
Pagi ini Aji dan Falisha mengantarkan Javier dan Agatha pergi ke New York untuk melakukan perawatan penyakit limfoma yang diderita Opanya. Seharusnya Javier berangkat pada hari Senin tapi dia harus melakukan serah terima resmi dari dirinya ke Davina sebagai CEO PRC group pusat Jakarta karena sebelumnya jabatan Javier masih diatas jabatan putrinya dan sekarang pria paruh baya itu memutuskan pensiun dan mengadakan rapat pemegang saham mendadak untuk meresmikan jabatan Davina.
Para pemegang saham pun mendukung keputusan Javier untuk menyerahkan kepada Davina karena selama ini memang ibu satu anak itu yang mengelola perusahaan sementara Javier lebih banyak keliling dunia memeriksa semuanya. Akibatnya Javier memutuskan untuk memundurkan jadwal berangkat ke New York pada hari Kamis dan kebetulan juga dokter onkologinya baru tiba dari seminar di Jerman hari Rabu.
Davina dan Kareem juga tampak mengantarkan kedua orangtuanya. Ibu Sari Hassan tidak ikut dan hanya mengirimkan salam dan doa buat besannya agar tiba dengan selamat di New York.
Haris yang ijin sehari dari kantor pun datang mengantarkan big Bossnya yang sudah memberikan hadiah yang tidak ternilai, seorang istri yang sering absurd tapi benar-benar berkah di atas ranjang. Dua anak manusia yang sering heboh di publik, ternyata juga sama saja heboh di ranjang.
Benar-benar paket lengkap! - batin Haris. Bahkan tak jarang Freya yang memimpin permainan. Istrinya membuktikan bahwa cuma dirinya yang mendapat S.P.C darinya ( Sentuhable, Pelukable, Cipokable ) yang membuat Freya berpaling dari hobinya berburu hantu.
"Opa Javier, Opa belum kasih hadiah buat Freya karena bisa menemukan pelaku kejahatan yang mengincar Aji" protes Freya sambil menunjuk ke suami Falisha itu.
"Lha tuh, kadonya" cengir Javier sambil mengedikkan dagunya ke arah Haris yang masih asyik mengobrol dengan Davina sambil membuka ipadnya.
"HAAAAHHHH?" seru Freya membuat semua orang menoleh ke gadis bertubuh sintal itu.
"Kado paling bagus kan Fre?" kekeh Javier durjana.
"Katanya mau kasih aku Ferrari limited edition. Kenapa jadi Haris sih?" cebik Freya manyun.
"Lha apa Harisnya Opa tarik ke New York? Secara kan dia limited edition" goda Javier.
"JANGAN! Merana aku tuh!" Freya lalu berbisik ke Opanya. "Bodinya adorable Opa. Mana mungkin lah aku lepas!"
Javier terbahak. Cucunya satu ini memang ajaib dengan otak absurdnya sering membuat orang lain geli.
"Enak Fre?"
"Buanget!" seru Freya bersemangat. "Tahu gitu nyicil dulu ya kemarin... Sayang kepergok mama dan papa. Aduh!" Javier menoyor dahi Freya seperti dulu dia menoyor dahi Valora.
"Memang ya! Dasar kamu cucunya Valora! Otaknya sama saja sama Omamu!" sungut Javier mengingat dulu Valora dan Raymond sama saja kacaunya.
"Tidak perlu tes DNA kan?" seringai wanita cantik itu.
"Kamu jangan sering ngelayap. Kan sudah resmi kamu pindah dari PRC New York ke Jakarta. Biarpun jabatan kamu sedikit lebih tinggi dari Haris karena kamu juga pemegang saham, jangan semena-mena sama suami" nasehat Javier.
"Aku semena-mena di ranjang saja kok Opa" jawab Freya unfiltered membuat Javier melongo.
"Tobat deh Opa punya cucu macam kau!"
"Cantik, semok dan menggemaskan kan Opa" seringainya.
"Mbuh lah! Opa sudah lepas tangan soalnya kamu tuh sudah jadi tanggung jawab Haris!"
***
Agatha masih memeluk Falisha yang menjadi manja dengan Omanya.
__ADS_1
"Bahagia Fa?" tanya Agatha.
"Alhamdulillah Oma." Falisha tersenyum ke Oma cantik itu.
"Aji, tolong jaga cucuku ya" pinta Agatha ke Aji yang hanya berdiri menatap sayang ke istrinya. Pria itu membiarkan Falisha berinteraksi dengan Omanya.
"Iya Oma Agatha" jawab Aji.
"Jangan dinakali" ucap Agatha.
Dinakali cuma diatas ranjang, nggak papa kan? - batin Aji.
"Gak usah mikir aneh-aneh deh!" Agatha mendelik ke arah cucu menantunya.
Aji tersipu malu sedangkan Falisha tertawa kecil.
"Semoga enam bulan ke depan, Opa dan Oma mendapatkan kabar baik dari kalian berdua. Tidak ada rencana menunda anak kan Fa?" tanya Agatha ke cucunya.
"Nggak Oma. Aku sama mas Aji sedikasihnya saja."
Agatha memeluk cucunya dengan hangat. "Doakan Opa dan Oma kuat ya besok pas treatment. Opa kuat kemoterapi, Oma kuat menghadapi dari Opa Eiji yang pasti punya cara tersendiri membuat Opamu darting" keluh Agatha. Meskipun mereka semua tahu bagaimana Eiji membuat suasana semarak, tapi sering di luar nalar kreatifnya. Dasar seniman.
