Duda Milik Davina

Duda Milik Davina
Inspeksi


__ADS_3

Keempat orang itu pun berangkat ke restauran grill Korea sesuai dengan keinginan Fuji dan Davina. Javier melihat bagaimana ketiga orang disana sama-sama heboh dengan percakapan receh dan Davina ikut menanggapi.



Kareem dan Fuji bagian memasak sedangkan Davina dan Javier bagian yang makan. Kareem sendiri melayani Davina dengan memberikan daging yang sudah matang dan dipotongnya.


"Pantas Davina suka sama kamu, Reem. Kamunya perhatian sama adikku" komentar Fuji.


"Davina memang manja lho Kareem" sambung Javier.


"Tapi sama ibu saya, dia care. Kalau bahasa jawanya mungkin gemati ya, soalnya ibu saya sudah berantakan bahasa Jawanya" senyum Kareem.


Javier mengangguk lalu menatap wajah putrinya yang malah menunduk. Benar-benar berbeda sikap Davina antara ke Ali dengan Kareem.


***


Dua Minggu usai dihajar Javier, wajah Kareem sudah kembali seperti dulu. Memarnya sudah mulai menghilang dan setiap siang selalu makan siang bersama Davina.


Seperti siang ini, Kareem mengajak Davina untuk melihat bengkelnya meskipun gadis itu selalu mendapatkan laporan dari anak buahnya tentang progress semua proyek.


"Mau ngajak kamu lihat hasil karya perusahaan kamu" ucap Kareem. Davina pun mengangguk karena dia juga belum melihat sendiri karena dia masih ada proyek lainnya.


Davina masuk ke dalam mobil Audi R8 milik Kareem dan berangkat menuju perusahaan pria itu. Setengah jam kemudian Davina tiba di bangunan besar yang bertuliskan FH Workshop n Custom. Gadis itu turun dan melihat kepala proyeknya Samsul yang langsung menghampiri Bossnya.


"Bu Davina" sapa Samsul. "Pak Kareem."


"Sudah berapa persen pak Samsul?" tanya Davina sambil memeriksa proyek PRC group itu.

__ADS_1


"Tinggal interior dan pemasangan alat-alat bengkel tapi itu kan ada ahlinya, kami interior saja."


"Lebih baik kita ngobrol di ruang serbaguna daripada disini panas" usul Kareem yang kemudian menggandeng tangan Davina.


Ketiganya masuk ke dalam ruang serbaguna yang bisa dijadikan ruang meeting. Davina pun melihat laporan Samsul hari ini dengan serius meskipun setiap hari mereka laporan.


Kareem hanya memandang Davina tanpa memperdulikan bahwa yang dibicarakan adalah perusahaan dan bengkelnya.



"Jadi kurang ini saja kan pak Samsul?" tanya Davina.


"Iya bu. Jadi kurang ini. Sesuai dengan laporan yang saya kirimkan ke ibu."


"Pak Kareem..." Davina terkejut melihat wajah Kareem yang lebih fokus ke dirinya. "Seriously?"


Kareem nyengir. "Kamu lebih enak dipandang daripada laporannya pak Samsul."


***


Kareem dan Davina masuk ke dalam ruang kerja pria itu dan sudah tersedia makan siang disana.


"Nasi bakar menu makan siang kita hari ini. No problemo kan?"


Davina mengangguk. "Aku bukan pemilih makanan asal tidak ada petai dan jengkol."


"Ibuku suka balado jengkol dan aku membencinya" kekeh Kareem.

__ADS_1


"Harusnya ibumu temenan dengan Arum. Dia suka jengkol dan petai. Mas Bara dan Oom Ghani sering darting kalau Arum mulai masak itu di rumah" gelak Davina.


"Ohya? Kapan-kapan harusnya bertemu ibuku, bisa kompak mereka."


"Nanti aku bilang dengan Arum." Davina tersenyum.


"Davina, dua Minggu lagi aku akan menghadap papa dan mamamu. Ibuku sudah aku beri tahu dan beliau senang kita akan menuju jenjang yang serius." Kareem menatap Davina. "Apa kamu benar-benar tidak apa-apa bersanding dengan duda?"


"Tidak apa-apa. Kenapa kah?"


"Dibandingkan dengan saudara-saudaramu yang mendapat pasangan lajang semua" ucap Kareem.


"Kalau jodoh, mau diapain?" senyum Davina. Kareem mengusap kepala Davina sayang.


***


Yuhuuu Up Siang Yaaaaa


Maaf aku benar-benar belum bisa update banyak-banyak. Ini pun nyolong-nyolong karena ada acara keluarga di Solo. ( suami udah kasih lirikan judes ala Hoshi )


Bima agak sore Yaaaa


Beribu maaf belum bisa up


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


Lope lope sekebon


__ADS_2