Duda Milik Davina

Duda Milik Davina
Bonchap - Aji Bikin Bete


__ADS_3

Aji memandang kedua orang tua paruh baya itu dengan perasaan campur aduk antara rindu, kesal dan...benci. Tangannya tidak melepaskan genggamannya ke tangan Falisha dan gadis itu merasakan bagaimana dinginnya tangan Aji.


Everything is gonna be okay. Falisha menatap Aji penuh keyakinan dan dukungan.


Aji membalas tatapan gadisnya dengan senyum lembut dan orang-orang disana bisa melihat bagaimana keduanya sama-sama saling mencintai dan mendukung. Javier tersenyum bahagia melihat cucunya mendapatkan pria yang tidak salah dia pilih.


Aji benar-benar mencintai Falisha, begitu pula dengan cucuku.


Suara notifikasi di ponsel Javier membuat Opa yang masih gagah itu membuka ponselnya dan mata hazel abu-abunya terbelalak melihat pesan yang dia terima.


Astagaaaaa! Haris! Javier tersenyum lebar. Hari ini benar-benar hari yang berbahagia.


"Agatha, kamu tolong urus Aji dan orangtuanya" ucap Javier sembari mencium pipi istrinya.


"Memang ada apa sayang?" Agatha menatap curiva ke suaminya yang sering melakukan hal-hal yang tidak terduga. Sekian puluh tahun hidup bersama dengan pria itu, membuat Agatha hapal dengan semua kelakuannya.


"Aku hendak menelpon Raymond dan Ashley."


***


Yung Mei Ling dan Li Huanran menatap putranya dengan perasaan rindu dan bersalah. Seharusnya mereka tidak meninggalkan putra mereka di panti asuhan tetapi jika begitu, takdir Aji akan berbeda dengan sekarang.


"Steven... eh Aji. Perkenalkan saya Yung Mei Ling dan ini Li Huanran... Kami adalah orangtua kandung kamu." Yung Mei Ling mengulurkan tangannya dan Aji sedikit ragu untuk menerima tapi mata coklat Falisha membuatnya menerima uluran tangan ayah kandungnya. Ada perasaan tersendiri ketika menyentuh tangan yang kasar dan berkerut itu menunjukkan bahwa pemiliknya adalah orang yang bekerja dengan keras.


"Aji" ucapnya tegas. Dan ini adalah kekasih saya, Falisha.


Yung Mei Ling dan Li Huanran terkejut melihat Aji melakukan bahasa isyarat yang diterjemahkan oleh Falisha.


Apakah kalian menaruh saya di panti asuhan karena saya tuna rungu?


"Kami tidak tahu kalau kamu tuna rungu karena setelah sebulan, kami terpaksa menyerahkan dirimu ke panti asuhan karena kondisi keuangan kami memburuk. Kami...tidak bisa memberikan makanan layak untuk mu nak..." Yung Mei Ling dan Li Huanran mengusap matanya yang basah sedangkan Aji hanya menatap datar ke kedua orangtuanya.


"Mas... Mereka punya alasan tersendiri" bisik Falisha sambil mengusap bahu kekar Aji yang tampak tidak ada ekspresi.


Tapi harusnya kan bagaimana pun, namanya anak harus dipertahankan, apapun caranya. Aji menatap Falisha dengan wajah menahan emosi.


Mas, kalau mas sama kedua orangtuanya mas dan tidak diadopsi oleh keluarga Lau, besar kemungkinannya mas tidak bertemu denganku. Aji mendelik.


Namanya jodoh pasti ketemu Fa.

__ADS_1


Lho kalau aku sudah ditikung duluan, gimana?


Ya aku tikung balik! Falisha terkikik.


Ketiga orang disana hanya bisa melihat interaksi antara Aji dan Falisha dengan bahasanya sendiri tanpa tahu keduanya sedang berbicara yang membagongkan.


"Ehem! Falisha, bisa diberikan info kalian bicara apa? Tidak semua paham lho bahasa isyarat." Agatha menatap tajam ke cucunya.


Aji dan Falisha hanya tersenyum kikuk.


***


"Jadi? Kamu sudah tidur dengan Freya?" tanya Javier santai.


"Iya tuan. Hanya tidur tapi nona Freya main peluk saya, ya saya peluk balik. Rugi tuan, bodinya nona Freya wow!" kekeh Haris.


