
Jantung Freya bertalu-talu tidak karuan seperti suara gebuk-gebukan antara Asterix dan Obelix berantem dengan tentara Romawi. Gadis itu merutuki kebodohannya demi rasa penasaran yang tinggi demi sentuhable, pelukable dan cipokable ke suaminya, Freya sengaja memberikan pemandangan yang menantang padahal dia sendiri berani berbikini saja kalau berenang bersama dengan saudara-saudaranya.
Tapi berbikini pun semua asetnya masih ditutup dengan sukses, berbeda dengan sekarang yang semuanya sudah open lihat tanpa ada yang ditutup-tutupi bahkan cenderung diumbar.
Freya melihat wajah Haris mulai memerah seperti menahan sesuatu hingga dirinya tersentak saat jari telunjuk Haris mulai menyusuri wajah, leher hingga ke gundukan kembar yang ukurannya benar-benar 36B dan dalam posisi menantang.
"Ready baby?" bisik Haris sambil mendekatkan wajahnya.
"I've told you. I'm yours and so ready to pelukable and cipokable" cicit Freya sedikir gemetar menahan rasa gugupnya dan penasaran.
Mamaaaa... ternyata dapat suguhan yang membuat Freya panas dingin benar-benar tidak bagus buat jantung ini!
Haris mulai menciumi wajah Freya mulai dari pipi, rahang lalu ke bibirnya yang semula hanya kecupan ringan dan pelan lalu berubah menjadi French kiss dan Freya tersentak ketika tangan Haris bermain di salah satu gundukannya. Suara desa*Han lolos dari bibir Freya ketika Haris memilin ujung gundukannya bahkan suara Freya tercekat saat mulut suaminya bermain dan mengu*Lum gundukannya secara bergantian.
Freya benar-benar dibuat gila dengan permainan Haris, pria yang selama ini tampak kaku ternyata liar di ranjang. Sembari mengu*Lum, tangan Haris satunya bermain di inti Freya, dan jarinya mulai mengobrak-abrik miliknya membuat istrinya menjerit nikmat.
"Whoah... baru segini sudah basah, Freya" seringai Haris sambil memperlihatkan dua jarinya yang basah.
Wajah Freya merah padam merasa malu sudah mendapatkan padahal baru jari yang masuk. "Iiihhh...malu cumi!"
Haris tertawa lalu menciumi istrinya lagi sambil melepaskan handuk yang melilit tubuhnya. Pelan pria itu memasukkan miliknya yang membuat Freya terkejut dengan sebuah benda asing mendesak masuk.
Freya mendesis tertahan ketika akhirnya harta miliknya berhasil ditembus oleh Haris dan membuat keduanya menge*rang dengan berbeda rasa. Haris yang merasa miliknya dijepit oleh milik Freya sedangkan istrinya merasa sakit dan perih.
"Ah, Freya. Nikmat banget!" racau Haris sambil pelan memaju mundurkan pinggulnya yang semula perlahan lalu semakin lebih cepat. Freya benar-benar dibuat berantakan dengan rasa perih dan nikmat membuat otaknya kacau.
"Ris... Haris" panggilnya diantara desa*Han keduanya.
"Hah? Kenapa?" tanya Haris bingung. "Apa tidak enak?"
Freya melotot. Kalau begini nikmat banget, kok bisa-bisanya bilang tidak enak !
"Kamu dibawah!"
"Hah?"
"Aku mau boing boing diatas kamu!" wajah Freya mulai judes mode on seperti biasanya.
Haris yang semula bingung lalu tersenyum lebar. "I love it baby."
Pria itu membalikkan posisi mereka menjadi Freya diatas dan gadis itu membuktikan ucapannya untuk berboing diatas tubuh suaminya sambil menyentuh perut kotak-kotak itu. Hingga akhirnya Harus tidak tahan lalu bangkit dan mulai menjadi posisi duduk yang membuat Freya semakin menjerit nikmat dengan posisi ini apalagi lebih skin to skin.
Akhirnya keduanya pun mendapatkan kepuasannya bersama dan Haris menyembunyikan wajahnya di gundukan kembar padat dan kencang Freya. Peluh bercucuran di tubuh keduanya.
__ADS_1
"Whoah! Whoah!" ucap Freya berulang dengan nafas masih memburu. Wajah gadis itu memerah dan tampak puas membuat Haris tersenyum.
"Enak?"
"Enak banget! Kamu butuh berapa lama berdiri lagi?" tanya Freya.
"Eh? Kenapa?"
