Duda Milik Davina

Duda Milik Davina
Finally... Alhamdulillah


__ADS_3

Hari Rabu ini adalah hari yang paling ditunggu oleh Kareem karena hari ini akan dilakukan ijab kabul di mansion Al Jordan yang memang memiliki halaman luas. Meskipun agak mendadak tapi kekuatan uang memang mampu menyulap halaman belakang menjadi tempat pernikahan.


Fuji Al Jordan meledek Davina ketika adiknya itu sedang di make up oleh MUA di kamar tamu.


"Kamu itu kalau mau nikah sekalian mbok ya bilang tho Vina. Kan bisa barengan sama kakak" kekeh Fuji.


"Kan aku baru dapat lampu hijau dari papa dan mama hari Minggu, kak" jawab Davina.


"Kamu cantik banget Vin" ucap Fuji sambil mencium pucuk kepala Davina. "Be happy ya."


"Insyaallah. Thanks kak" Davina memeluk Fuji.


"Anytime. Kamu habis ini mau langsung bulan madu? Kabarnya Kareem ingin mengajakmu ke Istanbul?"


Davina menggeleng. "Belum tahu. Kan aku masih harus membereskan beberapa pekerjaan di Jakarta."


"Pergilah bulan madu, Vina" bisik Fuji.


"Kakak sendiri?"


"Hei, jangan salahkan aku. Salahkan pasienku dan pasiennya Seira" jawab Fuji manyun.


Davina tertawa. "Itulah aku tidak mau menikah atau berhubungan dengan dokter. Cukup melihat mu dan kak Nathan sudah membuatku jeleh."


"Tapi dapat duda, Vin. Tak apa. Dia lebih pengalaman" goda Fuji yang membuat Davina memerah pipinya.


***


Kareem sudah berada di meja depan penghulu, imam dari mesjid Tokyo yang merupakan teman baik Joshua Akandra. Di hadapannya sudah duduk Javier Arata dan sebagai saksi Joshua Akandra dan Mamoru Al Jordan dari pihak Davina sedangkan dari pihak Kareem ada Tariq Mehmet asistennya dan Arjuna McCloud.


Acara ijab kali ini dilakukan Dengan pengucapan ijab qobul antara Kareem dengan Javier baru setelahnya Davina keluar dan duduk berdampingan dengan Kareem.


"Mr Arata, acara bisa dimulai" ucap imam Satoshi.


"Baik. Bismillahirrahmanirrahim, Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Ananda Kareem Yusuf Hassan bin Faiz Hassan dengan anak saya yang bernama Davina Blaze Arata dengan maskawinnya berupa seperangkat alat sholat, satu set perhiasan senilai $27,000. Tunai.”


"Bismillahirrahmanirrahim. Saya terima nikahnya dan kawinnya Davina Blaze Arata binti Javier Arata dengan maskawinnya tersebut, Tunai."


"Bagaimana tuan-tuan?"


"SAH!"


"Alhamdulillah."


Setelahnya Davina keluar dengan didampingi oleh Agatha Arata dan Miki Al Jordan lalu gadis itu duduk di sebelah Kareem yang terkejut melihat istrinya sekarang tampak cantik.


__ADS_1


"Silahkan kalian menandatangani berkas-berkasnya."


Usai tanda tangan, keduanya pun bertukar cincin dan Davina mencium punggung tangan Kareem sedangkan suaminya mencium kening Davina.


Setelahnya keduanya melakukan sungkem ke orang tua dan Sari Hassan memeluk Davina lama. "Alhamdulillah kamu jadi menantu ibu."


"Vina juga bersyukur mendapatkan mertua seperti ibu" senyum Davina.


Javier memeluk Kareem. "Don't let me down, Kareem. Kamu sudah meminta putri kami satu-satunya jadi saya minta agar kamu menyayangi dan mencintai Davina. Jika kamu sudah tidak..." Javier tercekat.


"Pa, saya mencintai Davina dan Insyaallah sampai Jannah. Restui jalan rumah tangga kami dan saya berjanji akan selalu menjaga dan membuat Davina bahagia." Kareem menatap Javier serius.


"Papa pegang kata-kata kamu, Kareem."


***


Tammu paling heboh melihat bossnya akhirnya menikah dengan Kareem dan langsung memeluknya.


"Boss, Alhamdulillah akhirnya ya. Aku sudah deg-degan kalau bu Davina nggak jadi menikah" ucap Tammy.


