
Kareem memutuskan untuk belah duren di Istanbul saja meskipun dua malam ini dia harus menahan dirinya untuk unboxing Davina. Benar-benar cobaan hidup! Bukan apa-apa, meskipun tidak ada Levi, tapi sepupu Davina yang lain sama durjananya.
Di malam pengantin malah dengan cueknya, Arjuna, Bara, Mario, Marco, Nathan, Ezra dan Iwan menyeretnya hanya untuk menonton pertunjukan Kabuki. Kareem yang tidak paham bahasa Jepang hanya bisa pasrah sambil terkantuk-kantuk menonton.
Sampai di apartemen Davina pukul satu malam dan istrinya sudah terlelap dan Kareem harus bisa menahan libidonya yang terkunci dua tahun ini karena melihat tubuh molek istrinya.
***
Davina dan Kareem tiba di Istanbul Turki siang ini bersama dengan asistennya Tariq. Mereka diantar menggunakan pesawat pribadi milik Javier Arata yang memang diminta untuk mengantarkan putri dan suaminya berbulan madu.
Kareem sudah mempersiapkan sebuah kamar hotel di Shangri-La Bosporus Turki yang langsung tampak dari jendela kamar.
Bosporus (bahasa Yunani: Βόσπορος) adalah sebuah selat yang memisahkan Turki bagian Eropa dan bagian Asia, menghubungkan Laut Marmara dengan Laut Hitam. Selat ini memiliki panjang 30 km, dengan lebar maksimum 3.700 meter pada bagian utara, dan minimum 750 meter antara Anadoluhisarı dan Rumelihisarı. Kedalamannya bervariasi antara 36 sampai 124 meter.
Sumber Wikipedia
Davina yang belum pernah ke Turki terutama Istanbul sangat bersemangat apalagi dia mulai memeriksa novel Dan Brown yang berjudul Inferno.
"Kita akan melihat Hagia Sophia kan besok?" tanya Davina bersemangat.
"Kenapa? Kamu mau sholat disana?" tanya Kareem bingung.
"Bukan, ingin mengecek sesuai nggak sama novelnya Dan Brown" kekeh Davina. Kareem melongo.
"Astaga Dav, aku kira kamu mau sholat disana, ternyata malah pengen lihat sesuai novel? Ya ampun!" Kareem memeluk istrinya gemas.
"Tuan, sudah sampai" ucap Tariq kepada Kareem dan Davina. Keduanya sampai di depan hotel Shangri-La Bosporus Istanbul Turki.
Netra coklat Davina menatap kagum melihat bangunan hotel yang bersebelahan dengan selat Bosporus.
"Wah, cantiknya" bisik Davina.
"Kamu benar-benar belum pernah ke Istanbul?" tanya Kareem sambil memeluk pinggang Davina masuk ke dalam lobby hotel sedangkan Tariq mengurus kamar hotel karena
"Nanti kita bisa naik kapal di selat Bosporus." Kareem mencium pelipis Davina.
"Tuan, ini kunci kamarnya." Tariq menyerahkan card key dan meminta bell boy membawakan koper-koper milik Kareem dan Davina.
__ADS_1
"Saya kembali ke bengkel tuan. Selamat berbulan madu." Tariq pun membungkuk hormat.
"Terimakasih Tariq" ucap Davina.
"Sama-sama nyonya. Saya permisi." Tariq pun meninggalkan keduanya.
"Oda numarası ( kamar nomor berapa)?" tanya bell boy itu. Kareem menunjukkan nomor kamarnya yang di amplop. "Iyi ( baik )."
Keduanya pun mengikuti bell boy dan masuk ke dalam lift. Tak lama, lift pun sampai di lantai tempat kamar yang dipesan Kareem dan pria itu menempelkan card key nya lalu membuka kamarnya.
"Mutlu tatiller ( selamat berlibur )" ucap bell boy itu dan Kareem memberikan tip ke pria itu yang melongo melihat uang $100 yang diberikan. "Teşekkür ederim ( terimakasih )" ucapnya sumringah.
"Rica ederim ( sama-sama )" ucap Kareem sedangkan Davina hanya tersenyum. Bell boy itu pun keluar dari kamar Kareem yang langsung menguncinya.
Davina masih terkagum-kagum dengan pemandangan dari kaca jendela kamar mereka, tidak menyadari bahwa Kareem sudah membuka kemejanya dan melepaskan kancing-kancingnya hingga menunjukkan dada dan perutnya yang liat.
