
Freya mendatangi kantor pusat PRC group untuk menemui Javier Arata, sang Opa. Sesampainya di resepsionis, gadis cantik itu mengatakan siapa dirinya dan diijinkan naik ke kantor Opanya setelah memperlihatkan id card PRC group USA miliknya.
Freya adalah putri Kristal Ruiz dan Ashley Sky, cucu Raymond Ruiz dan Valora Arata, adik Javier Arata. Sama dengan Falisha, Freya juga menuruni jiwa bar-bar Oma buyutnya, Vivienne Neville Arata. Selisih usia Freya dan Falisha hanya dua tahun, tua Freya.
Sesampainya di ruang kerja Javier, Freya disambut oleh sekretaris sang Opa yang mempersilahkan gadis itu masuk.
"Assalamualaikum Opa Javier" sapa Freya.
"Wa'alaikum salam. Alhamdulillah kamu datang juga." Javier langsung berdiri menghampiri cucu keponakannya dan memeluk erat.
"Tante Davina di ruangannya?"
"Ada tapi nanti saja kamu kesana. Sekarang kamu ikut Opa ke rumah sakit." Javier merangkul Freya yang bingung siapa yanh sakit.
"Memang siapa yang dirawat, Opa?"
"Pacarnya Falisha" jawab Javier.
"Hah? Falisha sudah punya pacar? Woooiiii, pelanggaran itu opa! Aku yang lebih tua aja belum punya pacar!" protes Freya yang memang ceriwis.
"Lha kamu malah sok ikutan ghost Hunters, main ke tempat-tempat horor di seluruh dunia. Gimana mau dapat jodoh? Tar kalau ketemu sleepy hollow gimana?" goda Javier.
"Ichabod? Mau kalau cowoknya mirip Johnny Depp" cengir Freya.
"Astagaaaaa! Kristal ngidam apa sih waktu hamil kamu?" Javier memegang pelipisnya. Freya hanya nyengir.
Freya memiliki seorang adik perempuan yang beda tiga tahun bernama Fayza yang baru saja menyelesaikan kuliahnya di Harvard Business School. Freya sendiri sudah menyelesaikan pendidikannya di Royal College of Art, almamater dari Yuna Pratomo Blair.
"Kamu nggak bakalan Nemu Johnny Depp disini Freya."
Eh tapi cowok yang ketemu di bandara kemarin lumayan juga biarpun mulutnya menyebalkan.
***
Falisha melongo melihat Freya datang bersama dengan Javier ke rumah sakit. Ngapain sepupuku yang paling aneh ini datang?
"Hai Falisha" sapa Freya.
"Hai mbak Freya. Apa yang membuat kamu datang ke Jakarta?" tanya Falisha setelah keduanya berpelukan dan cipika cipiki.
"Disuruh Opa Javi, cari hantu" kekeh Freya cuek.
"Hantu?" Falisha menatap tajam ke Javier. "Opaaaa!"
"Hei, sepupumu yang lain pada sibuk dengan pekerjaannya, Falisha. Opa tarik Freya dari Notre Dame de Paris ke Jakarta soalnya Opa capek mendapatkan laporan dari Oma Valora kalau cucunya satu ini lebih suka gabung sama teman-temannya di perkumpulan Ghost Hunters."
Falisha memegang pelipisnya. Freya memang suka ikut acara supranatural tapi soal jenius, jangan diragukan. Freya adalah seorang hacker didikan Bryan Smith, Oomnya meskipun hobinya nyeleneh.
__ADS_1
"Eh aku envy padamu! Masa lebih muda dari aku tapi sudah punya pacar! Mana pacarmu?" Freya celingukan di depan pintu rawat Aji.
"Apaan sih mbak!" cebik Falisha dengan wajah memerah.
Javier membiarkan kedua cucu cantiknya heboh sendiri lalu mengetuk pintu. Nadya tampak membuka pintu lalu mengangguk hormat ke pria paruh baya itu.
"Tuan Arata" sapa Nadya.
"Nadya. Bagaimana keadaannya Aji?"
"Alhamdulillah sudah membaik hanya tinggal kakinya saja yang masih harus digips, tuan."
Javier menoleh kearah duo F cantik yang masih ribut tidak jelas.
"Kalian berdua, tunggu sini. Opa mau bicara dengan Aji."
"Baik Opa" jawab keduanya.
***
"Siapa namanya Sha?" tanya Freya kepo.
"Aji."
"Nama lengkap cumiiii!"
