
Falisha menyetir Mini Cooper miliknya bagaikan Charlize Theron di film Italian Job menuju rumah sakit Daan Mogot. Kemampuannya menyetir ala pembalap diturunkan oleh sang papa Kareem Hassan yang mantan pembalap WRC. Beruntung hari ini dia tidak membawa Ducatinya jadi sang mama tidak ngeroweng seperti tawon. Falisha sendiri lebih menyukai naik Ducati miliknya hanya saja karena tadi harus mengurus empat orang kethék, dia harus dandan anggun lah.
Sesampainya di rumah sakit, Falisha langsung menelpon Nadya yang menyebutkan kamar tempat Aji dirawat. Gadis itu tertegun ketika sampai sana terdapat dua orang seumuran dengan kedua orangtuanya dan seorang gadis keturunan Chinese cantik. Nadya datang menghampiri Falisha dengan wajah lembut, lebih lembut dari saat keduanya pertama kali bertemu.
"Nona Hassan" sapa Nadya.
"Bagaimana...pak Aji?" tanya Falisha dengan nada panik.
"Alhamdulillah hanya mengalami gegar otak ringan dan patah kaki. Tidak ada cidera organ dalam..."
"Siapa ini Nadya?" tanya seorang wanita khas Indonesia menghampiri mereka berdua.
"Mrs Lau, perkenalkan ini Nona Falisha Hassan. Dia yang ..."
"Rupanya ini yang dipanggil anakku tadi?" Falisha menatap bingung ke arah wanita yang seumuran dengan mamanya.
"Saya Falisha Hassan, Mrs Lau" Falisha mengulurkan tangannya yang disambut dingin oleh wanita itu.
"Asal kamu tahu, Aji sudah dijodohkan dengan Mariana. Itu tunangannya! Jangan kamu sekali-kali mencoba merebutnya!" ucap Mrs Lau.
Falisha melongo. Tunangan? Dijodohkan? What the fluff? Hasil screening tidak ada informasi ini.
"Ma, Aji mencari gadis bernama Falisha." Suara Mr Lau membuat ketiga wanita itu menoleh. "Apa kamu Falisha?" tanya pria keturunan Chinese itu.
"Iya benar saya Falisha" jawab Falisha.
"Kamu bisa masuk" ucap Mr Lau.
"Permisi" pamit Falisha meninggalkan Mrs Lau dan Nadya. Disaat hendak masuk ke ruang rawat inap, lengan Falisha dicekal oleh gadis bernama Mariana.
"Jangan sekali-kali kamu mengambil tunanganku" ancam Mariana.
"Jangan salahkan saya jika anda tidak melepaskan cengkraman anda itu" mata hazel Falisha menatap tajam ke gadis itu. Mariana segera melepaskan cengkraman tangannya.
Gue hajar pasti mewek-mewek drama. Falisha menghela nafas panjang sebelum masuk ke dalam ruang rawat inap Aji.
Dilihatnya pria itu sedang terlelap dan Falisha menutup pintu ruang rawat inap itu perlahan dan menguncinya. Dia tidak mau ada orang yang mengganggu.
***
"Nadya, siapa gadis bule itu?" tanya Mrs Lau gusar karena rencana menjodohkan Aji dengan Mariana bisa gagal total.
"Namanya adalah Falisha Hasan, putri Kareem Hassan pemilik FH Workshop dan Davina Arata Hassan, CEO PRC group pusat Jakarta, cucu Javier Arata, CEO PRC group global" jawab Nadya tenang yang membuat Mr dan Mrs Lau melongo, begitu juga dengan Mariana.
"Jadi nona Mariana, anda beruntung tidak dibanting oleh nona Hassan karena berani mencengkeram lengannya karena nona Hassan pemegang sabuk hitam judo. Dan anda Mrs Lau, saya minta anda jangan berbuat macam-macam dengan nona Hassan karena jika ada cidera sedikit pun padanya, saya tidak bisa menjamin tuan Javier Arata akan memaafkan anda semua. Anda seharusnya paham karena perusahaan Mr Lau masih membutuhkan dana investasi dari PRC group." Nadya menatap tajam ke arah kedua orangtua angkat Bossnya.
Nadya sudah sepuluh tahun ikut bekerja dengan Aji sejak pria itu berusia 16 tahun dan tahu Julia Lau ingin menjodohkan Aji dan Mariana karena ibu Mariana adalah sahabat dari kuliah dan ada tujuan lainnya tapi Nadya juga tahu Aji tidak menyukai Mariana karena sifat penuntutnya itu. Ketika wajah Aji tampak bahagia saat membicarakan Falisha, Nadya bertekad agar bossnya berjodoh dengan gadis cantik itu.
