Duda Milik Davina

Duda Milik Davina
Bonchap - Runaway Brides


__ADS_3

Falisha dan Aji akhirnya bisa kabur dari ballroom pernikahan mereka bersamaan dengan Freya dan Haris. Keempat pengantin itu saling nyengir dan masuk ke dalam dua Range Rover yabg yang sudah disiapkan oleh Javier.


Dua mobil mewah itu langsung keluar dari hotel dan disaat sampai jalan raya, masing-masing memilih jalan berlawanan.


Freya dan Haris menuju arah timur sedangkan Falisha dan Aji menuju arah barat. Keempatnya tidak perduli para keluarga kelimpungan mencari mereka karena keempatnya sudah mematikan ponsel masing-masing.


***


Kareem, Davina, Ashley dan Kristal menatap tajam. ke arah Javier Arata yang dengan santainya menyantap Greek Salad. Para generasi ketiga hanya bisa tertawa mengingat saat Ghani dan Alexandra kabur dari acara pernikahan mereka setelah 'Diungsikan' oleh Yuna Blair dan membuat Abimanyu Giandra mencak-mencak.


Kali ini kejadian kembali yang membuat para Oma dan Opa membiarkan drama keluarga berlanjut.


"Papa!" seru Davina. "Mereka pada kemana?"


"Pada mau pelukable dan cipokable" sahut Javier cuek.


"Astaghfirullah! Oom Javier, please deh!" Ashley memegang pelipisnya.


"Sudahlah. Wong mereka sudah halal juga" ucap Javier dengan wajah polos. "Kayak kalian tidak pernah merasakan malam pertama."


Semua opa, Oma, Daddy dan mommy disana terbahak kecuali dua pasangan orang tua Freya dan Falisha.


"Eiji, lu nggak pengen gangguin cucumu?" goda Elang mengingat dulu dirinya diusilin Eiji.


"No, itu urusan Hoshi ... Lho? Putuku kemana?" Eiji celingukan mencari cucunya.


"Hoshi pulang sama Rina Kareem" sahut Abi O'Grady.


"Haaaahhhh? Ngapain pulang sama Rina? Dia belum usilin duo F lho!" seru Eiji.


"Pa, sudahlah. Biarin saja duo F unboxing" sahut Levi.


"Ish, nggak seru!" cebik Eiji.


"Dasar nggak ingat umur" omel Duncan.


***


Freya memindai apartemen milik Haris yang benar-benar lakik banget. Tempat tidur menjadi satu dengan ruang tengah sehingga bisa menonton tv dari tempat tidur.


"Beneran simpel, minimalis dan praktis" komentar Freya sambil meletakkan koper Louis Vuitton miliknya. Haris sendiri lebih memilih membawa duffle bag Under Armour.


"Kenapa? Kecewa?" tanya Haris sambil melepaskan jas serta kemejanya dibuka semua kancingnya dan membuat Freya harus menelan salivanya susah payah melihat roti sobek yang adorable dan sentuhable.


"Aku ... mandi dulu" ucap Freya mengalihkan pandangannya. "Kamar mandinya sebelah mana?"


Haris membuka sebuah pintu dan disana terdapat kamar mandi minimalis hanya ada shower dan kloset dengan nuansa monochrome. .


__ADS_1


Benar-benar khas cowok! Freya pun segera mandi setelah melepaskan gaun pengantinnya yang memang dia pilih model simpel.


Setelah membersihkan diri, Freya keluar dari kamar mandi dan terkejut melihat Haris sudah posisi Shirtless sambil tiduran.


"Cumi, mandi!" ucapnya.


"Dih, sotong sabar kenapa? Masih sumuk ini" balas Haris yang terkejut melihat dandanan istrinya yang hanya mengenakan tank top, celana pendek dan kimono pendek. Duh! Sotong satu ini tahu nggak sih kalau tidak perlu pakai lingerie saja sudah damage begini.


"Mandi lah! Aku tinggal tidur lho!" Freya langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur dan baru kerasa tubuhnya lelah.


"Oke deh aku mandi." Haris pun bangkit dan masuk ke kamar mandi. Setelah mandi dan hanya dengan handuk di pinggangnya, Haris keluar kamar mandi dan melihat Freya memakai selimut hingga ke lehernya.


"Kamu kedinginan, sotong?" tanya Haris sambil menarik selimut yang dipegang Freya dan dirinya melongo melihat istrinya sudah polos. Dada berukuran 36B yang selalu dibayangkan, kini terpampang jelas disana dan tampak membusung minta untuk disentuh.


"Freya..." bisik Haris parau.


