
Acara resepsi pun dilaksanakan dan para generasi mulai bersosialisasi dengan para undangan dan kolega, apalagi Javier, Agatha, Davina dan Kristal bertemu dengan para rekan bisnis di Jakarta, Bandung dan Surabaya yang hadir.
Seperti tradisi keluarga besar Pratomo, mereka lebih suka konsep garden party dan meskipun di ballroom, konsep itu tetap dilakukan.
Hoshi melihat Rina Kareem yang asyik ngobrol dengan Arimbi langsung menghampiri keduanya. Dua sahabat itu menatap Hoshi dengan tatapan bingung karena cowok itu memberikan tatapan yang tidak bisa ditebak.
"Eh cewek Arab. Bisa nggak pakai baju yang tidak pamer bahu?" ucap Hoshi pedas.
"Dih! Muka pucat! Memang kenapa? Gue yang pakai kok elu yang protes? Papa mamaku saja cuek!" balas Rina yang hari ini memakai dress hitam model Sabrina dengan rambut diikat simpel.
"Dasar! Tukang pamer!" gumam Hoshi yang masih bisa didengar Rina dan Arimbi.
"Dia kenapa Rin?" tanya Arimbi setelah Hoshi berlalu.
"Tahu tuh! Kesambit kali!" jawab Rina acuh. "Eh jadi beneran suaminya Falisha tuna rungu, Bi?" Rina melihat Aji dan Falisha mengobrol dengan beberapa tamu undangan yang memakai bahasa isyarat untuk berbincang.
"Beneran lah, masa bohongan?" senyum Arimbi.
"Wah benar-benar ya keluarga kalian. Dimana-mana biasanya anak sultan tuh cari yang perfect, tapi ini kalian baru sekarang menerima anggota baru yang tidak sempurna." Rina menatap kagum bagaimana Aji dan Falisha tampak luwes mengobrol.
"Perfect imperfection" ucap Arimbi. "Itu yang dibilang sama Opa Javier."
"Iya ya. Belum tentu orang yang perfect semuanya bisa menjadi pasangan yang baik" gumam Rina.
"Kamu sama Yudha gimana kabar?"
"Masih LDR an lah Bi. Mau gimana? Pacaran sama tukang gali kubur... eh minyak yang tidak bisa diprediksi kapan pulang ya gitu deh!" Rina menatap Arimbi manyun.
"Elu serius sama Yudha?" tanya Arimbi.
"Pengennya cuma kan aku tidak tahu dia jodoh aku atau bukan, yang penting jalani dulu. Kalau tidak jodoh, ya kita pasti bubar."
Arimbi mengangguk. Pantas Hoshi manyun rupanya Rina pacaran sama Yudha. Tadi sebelum Hoshi datang, Rina memang bercerita kepada Arimbi sedang pacaran dengan Yudha. Setelah acara pernikahan Bima dan Arimbi enam bulan lalu, Rina dan Yudha semakin dekat dan memutuskan untuk berpacaran jarak jauh karena Yudha sekarang sedang berada di Qatar.
"Serius tidak tertarik sama Hoshi?" goda Arimbi.
"Bah! Siapa juga yang betah sama cowok lambe cabe setan level 100?" cebik Rina. "Makan ati ditambah rempelo, tahu nggak?"
Arimbi terbahak. "Kayaknya rica ati rempelo enak ya?"
"Duh bumil, yang dipikirkannya makanan melulu" kekeh Rina. "Besok aku ke rumahmu. Kita masak itu yuk?"
"Kuy lah! Paling mas Bima yang pusing lihat kita heboh nanti di dapur."
"Alah Bima dikasih maem enak juga diem kok!"
***
Bagas Hadiyanto datang ke pesta pernikahan dua orang gadis yang sempat ditaksirnya tapi ternyata dua-duanya bukan jodohnya dan hari ini keduanya menikah dengan pria pilihannya masing-masing.
Bagas berusaha menjadi seorang gentleman dan menghormati undangan yang dikirimkan kepadanya dari Kareem Hassan. Melihat Kareem dan Davina Hassan, pria ganteng itu datang menghampiri kedua orangtua Falisha.
__ADS_1
"Mr Hassan, Mrs Hassan" sapa Bagas ramah. .
"Bagas" Kareem tersenyum dan menerima jabatan tangan dari Bagas.
"Selamat Sir."
"Thanks Bagas. Sudah bertemu Falisha dan Aji?" tanya Kareem.
