
Rombongan Jakarta tiba di Tokyo hari ini dan sopir keluarga Al Jordan menjemput mereka semua di bandara dengan tujuh mobil, bahkan mobil milik Marco dan Mario Bianchi pun harus ikut dipakai.
Rombongan akan tinggal di apartemen milik keluarga Pratomo yang dulu dibangun untuk keempat anak Eyang Pratomo, Adrian, Adriana, Aryanto dan Adinda beserta pasangan menurun ke anak-anaknya. Semakin besar keluarga membuat Hiro Al Jordan berinisiatif membangun apartemen tambahan pengalaman saat Elang dan Rain menikah yang semuanya bisa berkumpul membutuhkan rumah banyak.
Apartemen lama dibongkar dan dibangun menjadi lima lantai dengan masing-masing lantai terdapat tujuh kamar mewah bagi semua keluarga keturunan Pratomo jika berkumpul di Tokyo. Launching awal adalah saat Masayuki Al Jordan menikah dan semua keluarga besar bisa berkumpul di satu gedung.
Kini sang cucu Shanum Pratomo dan Hiroshi Al Jordan akan melakukan pertunangan yang dilanjutkan pernikahan dengan Seira Hayami dan semua keluarga besar sudah berada di apartemen milik keluarga Pratomo.
"Karena Kareem dan Davina belum halal, jadi Kareem satu apartemen dengan Bu Sari ya" ucap Eiji tanpa beban yang membuat Javier memutar matanya malas karena Eiji tinggal bersebelahan dengannya.
"Ghani, tukar apartemen dong! Aku malas dengan Eiji! Atau D, please pindah ya. Secara kamu lebih bisa menjadi pawang si pianis kampret ini!" Javier merayu para sepupunya yang sedang mengobrol di lobby.
"Ogah!" seru Ghani dan Duncan kompak. Javier pun manyun.
"Sudah takdirmu bersebelahan denganku Javi" kekeh Eiji.
***
Sari Hassan yang tinggal satu apartemen dengan Kareem terpesona melihat betapa indahnya interior di dalam apartemen itu. Wanita paruh baya itu malah sempat melihat beberapa foto-foto yang ada di meja Konsul.
"Ini siapa saja Davina?" tanya Sari Hassan sambil menunjuk beberapa foto disana.
"Ini Oma Shanum dan Opa Hiro Al Jordan, lalu ini ketiga anaknya Oom Mamoru dan Tante Ingrid, Tante Miki dan Oom Joshua, Oom Masayuki dan Tante Dina."
"Ya ampun Dav, keluarga mu ternyata keren-keren semua fisiknya" senyum Kareem yang berdiri di belakang Davina sambil memeluk tunangannya.
"Paling cakep menurutku Oom Jeremy, suami tante Rain kalau ganteng Ogan Abi" kekeh Davina.
"Paling cantik siapa Dav?" tanya Kareem.
"Oma Shanum dan Oma Yuna. Itu menurutku sih" senyum Davina dengan wajah sendu merindukan para Opa dan Omanya yang sudah meninggal semua.
Sari melihat-lihat pemandangan kota Tokyo melalui jendela apartemennya. "Ini gedung apartemen milik keluarga Vina?"
"Iya Bu." Davina menceritakan bagaimana gedung ini dibangun untuk para anggota keluarga berawal dari eyang buyut Pratomo.
"Ibu salut dengan kehangatan keluarga kalian dan betapa beruntungnya Kareem mendapatkan kamu, Vina" Sari Hassan memeluk calon menantunya.
"Aku yang beruntung mendapatkan mas Kareem."
__ADS_1
Kareem langsung tersedak minumannya.
***
Restauran cabang RR's meal milik Ryu Reeves, ayah Rain cabang Tokyo sudah dibooking oleh keluarga besar dan tutup malam untuk umum.
Kareem dan Sari Hassan melongo melihat bagaimana riuhnya keluarga Davina yang nyaris kumpul semuanya kecuali Levi dan Yanti beserta Kristal dan Ashley yang tetap berada di New York. Hoshi baru saja imunisasi jadi rewel dan Levi tidak mau putra kesayangannya rewel di Tokyo jadi memilih melihat proses sepupunya melalui live streaming khusus keluarga. Kristal juga tidak bisa hadir karena Freya kena gabagen atau campak dan batita cantik itu super rewel juga.