"Haris Lexington! Sudah mulai berani kamu ya!" bentak Javier meskipun Haris tahu tuannya hanya gertak sambal.


"Tuan kan yang mengajari" gelak Haris.


"Tunggu sampai Ashley menghajarmu!" Javier merasa apa yang terjadi pada Ashley dulu, akan berulang di putrinya.


"Apa maksudmu, Ris?"


"Saya sudah ditonjok nona Freya karena menatap belahan dadanya."


Javier terbahak. "Astaga, Haris! Jujur sekali dirimu!"


***


Suasana di ruang VIP masih sedikit tegang karena Aji masih ragu-ragu untuk menerima kedua orangtuanya meskipun Falisha dan Agatha sudah berusaha membujuknya.


Falisha paham sekali bagaimana rasanya tiba-tiba bertemu dengan orang tua kandung yang selama ini meninggalkan Aji di panti asuhan meskipun alasan yang mereka berikan masuk akal tapi bagi Aji, dia merasa ditolak.


"Mr Yung, Mrs Li, Oma Agatha, boleh saya berbicara berdua dengan mas Aji di ruang sebelah?" Falisha tahu dirinya harus bisa berbicara dengan Aji secara pribadi. Mungkin hari ini masih fase terkejut dan saling mengenal tapi bagaimana pun mereka adalah orang tua kandungnya. Falisha tidak fasih Mandarin, jadi dia berbicara dengan bahasa Inggris.


"Silahkan Fanisha, biar Oma menemani dua orangtuanya Aji."


Falisha mengangguk hormat ke ketiga orang tersebut dan menyeret Aji yang masih berwajah datar.

__ADS_1


***


Falisha menarik Aji ke ruang VIP yang biasa dia pakai bersama dengan saudara-saudaranya bahkan dia mengabaikan wajah bertanya Javier yang sedang menelpon Ashley melihat dirinya menarik Aji.


Setelah sampai di ruang VIP, Falisha menutup pintunya dan menguncinya. Dia tidak mau opa atau siapapun mengganggu saat sedang menkonseling pria di hadapannya yang sedang memasang wajah manyun.



Kenapa aku kamu bawa kemari?


Falisha langsung memukul lengan Aji keras-keras.


"Aduh! Sakit Fa!" protes Aji sambil mengusap-usap bahunya.


"Kamu tuh! Benar-benar tidak sopan! Suka atau tidak suka, mereka orang tua kandung kamu! Opa aku sudah mencari tahu keberadaan mereka tapi ini sikap dan ekspresi yang kamu berikan? Hiiihhh!" Falisha mondar-mandir gemas dengan pria satu itu.


Kamu tidak memikirkan perasaanku! Hanya karena mereka tidak memiliki hidup layak, aku diserahkan ke panti asuhan?


"Mereka memikirkan kesejahteraan kamu! Coba kamu pikir! Sejelek-jeleknya Keluarga Lau, mereka memberikan hidup layak meskipun setelahnya mereka menjadi sedeng karena terlilit hutang dan judi! Pikir! Kedua orang tua mu ingin kamu bisa makan. tiga kali sehari yang layak! Keluarga Lau tahu kamu tuna rungu dan mereka memberikan pendidikan yang bagus buat kamu! Apa kamu pikir kamu bisa ke MIT jika masih bersama dengan orangtua kandung mu?"


Aji menatap wajah cantik yang masih mode ngomel-ngomel kesal. Meskipun semua yang diucapkan oleh Falisha benar adanya tapi fokus Aji bukan di ucapan Falisha melainkan bibir seksihnya yang semakin menggemaskan disaat manyun mode on.


Kayaknya bibir itu enak untuk dicium. Aji tersenyum smirk.


"Itu sudah jalan hidupmu Ji! Namanya takdir jadi mau kamu kecewa cari sisi baiknya bukan hanya...." Aji merengkuh tubuh langsing Falisha dan langsung Melu*mat bibir seksih itu dengan penuh perasaan. Tangan Aji menahan kepala Falisha untuk tetap dekat dengan dirinya.



Falisha yang tidak siap dengan perbuatan Aji hanya bisa memegang jas Aji. Damn! He's a good kisser!


***


Yuhuuu Up Pagi Yaaaa


Maaf agak bikin kacau puasa. 😁😁😁


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2