Duda Milik Davina

Duda Milik Davina
Seni seviyorum


__ADS_3

And if you can't be next to me


Your memory is ecstasy


I miss you more than life


I miss you more than life


Lagu 'Ghost' milik Justin Bieber terdengar di kamar Kareem disaat dia memakai kemejanya. Pria blasteran Turki itu teringat almarhum ayahnya yang meninggal dua bulan setelah dirinya dan Maryam kecelakaan. Faiz Hassan mengalami serangan jantung ketika mendengar putra dan menantunya kecelakaan ditambah Maryam meninggal di tempat.


Semenjak itu Faiz tidak seperti dulu karena melihat kondisi sang putra yang juga terpuruk dan mengalami trauma menyetir mobil hingga mundur dari WRC.


Sekarang dua tahun kemudian, Kareem sudah bisa kembali seperti dulu dan berencana untuk menikah lagi serta berhasil membangun cabang bengkel ayahnya yang di Turki ke Jakarta. Dan di Jakarta pula, Kareem bertemu dengan Davina.


Wish you were here, Ayah.


Kareem pun mengambil jasnya. Hari ini adalah hari peresmian bengkelnya dan ibunya serta Davina adalah pendamping spesialnya.


***


Davina datang ke peresmian bengkel milik Kareem dengan mengenakan gaun rajut bewarna pink. Rambut coklatnya dia biarkan tergerai dan sengaja dia memakai make up agak tebal.


Gadis itu datang bersama Javier dan Agatha yang mendapatkan undangan resmi dari Kareem dan sekalian untuk berkenalan dengan ibu Kareem, Sari Hassan.


Ketiganya tiba di bengkel Kareem dan beberapa rekan bisnis PRC group pun tampak hadir karena diundang oleh Kareem yang sudah semi resmi diumumkan sebagai kekasih Davina karena keduanya beberapa kali tampil bersama di publik. Javier sendiri mengakui bahwa Kareem memang pria pilihan Davina ke para koleganya.


Kareem sendiri sudah sampai di lokasi dan melongo melihat gadisnya datang bersama dengan orang tuanya dengan dandanan berbeda.



Masyaallah! Ingin aku bungkus, bawa pulang bener ini Davina! Bisa-bisanya dandan seperti itu! Apa dia nggak sadar banyak mata yang melihat dia mupeng? Kareem pun menghampiri Davina lalu memeluk pinggangnya posesif.


"Sudah datang, sayangku?" bisik Kareem sambil mencium pipi Davina yang membuat Javier melotot.


Lagi?!


"Mr Javier, Mrs Agatha" Kareem menyalami Javier dan Agatha, tidak lupa mencium punggung tangan orang tua Davina itu.


"Mari masuk." Kareem mengajak dua calon mertuanya masuk ke kantornya. Asisten-asisten Kareem mengatur para tamu undangan agar mendapatkan tempat duduk sesuai undangan.


Kareem membuka pintu ruangannya dan tampak Sari Hassan sedang melihat foto Faiz Hassan, almarhum suaminya. Melihat siapa yang datang, Sari Hassan tersenyum lalu menghampiri Agatha dan Javier.


"Alhamdulillah akhirnya bisa ketemu juga ya Bu Sari" ucap Agatha sambil memeluk wanita yang usianya tidak terlalu jauh dengannya.


"Iya Bu Agatha, Pak Javier. Maafkan kelakuan anak saya. Bahkan sampai rumah pun masih saya marahi dia!" Kareem hanya tersenyum kecut.


"Tidak apa-apa Bu. Saya malah salut Kareem gentle mengakui di depan saya meskipun saya juga minta maaf sudah menghajar Kareem." Javier tersenyum.


"Vina, ini desainnya bagus sekali" puji Agatha. "Siapa yang mendesain interiornya? Samsul?"

__ADS_1


"Bukan. Saya yang mendesain. Pak Samsul hanya mengikuti arahan saya" jawab Kareem.


"Kamu punya sense of art yang bagus, Kareem" Agatha pun mulai berjalan mengitari ruangan Kareem.



"Agatha selalu tertarik dengan art dan desain interior meskipun lulusan matematika" kekeh Javier.