"Wah, selamat ya kalian berdua!" seru Josephine dan Marissa sambil memeluk Davina dan menyalami Kareem dan mencium punggung tangan Sari. Para sepupu Davina pun melakukan hal yang sama kepada Sari Hassan membuat wanita paruh baya itu terharu.
Bagaimana tidak, sepupu Davina yang notabene adalah pengusaha dan dokter terkenal, memiliki attitude yang baik. Betapa mereka menghormati tamu yang lebih tua dengan sopan. Sari Hassan sampai pusing menghapal semua sepupu Davina yang nyaris paripurna semua dan berperilaku baik.
"Beruntung Levi tidak bisa datang kemari. Hoshi benar-benar Julid sama bapaknya" kekeh Keia Al Jordan ke Davina sambil mengobrol dengan Sari Hassan. Kaia Blair, Danisha Giandra Yustiono dan Sekar McCloud pun ikut bergabung dengan Davina.
"Bu Sari, kata Vina jago buat baklava ya? Mau dong resepnya" pinta Kaia Blair.
"Mbak Kaia memang nggak bisa bikin baklava?" tanya Danisha.
"Sering gagalnya. Jadi kalau pengen, aku suruh Aidan bikin" kekeh Kaia.
"Apa gunanya punya adik chef nggak dimanfaatkan" kekeh Keia.
"Kamu hamil lagi?" tanya Danisha.
"Nggak. Aku mau bilang, Rajendra serius mau jadi chef dan belajar dengan mas Aidan. Jendra bilang sama mama Rain kalau nanti dia yang akan meneruskan warisan Opa Ryu. Bahkan sekarang buku yang dibawanya sebelum tidur adalah buku resep milik Opa Ryu" senyum Sekar.
"Alhamdulillah. Bagus tuh, Sekar. Setidaknya ada penerus generasi Chef di keluarga kita. Benar-benar cicit opa Ryu tuh Rajendra" ucap Keia.
"Iya lho, masakannya Jendra enak-enak sampai mas Arjuna mengira itu bukan masakan anak umur tujuh tahun."
"Namanya itu bakat, Sekar. Kapan-kapan kalau ada waktu, boleh saya mencoba masakan Jendra?" tanya Sari Hassan.
"Bu Sari lama tidak di Tokyo? Saya dan mas Arjuna serta anak-anak seminggu disini sekalian mereka liburan karena Jendra ingin wisata kuliner." Sekar menatap Sari Hassan.
"Tergantung Davina dan Kareem sih" Sari menatap Davina.
"Ibu kalau mau Lamaan di Tokyo nggak papa kok, nanti aku bilang ke papa" jawab Davina.
"Sip! Aku juga mau Lamaan di Tokyo, pengen baklava" kekeh Kaia.
__ADS_1
***
"So, kamu sudah melamar Davina resmi?" tanya Arjuna ke Kareem.
Saat ini para sepupu pria Davina sedang menginterogasi pria blasteran Turki itu.
"Alhamdulillah sudah dua hari lalu sebelum kami kemari" jawab Kareem.
"Kayaknya memang jodohnya Davina yang tipe ngemong begini" kekeh Rhett O'Grady.
"Semoga tabah ngadepin mbak Davina ya mas" sahut Bryan Smith, si bontot yang baru saja wisuda dari MIT.
"Memang kenapa?" tanya Kareem.
"Bryan memang paling bontot di disini tapi yang di kaum pria, kalau Davina bontot di kaum perempuan. Jadi manja banget dia" kekeh Aidan yang datang sendiri karena Thara sedang kedatangan kedua orang tuanya di London.
"Ai, habis acaranya Fuji, kamu langsung pulang?" tanya Arya.
"Iyalah, mertua gue datang."
"Dih menantu durhakim, mertua datang malah kabur" ledek Bara.
"Gue udah ijin, bambaaaaannggg. Makanya dikasih" balas Aidan.
"Ngomong-ngomong, si Nathan kemana ya? Kok ngilang?" tanya Kris Arata.
"Tahu tuh! Ketemu jodoh kali!" jawab Ezra cuek.
"Haaaahhhh?"
***
Yuhuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1