Duda Milik Davina

Duda Milik Davina
Bonchap - Membagongkan


__ADS_3

Haris sampai di rumah bernuansa Mediterania yang merupakan peninggalan Adrian Pratomo, sulung dari empat bersaudara Pratomo ( Adrian, Adriana, Aryanto dan Adinda -- Bisa dibaca di Just The Way You Are, You're The Only One, Love In Bet dan My Annoying Bodyguard buat yang baru baca novel author supaya tahu silsilahnya jadi jangan kaget kalau banyak tokoh --> yang suka diprotes 🙏🙏🙏 ).



"Sudah sampai." Freya pun hendak membuka pintu mobil namun tangannya dipegang oleh Haris. "Eh? Kamu kenapa?"


"Nona Freya, ijinkan saya menginap disini" pinta Haris dengan wajah memelas.


"Kenapa?"


"Saya sudah ngantuk, takut tidak konsentrasi menyetir nanti."


Freya melihat wajah Haris yang memang tampak lelah, merasa kasihan juga.


"Ya sudah. Yuk turun, ada kamar tamu di lantai bawah. Eh kamu bawa baju ganti nggak? Apa besok pagi-pagi kamu balik ke rumahmu?" Freya menatap Haris serius.


"Eeerrr... saya bawa tas baju kemana-mana kok. Anggap saja saya mantan Pramuka." Haris turun dari mobil yang diikuti oleh Freya. Pria itu berjalan ke belakang mobilnya dan membuka pintunya untuk mengambil duffle bag Under Armour hitam disana.



"See? Saya juga Pramuka lho" cengir Haris.


"Ya udah! Nyok masuk! Aku juga sudah ngantuk!" Freya berjalan di depan Haris dan mulai memencet tombol password pada pintu depan rumah.


Setelah terbuka, Freya menunjukkan kamar tidur tamu ke Haris sedangkan dirinya memang tidur di lantai dua.


"Nona Freya" panggil Haris ke arah gadis yang sedang naik tangga.


"Apa Ris?" Freya menghentikan langkahnya.


"Kalau saya ketakutan, saya boleh tidur bersama nona?" Wajah Haris tampak usil.


"Boleh tapi kalau besok bird mu melayang, jangan salahkan aku." Freya memberikan senyuman smirk ke Haris.


"Ouch ! Kita tidak bisa bikin anak dong!" gelak Haris sambil masuk ke dalam kamar.


"Hah?!" Freya melongo. Fix! Besok aku harus buat perhitungan dengan Opa Javier!

__ADS_1


***


Falisha pagi ini datang ke kantor Aji untuk mengajak Brunch setelah dirinya selesai di sekolah miliknya. Jika hari Jumat, sekolah hanya sampai jam sepuluh pagi, jadi dirinya memutuskan mengajak sang kekasih untuk melakukan Brunch sebelum Aji berangkat Jumatan.


Nadya yang melihat Falisha datang langsung mengajak gadis itu masuk ke ruangan Aji. Setibanya di ruang kerja pria itu, Nadya pun pamit. Falisha mengetuk pintunya dan membukanya pelan. Gadis itu menahan nafas demi melihat pemandangan disana. Aji tampak serius


"Mas?" panggil Falisha yang membuat Aji menatapnya.



"Hei sayang" sapanya. Tumben sudah kesini jam segini? Tidak mengajar?


Falisha menggeleng. Kalau Jumat hanya sampai jam sepuluh. Aku bawakan makanan untuk bruch.


Aji tersenyum. Brunch itu membingungkan. Kamu makan antara sarapan dan makan siang meskipun sebenarnya nunggu sebentar sudah waktunya makan. "Sangat unfaedah!"


Falisha terbahak. "Kalau sudah lapar, mau apa?"


"Mau kamu" jawab Aji kalem yang sukses membuat Falisha melongo.



Aji tersenyum. Apa kamu tahu, kedua orangtua kandungku akan datang akhir pekan ini.


Falisha yang sedang menyiapkan makanan di meja Aji tertegun mendengar ucapan Aji. Benarkah?


Benar.


Bagaimana perasaan mu? Akan bertemu dengan orang tua kandungmu?


Aji menatap serius Falisha. Sejujurnya, aku tidak tahu harus senang atau harus sedih. Tapi setidaknya, aku diberi kesempatan untuk mengetahui dan mengenal mereka.


Falisha memegang tangan Aji. Everything is gonna be okay. Just be yourself.


Apakah kamu akan menemani diriku disaat mereka tiba ke Jakarta?


"Of course, mas."

__ADS_1


"Alhamdulillah."


***


Freya masuk ke dalam ruang kerja Javier Arata dengan wajah memerah menahan marah. Berani-beraninya Opa main jodohin sama cowok penakut itu! Meskipun fisik oke tapi kalau jirihan, ya wasallam.


"Opaaa!" teriak Freya di ruang kerja Javier yang hanya ada pria paruh baya itu sedang menatap layar monitor.


"Apa Freya" jawab Javier kalem.


"Apa maksudnya Opa main jodohin aku sama Haris?"


Javier menatap tenang ke arah cucunya yang cantik itu. "Memang kenapa? Haris fisik, otak, akhlak bagus kok!"


"Tapi dia penakut!" sanggah Freya.


"Masa?" Javier menatap Freya dengan tatapan tidak percaya.


Freya pun menceritakan apa yang terjadi semalam dan membuat Javier tertawa terpingkal-pingkal.


"Opaaa, tarik tugas Haris buat jadi pacar aku! Benar aku jomblo tapi nggak gini juga!" sungut Freya.


"Apakah kamu memilih Bagas Hadiyanto?" mata hazel keabu-abuan Javier memincing.


"Astaghfirullah! Kok malah bawa Bagas sih?" Freya tidak habis pikir kenapa selalu kembali ke Bagas.


"Dia hatinya belum bisa dipercaya. Kemarin mengejar Falisha tapi setelah Fa memilih Aji, dia langsung mengalihkan ke kamu." Javier bersandar sembari bersidekap di kursi kebesarannya. "Kalau kamu mau mencoba jalan sama Bagas, silahkan. Biar kamu bisa menilai siapa yang terbaik, Haris atau Bagas!"


Freya melongo. Iiihhh Opaku yang satu ini memang menyebalkan!


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Lanjut besok soalnya aku dah ngantuk 🙏🙏🙏


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2