
Yudho masih menunggu jawaban Haris tapi hingga sepuluh menit berlalu, pria itu tetap menatap dirinya dengan tatapan datar seolah tidak ada emosi di dalam nya.
"Haris Lexington!" hardik Yudho.
"Eh ya pak Yudho?" Haris seolah baru menyatu nyawanya.
"Kamu itu! Apa yang kamu pikir? Beraninya meniduri cucu Raymond Ruiz dan Javier Arata! Sudah tidak sayang nyawa kamu?" bentak Yudho.
"Paling saya disuruh tanggungjawab nikahi nona Freya. Lagipula, saya tidak mau bulan depan tiba-tiba nona Freya hamil diluar nikah juga kan?" Haris menatap polos ke atasannya. Kapan juga aku berbuat dengan nona Freya? Baru lihat belahan dadanya saja sudah kena tonjok!
"Wajahmu itu sudah kena tinju tuan Javier?" selidik Yudho melihat pipi Haris yang membiru.
"Belum. Ini kena tonjok orang lain."
Suara ponsel Yudho berbunyi dan wajah pria itu tampak lemas. "Selamat pagi pak Javier."
" ... "
"Haris Lexington sedang saya sidang pak."
" ... "
"Baik pak." Yudho menutup panggilannya. "Haris, segera ke ruangan tuan Javier. Ditunggu disana."
Haris pun berdiri dari duduknya. "Permisi pak Yudho."
"Semoga nyawamu masih bertengger setelah dari ruangan tuan Javier."
Dikira burung apa bertengger?
***
Haris berjalan gontai menuju ruangan Javier dan sekretarisnya membukakan pintu buat pria yang sedang menjadi trending topik of the Monday hari ini.
Pria itu pun masuk ke ruang kerja Javier yang mewah dan terkejut melihat sudah ada Raymond Ruiz, Valora Ruiz, Ashley Sky dan Kristal Ruiz Sky disana.
Keringat dingin mulai terbit di dahi pria itu dan benar, dia akan kehilangan nyawa hari ini melihat bagaimana tatapan tajam keluarga Arata itu.
Ashley sendiri tanpa basa basi langsung menghampiri Haris dan memberikan bogem ke wajah Haris lalu mencengkeram kemeja dan jas Haris. Wajah pria itu tampak marah dan mata biru ayah Freya itu berkilat emosi.
"Beraninya kamu Haris! Kamu apakan putriku?" bentak Ashley.
"Hanya tidur bersama Mr Sky" jawab Haris kalem.
__ADS_1
"Ashley, sekarang kamu merasakan kan apa yang kami rasakan 26 tahun lalu" kekeh Raymond Ruiz.
Ashley melepaskan cengkramannya di jas Haris yang segera membetulkan pakaiannya karena aturan utama di PRC group, tidak boleh berantakan dalam berpakaian.
"Tapi Pa..." Ashley menatap mertuanya.
"Sama saja Ash. Bedanya Freya lebih gila dari Kristal." Raymond menatap Haris yang masih berdiri meskipun wajahnya sudah bengep karena kena pukulan di tempat yang sama dan hanya beda sehari. "Kapan kamu akan menikahi Freya?"
Haris melongo lalu melirik Javier dan Agatha yang berada di sisi meja kerja pria yang lolos hell week berkali-kali itu.
"Haris! Kamu lihat saya, jangan Javier!" bentak Raymond membuat pria itu terlonjak kaget.
"Er... Se... secepatnya Sir" jawab Haris tergagap.
"Ray, tunggu sampai Aji menyelesaikan masalahnya dulu, baru nanti aku suruh dia melamar Falisha. Bagaimana kalau kita buat barengan saja acaranya?"
Raymond mendelik ke arah iparnya. "Maksudmu model jaman Kristal dan Danisha? Double wedding gitu?"
"Hei, sesama keturunan Arata, sekalian saja lah! Biar capeknya bareng" kekeh Javier.
"Kayaknya kamu tuh kelamaan kumpul sama kak Eiji jadinya ikut rumpi deh, kak!" umpat Valora yang tidak habis pikir kenapa kakaknya jadi reseh begini.
"Hei, Lora, kamu lupa mommy kita siapa? Kalau aku sekarang reseh, salahkan gen nya mommy" cengir Javier ke adiknya. Valora menepuk jidatnya.