"Iiihhh keseringan kumpul sama mas Jendra jadinya gini nih! Sangaji Aryaseta Lau."
"Oh ya? Fay pacarnya siapa mbak?" kepo Falisha.
"Percaya atau nggak, pacarnya adalah adiknya mas Pandu, suaminya mbak Reana. Namanya Pramana." Freya menatap sendu ke Falisha. "Aku kapan punya pacar Shaaaa" rengek Freya.
Neng Falisha, kasih doa deh ke mbak Freya
"Mbak, kamu tuh cantik, pintar, punya karier di bidang art. Cowok mana sih yang nggak pengen dekat sama kamu, asal jangan kumpul sama orang-orang pemburu hantu deh!" omel Falisha.
"Eh seru tahu! Kamu tahu, pas kita hunting ke sebuah bekas rumah sakit di Selem, kita tuh dah disambut sama penampakan suster tembus tembok." Freya bercerita dengan antusias.
"Ya Allah mbak, disini juga ada kaleee suster ngesot!" Falisha heran, kakak perempuannya satu ini nyaris tidak ada takut-takutnya soal dunia horor.
Neng Freya pemburu hantu
"Eh jauh, Sha. Kalau disana kan aku sudah punya grupnya" kekeh Freya.
__ADS_1
"Astaghfirullah mbak. Aku doain kamu dapat suami yang bisa bikin elu bucin maksimal jadi melupakan hobi kamu ngejar hantu!" Falisha menatap tajam ke kakaknya.
"Aamiin. Kayak Johnny Depp ya?" pinta Freya. Gadis itu memang pecinta aktor legendaris yang main di film Sleepy Hollow.
"Kagak ada bambaaaaannggg!" cebik Falisha kesal.
***
Aji termenung ketika mendengar penjelasan Javier Arata tentang semua kejadian yang dia alami sepuluh tahun belakangan ini.
"Jadi tuan Javier yang menolong saya?" tanya Aji.
"Maafkan saya jika lancang melindungi dirimu melalui Nadya karena saya merasa Eman eh... sayang kalau kecerdasan kamu dimanfaatkan oleh kedua orang tua mu yang penjudi berat." Javier menatap lurus ke Aji.
"Saya tahu perusahaan orangtua angkat saya memang sedang colaps tapi sampai tuan Javier turun tangan...membuat saya malu dan tidak enak hati." Nadya lah yang menerjemahkan bahasa isyarat Aji.
"Don't be shamed, Aji. Saya tahu kamu kepikiran orang tua yang sudah menolong kamu dari panti asuhan membesarkan kamu tapi mereka juga yang membuat masalah sendiri. Asal kamu tahu Ji, tanpa harus saya beli pabrik orang tua kamu di Guandong dan Sragen, saya bisa langsung akusisi karena jatuh tempo pembayaran pinjaman adalah akhir bulan ini dan saya tahu Lau Kar Wei tidak punya uang untuk membayar hutang. Bahkan mereka tidak bisa membayar gaji pegawai dan supplier bahan baku yang jatuh tempo semuanya."
Aji menunduk. Meskipun dia ingin membantu kedua orangtuanya tapi dia pun tahu, uanganya tidak akan digunakan untuk kepentingan pabrik tapi akan dipakai untuk berjudi.
"Aji, saya tahu langkah yang saya ambil akan menggoyahkan semua kebiasaan orang tuamu tapi penjudi itu sama saja dengan pecandu narkoba dan kita harus mengambil langkah ekstrim agar mereka bisa lepas dari kecanduan itu." Javier menatap Aji serius.
"Saya takut menjadi anak durhaka." Aji menatap Javier.
"Kamu tidak akan menjadi anak durhaka, Ji. Karena saya sudah menemukan siapa orang tua kandung kamu." Aji melongo.
***
"Jadi namanya Freya Maharani Sky dan masih ada hubungan saudara dengan Falisha? Pantas cantik!" ucap pria yang kemarin bertabrakan dengan Freya.
"Memang kenapa?"
"Dia lebih menarik dari Falisha dan aku tahu Falisha lebih memilih pria tuna rungu itu."
"Kamu ke lain hati?"
"Boleh kan? Freya tidak kalah cantik dan dia lebih ... bersemangat!"
Indra hanya menggelengkan kepalanya. Bagas tersenyum melihat foto Freya di akun Instagram nya yang terkunci. Request to follow send.
***
Yuhuuu Up Malam Yaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️