
Setelah pertemuan dengan Javier, Aji dan Haris akhirnya memutuskan untuk melakukan lamaran pada hari Sabtu malam di kediaman Adrian Pratomo meskipun pada awalnya hendak dilakukan di rumah milik Javier tapi Raymond meminta di rumah tetua Pratomo itu.
Alexandra, Arum, Arimbi, Rina, Valora, Davina, Agatha dan Kristal mempersiapkan semuanya kecuali soal cincin dan seserahan khusus Aji dan Haris ingin memilih sendiri.
Javier sudah mewanti-wanti kepada Haris untuk tidak memberikan perlengkapan mencari hantu untuk seserahan ke Freya.
"Pokoknya tidak ya Ris! Jangan kamera, jangan perekam apapun! Mending kamu belikan lingerie!" ucap Javier sarkasme ketika Haris bertanya ke big Bossnya.
Haris hanya manggut-manggut. Lingerie? Otak rusuh Haris mulai melanglang buana membayangkan Freya dengan bodi sintal itu memakai lingerie. Dada ukuran 36 cup B, bokong yang padat...
PLAK!
"Kamu nggak usah mikir aneh-aneh Ris! Nanti kalau sudah nikah!" hardik Javier melihat wajah menyebalkan akuntannya.
Haris hanya mengusap belakang kepalanya yang terkena keplakan. "Ya ampun tuan Javier. Masih kuat juga mukul nya."
"Otakmu harus dicuci dulu pakai pemutih!" sungut Javier merasa Haris terkadang lebih parah kacaunya dari Freya meskipun dia juga keterlaluan jujurnya.
***
Aji datang bersama dengan kedua orangtua kandungnya dan Haris datang sendirian ke kediaman Adrian Pratomo.
Keluarga Giandra sudah berada disana bersama dengan keluarga Ramadhan. Meskipun tidak semua datang, tapi keluarga Jakarta hadir semuanya sedangkan keluarga yang tinggal di luar Jakarta bisa mengikuti melalui live streaming.
Rama McCloud datang bersama Nathan Pratomo dan Haura serta putrinya Safira yang sekarang berusia 19 tahun dan sudah berkuliah di Singapore mengambil kedokteran seperti sang ayah.
Tuti yang ikut datang acara lamaran sahabatnya terkejut melihat kakak sepupu Falisha itu datang. Padahal sebelumnya, Rama bilang akan kembali ke New York. Wajah gadis manis itu langsung memerah melihat Rama dan Arimbi pun tahu apa yang membuat sahabat Falisha itu seperti salah tingkah.
Arimbi menarik Tuti ke dapur untuk menginterogasi gadis tuna rungu itu.
"Kamu naksir kakakku Rama?" tanya Arimbi tanpa basa basi.
"Eh?" Tuti sudah mengenal Arimbi sejak kecil karena gadis itu sering diajak main ke mansion Giandra bersama Falisha kalau keduanya pulang sekolah. "Nggak kok."
"Tutiii" Arimbi menatap gadis itu gemas.
"Kenapa? Apa tidak boleh?" tanya Tuti bingung.
"Bukan tidak boleh tapi kamu kan sudah diceritakan oleh mbak Freya kan?" senyum Arimbi. Bumil cantik itu sudah tahu dari Falisha kalau sahabatnya naksir Rama.
"Pria kan dimana-mana sama saja, Rimbi" ucap Tuti.
"Jika kamu memang naksir mas Rama, bersiaplah."
"Eh siap apa?"
"Siap mental ditinggal minggat ke New York dan London" kekeh Arimbi.
***
Acara lamaran kedua cucu Raymond Ruiz dan Javier Arata itu berlangsung khidmat, tidak ada drama seperti saat Bima dan Arimbi atau Abi dan Gandari dimana cincin yang hendak dipasang jatuh menggelinding masuk di bawah meja jati yang berat. Sampai semua harus heboh mencari cincin yang hilang.
Malam ini Aji memakai suit hitam sedangkan Falisha mengenakan gaun gliter bewarna hijau yang membuat warna matanya tampak hijau.
__ADS_1
Freya sendiri memilih memakai gaun putih motif bunga-bunga dan Haris memakai suit hitam. Freya melotot melihat salah satu seserahan yang diberikan oleh Haris, lingerie berbagai macam warna sudah disusun rapi dan cantik.
"Haris!" hardiknya.
"Iya nona... eh Freya?"
"Kenapa warnanya seperti ini lingerie nya?"
Haris bingung. "Lho memang kenapa? Kan cocok di kulit kamu."
