Duda Milik Davina

Duda Milik Davina
Bonchap - Tukang Jodohin


__ADS_3

Javier melihat para cucunya tampaknya sudah memiliki pasangan masing-masing kecuali Anarghya, putra Bara Giandra. Pria tampan berusia 20 tahun itu masih dengan cueknya memasang airpods sambil melihat proses operasi di YouTube.


"Arga" panggil Javier.


"Njih Opa Javi?" Arga pun melepaskan airpods nya dan mempause video yang ditontonnya.


"Nonton apa?"


"Proses operasi usus besar Opa. Aga kan ingin jadi dokter bedah seperti Opa Mamoru dan Oma Ingrid" jawab pria imut itu.


"Ga, tidak pengen cari cewek?" goda Javier.


"Lha opa mau jodohin Aga? Please, don't. Aga masih pengen kuliah Opa. Ogah urus cewek, bikin pusing! Lihat mas Bima bucin setengah mati sama mbak Rimbi aja bikin aku eneg!" sungut Arga.


"Memang Bima kenapa?" kepo Javier.


"Ya macam Opa Ghani sama Oma Alexandra atau Babeh ma emak gitu."


Javier tertawa. "Ya ampun Ga, masih manggil babeh sama emak?"


"Biar beda Opa" cengir Arga.


"Itu siapa Ga? Yang ngobrol dengan Rama, Aji dan Falisha?"


"Oh itu mbak Astuti, sahabatnya mbak Falisha."


Javier menatap wajah ayu Tuti. "Itu Tuti yang culun itu? Yang tuna rungu suka ikut Falisha kemana-mana?"


"Betul Opa! Mbak Astuti kan sering ke rumah sama mbak Fa kalau bosen di rumah Oom Kareem. Mereka kan memang sobatan dari SD."


"Kok berubah jadi cantik gitu?" komentar Javier.


"Yaelah Opa, dandan dong! Mbak Astuti kan harus ketemu banyak orang, masa nggak dandan" kekeh Arga.

__ADS_1


Javier tersenyum. "Kayaknya dia naksir Rama ya."


Arga melengos. "Opa, please deh. Lagi demen jadi Mak comblang ya?"



"Eh seru tahu!" balas Javier.


"Aga jangan ya! Aga masih mau kuliah!" pinta cucunya satu itu.


"Lhaaaa kalau ada yang cocok, kenapa tidak" kekeh Javier.


"Opaaaa!" rengek putra bungsu Bara dan Arum Giandra itu.


***


"Jadi bulan depan kalian menikah dobel?" tanya Bima yang saat ini sedang semeja dengan Freya, Haris, Arimbi dan Rina Kareem.


"Eh Hoshi pindah lho ke Jakarta bulan depan" celetuk Arimbi sambil melirik ke Rina yang manyun.


"Jadi mas. Kan urusannya dengan mas Abi sudah mau selesai jadinya Hoshi sudah siap pindah sini" jawab Arimbi.


"Wah kacau kalau Hoshi disini" ucap Freya.


"Memang kenapa?" tanya Rina.


"Makin ancur Jakarta dengan kegesrekan kita" gelaj Freya durjana.


Rina melengos. Haris yang tidak tahu apa yang dibicarakan hanya menatap ke calon iparnya.


"Hoshi tuh siapa?" tanya Haris bingung.


"Kamu kalau di New York pernah dengar nama Paramudya Quinn?" tanya Arimbi yang dijawab anggukan Haris. "Ya itu Hoshi."

__ADS_1


"Haaaahhhh? Cowok cantik yang mulutnya pedes banget level 100?" seru Haris.


"Yoooiiii!" sahut Bima.


"Memangnya kamu pernah berurusan sama Hoshi?" tanya Freya.


"Aku sih nggak tapi waktu aku datang ke Giandra Otomotif Co mengantarkan berkas kepada Nyonya Kaia, aku melihat Hoshi memarahi salah seorang pegawai dengan kalimat menusuk. Sampai mau nangis tuh pegawainya, untung tuan Abi datang dan langsung melerai." Haris menatap Freya.


"Dia mah sama ma Oom Mark Neville. Kabarnya pegawai PRC group cabang Surabaya harus bekerja super teliti karena Oom Mark tidak menolerir pegawai PRC jelek kinerjanya." Freya menatap ke semua orang yang ada di meja yang sama.


"Kalau kamu pindahan dari PRC group Surabaya ke Jakarta, dijamin kamu sudah tahan banting" kekeh Haris. .


"Kayak kamu ya, tahan banting sama aku" goda Freya sambil mengelus pipi Haris.


"Eh?"


"Lho iya, kamu harus tahan banting denganku, Ris" ucap Freya sambil mendekati Haris yang makin mundur.


"Ehem! Tunggu halal Frey!" protes Bima.


"Nyicil!" sahut Freya cuek dan langsung mencium pipi Haris.


"Oh Astagaaaaa!"


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Insyaallah lanjut sahur


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2