Aku lupa kita anaknya Vivienne Neville Arata.
"Biar dia mengurus orangtuanya dulu nanti baru aku dan Kareem todong!"
Haris yang melihat para keluarga Arata itu berdiskusi sendiri hanya bisa menghela nafas pelan. Astaga! Aku harus kasih seserahan apa? Kalau kasih ghost Hunters equipment sama saja misi membuat nona Freya meninggalkan hobinya gagal. Kalau barang-barang cewek kok gadis sotong itu keterlaluan tomboynya.
Melihat Haris tampak berpikir, membuat Kristal bertanya ke pria yang bakalan menjadi calon menantunya.
"Kamu mikir apa Ris?" tanya Kristal.
"Eerr... saya bingung soal seserahan ke nona Freya" jawab Haris.
"Awas kalau kamu kasih perlengkapan dan peralatan mencari hantu!" ancam Raymond. "Aku tidak mau cucuku satu itu bikin masalah! Cukup sudah hanya Jeremy yang ngamuk, jangan yang lain."
Valora dan Agatha tertawa kecil mengingat Rain bercerita melihat rekaman video Freya yang menunjukkan penampakan perempuan di kastilnya.
"Untung aku tidak jantungan. Benar-benar deh si Freya" ucap Rain saat itu yang menanggapi santai karena dirinya sendiri sih bukan seorang penakut. Bagi Rain, setiap rumah pasti ada penghuni dari dunia lain tapi selama dia tinggal disana bersama Elang, tidak pernah ada gangguan.
Tapi tidak Elang, suami Rain. Pria itu langsung memarahi Freya dan ngamuk ke Raymond, Ashley dan Javier. "Urus tuh cucu dan anak kamu! Beraninya bikin Rain kaget!" omel tetua klan McCloud itu.
__ADS_1
Javier menatap Haris. "Kamu tidak usah mikir soal seserahan! Kacau nanti! Biar diurus oleh Alexandra, Arum, Arimbi dan Rina Kareem."
"Lho memang kamu sudah bilang sama Alex, Javi?" tanya Agatha.
"Sudah dong!" seringai Javier yang membuat semua orang disana melengos. Dasar!
***
Aji mendatangi FH Workshop untuk menemui Falisha dan mengajak jalan-jalan sepulang kantor. Kedua orangtuanya mengatakan akan beristirahat di hotel dan akan bertemu dengan Falisha besok. Aji pun memaklumi karena mereka seharian sudah berkeliling bersama Aji.
Nadya sudah dia suruh pulang dan sekarang dia ingin bersama dengan Falisha. Dan ketika berjalan menuju lobby, Aji melihat Kareem yang baru saja datang dari bengkel dan memintanya untuk ikut dengannya. Pria itu pun mengikuti ayah kekasihnya dengan banyak pertanyaan dalam hatinya.
Ternyata di dalam sudah ada Falisha duduk manis di ruangan kerja ayahnya. Tanpa sungkan, Aji mencium kening Falisha di depan Kareem yang langsung mendelik sedangkan wajah Falisha memerah mendapatkan ciuman yang tiba-tiba itu.
"Sangaji Aryaseta!" seru Kareem.
Aji hanya tersenyum. "Sorry, Mr Hassan."
Kareem menggelengkan kepalanya tidak bisa berkomentar karena dulu pun dia melakukan hal yang sama ke Davina.
"Aji, bagaimana dengan orangtua kamu. Sudah bisa menerima mereka?" tanya Kareem setelah mereka semua duduk di sofa.
Masih mencoba menerima mereka, Sir.
"Meskipun sulit, kamu harus bisa menerimanya karena saya minta kamu harus segera mempersiapkan diri untuk melamar Falisha."
Aji dan Falisha melongo.
"Kok cepat-cepat Pa? Ada apa?" tanya Falisha curiga.
"Sebab, Opamu itu sudah heboh pengen mengadakan double wedding antara kamu - Aji dan Freya - Haris."
Freya mau menikah dengan Haris? Bukannya mereka tidak ada hubungan? Aji menatap Falisha bingung meskipun belum pernah mengobrol langsung dengan Haris tapi pria itu tahu antara Freya dan Haris tidak ada hubungan asmara.
Haris sudah tidur bareng Freya.
Aji melongo. "Astaghfirullah!"
***
Yuhuuu Up Siang Yaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️