Duda Milik Davina

Duda Milik Davina
Second Wedding


__ADS_3

Davina dan Kareem menatap Javier dan Agatha di unit apartemen Javier. Keduanya mengungkapkan bahwa mereka lebih suka pernikahan yang private dan tidak banyak orang.


"Kenapa nggak disini saja?" usul Agatha.


"Hah?" Javier mendelik.


"Mumpung semua pada kumpul disini dan pada liburan juga, lebih baik sekalian kan? Kalau hanya ijab kan tidak masalah, baru nanti surat resminya diurus di Indonesia. Kareem kan juga harus mengurus berkas-berkasnya juga kan di Jakarta." Agatha menatap putri dan calon menantunya. "Sah secara agama dulu baru negara itu kan tidak dilarang meskipun di keluarga kita tidak ada cara seperti ini tapi mengingat Davina kurang nyaman jika banyak orang dan bisa kena panic attack, aku rasa tidak masalah."


Davina dan Kareem saling memandang. Nikah siri?


"Agatha, apa kamu lupa? Kareem dan Davina warga negaranya bukan warga negara Indonesia. Kareem warga negara Turki, sedangkan Davina adalah warga negara Inggris. Kita bisa membuat pesta pernikahan disini sekalian karena berkas lengkap, sehari pun jadi."


Catatan


Pihak WN Asing lain


Surat Keterangan Belum Menikah dari negara asal atau Kedutaan Negara tersebut di Jepang. Bagi yang sudah Pernah Menikah, diperlukan juga Surat Keterangan Perceraian dari negara asal atau Kedutaan Negara tersebut di Jepang.


Surat Ijin dari Orangtua / keluarga klik untuk contoh​ * Bagi yang pernah memiliki riwayat menikah, Surat Ijin Orang Tua tidak diperlukan. 


Foto copy Akte Kelahiran


Foto copy paspor


Foto copy Kartu Keluarga


Foto copy Resident Card Jepang yang masih berlaku.


Pas foto 1 lembar (3x4cm) berwarna (background:putih)


Catatan: Harap dokumen diterjemahkan ke Bahasa Inggris/Jepang, apabila dokumen persyaratan masih tercetak dalam bahasa asing lain.


Proses: Selesai pada hari yang sama apabila dokumen lengkap & memenuhi syarat.


Biaya : 0 yen


Sumber Kemenlu.go.id


Kareem dan Davina sumringah bisa melaksanakan disini dimana hanya dengan keluarga besar. Kareem segera menelpon asistennya untuk menyiapkan berkas yang dibutuhkan dan segera dibawa ke Tokyo, begitu juga Davina yang meminta Tammy mengurus semuanya. Asisten nya langsung berteriak senang bisa ke Tokyo.


Javier, Joshua dan Masayuki membantu untuk proses pengajuan ke kantor catatan sipil Tokyo. Bu Sari yang awalnya terkejut dengan acara mendadak keduanya, akhirnya bisa memaklumi.


"Yang penting sah secara hukum negara dan agama, Kareem. Ibu tidak suka nikah agama dulu baru negara karena kalian akan lupa mengurus semua birokrasinya."

__ADS_1


Keluarga besar pun menyambut baik rencana pernikahan mendadak Davina dan Kareem karena selain tepat momennya saat keluarga besar kumpul meskipun tidak lengkap tapi juga sesuai dengan keinginan Davina, hanya ingin menikah dikelilingi oleh keluarga besarnya saja.


***


Sari Hassan dan Kareem sekarang berada di sofa unit apartemen yang dipakai mereka selama di Tokyo. Keduanya sedang membahas mas kawin dan seserahan yang hendak diberikan kepada Davina apalagi acara mendadak seperti ini membuat Sari pusing.


"Kita beli online saja Bu. Bagaimana?" Kareem memperlihatkan baju, parfum, sepatu, tas dan make up branded melalui layar MacBook nya.


"Kalau seserahannya nggak masalah Kareem, mas kawin dan cincinnya bagaimana?"


"Besok aku ditemani Nathan akan mencari cincinnya karena aku tidak fasih bahasa Jepang, Nathan bersedia menemani."


"Ya sudah. Kalau seserahannya kita pesan online saja dan minta sudah dibungkus cantik."


