Duda Milik Davina

Duda Milik Davina
Bonchap - Freya Gak Kuat Mamaaaa


__ADS_3

Freya melongo melihat Haris tanpa baju enak-enakan memeluk dan mencium pipinya tadi. Pria itu dengan santainya memiringkan tubuhnya dan menopang kepalanya. Bibirnya tersenyum penuh arti dan dengan santainya mengelus pipi Freya.


"Apa yang terjadi semalam?" tanya Freya yang tampak bingung.


"Tidak terjadi apa-apa. Kita cuma tidur kok" jawab Haris tenang.


"Tunggu dulu! Kok kita bisa tidur bersama? Kamu mencuri keuntungan ya?" Freya memincingkan matanya.


POV Haris


Setelah acara ditusuk pinggang, Haris pun menjalankan mobilnya kembali menuju mansion milik Adrian Pratomo. Tidak ada percakapan diantara keduanya dan Haris pun melirik ke arah nona sotong cerewetnya. Lha dia tidur?!


Sesampainya di mansion dan penjaga rumah sudah hapal kedatangannya, Haris pun memarkirkan Rubicon nya. Ini bagaimana ya? Membagongkan, Menggarengkan, Mensemarkan dan Mempetrukkan.


"Pak Haris, kenapa belum masuk?" tanya penjaga rumah yang bingung lihat Haris belum masuk meskipun sudah turun dari mobil.


"Saya mau menggendong nona Freya yang tidurnya nyenyak sekali. Minta tolong dibukakan pintu rumahnya ya pak." Haris pun menggendong tubuh sintal Freya.


"Baik pak Haris." Penjaga itu memencet nomor di passcode pintu rumah dan membukanya, mempersilahkan Haris masuk sembari menggendong Freya.


Cewek sotong ini ternyata tukang tidur seperti kerbau.


Haris bingung mau ditaruh dimana karena dirinya sudah lelah, akhirnya dia membawanya ke kamar tidurnya. Pria itu lalu melepaskan jaket dan sepatu Freya. Duh Tuhanku, itu kenapa dua asetnya menantang begitu ya? Kalau dicolek dikit, bangun tidak ya? Cuma ngecek, asli atau nggak.


Plak!


Haris menampar pipinya sendiri. Elu mau digantung di pohon beringin sama tuan Javier lalu jadi temenan sama penghuni sana? Biarpun sudah mampus dan gentayangan, tetap saja horor lihat sesama rekan penampakan.


"Que Sera Sera dah! Gue dah ngantuk!" Haris melepaskan jaket dan kaosnya, meninggalkan celana panjangnya. Lalu dia masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri. Dilihatnya Freya masih terlelap dan posenya semakin menantang seperti ingin ditiduri... Eh?! Tidur bareng bukan berarti meniduri kan? Itu beda arti kan? Haris mengganti celana kantornya dengan celana training dan kebiasaannya adalah dia tidur tanpa baju.


Haris bermonolog sendiri dan akhirnya Haris bertanduk menang. Pria itu lalu naik ke atas tempat tidur dan memposisikan agak menjauh dari Freya.


Shiiitt! Cewek ini pakai parfum apa sih? Baunya bikin aku pusing. Haris adalah pria dewasa, usia 30 tahun tapi baru kali ini dia dekat dengan seorang wanita karena selama ini dia lebih fokus di karier nya daripada urusan asmara. Apalagi pekerjaannya sebagai akuntan sudah menyita waktunya meskipun kantor New York sudah ada empat akuntan sepertinya tapi tetap saja Haris harus bertanggung jawab dengan semua perhitungannya.


Ditambah saat dia pindah ke kantor pusat Jakarta, dia lebih pusing lagi karena dibawah pimpinan Yudho Cahyono, GM Keuangan yang terkenal teliti bahkan selisih 1 sen pun dia tidak bisa menolerir. Tidak heran orang-orang di divisi keuangan PRC group Jakarta dikenal otaknya seperti komputer.


Haris mulai terlelap ketika sebuah tangan halus memeluknya dan membuatnya seperti sebuah guling. Mendapatkan perlakuan seperti itu, otomatis membuat libidonya naik bahkan tanpa disuruh si adik kecil malah berdiri dengan sendirinya.


Betapa berat cobaanMu , Tuhanku.

