
Pagi ini Aji dan Nadya datang kembali ke ruangan Javier Arata di gedung PRC group pusat. Keduanya tidak tahu apa yang akan dibicarakan oleh pria paruh baya yang masih tajam pikirannya.
Sesampainya di depan ruangan kerja Javier, sang sekretaris membukakan pintunya karena sesuai perintah Javier, begitu keduanya datang.
Pria itu melihat calon cucu menantunya dan asisten datang dan tersenyum.
"Duduk kalian berdua." Aji dan Nadya duduk di depan meja kerja Javier.
"Ada apa tuan Javier mengundang kami?" tanya Nadya yang melihat Bossnya tampak segar dan tidak terlihat sakit meskipun mata abu-abu Javier tidak bisa menyembunyikan sesuatu. Nadya mungkin orang kedua yang bisa membaca pikiran Javier selain Agatha tentu saja.
"Proses jual beli pabrik milik keluarga angkatmu sudah selesai Minggu lalu." Aji terkejut. "Minggu ini kalian menikah dan sebelumnya aku ingin memberitahukan nominal pembelian pabrik mu di Guandong." Javier menyebutkan nominalnya dan membuat Aji dan Nadya melongo. "So, setelah dikurangi jumlah hutang dari Lau ke PRC group dan membayar semua hutang kedua orangtuamu, masih ada sisa..."
Aji tiba-tiba merasa pusing. Jumlahnya itu masih banyak tuan Javier.
"Panggil saya Opa, Ji. Bukankah kamu sekarang tunangan Falisha?" kekeh Javier.
Baik Opa tapi jumlah itu masih termasuk banyak meskipun sudah dikurangi semua hutang kedua orangtua angkat saya.
"Oleh karena itu, aku ingin membicarakan padamu. Akan diapakan dana itu?" Javier menatap Aji.
Opa, bagaimana dana itu dibuat yayasan pendidikan anak-anak penyandang disabilitas? Fa punya sekolahnya dan setahu saya PRC group, AJ Corp dan MB Enterprise juga memiliki program beasiswa pendidikan buat para anak-anak pegawainya.
"Betul dan itu yang membangun adalah Oma saya, Rani Pratomo tapi yang disabilitas kami belum membuatnya." Javier mulai bisa membaca kemana maksud Aji.
Bagaimana dana itu dimasukkan ke yayasan pendidikan PRC group termasuk anak-anak disabilitas dan juga membantu pengembangan sekolah milik Fa yang tidak hanya tuna rungu tapi tuna lainnya.
"Kamu tidak membutuhkan uang ini Ji?" tanya Javier sambil menyelidiki mata hitam Aji.
Meskipun uang saya tidak sebanyak anda tapi saya masih sanggup membelikan Fa seribu tas Hermès.
Javier terbahak. "Falisha tidak membutuhkan tas sebanyak itu!"
Kan sebagai perumpamaan, Opa. Senyum Aji.
"Oke, kalau itu maumu toh bagaimana pun kamu masih tercatat secara hukum negara bahwa kamu adalah anak resmi Lau Kar Wei jadi itu adalah uangmu."
Opa, apakah bisa disisakan untuk papa Lau?
"Aji, ayah angkatmu dihukum 20 tahun lho."
Saya tahu Opa tapi bagaimana pun kalau dia berkelakuan baik, akan ada remisi hukuman dan saya ingin papa dan mama mendapatkan tabungannya. Meskipun mereka sempat khilaf, tapi tanpa mereka saya tidak bisa seperti ini.
Javier menatap Aji dengan tatapan menghargai. Tidak salah aku memilih kamu menjadi pasangan Falisha. Kalian sama-sama bukan tipe gila harta.
"Baiklah kalau begitu. Soal legalisasi, biar nanti diurus oleh James Blair dan Travis. Nadya, kamu nanti bantu ya Aji" ucap Javier.
"Baik tuan."
"Ohya Ji, orangtua kandungmu kapan datang?"
Menurut rencana dua hari sebelum hari H.
__ADS_1
"Ohya apa kalian sudah merencanakan hendak bulan madu kemana? Asal kamu tahu, Hoshi datang berarti kekacauan melanda dan aku tidak mau cucunya Eiji itu mengganggu acara kalian!" sungut Javier.
Nadya tersenyum simpul melihat wajah bossnya langsung tekuk Sepuluh menyebutkan nama cucu keponakannya.