"Pemandangannya bagus" ucap Davina tanpa menyadari suaminya sudah berada dibelakangnya.
"Lebih bagus pemandangannya adalah dirimu, Dav" bisik Kareem parau yang langsung memeluk Davina dan mulai menciumi ceruk leher istrinya yang harum. "Sepertinya bajumu terlalu banyak."
Davina tersentak ketika merasakan tangan dan jari suaminya bermain didalam sana sedangkan Kareem terus mencum*Bu istrinya. Tangan Davina terulur ke belakang dan memegang leher Kareem dan sekarang tangan Kareem membuka celana jeans istrinya lalu menurunkannya.
Davina mengenakan thong bewarna hitam dibawah sana dan membuat Kareem semakin bersemangat. Sekali angkat, pria itu membopong Davina dan meletakkan tubuh istrinya di atas tempat tidur. Tanpa menunggu, keduanya saling melepaskan pakaian yang masih tersisa dan Kareem harus menelan salivanya susah payah.
Tubuh Davina sempurna. Sangat sempurna. Kareem pun langsung melahap tubuh istrinya dan Davina pun tidak tinggal diam. Keduanya saling menyentuh, mer*emas, mencum*bu dan saling memberi satu sama lain hingga akhirnya Kareem memperoleh harta yang disimpan oleh Davina. Mantan duda itu tidak menyangka akan mendapatkan istrinya masih perawan karena saat dirinya bersama Maryam, dia sudah tidak perawan.
"Oh my God, Dav!" racau Kareem sambil terus bergerak diatas Davina yang terus mende*sah hingga posisinya dibalik membuat Davina semakin merasakan bagaimana milik Kareem semakin dalam menyentuh miliknya.
"Mas..." ucap Davina diantara desa*Han atau teriakan?
"Kenapa... Dav?" tanya Kareem sambil terengah.
"Enak... Rasanya...aku mau..."
"Barengan Dav. Mas juga mau..." Kareem ambruk diatas punggung Davina dan bibit kecebongnya mulai masuk ke dalam wadahnya.
Keduanya masih saling menindih sembari mengatur nafasnya. "Terimakasih Dav... The best make love ever!" bisik Kareem sambil mencium pipi, leher dan bahu Davina yang basah oleh peluh.
__ADS_1
"Whoah! Aku tidak tahu kalau seperti ini rasanya" bisik Davina.
"Seperti apa?" tanya Kareem sembari meletakkan tubuhnya di samping istrinya.
"Nikmat banget!"
Kareem tertawa. "Mau lagi?"
***
Acara makan malam keduanya harus mundur hingga hampir jam delapan malam karena keduanya benar-benar menghabiskan acara olahraga paling nikmat di dunia.
Kareem benar-benar membelah duren bahkan dia baru tahu bahwa nama tengah Davina yaitu Blaze sesuai dengan istrinya. Davina benar-benar panas bahkan dia mulai berani memimpin kegiatan mereka.
Melihat tubuh molek istrinya, Kareem merasa dia tidak bisa berpaling ke wanita lain. Tubuh Davina sudah menjadi candu baginya sejak dia hampir kebablasan di apartemen istrinya dan sekarang seperti zat adiktif yang harus dia suntikan setiap ada kesempatan.
Jika orang lain bisa kecanduan narkoba, Kareem kecanduan tubuh istrinya. Rasanya dia tidak bisa jauh-jauh dari Davina. Bahaya ini! Aku bisa tidak konsentrasi di kantor nantinya.
Davina yang sudah mandi dan tampak segar dengan rambut masih setengah basah, masih asyik memakan kofte, pilav, dolma dan baklava yang dibawakan oleh Tariq sesuai permintaannya. Kareem yang hanya memakai celana panjang tanpa baju, lebih suka melihat istrinya makan dengan lahap.
"Makan yang banyak Dav, karena malam masih panjang" seringai Kareem dengan wajah meshum.
"Astaga! Pak mantan Duda! Tadi kurang?" kekeh Davina.
"Kurang lah! Aku kecanduan dengan kamu, Dav."
"Oh my." Davina hanya menggelengkan kepalanya. Aku pun suamiku.
***
Yuhuuu Up Sore Yaaaaa
Maaf agak hareudang. Semoga lolos.
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1