"Aku ingin gaya lain!"
Haris melongo. "Nona Freya..." bisiknya. Istriku benar-benar hot!
***
Aji membuka matanya dan melihat wajah cantik yang sedang terlelap di dadanya. Semalam entah berapa kali mereka melakukannya dan membuatnya semakin kecanduan dengan tubuh Falisha. Pelan Aji mengelus wajah mulus istrinya sambil mencium puncak kepalanya.
Aku sangat mencintaimu, Fa. Aji tidak menyangka akan menikah dan mendapatkan istri cantik dan seksih seperti Falisha yang juga sangat cerdas dan menggemaskan.
*Wanita yang tidak perduli dirinya memiliki kekurangan. Wanita yang menerima resiko menikah dengan nya dan bisa mendapatkan keturunan sepertinya.
Aku berharap, anak-anak kami kelak adalah anak-anak yang sempurna, tidak memiliki kekurangan seperti halnya diriku*. Aji mengelus perut rata Falisha dan diam-diam dia berdoa jika bibitnya mulai tumbuh disana, menjadi anak yang sehat dan sempurna.
"Mas...?" Aji menatap wajah cantik itu dan menciumnya. Aji memang melepaskan hearing aid nya setelah mereka memutuskan untuk istirahat.
"Love you Fa" ucapnya.
Dan aku akan mengatakannya setiap saat, selamanya Fa karena aku sangat tergila-gila padamu.
Falisha merengkuh wajah Aji dan mencium bibirnya.
Jam berapa?
Aji hanya mengedikkan dagunya ke arah dinding kamarnya. Falisha mendelik. Jam sembilan pagi? Wajah cantik itu melongo tidak percaya.
"Ya amppuuunnnn! Aku kesiangan!" teriak Falisha. Aji mengambil hearing aid yang berada di nakas sebelah tempat tidurnya.
"Kenapa Fa?" tanya Aji setelah memasang hearing aidnya.
"Aku terlambat ke sekolah" seru Falisha panik.
"Sayang, ini tuh hari Minggu" kekeh Aji melihat istrinya disorientasi waktu.
"Eh?! Iya kah?" Falisha menatap Aji.
__ADS_1
"Iya sayang, ini hari Minggu. Dan lebih dari itu, kamu tidak sadar apa kalau belum pakai baju?" goda Aji yang membuat Falisha menunduk dan menganga.
"Ini kenapa tubuh. aku merah-merah mas!" jerit Falisha yang membuat Aji tertawa lalu memeluk tubuh istrinya.
"Bagus kan hasil karyaku?" seringai Aji yang entah kenapa semakin membuat Falisha sebal melihat wajah suaminya.
***
Freya terbangun dengan wajah bingung karena merasa wajahnya bersandar di kasur yang berdetak. Tunggu dulu! Kasur kan tidak berdetak!
Freya mengangkat wajahnya dan tampak wajah suaminya yang sedang terlelap, tampak damai dan ... puas.
Iyalah puas! Semalam berapa kali coba! Freya baru menyadari dirinya tertidur diatas tubuh suaminya. Ini bahkan lebih nikmat dari kasur mahalku!
Tanpa sadar Freya bergerak diatas tubuh Haris yang membuat pria itu menggumam.
"Baby, kalau kamu bergerak terus, nanti ada yang bangun terus minta dipijit lho" gumamnya sambil merem.
"Hah?" Freya tersenyum nakal. "Dipijat seperti ini?"
Tangan Freya mulai menggenggam milik Haris dan mengelus serta memijatnya pelan hingga mengeras sempurna.
"Damn it Freya! Kamu nakal!" umpat Haris.
"Tapi suka kan?" kerling istrinya.
"Hanya pria bodoh yang bilang tidak suka! Jangan salahkan aku jika pagi ini aku bermain agak kasar."
"Yang bilang pagi siapa, cumi!" omel Freya tanpa melepaskan pijatannya. "Sudah jam sebelas siang!"
Haris menyeringai. "Waktunya brunch!"
Dan tanpa basa-basi pria itu mengangkat bongkahan padat itu dan memasukkan kedalam intinya yang membuat Freya mele*nguh nikmat.
Waktu Brunch bagi Freya dan Haris adalah waktu saling pelukable, sentuhable dan cipokable.
***
Yuhuuu Up Sahur Yaaaa
Semoga lolos. Maaf rada hareudang. Novel ini mau selesai beberapa chapter lagi ya. Tenang, sudah disiapkan yang lain.
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️