Duda Milik Davina

Duda Milik Davina
Bonchap - Kumpul Di RR's Meal


__ADS_3

Malam ini sepupu Falisha berkumpul di RR's meal seperti biasa. Minus Ega yang harus jaga di rumah sakit sedangkan Anjani sedang tidak enak badan. Travis yang tadinya ingin ikut juga harus membatalkan karena harus lembur dengan sang papa dan Opa, sedangkan istrinya Rahajeng ada operasi mendadak. Istri Travis adalah dokter Obgyn, anak didik Arum Giandra dan Rani Pradipta.


Haris yang tidak tahu apa-apa terpaksa pasrah diseret oleh nona Freyanya karena menjadi sopir untuk dirinya. Selama di Jakarta, Freya memang memilih tidur di rumah milik Adrian Pratomo yang sekarang dirawat ramai-ramai. Falisha pasti pulang ke rumah keluarga Hassan, Rama pulang ke rumah milik McCloud sedangkan Bima dan Arimbi pasti kembali ke rumah mereka.



Sekarang di RR, keenam orang itu tampak asyik membahas tentang Aji dan rencana Javier mengambil alih Lau Fabric.


"Serius tuh Opa Javi ambil alih?" tanya Arimbi.


"Serius Rimbi. Sampai aku disuruh cari hantu di siang bolong tapi Napak tanah" jawab Freya serius.


"Hantu siang bolong Napak tanah ya orang, Frey" sahut Bima.


"Ya itu maksudnya mas" cengir Freya.


"Lha terus kenapa kamu seret Haris dimari?" tanya Rama.


"Aku butuh sopir lah! Dia pas nganggur, ya aku seret saja. Pan dia lajang, kagak ada yang recoki di rumah pula. So? Why not jadi sopir selama aku disini." Freya menjawab dengan santai.


"Asal jangan kamu ajak ke tempat horor di Jakarta lho Frey" kekeh Arimbi.


"Eh, aku bawa perlengkapannya lho. Ada EMF ( Electromagnetic Field detector ), Digital Voice Recorder, senter, Handycam" Freya membuka tas ranselnya.


Kelima orang disana melongo lalu empat orang menatap Haris dengan tatapan kasihan.


"Nasibmu, Ris" kekeh Rama yang membuat Haris semakin pucat.


"Ya salam kalau sama Freya" gelak Arimbi yang sempat diceritakan oleh Jendra, kakak Rama, yang diseret untuk memeriksa kastil milik Opa Elang dan Oma Rain. Tentu saja Opa Elang marah ke cucunya satu itu.


"Frey, jangan gitu lah. Kalau tar habis anter kamu pulang terus Haris ditemenin si manis jembatan Ancol, bigimana?" gelak Bima.


"Ya aku minta bukti otentik lah!" jawab Freya cuek.


"Astaghfirullah!" seru kelima orang disana.


"Mas Rama, dari semua sepupu kalian itu, paling jirih ( penakut ) siapa sih?" tanya Bima.


Rama menunjuk ke Arimbi. Bima langsung mendelik. "Serius jeng?" Arimbi mengangguk sambil nyengir.

__ADS_1


"Astaganaga!" seru Bima sambil menepuk jidatnya.


"Eh mas Rama sudah lihat sekolahku belum?" tanya Falisha.


"Tadi mas sudah kesana dan sudah mas bikin desain layout-nya biar tampak lebih cantik lagi." Rama mengeluarkan Ipad-nya. "Besok mas minta tukang kebun Oom Bara, Tante Davina, Oom James dan Oom Arya bongkar taman kamu. Tadi sudah nembung sih ke mereka dan sudah dapat ijin."


"Iyalah mending tukang kebun keluarga sendiri soalnya yang sudah paham maunya kita" komentar Bima.


"Ohya Haris, jika Opa Javier jadi akusisi, apa keuangan PRC group aman?" tanya Arimbi karena pasti tidak membutuhkan dana sedikit mengambil alih dua pabrik yang cukup besar dan beda negara pasti beda ijinnya. Arimbi tidak mau perusahaan menjadi goyah karenanya karena bisa mempengaruhi saham dan kepercayaan para klien.


"Aman nona Arimbi dan saya yakin tuan Javier bisa jadi malah mendapatkan untung banyak" ucap Haris.