"Suka?" goda Freya meskipun dalam hatinya dia merutuki dirinya bagaimana bisa dia seberani ini padahal ini pertama kalinya dia nu*de di depan pria dan pria itu adalah suaminya.


"Kamu benar-benar ya" Haris mulai mendekati wajah Freya. "Yakin, darling?"


"I'm yours, baby" de*sah Freya sambil menangkup wajah Haris.


***


Falisha menatap kamar Aji dengan perasaan terkejut. Ternyata di dalamnya ada beberapa foto dirinya yang diambil dari akun Instagram nya.


Rasanya aku tidak pernah menerima permintaan follower dari kamu deh mas.


Falisha melongo. Benar-benar deh!


Aji mendekati Falisha. "Kamu mau mandi?"


Falisha mengangguk dan jangan ditanya bagaimana jantungnya berdegup kencang ketika suaminya mendekati dirinya. Suami. Rasanya seperti mimpi akhirnya dia menikah dengan Sangaji.


"Kamar mandinya sebelah sini" Aji membuka pintu bewarna putih dan Falisha masuk ke dalamnya. Setelah setengah jam membersihkan diri, Falisha keluar dengan dengan kaus putih dan melihat Aji sudah mandi dan mengenakan kaos hitam tanpa lengan. Dan tanpa basa basi, Aji langsung mendekati Falisha hingga menempel pada lemari.



"Hai" sapanya yang membuat Falisha terkejut.


"Hai" Falisha tersenyum pada suaminya.


"Sekarang enaknya kita ngapain?" goda Aji.


"Masak?" Falisha mengerjap-ngerjapkan matanya untuk mengurangi kegugupannya.


Aji terbahak. "Ngadon, Fa. Ngadon." .


Falisha melongo. "Dapat istilah dari mana itu?"

__ADS_1


"Bima dan Mas Abi" seringai Aji dengan wajah usil. Falisha memegang pelipisnya.


"Jangan tanya sama mas Bima dan mas Abi apalagi Hoshi. Kacau semua!"


"So, kita mulai mengadon?" Goda Aji.


Falisha menggelengkan kepalanya. "Cari istilah yang bagus lah!" Tanpa Falisha sadari Aji sudah menuntunnya menuju tempat tidur dengan lembut meletakkan tubuh istrinya.


"I love you Elakshi Falisha Arata Hassan" bisik Aji.


"Seni Seviyorum Sangaji Aryaseta Yung" balas Falisha sambil menyambut bibir Aji.



Keduanya pun larut dalam ciuman yang semula lembut berubah menjadi panas dan Aji Melu*mat bibir Falisha dengan rakus.


Falisha pun tidak mau kalah dan keduanya saling berpacu memberikan kecupan, luma*Tan dan sentuhan yang saling membuat pasangannya semakin memburu nafasnya.


"Damn it Fa!" umpat Aji sambil melepaskan semua pakaiannya dan pakaian Falisha. Kini keduanya pun dalam keadaan polos.


"May I?" Mata hitam Aji tampak berkabut dengan gai*rah dan cinta ke mata hazel abu-abunya Falisha.


"Yes you may..." bisik Falisha dengan nada bergetar. Di satu sisi dia merasa gugup, di sisi lain rasa penasaran dan gai*Rah bercampur menjadi satu.


Aji mulai memposisikan tubuhnya dan memasuki inti Falisha yang terkejut saat merasakan benda asing yang berusaha menembus selaput nya.


"Aji! Sakit!" teriak Falisha sambil mencengkram bahu kekar suaminya.


"You're so tight baby" racau Aji yang akhirnya bisa menembus milik Falisha paling berharga. Aji menciumi wajah dan bibir istrinya. "Hold on."


Falisha yang awalnya merasa sakit, mulai bisa merasakan nikmatnya hubungan suami istri. Suara desa*Han khas percintaan antara dua orang manusia yang sudah halal terdengar di kamar Aji. Sengaja pria itu meminta semua pelayan di rumahnya untuk libur selama seminggu agar tidak ada yang mengganggu mereka berdua.


Suara Falisha yang mendapatkan pelepasannya yang kesekian kali membuat Aji pun mendapatkan kli*maksnya. Semburan bibit cinta pria itu pun masuk ke dalam rahim Falisha dan Aji mencium perut rata istrinya sambil berdoa bibirnya segera berkembang disana sebelum akhirnya pria itu Melu*mar bibir Falisha penuh kasih sayang.


"Terimakasih Fa" bisiknya sambil tersenyum.


Falisha membalas dengan mencium rahang tegas Aji.


"Nanti lagi ya Fa?" seringai Aji yang sukses membuat Falisha melotot.


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Maaf kalau kurang gimana gitu MP nya biar lolos review. Freya insyaallah pas sahur nanti.


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2