Duda Milik Davina

Duda Milik Davina
Bonchap - Javier is Javier


__ADS_3

Neil Blair tersenyum melihat Javier Arata datang dan keduanya saling berpelukan erat. Meskipun tidak ada hubungan darah, tapi mereka erat satu sama lain sebagai keluarga.


"So, apa yang membuat Javier Arata turun gunung?" kekeh Neil sambil menenggak teh hijaunya.


"Lau Fabric."


Neil Blair mengerenyitkan dahinya. "Pabrik yang bekerja sama dengan AJ Corp dan meminta PRC group untuk membantu investasi?"


"You do your homework" kekeh Javier.


"Apakah soal Falisha?"


"Bukan. Pria yang ingin aku jodohkan."


Neil tersedak teh hijaunya. "Apaa? Kamu mau menjodohkan Falisha? Siapa pria yang membuat Javier main jodoh-jodohin?"


"Sangaji Aryaseta Lau."


Neil tampak berpikir. Sepertinya aku pernah mendengar nama itu tapi dimana.


"Pria yang ditolong oleh Hoshi dan Abi. Hoshi sempat dituntut menodongkan pistolnya lalu James dan Travis yang membelanya."


"Si jenius yang menciptakan aplikasi untuk kaum disabilitas?"


Javier tersenyum. "That's him."


"Lalu apa hubungannya, Javi dengan kamu memanggil aku dengan Sangaji?"


"Aku ingin mengakusisi semua pabrik milik Lau."


Neil melongo. "Kamu gila! Kita tidak butuh pabrik, Vier. Buat apa?"


"Buat membalas perbuatan kedua orang tua angkatnya Aji. Apa kamu tahu, insiden Aji hampir dibunuh karena aplikasi itu karena suruhan Julia Lau agar bisa mendapatkan hak patennya?" Javier tersenyum smirk.


"Damn aku lupa siapa Javier Arata" gelak Neil. "Bahkan Duncan Blair dan Joshua Akandra kalah kalau soal licik denganmu."


"Ini, aku sudah siapkan semua alasan kenapa aku ingin mengakusisi pabrik Lau Fabric di China dan Indonesia. Mereka memiliki dua pabrik, di Guandong dan Sragen. Aku mau yang Sragen diambil oleh AJ Corp pimpinan Danisha sedangkan pabrik Guandong akan aku jual lagi setelah aku akusisi" seringai Javier.


Neil mengambil flashdisk yang diberikan Javier. "Keuangan PRC kuat kan Javi? Karena jika kita akusisi, membutuhkan dana tidak sedikit."


"Hei, hutang Lau Kar Wei ke PRC akan jatuh tempo akhir bulan ini. Dan aku yakin dia tidak bisa membayarnya jadi itu kesempatan aku mengambil jaminannya." Javier menyeringai licik.


Neil terbahak. "Kau gila Javi. Menunggu sekian lama untuk menghajar. Kalau aku tidak sabar!"


"Patience is a virtue."

__ADS_1


Arti patience is a virtue - a good quality to be able to tolerate something that takes a long time. ( sebuah kualitas yang baik untuk dapat mentolerir sesuatu yang membutuhkan waktu lama )


"Memang pantas kamu lolos hell week berulang kali!" gelak Neil Blair.


***


Javier mendapatkan informasi dari Nadya bahwa Aji akan dipindahkan ke rumah sakit milik PRC group oleh Falisha dan disana akan diperiksa dan dijaga ketat oleh para pengawal yang dikirimkan oleh Arya Ramadhan.


Javier mengingat saat Nadya Mahendra, salah seorang Scout atau pencari bakat dari PRC group mengatakan padanya ada anak berusia 14 tahun yang sudah bisa membuat program untuk anak-anak tuna rungu seperti dirinya. Mendengar anak tuna rungu, Javier langsung kepikiran cucu perempuannya, Falisha yang belajar bahasa isyarat di sela-sela latihan beladiri dan menembaknya hanya demi bisa mengobrol dengan Tuti sahabatnya.


Sejak saat itu Javier diam-diam mengawasi Sangaji Aryaseta Lau, nama yang bagus tapi nasibnya tidak sebagus namanya. Nadya pun dikirim Javier untuk mengawal Aji apalagi dia juga fasih bahasa isyarat. Aji yang mengira mendapatkan asisten yang kompeten, tidak pernah berpikir bahwa Nadya juga melindungi dirinya.


