Duda Milik Davina

Duda Milik Davina
Bonchap - Déja Vu


__ADS_3

"AAAPPAA? Freya tidur bersama seorang pria?" teriak Ashley di telinga Javier. Ashley benar-benar meradang dan kebakaran jenggot. Putrinya yang memang diminta oleh Javier malah berantakan disana.


"Ashley, apa kamu tidak ingat? Dulu kamu juga melakukan hal yang sama dengan Kristal?" kekeh Javier menghiraukan Omelan Ashley di seberang.


"Astaga! Siapa pria itu Oom?" Ashley tidak habis pikir kenapa ini Opa satu tampak santai-santai saja padahal dulu saat Davina dicium oleh Kareem, sampai babak belur pria itu dihajar.


"Haris Putra Lexington."


"Astaga! Haris? Haris? Si akuntan PRC group?" seru Ashley.


"Well, dia memang aku jodohkan dengan Freya." Javier menyesap kopinya.


"Astaghfirullah Oom! Sejak kapan Oom Javi main jodohin?"


"Sejak Jeremy ngamuk ke Freya gara-gara menunjukkan adanya penampakan di kastil McCloud dan membuat Rain terkejut. Untung Rain jantungnya kuat!"


"Memang kacau tuh anak! Habis aku dimarahi oleh Oom Jeremy." Ashley meringis teringat Elang habis mengomelinya karena semua orang tahu bagaimana bucinnya pria tampan itu ke istrinya Rain Reeves.


"Makanya Oom sengaja menjodohkan Freya dengan Haris karena Oom tahu, Haris bisa membuat cucu antik itu berhenti dari hobi nyelenehnya."


Ashley menghela nafas panjang. "Kalau Haris, aku dan Kristal sangat mengenalnya, dia anak yang lurus. Kami tidak pernah mendengar dia membuat skandal diluaran atau pacar apapun."


"Justru karena itu, aku memilih dirinya buat Freya."


***


"KAMU TIDUR DENGAN SIAPA?" teriak Kristal kepada putri sulungnya.


"Haris Lexington, mama."


"Haris? Si akuntan? Kok bisa?" Kristal bingung bagaimana putrinya bisa tidur bareng dengan pria yang wajahnya cool tapi lempeng kayak jalan tol.


"Iya ma, si akuntan!"


"Ceritakan semuanya ke mama."

__ADS_1


Freya pun menceritakan dari awal dirinya datang ke Jakarta hingga kejadian semalam tanpa ada yang ditutup-tutupi.


"Jadi kamu melihat tubuh Haris itu pelukable dan sentuhable?" kekeh Kristal. "Gara-gara itu kamu mau minta Haris nembung ke papa?"


"Iyaaaa! Daripada Freya khilaf ma" gelak Freya.


"Astaghfirullah!" Kristal memijit pelipisnya.


***


Ashley masuk ke dalam kamar tidur dan melihat istrinya Kristal juga dalam keadaan geleng-geleng kepala. New York saat ini masuk malam dan berita yang diberikan oleh Javier dan Freya membuat pasangan suami-istri ini terkejut.


"Sayang, kamu sudah tahu?" tanya Ashley melihat istrinya tampak kesal dan bingung.


"Freya barusan cerita." Kristal tersenyum. "Déja vu pak Ashley?"


"Kamu menyindirku, Kris?" sungut Ashley yang membuat Kristal tergelak.


"Akhirnya kamu merasakan apa yang papa dan mama rasakan dulu."


Kristal hanya tersenyum lalu menelpon Valora, sang ibu.


"Mama, sudah mendapatkan kabar dari Oom Javier?"


***


Aji memandang wajah Falisha yang memerah dan keduanya masih mengatur nafas setelah tadi berciuman sangat panas bahkan tangan Aji sampai masuk ke dalam blus gadis itu sebelum akhirnya Falisha sadar bahwa mereka berdua akan semakin kebablasan kalau terlalu lama berduaan.


"Stop! Bahaya!" bisik Falisha sambil membetulkan bajunya.


I'm so addicted to your lips, Fa.


"Hah?" Falisha lalu menuju ke cermin yang ada ruang VIP dan meruntuk betapa hebohnya Aji mencium bibirnya hingga membuatnya bengkak. Astaga! Kenapa bibirku jadi begini?


"Kenapa Fa?" tanya Aji yang juga membetulkan jasnya yang sedikit kusut akibat cengkraman Falisha.

__ADS_1


Gadis itu berbalik. Bibirku bengkak.


Aji terbahak. Tapi enak kan Fa?


Falisha memberengut. "Tanggung jawab!"


"Nanti setelah semuanya selesai, aku akan ke Oom Kareem, nembung kamu" ucap Aji tegas dan serius.


Wajah Falisha memerah. Aku tunggu.


***


Aji dan Falisha pun kembali ke ruangan sebelah dan emosi pria oriental itu sudah lebih baik apalagi mendapatkan mood booster yang membuatnya tenang. Pria yang masih memakai kruk kemana-mana itu tampak lebih bisa menguasai perasaannya.


Javier dan Agatha yang melihat keduanya hanya bisa menggelengkan kepalanya. Sudah Haris tidur bareng Freya, sekarang Aji dan Falisha habis berciuman. Ya benar, mereka aku jodohkan tapi sampai kebablasan begini ya benar-benar di luar ekspektasi. Javier membayangkan kedua cucu nya akan menikah bersamaan tapi semua tergantung Kristal dan Ashley lalu Kareem dan Davina.


"Maafkan saya Mr dan Mrs Yung, sejujurnya saya sudah mempersiapkan diri tapi teori dan praktek di lapangan berbeda. Tolong berikan saya waktu untuk menerima anda berdua. Jika anda agak lama di Jakarta, saya ingin menghabiskan waktu bersama anda disini untuk lebih tahu lebih banyak. Saya berterima kasih kepada Mr Javier dan Mrs Agatha yang sudah membawa kedua orangtua kandung saya kemari." Falisha menerjemahkan ucapan Aji dan asisten Javier yang fasih bahasa Mandarin menerjemahkan ke suami istri Yung.


"Kami akan berada di Jakarta selama seminggu, nak. Dan kami memang ingin mengetahui lebih banyak kehidupan anak kami karena selama ini akses untuk mengetahui keadaan mu ditutup oleh orang tua angkatmu" ucap Yung Mei Ling.


"Mama akan sangat bahagia jika kamu bisa bersama dengan kami seminggu ini. Memang kita akan kesulitan awalnya tapi mama dan papa harap, kita bisa memiliki komunikasi yang baik. Kami tidak keberatan jika kamu belum bisa memanggil kami mama dan papa Karen kami bisa memahami situasinya" sambung Li Huanran.


Aji mengangguk.


"Yuk, kita makan dulu. Opa lapar!" senyum Javier polos yang membuat Agatha menatapnya curiga. Pasti ada sesuatu yang disembunyikan oleh suami ku ini.


***


Yuhuuu Up Siang Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2