Duda Milik Davina

Duda Milik Davina
Bonchap - Freya dan Bagas


__ADS_3

*Gaeeesss... ada usul dari salah satu readers ku. Gimana kalau sesama anggota klan Pratomo jatuh cinta satu sama lain. Yang tidak ada hubungan darah adalah dari garis Abimanyu Giandra, Vivienne Neville dan Stephen Blair. Paling bisa ya Anarghya Giandra dengan anaknya Kris Arata. Kalau dari keluarga Blair, Travis kan sudah menikah. What you guys thinking?*


Oke deh, sekedar intermezo.


Javier Arata bersama Neil dan James Blair mendatangi Polsek dekat rumah sakit milik PRC group tempat dimana para preman dan suami istri Lau ditahan.


AKP Thomas sebagai Kapolsek menyambut kedatangan para keluarga Sultan itu. Selama ini klan Pratomo tidak pernah bersinggungan dengan hukum kecuali kalau mereka disenggol terlebih dahulu.


AKP Thomas adalah cucu keponakan dari Irjen Manggala sahabat Nabila Pratomo. Thomas dari pihak Geya, istri Manggala.


"Pak Javier, Pak Neil dan Pak James. Apa kabar?" sapa Thomas hormat ke keluarga sahabat Opanya.


"Thomas, kayak sama siapa saja" kekeh James.


"Harus formal kalau di kantor bro" bisiknya ke James Blair yang membuat pria-pria disana tertawa. "Oh Pak Javier, nak Arga itu anaknya siapa?"


"Arga anaknya Bara Giandra" jawab Javier.


"Cicitnya Abimanyu Giandra, cucunya Ghani Giandra?" seru AKP Thomas. "Pantas, berani."


"Memang Arga kenapa?" tanya Neil.


"Kemarin dia sudah siap menghajar para preman padahal masih pakai airpods di kuping. Dikira mau nge-gym apa ya?" kekeh Thomas. Keempat pria itu berada di ruang kerja Thomas.


"Jangan remehkan anak itu. Dia jago Aikido dan Eskrima." Thomas melongo mendengar penjelasan James.


"Ngeri. Okay gentlemen, apa agenda anda semua hari ini?" tanya AKP Thomas.


"Menuntut perbuatan tidak menyenangkan, membuat keributan dan meminta melepaskan pabrik Lau Fabric di Guandong dan Sragen." Javier menatap tenang ke Thomas.


"Oom Javier, kalau soal dua tuntutan itu aku sudah masukan ke klausal tuntutan tapi yang ketiga, itu diluar ranah aku."


"Memang. Aku mengajukan dua tuntutan resmi itu dan minta dipertemukan dengan sepasang suami istri itu untuk tuntutan bisnis" senyum licik Javier pun terbit.


Thomas mengangkat kedua tangannya tanda menyerah. "Kalau soal tuntutan bisnis, itu sudah masuk perdata kecuali soal penggelapan."


"Kamu masukkan saja Thomas, korupsi, pencucian uang, dan percobaan pembunuhan" sahut Neil tenang.


"Whoah! Kok borongan? Oke, siapa yang hendak dibunuh?" tanya Thomas.


"Sangaji Aryaseta Lau."


"Anaknya sendiri?" pelotot Thomas.


"Anak angkat tepatnya, Thom" jawab Neil.


"Gentlemen, kayaknya kalau cuma soal bisnis tidak sampai seperti ini, pasti ada sesuatu" selidik Thomas. "Apa mereka menyenggol kalian?"


"Sangaji adalah kekasih Falisha, cucuku." Javier menatap tajam ke Thomas.


"Wooo ya wassalam. Cari mati!" kekeh Thomas paham.


***

__ADS_1


Falisha menemani Aji pulang ke rumahnya yang minimalis bersama dengan Nadya dan Freya. Sementara Aji harus memakai kursi roda dan kruk karena diperkirakan sebulan kakinya bisa dipakai berjalan.


"Aku kembali ke kantor ya. Soalnya ada yang harus dibahas dengan papa termasuk Maserati mu." Falisha mendorong kursi roda Aji sampai ke meja kerjanya. Pria itu ngotot untuk tetap bekerja meskipun online. Apalagi perusahaannya ditinggal seminggu lebih dan Nadya harus bolak balik urus perusahaan dan dirinya.


Aji menggenggam tangan Falisha. "Nanti sampai kantor, kabari ya."


"Iya. Aku pergi dulu" senyum Falisha. Aji mengangkat tangan gadis itu dan menciumnya ala pangeran.


"Astogeeeee demi Casper the friendly ghost! Kalian tuh apa nggak kasihan sama jomblo disini?" teriak Freya yang hendak mengajak Falisha pergi.


Aji dan Falisha langsung memerah wajahnya.