"Belum, Sir. Saya baru datang dan langsung menghampiri anda berdua" jawab Bagas apa adanya.
"Terimakasih atas kedatangannya ya Gas" ucap Davina ramah.
"Sama-sama Mrs Hassan." Bagas tersenyum.
"Itu Falisha dan Aji" Kareem menunjuk ke arah belakang Bagas yang membuat pria tinggi itu menoleh.
Pria khas Indonesia itu melongo melihat Falisha mengenakan dress putih ketat dengan model punggung terbuka sedangkan Aji berdiri di sebelahnya sambil memeluk pinggang istrinya dengan posesif.
"Falisha. Pak Aji" sapa Bagas. "Selamat atas pernikahannya semoga sakinah mawadah warahmah."
"Aamiin. Terimakasih sudah datang pak Bagas" ucap Falisha sambil menerima uluran tangan Bagas dan menjabatnya. Aji pun melakukan hal yang sama.
"Monggo lho menikmati hidangannya. Kami masih hendak menemui para kolega" senyum Falisha ramah.
"Saya masih hendak mengobrol dengan Mr Hassan." Bagas mengangguk ke Aji. Tenang bro! Gue masih waras kagak nikung atau jadi pebinor.
***
"Kamu minta apa Astuti?" tanya Rama kepada gadis manis itu.
"Aku minta itu" tunjuk Tuti ke Rama.
"Oh coq au Vin." Tuti mengangguk. Rama pun minta ke pelayan untuk membuatkan permintaan gadis itu lalu keduanya duduk di meja yang disediakan.
"Lafalku jelek ya mas? Jadi ga paham" keluh Tuti setelah makanan yang dimintanya datang.
"Tidak kok. Yang penting makanan yang kamu pengen sudah ada di hadapanmu" senyum Rama yang siang ini memakai suit setengah resminya.
"Mas Rama kok gak pakai dasi?" tanya Tuti.
Rama menatap Tuti. "Tuh saudara-saudaranya mas juga pada nggak pakai dasi. Kalau kondangan gini, suka pada lepas dasi."
Tuti mengedarkan pandangannya dan memang beberapa anggota keluarga yang pria banyak sudah melepaskan dasinya.
"Pada tidak takut hilang dasinya?"
"Hilang ya sudah" jawab Rama cuek.
Tuti mendelik. Padahal aku tahu harga dasi mereka tidak murah juga. Dasar sultan!
__ADS_1
"Kamu kenapa?" tanya Rama melihat wajah Tuti tampak berpikir.
Tuti menggeleng sambil tersenyum.
***
Bagas sedang mengambil potongan daging kambing guling ketika seseorang menabraknya dan membuat sepotong daging itu mengenai jas mahalnya. Sempat hendak menegur tapi Bagas mengurungkan niatnya ketika melihat orang yang menabraknya.
"Aduh maaf Oom. Nanti aku ganti biaya dry clean jasnya. Aku benar-benar minta maaf" ucap seorang gadis yang tampak masih belia dengan gaun bewarna pink itu.
Introducing Safira Pratomo, putri Nathan Pratomo dan Haura Randall Pratomo.
"Oom?" pendelik Bagas. Seriously? Aku memang tua banget apa ya? "Heh! Aku tuh belum tua, Dik!"
"Lha masa aku harus manggil Abang? Tar dikira manggil tukang sate" sahut gadis itu sambil tersenyum manis.
Oh astaga!
"Sudah gini saja. Kamu mau kan tanggung jawab atas jas aku? Tukeran nomor ponsel gimana?" tawar Bagas.
"Dih, si Oom modus ya?" gadis itu memincingkan matanya yang indah.
"Katanya kamu mau gantiin biaya dry clean jas saya? Gimana mau hubungi dong?"
Gadis itu menghela nafas panjang. Salahnya juga ceroboh.
"Ya sudah, mana ponselnya Oom."
Bagas memberikan ponselnya setelah membuka password nya.
Gadis itu memasukkan nomornya dan memberikan lagi ponsel ke Bagas.
"Namanya siapa disini?" tanya Bagas.
"Safira Pratomo." Bagas menatap gadis itu.
"Kamu anaknya siapa?"
"Dih si Oom gak sopan lagi deh. Anaknya Dokter Nathan Pratomo dan Dokter Haura Randall."
"Kamu anaknya dokter Haura?"
***
Haura Randall, istri Nathan Kim Pratomo itu blasteran Indonesia - Amerika dan lebih dominan bule jadi anaknya ikutan sang mama.
Yuhuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1