Duda Milik Davina

Duda Milik Davina
Nyaris


__ADS_3

Acara lamaran dan pernikahan Fuji Al Jordan dengan Seira Hayami berjalan dengan khidmat apalagi tidak adanya Levi, Arjuna tidak ada partner in crime. Three stooges itu harus terpecah karena Levi di New York, Arjuna menjadi tamu undangan sedangkan Fuji melakukan ijab qobul.


Kareem dan Davina saling memegang tangan tanpa ada keinginan untuk melepaskan satu sama lain. Apalagi sekarang Davina memanggil dirinya dengan sebutan 'mas' membuat Kareem semakin tidak mau melepaskan pegangan dan pandangannya ke gadis cantik itu.


"SAH!"


Fuji dan Seira berserta keluarga besar berdoa untuk kebahagiaan keduanya. Keia dan Ezra sebagai adik dan ipar, bersyukur sang kakak akhirnya mendapatkan pendamping hidup yang memang sesuai dengan idaman Fuji.


Usai acara ijab, acara dilanjutkan dengan acara resepsi yang mengundang banyak tamu dari relasi baik keluarga Al Jordan dan Akandra yang memang bisnisnya berpusat di Tokyo.


Kareem harus melepaskan Davina yang berkumpul bersama saudara-saudaranya untuk foto bersama dengan Seira dan Fuji.


"Nggak bakalan hilang kok!" ledek Bara ke Kareem yang terus menatap Davina.


"Aku benar-benar tergila-gila dengan adikmu Bar" kekeh Kareem. Keduanya kini melepaskan panggilan formal karena sudah menjadi saudara meskipun masih setengah resmi.


"Well, Davina pun sama" sahut Arya yang datang sambil menyerahkan minuman ke Bara.


"Sepi aku tuh!" tiba-tiba Arjuna datang sembari membawa satu piring berisikan sushi.


"Three stooges pecah? Moe, Curly and Larry harus solo karier sekarang?" kekeh Bara mengingat trio komedian slapstik tahun 1920an. Bara sempat menonton acara itu ketika dia melakukan perjalanan ke Seattle dan tv di hotel menayangkan acara komedi tersebut.


"Kareem, aku sarankan jika kalian jadi menikah, segeralah kabur usai resepsi karena three stooges ini pasti punya rencana untuk menggagalkan malam pertama kalian" seringai Arya durjana.


"Untung pas aku unboxing Gendhis, kalian pada tepar" cengir Bara.


"Arjuna juga lolos gara-gara dia habis kecelakaan sampai lama baru unboxing Sekar" kekeh Aidan yang langsung bergabung dengan sepupunya.


Para pria tampan itu tidak sadar menjadi pusat perhatian para tamu undangan yang datang meskipun mereka mengacuhkan tatapan kagum wanita yang datang tapi bagi mereka, pasangan mereka yang hanya ada di mata dan hati.


"Thara dan Direndra gimana, Aidan?" tanya Arya. Direndra adalah putra Aidan dan Thara yang terpaksa lahir lebih cepat karena Thara terpeleset disaat kandungannya berusia 8,5 bulan.


"Alhamdulillah, Rendra semakin sehat dan kuat. Papi dan mami memang sempat kaget mendengar Thara harus Caesar tapi Alhamdulillah semuanya sehat. Sekarang giliran umi dan abah yang datang menengok cucunya" ucap Aidan. Thara Azalea memang masih memiliki keturunan Arab dan Aidan memanggil kedua mertuanya dengan sebutan itu.


"Mas" panggilan sederhana yang membuat para pria itu menoleh. Tampak Arum, Davina, Sekar mendatangi para suami mereka.


"Darling" panggil Keia ke Ezra. "Hanya aku yang berbeda" cengir adik Fuji Al Jordan itu.


"Gini nih, sekalinya pada manggil 'Mas' barengan langsung nengok semua" gelak Arya.

__ADS_1


***


Kareem dan Davina memilih berjalan-jalan keliling kota Tokyo di malam hari. Keduanya berfoto-foto di bawah Tokyo tower, menikmati Shibuya, Harajuku dan berbelanja di Ginza. Keduanya pun menikmati kuliner di sana ramen, gyoza dan sushi. Kareem baru tahu Davina benar-benar tukang makan dan bingung pada lari kemana semua makanan itu karena bodi nya yang selalu langsing.