"Dah, aku pergi dulu! Sha, aku tunggu diluar!" Dengan langkah lebar-lebar, Freya keluar dari ruang kerja Aji.


"Aku pergi dulu." Assalamualaikum.


Wa'alaikum salam.


Aji menatap sampai Falisha pergi meninggalkan ruang kerjanya. Suara ponselnya bergetar dan Aji menggunakan aplikasi buatannya untuk bisa mendengar rekaman suara tanpa harus memakai ear phone cukup dengan hearing aid.



Kenapa elu jadi damage gini visualnya kalau pakai kacamata mas Aji?


Rupanya tuan Javier sudah melangkah hingga ke ranah hukum.


***



Neng Falisha langsung jutek


"Papa. Pak Bagas" sapa Falisha ramah.


"Falisha" sapa Bagas ramah.


"Lho princess. Bagaimana Aji? Sudah pulang?" tanya Kareem cuek meskipun ada Bagas disana.


"Sudah. Tadi sudah pulang ke rumah." Falisha melirik ke arah Bagas yang tampak tidak terganggu mendengar percakapan dirinya dan Kareem soal Aji. Baguslah! Jadi dia harus tahu dimana posisinya.


Ketiganya mendengar suara tertawa dan melihat Freya sedang bercanda dengan seorang montir yang asyik mengobrol dengan gadis itu.



Senengnya Neng Freya dapat info Casper


"Kapan-kapan aku tanya bapak ya!" ucap Freya.


"Boleh neng. Nanti bapak kasih lihat lokasinya."


"Sip!" senyum Freya tapi senyum itu langsung hilang ketika melihat Bagas. "Woi! Cowok brengsek! Hari ini kamu mendapatkan pelajaran!" bentak Freya yang membuat Falisha dan Kareem bengong sedangkan Bagas hanya tersenyum smirk.


__ADS_1


I meet you finally - Bagas


Ada apa ini? - Falisha.


***


"Ini cowok memang kurang ajar! Bisa-bisanya bilang aku kayak nenek-nenek tukang ngomel, cerewet! Dia belum tahu saja kalau Omaku bukanlah orang cerewet!" omel Freya emosi.


"Lha ini kalau bukan cerewet tukang ngomel, apa dong nona Freya Sky?" goda Bagas yang membuat Kareem dan Falisha mengerenyitkan alisnya.


"Princess, ada apa ini?" bisik Kareem ke Fakisha


"Entahlah. Fa tidak tahu papa" balas Falisha dengan berbisik juga.


"Kamu menyebalkan, tahu nggak! Cowok minus akhlak!" ucap Freya pedas.


"Memang saya akui tapi saya sedang proses berhijrah" jawab Bagas kalem. "Sepupumu yang membuat saya mau berhijrah untuk menjadi pribadi lebih baik lagi. Saya sudah tidak main perempuan, tidak minum, tidak dugem kalau anda mau tahu, nona."


Kareem, Falisha dan Freya melongo.


"Benarkah itu Bagas?" tanya Kareem.


"Benar pak Kareem. Putri anda yang membuka mata saya meskipun pada awalnya karena saya ingin mendekati dirinya tapi saya tahu hatinya sudah ada pria lain tapi ucapannya tentang demi kebaikan saya sendiri membuat saya tersadar. Sebajingannya saya, pasti ingin mendapatkan pasangan yang baik dan sejak terakhir saya bertemu dengan Falisha, saya meninggalkan semua kebiasaan buruk saya dan saya serius akan hal itu." Bagas menatap serius kearah ketiga orang itu.


"Saya tahu, jika saya ingin mendekati salah satu putri klan Pratomo, sudah pasti tidak lolos screening karena perilaku saya selama ini dan papa saya. Tapi saya mau berubah bukan karena itu saja, tapi saya mau berubah karena memang saya sudah lelah. Dan untuk pertama kalinya setelah sepuluh tahun, saya belajar sholat lagi dan Jumat besok adalah Jumatan pertama saya." Bagas tersenyum miris. "Saya terlalu banyak membuang waktu saya untuk maksiat dan waktunya saya bertobat."


Kareem menepuk pundak Bagas. "Alhamdulillah. Semoga tetap Istiqomah, Bagas."


"Aamiin. Insyaallah pak Kareem dan jika saya butuh teman untuk mengobrol..."


"Tidak masalah Bagas jika kamu ingin belajar dan mengobrol soal agama kepada saya. Kita sama-sama saling belajar dan mengingatkan" senyum Kareem.


Falisha memberikan senyuman manis menghargai perubahan Bagas.


"Terimakasih Falisha." Bagas menatap lembut ke gadis itu.


"Sama-sama."


Bagas menatap Freya yang hanya terdiam dengan tatapan yang gadis itu tidak bisa membaca.


***



Bonus Visual


Yuhuuu Up Siang Yaaakkk


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2