"Kok bisa?" tanya Arimbi.


"Karena ketika Mr Lau meminta bantuan keuangan pabriknya, jaminan yang diberikan adalah dua pabrik itu jadi besar kemungkinannya tuan Javier tidak harus mengeluarkan biaya lagi." Haris menatap kelima orang di hadapannya.


"Opamu memang benar-benar deh!" kekeh Arimbi ke Falisha.


"Tak heran kalau Opa Javier dibilang si licik di generasinya" senyum Falisha. "Dan kata mama, nurun dari Opa buyut Alex Neville meskipun Oma Vivienne bukan anak kandung sih."


"Iya, Oma Vivienne bukan keturunan Pratomo tapi kalau soal bar-bar Yaaaa kalian itu cetakannya" gelak Rama. "Tante Kristal dan Tante Davina, nggak bar-bar lho tapi Oma Valora dan Oma Agatha Yaaa gitu deh!"


"Kayaknya ada jeda di setiap generasi" gumam Haris yang membuat semua orang menoleh. "Eh, saya cuma komentar."


"Oh Casper, the friendly ghost... or If there's something strange, In your neighborhood. Who you gonna call? Ghostbusters!" Freya dengan cueknya main nyanyi.


"Astagaaaaa! Freyaaa!" protes Rama.


Haris menatap gadis cantik berambut pirang dan bermata biru itu sambil tersenyum. Nona Freya terkadang lupa dia anaknya siapa kalau kumpul dengan keluarganya. Lucu juga. Tiba-tiba pria itu teringat perintah Javier Arata. Gimana bikin nona Freya jatuh cinta kalau kelakuannya absurd begini? Duh tuan Javier, bisa nggak sih kasih perintah yang masuk akal? Haris memegang pangkal hidungnya dan perbuatannya pun tidak luput dari Freya.


"Kenapa kamu Ris? Pusing lihat angka?" tanya Freya dengan nada menyindir.


"Tidak nona, cuma pusing lihat nona" jawab Haris apa adanya.


Bima dan Rama terbahak. "Akhirnya ada yang jujur bilang puyeng sama kamu Frey!" gelak Bima.


"Dih jahatnya!"


Suara ponsel Falisha berbunyi dan gadis itu segera mengangkatnya. Wajahnya semakin panik dan kesal ketika mendengar pihak yang menelpon.

__ADS_1


"Kak Nadya tahan disana dulu. Kami akan kesana. Pengawalnya Oom Arya masih disana kan? Kami dekat kok dari rumah sakit. Tunggu sebentar!" Falisha menutup panggilannya.


"Ada apa Fafa?" tanya Bima.


"Orangtuanya Aji minta agar Aji menjual perusahaan IT nya untuk menutup hutang ayahnya ke Opa! Dan sekarang mereka membawa beberapa tukang pukul." Falisha segera mengambil tas dan kunci mobilnya tapi direbut oleh Rama.


"Biar mas yang setir. Bima, mending kamu pulang sama Arimbi, dia lagi hamil." Rama menatap Bima tajam.


"Tapi mas?" protes Arimbi.


"Kamu pulang sama Bima, pikirkan keponakan mas. Biar Arga mas panggil ke rumah sakit." Anarghya atau biasa dipanggil Aga or Arga adalah adik Arimbi.


"Kita pulang jeng. Mas Rama benar, kamu lagi hamil muda" bujuk Bima.


"Kalian semua hati-hati ya" pesan Arimbi.


"Tenang. Nanti aku panggil suster ngesot, mbak Kunti, Teletubbies..." ucap Freya asal yang langsung mendapat pelototan Falisha.


"Haris, kamu ikut kami. Bisa bela diri kan kamu?" tanya Rama.


"Bukannya itu wajib ya tuan Rama?" cengir Haris.


"Bima, Arimbi, segera pulang!" perintah Rama. "Kalian bertiga, naik mobil mas saja."


Bima dan Arimbi pun pulang ke rumahnya sedangkan Rama, Falisha, Freya dan Haris naik mobil Mercedes Benz G milik Rama menuju rumah sakit tempat Aji dirawat.


"Haris, kapan jatuh tempo pinjaman ayah Aji?" tanya Rama ke Haris.


"Lusa tuan Rama."


"Pantesan!"


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaaa


Lanjut sahur, insyaallah


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2