"Aku juga tidak menyangka akan secepat ini menikah karena rencananya kan masih bulan depan" senyum Davina. "Tam, aku titip kantor dulu ya. Soalnya tadi mas Kareem bilang kalau kita akan langsung bulan madu ke Istanbul lusa."


Tammy mengangguk dengan semangat. "Siap boss!"


***


Davina berjalan-jalan di sudut halaman belakang yang terdapat kolam ikan koi kesukaan Joshua dan Masayuki. Kedua Oomnya itu memang pecinta Koi hanya saja karena Masayuki tinggal di penthouse, dia menitipkan koi-koi nya di kolam keluarga.




"Hello gorgeous" sapa Kareem yang surprise melihat baju pengantin yang dipakai Davina berbeda dengan gaun pengantin lainnya. Rasanya dia ingin menutup punggung mulus istrinya dari tatapan pria lain tapi hatinya agak tenang karena semua disini keluarga dan para pelayan pun tidak berani menatap lama-lama.


"Halo suamiku" Davina tersenyum. Kareem pun memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"Kamu lihat apa?" tanya Kareem sembari mencium pipi Davina. "Damn Dav... Ingin rasanya membawa kamu ke kamar. Lalu kita bercin*ta habis-habisan."


"Sabar dulu" Davina mencium pipi Kareem.


"Jangan memancingku Dav" bisik Kareem. Davina cekikikan.


"Pak Duda sudah tidak tahan ya?" goda Davina.


"Dua tahun aku menahan diri Dav karena setahun aku masih berkabung atas Maryam dan terapi untuk mengatasi traumaku. Setahun setelahnya, konsentrasi mengembangkan bengkel kami di Istanbul ditambah ibuku terkena serangan jantung di Singapura, membuat aku lebih konsentrasi dengan ibuku." Kareem mencium sisi leher Davina. "Harummu enak."


"Ehem!" Suara deheman terdengar membuat keduanya menoleh.

__ADS_1


"Sabar kenapa?" ledek Arjuna yang datang bersama Sekar dan Rajendra yang ingin melihat ikan koi.


"Mas, maklumlah Kareem kan puasa lama" kerling Sekar ke suaminya.


"Oh iya, aku lupa" cengir Arjuna. "Kalian beruntung tidak ada Levi disini. Bisa habis kalian dikerjain sama dia."


"Tapi kalian lolos" ucap Davina.


"Lolos lah, kan aku kecelakaan lagian saat itu kan Sekar masih ragu-ragu sama aku" senyum Arjuna sambil mencium pucuk kepala istri cantiknya.


"Tapi generasi kita masih mending nggak seperti jaman generasi papa dan mama." Davina tersenyum.


"Yup. Papaku sampai harus menyelamatkan mama yang diculik, masih kena tembak, dihajar Opa... " gelak Arjuna.


"Iya, papa cerita sampai bawa helikopter sekencang mungkin karena Oom Mamoru melihat banyak darah dari dada Tante Rain" ucap Davina.


"Dav, kapan-kapan kamu harus menceritakan soal keluargamu yang banyak aksi dan peristiwa" sahut Kareem.


"Oh bisa panjang ceritanya" kekeh Arjuna. "Berjilid-jilid Novel! Tapi tidak ada yang bisa mengalahkan mas kawin yang diberikan papa ke mama. Bahkan sampai ke generasi kita, tidak ada yang anti mainstream seperti papa Jeremy."


"Memang Oom Jeremy kasih apa waktu nikah dengan Tante Rain?" tanya Kareem.


"Kastil!" seru Arjuna dan Sekar bersamaan. Kareem melongo. "Serius?" Arjuna mengangguk.


"Sampai sekarang masih ditempati sama papa dan mama" jawab Sekar.


"Oh my God." Kareem mengusap wajahnya kasar. "Apa ada lagi yang anti-mainstream?"


"Well, waktu Levi menikah, dia meminta keluarga hanya datang via live streaming tapi minta kado uang $25,000."


"Buat apa?" Kareem terkejut. Sultan mah bebas.


"Bagusnya buat disumbangkan buat banyak badan amal jadi tidak dipakai dia sendiri dan kami diberikan laporan keuangannya." Arjuna tertawa geli jika mengingat semua sepupunya sempat ngamuk mendengar permintaan Levi.


"Keluarga kalian tuh Yaaa" senyum Kareem.


"Seru kan?" tanya Davina.


"Sangat!"


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Maaf seharian listik mokat dan Eike lupa charge jadi yaaaa harus dihemat.


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2