Kareem pun mengangguk dan bersama Sari mulai memilih-milih barang untuk seserahan.


***


Josephine, Marissa, Sekar, Danisha, Arum, Kaia dan Keia mengerubungi Davina. Para wanita cantik itu penasaran kenapa tiba-tiba sepupu bontotnya tiba-tiba mengajukan ijin untuk menikah di Tokyo, tiga hari usai pernikahan Fuji dan Seira.


"Kamu kenapa Vina? Kok tiba-tiba?" tanya Josephine yang paling tua dari semua wanita disitu meskipun hanya lima menit dari Marissa, saudara kembarnya.


"Vina sama mas Kareem..."


"Dih, emang kamu yang panggil suami pakai nama" sindir Marissa yang memanggil suaminya Marco dengan panggilan 'Abang' begitu juga Josephine ke Mario suaminya.


"Soalnya Rhett nggak enak dipanggil pakai embel-embel di depannya. Yang penting kan tetap sayang dan cinta" kekeh Kaia.


"Back to topic. Kenapa kamu mau menikah mendadak begini?" tanya Marissa.


"Kami kan memang berencana menikah bulan depan tapi mengingat banyaknya tamu undangan nanti, aku nggak sanggup mbak. Tahu sendiri kan aku punya kelemahan..." Davina menatap sendu ke para saudaranya.


"Kalau panic attack mu kumat, memang berabe nanti dan mbak rasa keputusan mu tepat sih mending disini yang para keluarga masih pada berkumpul semua meskipun minus Yanti dan Thara tapi yang penting, kenyamanan kamu Vin" ucap Marissa.


Davina memang tidak sekuat omanya Vivienne atau mamanya Agatha karena dia memiliki kepribadian introvert yang lebih suka menyimpan semuanya sendiri.


"Kamu harus pakai baju yang bagus Vin. Nanti kita cari butik yang cocok ya!" ajak Kaia.


"Iya! Kan Kareem pergi sama Nathan cari cincin, kita hunting baju pengantin. Gimana?" Sekar langsung antusias.


"Terserah kalian saja" senyum Davina.


***

__ADS_1


Kareem dan Nathan tiba di sebuah toko perhiasan langganan para keluarga Al Jordan dan Nathan pun langsung menemui manajernya yang mengenalinya sebagai sepupu Josephine karena pernah menemani kakak sepupunya itu membetulkan kalungnya.


"Nathan-san. Apa kabar?" sapa sang manajer Suki Tanaka.


"Suki-san. Kabar baik. Perkenalkan, ini Kareem Hassan, calon ipar aku sedang mencari cincin kawin."


Suki Tanaka adalah seorang wanita berusia empat puluh tahun yang juga sahabat baik Miki Al Jordan Akandra.


"Kareem-san, mau cari yang model seperti apa?" tanya Suki sembari berjalan menuju konter dan ke lemari besi. Wanita Jepang itu membukanya dan mengeluarkan sederet cincin nikah yang cantik-cantik.



"Davina suka yang simpel dan cantik" ucap Kareem. Pria Turki itu kemudian memilih sebuah cincin simpel dan bermata berlian.


"Cantik tuh, Kareem" komentar Nathan. "Cocok buat Davina."


"Aku rasa juga begitu" senyum Kareem.


"Are sure akan menikahi adikku?" tanya Nathan.


"Positive!"


"Sayangi dan cintai dia, Kareem. She's our little sister meskipun asetnya nggak little sih" kekeh Nathan yang membuat Kareem mendelik.


"Oh come on Kareem, masa kamu nggak sentuh dia sama sekali?" kerling Nathan. "Apalagi kalian sering mencuri-curi ciuman."


"Brengsek kau Nate" umpat Kareem dengan wajah memerah. Nathan terbahak.


"Gentlemen, bagaimana? Jadi ambil yang ini?" tanya Suki.


"Buat kekasih saya ini, sedangkan saya yang sederhana saja." Kareem mengambil sebuah cincin kawin emas sederhana.


Nathan tersenyum. "Tidak heran Davina lebih memilih kamu karena kamu orangnya simpel."


"I am." Kareem tersenyum.


***


Yuhuuu Up Pagi Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2