__ADS_1


Haris belingsatan tidak berani bergerak tapi Freya seperti menggodanya. Gadis itu semakin menempelkan wajahnya di ceruk leher Haris dan sempat terdengar gumaman yang membuat pria itu panas dingin.


"Nona Freya, maaf kalau besok kita bangun dengan posisi posisi yang kita inginkan." Haris pun membalas pelukan Freya lalu keduanya terlelap.


POV Haris End


Freya menatap Haris dengan tatapan tidak percaya.


"Nona Freya tidak percaya?"


Freya menggeleng dan tangannya sudah terkepal bersiap menghajar pria yang brewoknya bertumbuh.


"Kalau nona Freya masih virgin..."


"Aku masih virgin, cumi!" hardik Freya.


"Kalau masih pasti tidak kerasa apa-apa tapi kalau saya sudah apa-apain nona, pasti di daerah inti nona sakit."


"Kamu tahu dari mana?"


"Dari buku lah non! Novel juga banyak yang bilang dan sejujurnya saya belum pernah memerawani anak orang" kekeh Haris yang membuat Freya melongo.


"Memang akuntan kayak kamu itu sempat baca novel roman?" sindir Freya.


"Lho, saya kan kalau liburan menyempatkan membaca novel."


"Yang jelas kamu lancang tidur main peluk-peluk!"


"Nona duluan yang meluk saya!"


"Nggak mungkin cumi!"


"Dengar ya cewek sotong,. kamu kebiasaan tidur pakai guling kan? Disaat tidak ada guling, kamu mencari obyek yang bisa menjadi guling dan celakanya saya yang disebelah!"


"Kenapa kamu tidak bawa aku ke kamarku? Malah ke kamarmu! Modus ya kamu!" Freya menatap tajam.


"Pertama, aku sudah lelah. Kedua, kamu itu kayaknya kurus tapi ternyata badannya antep juga. Sepertinya keberatan aset depan belakang..."


BUGH!

__ADS_1


Freya tidak tahan mendengar ucapan Haris dan langsung meninju wajah yang sedang menatap dengan mata mengarah ke belahan da**nya.


"Aduh! Ya ampun nona Freya!"


"Bodo!"


Freya pun bangun dan berjalan keluar kamar menuju kamarnya. Nggak sakit dan sabukku masih di tempat yang benar. Gadis itu lalu membanting pintu kamar Haris keras.


Pria itu mengusap wajahnya yang lumayan cenut-cenut.


"Ya ampun kerasnya! Sudah kemarin pinggang, sekarang wajah" kekeh Haris. "Kalau sudah begini, berarti nona Freya tidak bisa berkutik kalau fotonya aku kirim ke tuan Javier."


Haris tahu pasti ayah Freya, Ashley Sky akan menghajarnya habis-habisan tapi demi mendapatkan Freya yang unpredictable, semua jalan harus dia lakukan termasuk cara licik.


Yang penting tugas maha penting tuan Javier berhasil kan? Tinggal membuat gadis sotong itu jatuh cinta.


Haris pun bangun dan membuka pintu samping kamar tidurnya yang langsung tembus ke halaman belakang. Setelah pemanasan, pria itu melakukan yoga.



***


Freya berjalan bolak-balik mirip gasingan dan mengomel dengan semua bahasa yang dia kuasai. Bagaimana bisa aku tidur dengan Haris meskipun harafiah. Bagaimana kalau Opa Javier tahu... Bah! Kakek satu itu malah bahagia langsung auto nodong Haris melamar ke papa. Opa Raymond dan Oma Valora juga bakalan auto setuju kalau Opa Javier say yes!


Freya membuka pintu balkon dan dari lantai kamarnya dia melihat Haris dengan posisi Shirtless melakukan gerakan yoga.


Ya Allah, dibalik wajah penuh angkanya, ternyata tersembunyi bodi yang adorable pengen sentuhable lagi. Eh bukannya semalaman sudah peluk ya? Mamaaa... Freya kudu gimanaaaaa? Nggak kuat liat bodi begituuu!


Freya hanya bisa terpaku melihat tubuh Haris yang selama ini tersembunyi di balik suit kerjanya. Tanpa sadar, air liurnya terbit. Akan kubuat Haris melamar ke papa!


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Maaf neng Freya makin membagongkan tidak jelas auto ngiler lihat bodi begono


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2