩 ( +62813xxxx ) : Sangaji Aryaseta Lau
📩 Falisha : Gimana Mr Aji?
📩 Sangaji : Ya ampun Fa, pakai Mr lagi?
📩 Falisha : Ya sudah. Pak Aji.
📩 Sangaji : 😤😤😤. Kamu keluar deh! Aku di RR juga.
Falisha melongo. Pria itu disini? Netra hazelnya menatap ketiga kakak sepupunya yang asyik ngobrol. Mereka jarang membawa orang luar ke ruangan ini kecuali urusan bisnis atau kalau sudah yakin akan menjadi pasangan.
"Ehem. Mas, Rimbi. Aku keluar sebentar ya" ijin Falisha.
"Kamu mau kemana Fafa?" tanya Bima yang satu-satunya memanggil Falisha seperti itu.
"Ada klien papa disini dan melihat aku masuk ke VIP terus minta aku keluar sebentar."
"Kliennya cakep nggak Fa?" goda Arimbi.
"Cakep kan relatif, Rimbi" senyum Falisha.
"Cih, sok diplomatis." Bima bersidekap menatap adik iparnya.
"Kalau bisa, bawa kesini saja Falisha. Tidak baik anak gadis menghampiri pria diluar acara bisnis atau memang teman sekolah" ucap Rama yang memang sangat protektif ke adik-adik perempuannya. "Mas temani kamu deh! Yuk, keluar."
Falisha menatap Rama dengan tatapan panik.
"Lho kenapa?" tanya Rama sambil berdiri dan hendak menggandeng Falisha.
"Jangan kaget ya mas Rama nanti kalau ketemu" ucap Falisha serius.
__ADS_1
"Memang kenapa?" tanya Rama. Falisha hanya diam dan menarik tangan Rama yang menatap Bima dan Arimbi bingung.
***
Falisha celingukan mencari Aji akhirnya melihat pria itu melambaikan tangannya. Falisha lalu mengajak Rama menghampiri pria itu.
Setelahnya Falisha melakukan bahasa isyarat ke Aji.
Sudah lama disini?
Hampir sejam yang lalu. Aku suka makanan disini.
Rama melongo. "Falisha? Is he deaf?"
"Iya, saya tuna rungu" jawab Aji yang kemudian berdiri dan mengulurkan tangannya. "Sangaji Aryaseta Lau."
"Rama Altamis Samudera McCloud. Saya kakak sepupu Falisha."
"Nice to meet you" senyum Aji.
Rama menatap Falisha dengan tatapan paham kenapa tadi adiknya berkata demikian.
***
Bima dan Arimbi melongo melihat pria berdarah Chinese itu datang bersama dengan Falisha dan Rama tapi sambil menggunakan bahasa isyarat.
Falisha memperkenalkan Aji kepada Bima dan Arimbi yang bingung karena tidak bisa bahasa isyarat seperti adiknya.
"Jangan khawatir, saya bisa membaca gerakan bibir kok" ucap Falisha menerjemahkan bahasa isyarat Aji. "Dan hearing aid saya juga bekerja dengan baik."
Bima tersenyum. "Maaf saya tidak bisa mengerjakan mobil anda, Mr Lau."
"Tidak apa, karena kalau tidak bergitu saya tidak bertemu Falisha" ucap Falisha menerjemahkan lagi.
Bima, Arimbi dan Rama hanya tersenyum simpul.
"Kalian kenapa?" tanya Falisha bingung.
"Nggak papa!" ucap ketiganya kompak.
Fa, mereka kenapa?
Biasa, mereka memang usil.
Falisha menatap judes ke ketiga kakaknya.
Bima berbisik ke Arimbi dan istrinya pun tersenyum.
"Yuk makan" ajak Arimbi.
Fanisha hanya bisa menatap tajam ke Bima dan Rama yang wajahnya menjadi menyebalkan di mata Falisha.
***
Yuhuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1