Hingga insiden Hoshi dan Abi menghajar orang-orang yang hendak merebut program aplikasi itu, Javier tidak bisa diam begitu saja dan diam-diam dengan anonymous, dia menanamkan modal untuk perusahaan IT Aji melalui Nadya hingga akhirnya perusahaan milik Aji berkembang pesat dan dia bisa mengembalikan modal yang diberikan Javier.


Javier salut dengan kecerdasan Aji apalagi dia memiliki kepribadian yang baik meskipun kedua orangtua angkatnya agak matre. Dan kini, tanpa diduga sang cucu tertarik dengan Aji tanpa dia harus turun tangan menjodohkan dan Javier sangat bahagia mendengarnya, apalagi Kareem dan Davina juga menyukai Aji.


Laporan Nadya tentang keuangan perusahaan IT Aji yang naik pesat dan membuat kedua orangtuanya menginginkan sebagian uang anak angkatnya masuk ke dalam modal meskipun mereka sudah meminta bantuan dari berbagai pihak baik dari bank dan perusahaan lain.


Lau Fabric sendiri adalah perusahaan kain dari China yang diekspor ke berbagai negara di dunia. Seharusnya Mereka mendapatkan banyak keuntungan jika tidak dipakai untuk berjudi di Las Vegas atau Macau atau Monaco. Akibatnya mau diberikan dana seberapa banyak pun, tetap saja akan habis untuk berjudi.


Dan sekarang waktunya Javier memberikan pelajaran ke suami istri Lau.


***


Lalu dia menoleh ke arah Falisha yang sedang mengobrol dengan seseorang melalui ponselnya tapi karena posisinya membelakangi, Aji tidak bisa membaca gerakan bibirnya.


"Merci Grand-père." Falisha pun menoleh ke arah Aji setelah mematikan ponselnya.


Kamu telpon siapa?


Opa.


Ada apa?


Mobilmu sudah dibawa ke bengkel papa. Besok akan diselidiki oleh papa dan mekanik.


Memang mobilku kenapa?


Kapan kamu terakhir servis di Toyota?


Aji menatap Falisha bingung. "Awal bulan ini. Ada catatannya di buku servis.


"Benar nona Falisha, mobil Toyota 86 milik Tuan Lau masuk servis awal bulan ini. Saya yang melakukan booking janji." Nadya menatap Falisha.


"Apakah mobilmu pernah dipinjam orang lain sebelumnya?" tanya Falisha.

__ADS_1


Aji memajukan bibirnya yang membuat Falisha gemas ingin menguncir dengan ikat rambutnya.



"Tidak ada. Memang ada apa ini?" tanya Aji bingung.


Falisha hanya menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa."


Aji menatap tajam ke Falisha. Gadis ini menyembunyikan sesuatu.


***


"Haaaahhhh! Kalau nggak Opa Javier yang minta tolong, aku nggak bakalan ke Jakarta dah! Lagian kayak nggak ada orang lain saja sih! Iiihhh pada kemana itu semua pasukan Bodrex kalau lagi dibutuhin? Mana aku lagi seru-serunya nangkap hantu pula! Arrrgghhh... Awas kalau janjinya Opa Javier nggak ditepati! Aku bilang ke Oma Valora dan Opa Raymond!" seorang gadis berambut pirang tampak sedang menarik koper sambil ngomel-ngomel sendirian dengan bahasa Perancis.


Buugghhh!


"Adduuuhhh! Mata lu kemana sih Bambaaaaannggg!" bentak gadis itu ke seorang pria yang bertabrakan dengannya.


"Eh cewek bule! Enak saja manggil gue Bambang! Makanya kalau jalan, jangan sambil ngedumel! Cantik-cantik kayak nenek-nenek tukang ngomel!"


Gadis itu langsung menarik kerah pria Indonesia itu. "Siapa yang nenek-nenek?" Mata biru gadis itu berkilat marah.


"Elu!" jawab pria itu. Cantik banget tapi kok galaknya kayak macan.


Suara seseorang membuat gadis itu melihat ke arah belakang pria yang sedang dicengkeram kerah jasnya.


"Nona Freya!"


"Kali ini kamu selamat! Kalau sampai ketemu lagi, kamu nggak bakalan selamat!" Freya melepaskan cengkramannya lalu menarik koper Mont Blanc miliknya meninggalkan pria yang termangu itu.


Cewek menarik.



Introducing Freya Maharani Ruiz Sky


***


Yuhuuu Up Siang Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2