
Freya menatap Aji yang memandang Falisha dengan mata penuh kasih dan itu membuatnya ... iri. Sedikit kasar, gadis itu mendudukkan pantatnya di sofa ruang rawat inap Aji.
"Ya Allah, tolong kirimkan aku seorang Johnny Depp sebagai jodoh ku!" teriak Freya yang membuat Falisha dan Nadya menoleh ke arah Freya. Aji yang melihat Falisha terkejut pun menoleh kearah gadis yang sedang duduk sambil manyun. Hearing aid Aji sedang dicharge jadi pria itu tidak memakainya.
Nadya terkikik mendengar ucapan absurd cucu Javier Arata. Sekian puluh tahun bekerja dengan keluarga Arata, Nadya sudah hapal dengan perilaku keluarga gesrek itu apalagi baginya yang hidup sebatang kara, menjadi pengawal Aji dan mendapatkan care dari keluarga Arata terutama Javier - Agatha dan Raymond - Valora, membuat Nadya nyaman bekerja dengan mereka.
Johnny Depp? tanya Aji dengan bahasa isyarat ketika bertanya apa yang diteriakkan Freya.
Dia penggemar berat film Sleepy Hollow yang dibintangi oleh Johnny Depp. Kakakku hobinya berburu hantu.
Aji melongo. Hantu? Macam kuntilanak, Po...aku tidak berani menyebutkan atau suster ngesot?
Falisha cekikikan. "Ya semacam itu."
Astagaaaaa. Aji memegang pelipisnya.
"Sha, kamu bantu aku bercerita soal pengalaman ku di beberapa tempat horor di New York, London, Paris, New Jersey, Roma." Freya nyengir yang membuat Falisha memutar matanya malas.
"Saya bisa baca bahasa bibir, nona Freya" senyum Aji yang membuat Freya melongo.
"Whoaahhh! Padahal aku pakai bahasa Inggris." Freya pun bangkit dari sofa dan mendekati tempat tidur Aji. "Berapa bahasa bibir yang kamu bisa? Maksudku bahasanya."
"Indonesia, Inggris, Jepang, China, sedikit Jerman."
Freya menatap Aji kagum. "Whoah! Hebat! Pantas Falisha termehek-mehek sama kamu!"
"Mbaaakkk!" Wajah Falisha langsung memerah. Kakaknya satu ini memang filter mulutnya jebol.
"Lho aku kan nggak salah Sha" ucap Freya polos. "She's really like you tapi masih malu-malu" bisiknya yang membuat Aji ikut memerah wajahnya. "Oh my! Kalian berdua benar-benar deh! Bikin membuat jiwa jomblowati aku berkobar!"
Nadya terbahak mendengar ucapan Freya. "Nona Freya, saya juga jomblowati lho."
"Kak Nadya, kita memang kalah sama pasangan uwu ini." Freya pun berdiri dan berjalan ke sofa tempat Nadya duduk yang sedang bekerja dengan laptopnya. "Kapan aku mendapatkan Johnny Depp ku" ucapnya dramatis sambil menyenderkan kepalanya di bahu Nadya.
"Lha aku nunggu Andy Garcia, nggak datang-datang jadinya aku melajang lah!" kekeh Nadya.
"Naseeebbb" keluh Freya dramatis.
__ADS_1
Falisha yang berdiri di sebelah tempat tidur Aji hanya memandang dua orang diseberang yang sedang mendrama dengan tatapan sebal. Tiba-tiba dirinya terkejut ketika sebuah tangan menggenggam nya. Gadis itu menoleh dan melihat wajah Aji terlelap tapi tangannya menggenggam tangan Falisha. Perlahan gadis itu duduk di kursi sebelah Aji dan menggenggam tangan pria itu dengan kedua tangannya.
Freya dan Nadya yang melihat adegan itu hanya tersenyum bahagia melihat keduanya saling menyayangi dan Nadya bersyukur doanya dikabulkan melihat Aji bersama dengan Falisha apalagi dia sudah menganggap pria yang didampinginya sejak usia 16 tahun seperti adik dan terkadang anaknya sendiri.
Freya mendengar suara notifikasi ponselnya dan membaca pesan disana lalu menatap Falisha yang masih memandang Aji.
"Sha, disuruh opa ke kantor Opa Neil" panggil Freya.
Falisha menoleh. "Oke." Gadis itu meletakkan tangan Aji pelan. "Kita berangkat sekarang?"
Freya pun bangkit. "Kak Nadya, kita titip Aji ya" ucap Freya.