__ADS_1
"Silahkan anda berpikir panjang dengan langkah apa yang akan anda ambil mengingat siapa yang anda hadapi." Nadya meninggalkan ketiga orang itu dengan langkah lebar dan duduk di kursi depan ruang rawat inap Aji.
Sialan! Ternyata gadis itu masih anggota keluarga Pratomo. - Mariana.
Jangan membuat Javier Arata marah. Sekali click, langsung luluh lantak bisnis yang dibangun berpuluh tahun - Lau Kar Wei
Aku tahu siapa Davina Hassan. Halus tapi mematikan, sama seperti ayahnya. Apa yang harus aku lakukan? - Julia Lau.
Nadya hanya melihat ketiga orang itu dengan tatapan sinis. Mampus kalian! Nadya mengirimkan pesan kepada seseorang.
***
Javier menatap pesan di layar monitor iMac nya dengan tersenyum licik. Sudah saatnya aku menyelematkan anak itu dari orang tuanya yang licik.
"Halo. Neil, bisa kita bertemu? Aku ingin mengakusisi sebuah perusahaan tidak penting tapi penting bagi Falisha."
"Am I thinking what your thinking?" tanya Neil Blair di seberang.
"Oh yeah" kekeh Javier.
"Oh my Javi, kamu itu dari dulu tidak pernah berubah" gelak Neil.
"Makanya aku awet muda" sahut Javier.
"Iyain saja lah!" Neil tertawa. Hubungannya dengan para sepupunya sangatlah dekat apalagi dengan umur tidak muda lagi membuat mereka saling mendukung satu sama lain untuk tetap sehat dan bahagia.
"Dinner at RR tonight?" tanya Javier.
***
Falisha menatap wajah tampan Aji yang masih terlelap. Tangan halusnya menepuk tangan Aji dan perlahan mata bernetra hitam itu terbuka.
"Fa?" bisiknya. "Akhirnya datang juga."
Falisha duduk di sebuah kursi sebelah tempat tidur Aji. "Bagaimana bisa terjadi kecelakaan, Ji?"
Aji tersenyum melihat wajah khawatir Falisha dan memanggil namanya.
Aku melamun. Aji bersyukur tangannya tidak terluka jadi dia bisa melakukan bahasa isyarat.
Kamu melamun apa?
Aji menatap lembut ke Falisha. Dirimu.
Falisha melongo. Kamu sebenarnya mau kemana kok ke bandara?
__ADS_1
Maaf aku tidak memberitahukan dirimu tapi aku harus pergi sejenak menjauh dari keluargaku.
Kenapa? Ada apa dengan keluarga mu? Falisha tanpa sadar mengelus rambut Aji namun sedetik kemudian dia menarik tangannya. Elakshi Falisha Arata Hassan, dia bukan klien kamu!
"Maaf. Aku lupa kamu bukan klien aku di ruang konsultasi" ucap Falisha
Aji menarik tangan Falisha. "Anggap saja aku klienmu yang anak-anak itu."
Falisha tertawa. "You're not kid, Aji."
"I'm a big kid" senyum Aji. "I think I'm in love with you, Fa."
Falisha tersenyum. "Thank you."
"So?"
"Kita jalani saja dulu ya sambil saling memantapkan hati." Falisha menatap Aji.
At least kamu tidak menolakku.
Falisha tersenyum. "Apa yang terjadi dengan keluarga mu?"
Wajah Aji berubah menjadi keras. Actually I hate my parents. Falisha melongo. Nadya yang membantuku selama ini, *dia seperti kakak dan ibu yang tidak aku miliki.
Mrs Lau?
Dia hanya ingin tampak baik saja di dunia sosialita dan kamu tahu, mereka ingin mengambil perusahaan IT ku*.
Falisha melongo. *Why? What is the reason?
Money. One of the root of evil*.
Falisha mengerenyitkan alisnya. Bukannya perusahaan Lau Fabric salah satu perusahaan tekstil besar di China dan Indonesia?
Aji menggeleng. Perusahaan Lau sedang colaps dan investasi dari PRC group dan AJ Corp lah yang selama ini membantu kestabilan keuangan perusahaan Lau.
"Lalu? Mariana?"
"Orangtuanya adalah pemilik beberapa resort dan villa di Bali, Raja Ampat dan Christmas Island. Mom berusaha menjodohkan aku dengannya demi kerjasama dengan keluarga Mariana apalagi mereka dulu teman kuliah."
Falisha pun paham.
***
Yuhuuu Up Pagi Yaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️