"Kok bisa menyasar menjadi desainer, pak Javier?" tanya Sari Hassan.


"Gara-gara menikah dengan saya" jawab Javier cuek.


***


Kareem memberikan pidato ke para tamu undangan dan sekaligus memperkenalkan ibu serta kekasihnya sebagai orang-orang yang selalu mensupport dirinya. Pria yang hari ini mengenakan suit bewarna hitam dan kemeja putih itu tidak lupa berterima kasih kepada almarhum ayahnya yang sudah memberikan warisan keahlian dalam otomotif.


"Ayah saya, Faiz Hassan adalah pria yang sangat sederhana. Beliau bahkan menolak untuk pindah ke bengkel kami yang lebih sophisticated di Istanbul karena beliau tidak mau mengecewakan pelanggannya yang berasal dari kalangan menengah ke bawah.


Bahkan ayah saya menerima membetulkan semua alat transportasi termasuk sepeda dan kereta kuda. Motto hidupnya 'bengkel untuk semua yang beroda kecuali tank' " senyum Kareem yang membuat hadirin tertawa kecil dan Sari Hassan terkekeh mengingat ucapan suaminya.


"Pernah salah satu pelanggan kami yang mengalami kerusakan pada sepedanya hanya membayar dengan Dolma, makanan khas Turki. Isinya sederhana berupa sayuran seperti terung, tomat, paprika, kol dan nasi diberi bumbu rempah, dibungkus daun anggur dan dikukus.


Ayah saya mengucapkan terimakasih atas bayarannya. Bagi ayah, berapapun atau apapun diterima karena itulah namanya keikhlasan. Sayang, ayah saya sudah tiada setelah saya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan istri saya Maryam, meninggal dunia. Ayah saya sedih teramat dalam karena saya harus mundur dari WRC karena saya mengalami trauma dan tidak berani menyetir."


Kareem menatap para tamunya. "Setelah ayah meninggal, saya memulai terapi untuk mengatasi rasa trauma saya. Alhamdulillah, setelah setahun lebih, saya sudah berani menyetir kembali."


Setelahnya para tamu undangan melihat-lihat bengkel Kareem yang dengan ramah melayani semua pertanyaan para koleganya.



***


Malam ini Kareem datang ke rumah Davina untuk mengajaknya jalan-jalan. Pria itu semakin terpesona melihat gadisnya mengenakan kaus rajut bewarna orange dan celana kulit.



"Apakah kita janjian memakai tema leather to wear, Dav?" kekeh Kareem.


"Nope." Davina tersenyum.


"Yuk jalan-jalan." Kareem menggandeng tangan Davina untuk masuk ke dalam Audi R8 miliknya.


***


I am a man who will fight for your honor


I'll be the hero you're dreaming of


We'll live forever

__ADS_1


Knowing together


That we did it all for the glory of love


"Peter Cetera? Glory of Love?" lirik Davina.


"Yup. Kamu tahu, aku sampai ikut-ikutan Ralph Macchio gaya bangau dengan satu kaki lalu mencoba seperti Mr Miyagi menangkap lalat pakai sumpit" gelak Kareem.


"Oh Astagaaaaa" Davina terbahak. "Apakah berhasil?"


"Apanya?"


"Menangkap lalat pakai sumpit?"


"Dapat satu dan ibu langsung memarahiku."


"Kenapa?"


"Jorok!" Davina tertawa.


***


Keduanya sampai di sebuah pasar malam yang digelar di sebuah mall besar di Jakarta dan Davina langsung sumringah melihat banyaknya gulali, apel coklat dan banyak sekali jajanan khas pasar malam lainnya.


Melihat gadisnya tampak cantik malam ini, Kareem tak tahan untuk tidak memotretnya.



"Ya ampun Dav, kamu cantik banget!" puji Kareem setelah melihat hasil jepretannya di hp.


"Kameramu saja yang bagus" elak Davina karena merasa kalah cantik dengan para sepupu perempuannya dan ipar-iparnya.


"Nope Dav. You're so beautiful and I love you so much!"


"Seni seviyorum" balas Davina sambil tersenyum.


Kareem melongo. "Hasil Googling" balas Davina nyengir.


Pria itu membawa gadis itu ke dalam pelukannya.


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2