
Usai acara pernikahan Hoshi dan Rina
Rama dan Astuti sudah melakukan acara nembung ke ayah Astuti, pak Mulyono. Bahkan sehari usai acara Hoshi, Arjuna bersama keluarga intinya mendatangi rumah Astuti pagi harinya dan acara nembung sederhana. Rama bersyukur ayah Astuti menerima niat baiknya dan disepakati acaranya dua bulan lagi dengan sederhana sesuai dengan permintaan pak Mulyono.
Malam ini para sepupu pria Rama mengadakan boys night out tapi pria tampan itu memilih untuk menemani Astuti memeriksa pekerjaannya di sekolah sekalian dengan proses pemindahan jabatan karena Falisha akhirnya memberikan ijin Astuti untuk mengundurkan diri. ( kerusuhan para sepupu Rama bisa dibaca di The Four Emirs chapter Rusuhnya Generasi Kelima ).
"Falisha beneran hamil kan, Tut" ucap Rama saat membaca pesan dari grup chat generasi ke lima khusus pria.
"Iya kah?"
Rama menunjukkan laporan Joey Bianchi di chat. "Keponakan aku bertambah lagi."
TING!
"HAAAAHH? Arimbi lahiran dan Bima bengong?" seru Rama membuat Astuti menoleh.
Kenapa mas?
Rama menceritakan hasil chat dengan Joey dan Rajendra, kakaknya. Astuti tertawa terbahak-bahak membayangkan si mulut unfilter yang selalu membuat darting opa dan ayah mertuanya itu auto loading lama.
Mas Rama besok kalau kita punya anak, apa bakalan seperti Bima?
"Mas nggak berani berandai-andai soalnya kan belum kejadian. Bisa iya bisa nggak..." senyum Rama.
Kalau punya anak, mas Rama pengen anak perempuan atau laki yang pertama?
"Sebenarnya mau cewek atau cowok, mas nggak masalah asal kamu dan anak kita sehat. Tapi kalau boleh memilih, mas pengen punya anak perempuan kalau yang pertama."
Kenapa?
"Karena keponakan aku kebanyakan cowok. Yang cewek cuma Nadira anaknya mas Jendra, Raveena anaknya mbak Reana. Lainnya cowok semua."
Astuti tersenyum. Insyaallah dikabulkan ya mas.
Rama membalas senyuman Astuti dengan mencium pipi gadis itu. "Aamiin."
__ADS_1
***
Present Day
Hari ini adalah hari yang ditunggu oleh Rama dan Astuti karena keduanya hendak melakukan ijab qobul yang kemudian dilanjutkan dengan resepsi sederhana.
Keluarga besar Arjuna tidak semuanya bisa datang namun yang di Jakarta, datang semua ke rumah milik keluarga McCloud, rumah yang tidak boleh dijual oleh Rain saat awal bertemu dengan Elang, rumah yang menjadi markas saat Ghani dan para sepupu iparnya membuat rencana membebaskan Rain yang diculik oleh saudara tiri Elang, Glenn Hawk McCloud. ( Baca Elang Untuk Rain ).
Rama yang mirip dengan Opa Elangnya tampak tampan dengan tuxedo hitam dan kemeja putih sedangkan Astuti mengenakan kebaya bewarna putih gading. Keduanya pun sudah siap di meja penghulu dan pak Mulyono ayah kandung Astuti menjadi wali nikah putrinya.
Acara ijab pun berjalan lancar dan Rama memberikan mas kawin berupa penthouse di New York yang akan menjadi tempat tinggal mereka esok, sebuah mobil Jaguar dan perhiasan.
Eiji Reeves yang tetap stay di Jakarta, membisikkan sesuatu ke Elang yang membuat pria yang masih tampan di usianya yang sudah lanjut tertawa kecil.
"Kalian bicarain apa?" tanya Ghani usai acara ijab qobul.
"Mas kawin si cucu yang tidak ada mengalahkan mas kawinnya si kampret satu ini" kekeh Eiji.
"Kastil dan kuda Arab" senyum Ghani.
"Itu gara-gara Lexa memang ingin Vespa pink, ya sudah aku jadikan mas kawin saja."
"Ingat G, setengah abad lalu kita berkumpul disini untuk membebaskan Rain" senyum Elang melihat rumahnya yang masih terawat hingga sekarang.
"Dan aku tidak menyangka kalau kamu mampu lolos Hell Week Navy Seals, Ji" ucap Ghani ke Eiji.
"Aku sendiri juga tidak menyangka bisa lolos soalnya aku kan orangnya hopeless an begitu" jawab Eiji dengan wajah mendrama.
"Mulai deh!" sungut Ghani.
***
Rajendra memeluk adiknya yang sudah melepaskan masa lajangnya begitu juga Aruna yang memeluk Astuti menjadi adik iparnya.
"Selamat ya kalian berdua, semoga jadi keluarga sakinah mawadah warahmah" doa Aruna ke kedua iparnya. Ibu cantik itu sedang hamil anak kedua yang diperkirakan laki-laki. Rajendra lah yang paling bahagia akhirnya mendapatkan jagoan setelah mendapatkan Nadira.
__ADS_1
"Bener kan sayang, kenapa aku ingin anak pertama itu perempuan? Ya karena mba Runa hamil anak cowok." Rama menatap istrinya.
Astuti tertawa. "Sedikasihnya saja mas."
"Kalian nggak kabur macam kita?" tanya Freya yang datang bersama Haris.
"Mas Hoshi bilang nggak bakalan ada yang rusuhi soalnya biang keroknya lagi sibuk punya baby" sahut Safira yang datang bersama dengan Bagas Hadiyanto, suaminya.
"Werkudara sudah aku ancam jangan ganggu kalian!" Suara Hoshi membuat para sepupunya menoleh.
"Tumben Bima manut sama kamu, Hosh?" ucap Rajendra. "Biasanya kalian harus gelut dulu baru bisa akur."
"Soalnya aku ancam bakalan ngompori Oom Bara menahan Werkudara ketemu sama si Arka sebulan."
Semua sepupunya melengos mendengar ucapan pria cantik itu.
"Lu kok jahara sih?" celetuk Bagas.
"Hei, kalau sama Werkudara itu harus usil dan jahara karena dia paling enak dinistakan" gelak Hoshi yang langsung mendapat keplakan Rina.
"Ogan Abi dan Opa Edward jilid kedua" kekeh Rajendra.
"Oom Levi dan semua sepupu..." gelak Safira.
"Kayaknya di setiap generasi kalian pasti ada biang kerok dan rusuh ya?" timpal Haris.
"Iyalah! No rusuh no life itu motto keluarga kami" cengir Freya.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️