Duda Milik Davina

Duda Milik Davina
Bonchap - Aji dan Haris


__ADS_3

Haris hanya bisa pasrah menatap nonanya yang menunggu dirinya segera menyelesaikan pekerjaannya. Gadis itu dengan santainya duduk di hadapan Haris sembari memeriksa pekerjaannya via iPad dan sesekali dia menelpon asistennya di New York.


Diam-diam meskipun tampaknya Freya seenaknya kabur mencari hantu, dia tetap bertanggung jawab atas tugas yang diberikan sang mommy.


"Jam berapa nanti kita ke pak Budi?" tanya Haris. .


"Seperti biasa. Habis pulang kantor langsung kesana"jawab Freya sambil mengetik sesuatu di iPad nya.


"Nona sudah bilang sama pak Budi?" tanya Haris dengan nada tidak bersemangat. Sudah semalam pocong ala Bu Budi, terus nanti malam apa? Suzanna bangkit dari kubur dengan punggung bolong minta sate 200 tusuk?


"Sudah dong! Kita nggak usah mampir ke FH Workshop, langsung saja kesana. Aku nanti minta digorengkan singkong. Enak banget kemaren" jawab Freya tanpa beban.


Kayaknya gue minta ditempel kertas anti hantu ala film Mr Vampire. Duh Gusti, gini amat ya punya nona gak jelas masa depannya.


Haris hanya menatap lesu ke nonanya yang masih sibuk bekerja. Bahkan semua angka di layar monitor kenapa jadi gambar Casper semua? 👻👻👻


***


Falisha datang ke FH Workshop bersama dengan Rama yang ingin melihat bengkel milik Oomnya karena ingin membandingkan dengan milik papa Arjuna dan miliknya di New York. Kakaknya Rajendra lebih memilih menjadi chef dengan Oom Aidannya daripada mengurus bengkel custom.


"Papa, Mas Aji" sapa Falisha.


"Mas Aji?" seru Kareem dan Rama berbarengan.


"Eh?" Duh keceplosan. Aji tersenyum melihat gadisnya memerah wajahnya.


Iya, sayangku.


Falisha duduk di sebelah Aji sedangkan Rama berdiri di sebelah Kareem setelah memberikan salam.


Kareem mendelik. "Kalau bahasa isyarat ini aku tahu. Sudah, sekarang kalian jelaskan, apa yang terjadi semalam?"


Rama menatap pria oriental itu dengan tatapan tajam di sebelah Kareem yang membalas tatapan keduanya dengan tenang.


Kamu tolong terjemahkan ya. Falisha menatap ke arah Aji dengan tatapan panik. Tidak apa-apa.


"Aji bilang apa Falisha?" tanya Rama. Pria tampan dan sangat mirip sang Opa itu masih gusar penasaran apa yang terjadi antara adiknya dan pria berkulit putih di sebelahnya.


Tuan Kareem, maaf semalam saya mencium bibir putri anda.



Kareem dan Rama melongo.


"Hanya ciuman kan Aji?" Kareem menatap tajam ke pria berkacamata itu. Begini rasanya ya mengetahui ada yang mencuri ciuman putriku. Pantas dulu Papa Javier sampai menghajarku. Kareem seperti déja vu tapi bedanya dia tidak memergokinya sendiri.


Hanya berciuman tuan Kareem, Rama. Saya tahu batasannya. Falisha mendelik sedangkan Aji hanya menggenggam tangan gadis itu seolah mengatakan semuanya akan baik-baik saja.

__ADS_1


"Awas kalau kamu macam-macam dengan adikku!" Rama menatap tajam ke Aji yang masih tenang memandang kedua pria disana.


Saya tidak akan macam-macam dengan adikmu karena saya mencintai Falisha dan saya serius akan hal itu.


Kareem tersenyum. "Oke Aji, saya percaya sama kamu tapi apakah Falisha memiliki perasaan yang sama denganmu?"


Falisha menatap Kareem dengan mata tajam. "Papaaa."


"Dia juga mencintai Aji, Oom" kekeh Rama melihat wajah adiknya memerah malu.


"Besok kedua orang tua kandungmu katanya akan datang kemari?" tanya Kareem.