"Titip Aji ya kak Nadya" pinta Falisha.
"Don't worry." Nadya memberikan kode dengan jempolnya.
Kedua gadis cantik itu pun keluar dari kamar rawat inap Aji dan meminta agar pengawal duduk di dalam kamar agar tidak membuat pasien lain tidak nyaman.
***
Neil Blair, James Blair dan Travis Blair tersenyum melihat kedatangan duo F yang cantik-cantik. Travis malah heboh meminta Freya mencari hantu di kantornya yang tentu saja membuat Opanya melotot.
Travis dan Freya hanya saling nyengir. Haris yang melihat interaksi kedua saudara sepupu itu hanya bisa terdiam. Beneran nona Freya hobinya cari hantu.
"Aku tuh heran. Mom itu penakut lho sama hantu tapi kok Cicitnya malah hobinya ke tempat aneh-aneh tuh" gumam Javier mengingat sang mommy Vivienne yang paling takut soal hantu.
"Berarti patut diragukan keturunannya, Oom Javi" kekeh James.
"Kalau bar-bar, kamu tidak perlu meragukannya, James" balas Javier.
"Opa? Aku disuruh ngapain ke Jakarta ini? Kalau tidak ada kerjaan, aku mau ke Salem lagi saja." Freya dengan cueknya duduk di sebelah Haris yang masih melongo melihat keabsurdan nonanya.
"Nih, opa kasih laptop canggih dan kamu harus bisa menghack bengkel Toyota tempat mobil Aji diservis" ucap Javier sambil memberikan laptop terbaru. "Ini alamat bengkelnya."
"Aku bisa masuk ke dalam asal aku berada di sana karena setahuku, Toyota memakai IP address bercabang dan untuk mempersingkat waktu, aku harus masuk ke main computer di bengkel itu." Freya mulai mengutak-atik kode IP bengkel Toyota itu.
"Haris, kamu temani Freya dan Travis ke bengkel Toyota itu dengan membawa Camry miliknya. Siapa sih yang bakalan menolak Travis Blair?" perintah Javier.
***
__ADS_1
"Maaf tuan Blair tapi kami tidak bisa mengijinkan anda untuk membuka rekaman CCTV kami" ucap sang manajer.
"Meskipun saya nanti menuntut bengkel anda ceroboh dan membuat seseorang hampir meninggal?" Travis menatap tajam ke arah manajer itu.
"Me ... meninggal? Siapa tuan? Apakah beliau klien kami?"
Travis menunjukkan foto Aji dan manager itu mengenalinya. "Tuan Sangaji? Tapi ... bagaimana?"
"Saya hanya ingin melihat rekaman CCTV pada hari itu saja, dimana Aji menserviskan Toyota 86 nya disini." Travis masih menatap manajer itu.
Sang manager melihat Haris dan Freya yang memasang wajah datar. Bisa-bisa aku digantung sama big boss tapi kalau ancaman tuan Blair kejadian, bisa ramai nanti.
"Baiklah tuan Blair. Hanya hari dimana tuan Sangaji menserviskan Toyota 86 nya."
"Deal."
Freya segera mengambil laptopnya dan memasangkan kabel datanya langsung di HPC milik bengkel Toyota itu dan mencari datanya. Gadis itu dengan cueknya duduk di lantai dan jari jemarinya dengan terampil memilah-milah data. Tidak sampai lima menit, dia menemukan rekaman CCTV.
"Pak, apakah ini salah satu mekanik bapak? Sebab saya mencari data dari file kepegawaian yang saya hack, tidak ada pria ini. Bahkan di program face recognition, dia tidak terdaftar di semua pegawai Toyota di Jakarta." Freya menatap si manajer dengan tatapan serius.
"Hah?" Gila, nona dari Klan Pratomo memang menyeramkan. "Seperti nya itu bukan pegawai kami, nona Sky."
Freya tersenyum smirk. "I found the ghost."
"Apakah kamu bisa tahu siapa dia, Ya?" tanya Travis sedangkan Haris hanya bisa kagum dengan nona cantik yang kemampuannya bukan kaleng-kaleng.
"Ohya. Jaman semakin canggih tapi penjahat semakin bodoh dan ceroboh!" Freya bekerja dengan cepat. "Namanya adalah Imran, sopir dari Julia Lau?" Freya menatap bingung ke kakaknya.
Giliran Travis yang tersenyum licik. "Gotcha!"
***
Yuhuuu Up Siang Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1