
Kareem hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika melihat istri cantik dan seksihnya heboh melihat Hagia Sophia sembari membuka novel Dan Brown di aplikasi iPad nya.
"Disini tempatnya Robert Langdon mencari clue, terus ini... terus ... " Davina heboh sendiri yang membuat Kareem semakin gemas. Harusnya aku mengurungmu di kamar hotel, bukan membawamu kesini!
"Wah, kuburan Enrico Dandalo! Beneran ada!" Wajah sumringah Davina membuat Kareem semakin jatuh cinta dengan wanita bermata Bambi itu. *Hanya dibawa ke Hagia Sophia, senangnya bukan main.
Benar kata Nathan dan Fuji, Davina adalah wanita sederhana, bukan wanita yang suka barang mewah karena baginya dia tidak terlalu memikirkan akan hal itu*.
"Mas Kareem" panggil Davina yang datang menghampiri suaminya.
"Apa sayang?" Kareem tersenyum melihat tingkah istrinya yang langsung memeluk tubuhnya.
"Terimakasih membawaku kemari." Mata coklat Davina berbinar.
"Sama-sama Dav" Kareem mencium kening istrinya. "Yuk jalan-jalan lagi."
***
Keduanya lalu berjalan-jalan ke Blue Mosqye, Grand Bazaar dan makan di Vamos Estanbul Restauran and Cafe.
Davina meskipun tampak lelah karena mereka berjalan terlalu lama, tapi wajah bahagia dan ceria terpancar dari dirinya. Kareem pun memaklumi karena mereka menghabiskan waktu di tempat tidur yang pasti membuat Davina lelah tapi karena istrinya sudah semangat ingin ke Hagia Sophia, dia mengesampingkan rasa lelah itu.
"Capek Dav?" tanya Kareem sambil membersihkan saus jamur yang berada di sudut bibir Davina.
"Capek tapi senang" senyum Davina. "Terimakasih."
Kareem menatap lembut ke Davina. "Sama-sama, sayang. Seni Seviyorum."
"Aishiteru." Davina tersenyum dan Kareem tidak tahan untuk tidak mengambil tangan Davina dan menciumnya.
"Enak nggak makanannya?" tanya Kareem.
"Enak bangets! Aku suka."
"Besok kita lihat bengkelku ya." Davina mengangguk.
***
Kareem dan Davina tiba di kamar hotel mereka dan setelah membersihkan diri dan melakukan ritual sebelum tidur, Davina langsung terlelap begitu kepalanya menyentuh bantal. Kareem yang baru saja keluar dari kamar mandi hanya tersenyum melihat istri seksihnya tidur dengan sedikit terbuka bibirnya.
Perlahan Kareem mendekati wajah istrinya dan mencium bibir yang agak terbuka itu. Niatnya hanya memberikan ciuman selamat tidur tapi entah kenapa bibir dan lidahnya bekerjasama untuk mencum*Bu bibir Davina.
__ADS_1
Merasa ada yang mengusik tidurnya, Davina perlahan membuka matanya dan terkejut melihat suaminya asyik mencum*bunya.
"Mas..." bisiknya dengan suara serak.
"Maaf Dav... Aku tidak tahan melihat bibirmu sedikit terbuka seperti undangan minta dicium" ujar Kareem sambil menatap sayu ke Davina. "Aku seperti orang kecanduan padamu. Jika aku pecandu narkoba, maka kamu adalah Hero**innya. Kamu benar-benar..." Kareem mencium Davina lagi.
"Make love to me, Kareem" bisik Davina sens*ual.
"Are you sure?"
"Satisfied me" goda Davina.
Kareem tersenyum lebar. "How could I say No? I love every inch of your body, Dav. Kamu membuat ku kecanduan."
Davina menurunkan tali lingerie nya dan memperlihatkan dua gundukan yang sengaja dia busung kan.
"I love it!" desis Kareem yang langsung menyongsong hidangan di hadapannya.
***
Davina duduk di tepi jendela sembari menikmati hot choco yang dibuatnya dan waktu masih menunjukkan pukul empat subuh dan satu jam lagi pasti akan berkumandang adzan subuh karena jadwal subuh di Turki jam lima pagi.