Iya Oom. Rencananya besok akan makan siang yang difasilitasi oleh Tuan Javier dan saya minta ijin membawa Falisha untuk menemani saya.


Kareem dan Rama saling berpandangan.


"Tentu saja kami ijinkan" ucap Kareem. "Jam berapa kamu besok ke rumah menjemput Falisha? Oh ngomong-ngomong Maseratimu belum selesai dan Toyota 86 mu masih kami betulkan. So, besok mau pakai mobil apa?"


Aji hanya tersenyum. Saya masih ada satu mobil lagi Sir.


Kareem dan Rama hanya bisa menaikkan sebelah alisnya.


***


Bu Budi tersenyum melihat dua tamunya yang kemarin malam membuat heboh akibat pingsan melihat dirinya memakai mukena putih dan disangka pocong.


"Mbak Freya, mas Haris. Monggo..." sapa Bu Budi ramah. Meskipun sempat bingung memanggil kedua orang keturunan bule itu tapi suaminya bilang panggil saja seperti orang Indonesia karena mereka masih ada keturunan Indonesia.


"Saya tuh gumun ( heran ), mbak Freya tuh nggak ada takut-takutnya sih sama penampakan?" kekeh Bu Budi.


"Saya lebih ke penasaran sih" ucap Freya.


"Dia mah memang cewek aneh" gumam Haris.


Freya melirik tajam ke arah Haris. "Shut up cumi!"


"Dasar sotong aneh! Kamu tuh cewek nggak jelas pecinta hantu!"


"Aku cewek jelas cumi! Aku punya dada yang sempurna dan pantat sempurna." Freya pun berdiri. "Lihat!" ucapnya sambil menunjukkan dua asetnya.


Haris menelan salivanya susah payah melihat gadis itu membusungkan dadanya dan pantatnya. Nona, sadar tidak sih itu dada ukurannya sekitar 36 cup B, lalu celana jeans nya pinggang ukuran 28 tapi memiliki ukuran pantat njepong.


"Haris! Jangan mengira-ngira ukuran dadaku!"


Terlambat nona! Aku sudah bisa mengira-ngira ukuran dadamu.


***

__ADS_1


Pak Budi hanya menggelengkan kepalanya melihat keponakan bossnya yang memang berbeda dibandingkan dengan putri Bossnya yang lebih wajar dan benar.


"Penampakan semalam kurang nona Freya?"


"Kurang pak soalnya teman-teman saya merasa kurang dan mereka ingin mendapatkan bukti lebih banyak lagi dan penasaran dengan penampakan Indonesia dibandingkan dengan di luar negeri."


"Bukannya sama saja hantu putih dengan kain berkibar-kibar nggak disini nggak disana?" gumam Haris.


"Beda cumi!"


"Apanya yang beda? Wujud hampir sama, sotong!"


"Beda kewarganegaraan" jawab Freya cuek.


Astajim!


***


Dan sekali lagi, Haris dan pak Budi menemani nona cantik itu mencari penampakan. Karena besok Sabtu jadi kantor PRC libur membuat Freya santai dan bebas karena Haris tidak dikejar-kejar waktu untuk ngantor.



Pria itu memasukkan kedua tangannya di saku celananya dan merutuki lupa mengambil jaket yang lebih tebal untuk melindungi dirinya dari hawa dingin malam hari.


Semoga tidak ada kejadian aneh-aneh. Haris komat Kamit berdoa semua surat pendek yang dia ingat tapi disaat hendak membaca ayat kursi malah berantakan. Dih gak lucu banget baca ayat kursi pakai acara buka hp?


Freya sudah siap dengan semua peralatan nya dan mulai menyalakan Handycam nya dan duduk di atas batu besar kemarin.


"Apa ada yang tinggal disini?" tanya Freya yang membuat kedua pria itu melotot.


Malah dipanggil! Dasar cewek sotong!


"Aku cuma mau kasih lihat ke teman-temanku kalau kalian ada" ucap Freya lagi.


Astagaaaaa! Makin kompor!


Tiba-tiba harum bunga Kamboja dan sedap malam tercium di hidung ketiganya. Haris melongo melihat Freya tersenyum.


"Terimakasih." Gadis itu melambaikan tangannya ke arah danau.


Terimakasih apanyaaaaa?


***


Yuhuuu Up Pagi Yaaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2