"Aku tidak suka warna begini!"
"Haaaahhhh?"
"Asal kamu tahu, semua pakaian dalamku warnanya cuma dua, hitam dan biru tua! Aku tidak pernah memakai warna-warna girly begini!" Freya bergidik membayangkan dirinya memakai lingerie warna menyolok seperti itu.
Haris hanya terdiam. Melihat tunangannya diam tanpa berkomentar, Freya pun memukul bahunya.
"Woi! Kamu kenapa?" tanya Freya gemas.
"Nggak, aku membayangkan kamu pakai br@ dan thong hitam... So seksih!" gumam Haris cuek.
"Astaga! Meshum!" Freya melayangkan pukulannya ke bahu Haris.
Keributan keduanya membuat orang-orang yang hadir hanya menggelengkan kepalanya.
"Sebenarnya yang gesrek itu Freya tapi kenapa Haris harus ikut menimpalinya?" gumam Kristal.
***
Aji dan Falisha duduk di gazebo halaman belakang untuk menikmati suasana malam. Dalam hatinya Aji ingin memberitahukan kondisi Opa Falisha tapi dia sudah berjanji kepada Javier untuk tidak memberitahukan kondisi Opanya.
Senang Fa?
Falisha menoleh. Senang. Alhamdulillah kita sudah resmi tunangan dan tidak ada drama seperti jaman mas Bima atau mas Abi.
Aji mengambil tangan Falisha yang sudah melingkar sebuah cincin cantik bertahtakan berlian di jari manisnya. Pria itu mencium jari manis itu dengan lembut.
"Terimakasih Fa. Mau menerima pria dengan kekurangan ini."
Falisha tersenyum.
Apa kamu sudah siap jika anak kita nanti mendapatkan kondisi yang sama denganku? Karena tuan rungu yang aku alami adalah tuna rungu kongenital.
***Lebih jauh penjelasan tuna rungu kongenital
Tuli kongenital/tuli bawaan terjadi akibat adanya faktor keturunan atau genetik. Tuli jenis ini memiliki persentase 50% dari tuli pada anak. Genetik dapat berasal dari ibu, ayah, atau keduanya. Jika dalam suatu keluarga ayah dan ibu normal dan anak dilahirkan dalam kondisi tuna rungu hal ini bisa terjadi akibat orang tua memiliki gen resesif (gen lemah yang tertutupi gen dominan) sehingga gen tersebut tidak terlihat. Ketika gen resesif mengalami penggabungan hal inilah yang dapat menimbulkan tuli pada anak yang tidak diketahui penyebabnya.
*Sumber alodokter.com**
Aku kan sudah menerima mas Aji apa adanya dan jika anak kita mengalami kondisi yang sama dengan mu, aku tidak apa-apa.
__ADS_1
Aji memeluk tunangannya. "Terima kasih."
***
Tuti sedang menikmati makanan yang disediakan oleh tuan rumah dari RR's Meal seperti biasa mereka pesan setiap ada acara keluarga Pratomo.
Bukan tanpa alasan mereka selalu memesan dari rumah makan milik keluarga tapi karena RR's meal sudah hapal keinginan dan menu favorit para anggota keluarga bahkan mereka masih menyimpan catatan dari jaman generasi kedua.
"Astuti" sapa Rama ramah.
"Mas Rama" sapa Tuti dengan senyum sedikit gugup.
"Apa kabar?" Rama berusaha menggunakan bahasa isyarat semampunya.
"Alhamdulillah baik. Oh mas, bahasa isyarat nya salah."
"Hah?"
"Yang tadi bukan apa kabar tapi apa sudah makan artinya" kekeh Tuti. "Ucapan dan tangan berbeda arti. Mas Rama mau tanya yang mana sebenarnya?"
Rama tersenyum kikuk. "Apa kabar?"
***
Arimbi dan Bima menyaksikan Rama dan Tuti yang saling berbincang dengan berbeda gaya hanya bisa menunggu aksi berikutnya.
"Kayaknya Tuti beneran naksir mas Rama. Kelihatan dari bahasa tubuhnya" ucap Bima sambil memakan steaknya.
"Kalau jodoh, tidak lari kemana. Lagipula Tuti dari keluarga baik-baik kok. Aku sudah mengenalnya dari kecil" balas Arimbi.
"Kayak aku kan? Langsung main klaim" kerling Bima.
"Kalau mas Bima mah Bonek! Bondo Nekad!" cebik Arimbi.
Bima terbahak.
***
***
Yuhuuu Up Siang Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️