Mata coklat Davina memandang selat Bosporus dari jendela kamar hotelnya. Kareem masih terlelap dengan posisi tengkurap dan tampaknya pria itu juga kelelahan. Davina merasakan lelah di tubuhnya tapi tidak di hatinya. Dirinya merasa beruntung mendapatkan Kareem dan memiliki mertua seperti Sari Hassan.
"Dav..." bisik Kareem dari tempat tidur dengan suara serak dan masih dengan posisi yang sama, tengkurap.
Davina menoleh ke arah suaminya. "Apa mas?"
Kareem membalikkan tubuhnya dan mengambil seprai untuk menutupi tubuh polosnya dan mengikatnya asal di pinggangnya. "Kamu kenapa?"
Davina menyandarkan kepalanya ke perut six pack Kareem. "Tidak apa-apa. Hanya bersyukur atas semuanya beberapa hari ini."
Kareem mencium hidung mancung Davina. "Kamu kira aku tidak Dav? Rasanya seperti mimpi bisa mendapatkan dirimu dan menjadi mantan duda secepat ini." Pria itu pun duduk di pinggir jendela sembari memeluk Davina dari belakang. "Semoga kita selalu begini ya Dav."
"Aamiin."
***
Kareem dan Davina memutuskan untuk ke bengkel agak siang karena tadi pagi setelah sarapan, keduanya terlelap. Davina pun takjub melihat bengkel sekaligus showroom mobil milik Kareem yang tidak kalah mewah dengan milik Bara di Jakarta atau Arjuna di London.
__ADS_1
"Ini punya mas?" tanya Davina.
"Punya kita, sayang" senyum Kareem. "Nantinya buat anak-anak kita."
Wajah Davina memerah mendengar kata 'anak-anak' dan langsung terbayang keponakannya.
"Kenapa Dav?"
"Tidak, hanya kebayang keponakanku kalau kita punya anak" senyum Davina. "Pasti perpaduannya aduhai ya mas."
"Kamu ingin punya anak berapa, Dav?" tanya Kareem sambil menggandeng istrinya berkeliling showroom dan menuju bengkelnya yang berada di gedung sebelah.
"Aku ingin punya dua anak saja tapi sedikasihnya deh. Soalnya aku lihat saudara-saudaraku rata-rata anaknya satu atau dua."
Davina mengagumi desain interior showroom dan bengkel Kareem. "Pantas kamu minta desain nya spesifik soalnya ada ciri khasnya."
Kareem nyengir. "Tahu juga akhirnya."
Davina tersenyum. "Ini logo bengkelmu kan?" ucapnya sambil menunjukkan tulisan berinisial FH disana.
"Penghormatan untuk ayahku" ucap Kareem. Davina mengangguk. Keduanya didampingi Tariq masih berkeliling hingga mereka memutuskan kembali ke hotel karena Davina mengeluh lelah.
***
Davina dan Kareem makan malam di kamar hotel dengan menu daging kambing dan detik itu juga Davina menyesal tadi meminta daging kambing. Bukannya daging kambing bikin libido naik ya? Ya ampun aku masih capek.
"Tenang Dav, malam ini kita tidur karena besok kita check out dari hotel dan tinggal di rumahku" ucap Kareem seolah tahu apa yang dipikirkan istrinya.
"Rumahmu?" Davina tiba-tiba panik. Bagaimana kalau semua foto-foto Maryam masih disana? Aku merasa keberatan amat sangat! Meski tidak masuk akal cemburu dengan orang yang sudah tiada tapi aku tidak rela masih ada sisa masa lalu!
"Iya, rumahku" jawab Kareem kalem. "Oh ini rumah baru, Dav. Aku membelinya setahun lalu karena aku dan ibu ingin memulai awal baru. Dan kamu jangan khawatir, tidak ada barang atau foto satupun Maryam disana."
"Kenapa?" Bodoh kamu Vina!
"Semuanya sudah aku simpan di gudang penyimpanan karena aku tidak mau jika aku menikah lagi, istriku bakal cemburu." Kareem mendekati Davina. "Seperti istriku sekarang ini yang wajahnya langsung jutek karena cemburu" godanya.
Wajah Davina langsung memerah.
***
Yuhuuu Up Siang Yaaakkk
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️