Saya dan Fa lebih memilih setelah acara langsung ke rumah saya Opa. Saya ingin mengajak Fa menikmati rumah kami berdua.
"Kamu nggak ingin menghabiskan malam pertama di hotel?" Javier menatap pria oriental itu tidak percaya.
Keluarga besar anda masih ada disana Opa. Pasti anda bisa membayangkan apa yang akan terjadi bukan? Aji menyeringai licik.
Javier terbahak. "Keluarga ku memang kacau! Opa akan mendukung kamu! Setelah acara, nanti sudah ada mobil yang disiapkan untuk kamu menjadi runaway bride." Pria itu lalu memegang pelipisnya. "Tidak Oma Yuna, tidak Rain, Ghani, Rajendra, Abi, Marco, Mario ... sekarang kamu ... Semua tukang kabur saat pesta pernikahan."
Aji hanya tersenyum. Saya yakin Haris pun akan berpikiran yang sama.
"Oh my! What have I done?" kekeh Javier.
Aji hanya tersenyum manis.
***
Setelah status nya berubah dari jomblowan lalu pelaku meniduri Freya Sky dan sekarang menjadi tunangannya nona pemburu hantu itu, membuat Haris merasa tidak nyaman melihat tatapan para rekan kerjanya yang berada di satu ruangan dengannya.
"Ris, sebenarnya kamu tuh tujuannya apa meniduri nona Freya?" tanya salah seorang rekannya.
"Atau jangan-jangan kamu sengaja biar diangkat menantu nyonya Kristal Sky dan menjadi bagian keluarga Pratomo?"
"Kamu itu kaku tapi kok nona Freya bisa mau sama kamu ya?"
Haris mengacuhkan semua kekepoan dan kejulidan netizen divisi keuangan bahkan bossnya sendiri Yudho Cahyono juga auto penasaran.
Bagaimana menolak permintaan tuan Javier? Lagipula, bagaimana bisa menghilangkan rasa memeluk tubuh padat ginuk-ginuk begitu yang bikin selalu ingin memeluk. Bodi pelukable dan bibir cipokable plus sifat absurd nona Sotong itu membuat aku jatuh cinta beneran.
"Haris! Haris! HAARRIISS!" Haris terkejut ketika sosok yang pelukable dan cipokable muncul di hadapannya dengan wajah manyun. Dosa sama bikin skandal nggak ya disini kalau aku cium bibirnya.
"Ada apa nona Freya?" tanya Haris sok tenang berusaha menghilangkan rasa gugupnya.
"Ayo ke tempat Opa! Sekarang!" perintah Freya yang langsung membalikkan tubuhnya dan berjalan lebar-lebar meninggalkan ruangan divisi keuangan.
Haris pun bergegas menyusul tunangannya.
"Alamat Haris jadi suami takut istri nanti" gumam rekannya.
"Secara lebih dominan nona Freya dibandingkan Haris."
"Kasihaaaann!" suara tawa terdengar di ruang kerja Haris.
***
Javier menatap Freya dan Haris dengan tatapan serius. "So, kalian sudah memutuskan kemana nanti bulan madu?"
__ADS_1
"Salem."
"Apartemen saya."
Freya dan Haris saling memandang satu sama lain.
"Salem? Kamu mau cari hantu?" protes Haris sambil melotot.
"Apartemen milikmu? Gak seru Haris!" balas Freya.
"Ya sudah kalau kamu bakalan melewatkan tubuh pelukable ini. Apartemen ku atau tidak sama sekali!" putus Haris.
Freya merengut. "Duuuhhh! Kamu menyebalkan!"
"Memang!"
"Aku galau!"
"Take it or leave it young lady."
"Aaaarrggghhhh! Haris njelehiiii !" teriak Freya sebal.
"Baru tau?"
"Tapi pelukable!"
"Sadar Bu?"
"Plus cipokable" gumam Freya tanpa sadar menatap bibir yang selalu membuatnya melayang.
"So? Keputusannya apa nona Sotong?"
"Shut up Cumiiii !"
Javier tertawa terbahak-bahak melihat keduanya heboh sendiri. "Jadi bagaimana kalian?"
"Apartemen Haris!"
"Apartemen saya!"
Javier tersenyum simpul. "Ternyata kalian sama saja sama Aji dan Falisha."
"Hah?"
***
Yuhuuu Up Siang Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️