"Kalau Opa Eiji mulai berbuat ulah, tinggal lapor saja ke Oma Ayame. Paling Opa Eiji memasang wajah memelas 'Diajeng Aya-aya, janganlah galak-galak sama kakangmas' dan sudah pasti Oma Aya cemberut" kekeh Falisha yang hapal dengan sikap gesrek Opanya itu.
Aji terbahak mendengar ucapan istrinya.
Diajeng Aya-aya? tanya Aji.
"Kalian berdua tidak meniru Freya dan Haris ya" senyum Agatha.
"Kenapa Oma?"
"Panggilan sayang mereka lebih parah dari Opa Eiji" kekeh Agatha.
"Cumi dan Sotong?" tebak Falisha.
"Iya. Kamu tahu, Oom Ashley dan Tante Kristal sampai pusing kalau dengar mereka ribut receh."
"Freya kan mirip Oma Buyut Vivienne" senyum Falisha.
Ketiganya melihat Javier menerima telepon dan menganggukkan kepalanya.
"Agatha, pilot sudah siap" ucap Javier.
Keenam orang anggota keluarga Arata itu memberikan senyuman kepada Opa dan Oma yang hendak berangkat ke New York.
"Papa sehat ya. Kuat dan kalahkan penyakit itu. Hell week saja bisa lolos berkali-kali, masa kalah sama limfoma?" ucap Davina sambil meneteskan air mata memeluk papanya.
__ADS_1
"Vina, papa akan melawan penyakit ini tanpa menyerah tapi papa akan lebih sebal kalau sepupu durjana datang membuat papa darting" ucap Javier manyun.
Davina tertawa dalam tangisnya. "Pa, Oom Eiji maksudnya baik lho meskipun dengan caranya sendiri" kekeh Davina mengingat papanya dan Eiji jarang akur dalam arti gesrek. Eiji memandang sesuatu itu dengan ceria dan fun sedangkan Javier lebih straight the rules.
"Iyaaa memang salah satu mood booster papa" senyum Javier yang kemudian melepaskan pelukannya dan memeluk menantunya Kareem Hassan.
"Terimakasih Kareem, menjadi suami dan ayah terbaik buat putri dan cucu papa" Javier bukan orang yang gampang melow tapi kali ini dia memeluk erat menantunya karena dia bersyukur putrinya mendapatkan pria yang baik meskipun berstatus duda sebelum menikah dengan Davina.
"Terimakasih papa memberikan putri papa yang membuat saya tergila-gila meskipun kami sudah hampir 25 tahun menikah. Bahkan hingga detik ini, Davina selalu membuat saya semakin jatuh cinta setiap saat" ucap Kareem.
"Papa ayem sudah. Tolong bantu Vina soal pekerjaan kalau dia ada kesulitan."
"Pasti pa."
Javier memeluk cucunya Falisha, Aji, Freya dan Haris. Pria itu tampak rapuh jika berhubungan dengan putrinya dan para cucu perempuannya.
"Sehat-sehat Opa. Nanti kami akan ke New York saat lebaran. Kita berkumpul disana" senyum Falisha.
"Semoga saat itu Opa sudah mendapatkan kabar bahagia" Javier mencium pucuk kepala dua cucunya yang memiliki sifat berbeda tapi sama-sama dicintainya.
"Lebaran masih tiga bulan lagi Opa." Freya mengangkat wajahnya ke Javier yang memang tinggi dibandingkan dirinya yang hanya 165 cm.
"Lha nggak lama kan? Waktu itu berjalan cepat, Frey."
Freya mengangguk.
Setelahnya Agatha memeluk semua anggota keluarganya lalu kedua Opa dan Oma yang selalu bergandengan melambaikan tangan ke putri, menantu, cucu perempuannya dan cucu menantunya.
Wajah Javier tampak bahagia melihat bagaimana semua anggota keluarganya sudah mendapatkan pasangannya masing-masing, dan semuanya berbahagia satu sama lain.
Kedua suami istri yang menikah hingga fase gold wedding itu kemudian berjalan menuju pesawat pribadi keluarga Arata yang akan membawa mereka ke New York.
Setelah pesawat itu tinggal landas, ketiga pasangan suami istri itu pun meninggalkan bandara Soekarno-Hatta menuju perusahaan masing-masing.
*** END ***
Bersambung di Hoshi, My Tiger setelah lebaran.
Yuhuuu Alhamdulillah sudah selesai Duda Untuk Davina. Seperti biasa gak mau panjang-panjang chapternya. Terima kasih buat para readersku yang mengikuti cerita keluarga besar Pratomo yang penuh warna, hepi, sedih, gesrek, absurd, membagongkan dan menegangkan.
Habis ini sudah Eike siapkan cerita yang lain yang Insyaallah launching Senin sore. Semoga suka yaaaa. Oh, ada pengumuman. Besok saat novel launching, Eike mau memberikan hadiah buat kado lebaran.
Tiga top star di cerita baru Eike akan mendapatkan pulsa @50k yang akan Eike kasih pas lebaran hari pertama. Jadi masih ada waktu sampai tanggal 2 Mei 2022 buat masuk tiga besar.
Besok di novel baru, akan Eike jabarkan lebih lanjut atau bisa DM ke Ig aku di hana_reeves_nt or wa ke 088215632592
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️