"Aku setiap habis makan banyak, pasti besoknya jogging atau nge gym. Makan banyak ayo, olahraga juga ayo" ucap Davina santai.


"Besok kita jogging bareng?" ajak Kareem.


"Why not?"


***


Kareem dan Davina tiba di apartemen milik keluarga Pratomo jam sebelas malam setelah menghabiskan acara jalan-jalan malam. Komplek apartemen masih ramai dengan banyak keluarga Davina yang mengobrol di area longue lantai satu yang memang dibuat untuk kumpul.


"Darimana kalian?" tanya Eiji melihat Davina dan Kareem yang baru saja masuk ke lobby dan hendak menuju lift.


"Habis jalan-jalan Oom Eiji. Lihat-lihat Tokyo" jawab Davina.


"Dah kalian istirahat... Jangan macam-macam!" ancam Eiji.


"Nggak Oom" jawab Davina dan Kareem bersamaan dan keduanya masuk ke dalam lift dan menunju lantai tiga tempat apartemen Davina dan Kareem berada.


***


"Ada CCTV lho" bisik Davina.


"Taruhan, keluarga mu juga melakukan hal yang sama dengan pasangannya kalau di dalam lift" kekeh Kareem.


"Maybe" jawab Davina.


"Bukan maybe lagi, Dav tapi pasti!" senyum Kareem.


Pintu lift pun terbuka dan keduanya berjalan menuju apartemen Davina yang letaknya berada di pojok sedangkan apartemen Kareem berbeda dua apartemen yang dipakai Bara - Arum dan Arjuna - Sekar beserta anak-anaknya.


Kareem pun masuk ke dalam apartemen Davina yang jauh lebih kecil daripada apartemen lainnya.



"Ini kok lebih kecil Dav apartemennya?" komentar Kareem yang suka melihat cara penataan apartemennya.

__ADS_1


"Aku memang meminta apartemen kecil ke Oom Joshua dan ada satu bidang kecil yang cocok di pojok sini dan dibuatkan lah" jawab Davina sambil melepaskan jaketnya.


"Nice setting, Dav" ucap Kareem sambil memeluk Davina.


"Besok kita jogging kan?" tanya Davina sambil menatap Kareem.


"Jadi. Jam setengah enam pagi aku akan mengetuk pintu apartemen mu" bisik Kareem. "Dan sekarang, aku ingin melakukan ini."


Kareem mencium bibir Davina, ciuman yang awalnya hanya menempel berubah menjadi luma*Tan, permainan lidah dan tanpa sadar keduanya jatuh diatas sofa. Kareem mengunci tubuh Davina sambil terus menciumi bibir dan wajah gadis itu sedangkan tangannya mengelus apa yang tersentuh termasuk dua aset kembarnya. Ketika tangannya hendak membuka kancing celana jeans Davina, gadis itu tersentak.


"Ka...Reem. Stop!" Davina mendorong Kareem hingga terjatuh di lantai.


"Damn it! Maaf Dav... aku khilaf" ucap Kareem dengan nada suara parau.


Davina membenarkan kausnya yang tadi sempat tersingkap.


"Bahaya, mas. Bahaya!" bisik Davina.


"Fix! Bulan depan kita harus segara menikah! Sederhana saja gimana? Yang penting sah." Kareem berdiri dan mencium kepala Davina.


"Rundingan dengan papa dan Bu Sari. Aku tidak mau kita hampir kebablasan seperti tadi" bisik Davina.


"Aku keluar dulu Dav. Bahaya kalau aku kelamaan disini!" Kareem membuka pintu apartemen Davina dan keluar dari sana.


Davina sendiri harus menetralisir nafasnya yang memburu. Astagaaaaa! Kenapa aku bisa terhanyut gini sih? Davina...Davina .. Apa kamu lupa? Tunangan kamu Duda jadi sudah berpengalaman lah!


Davina mengunci pintu apartemennya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Ayo tidur cepat! Besok harus bersiap jogging apalagi kamu sudah banyak makan hari ini.


***


Yuhuuu Up Pagi Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2