Elang Untuk Rain

Elang Untuk Rain
Wedding Day 2


__ADS_3

Kini keduanya sudah duduk berhadapan dengan seorang penghulu yang sedang memberikan nasihat, bimbingan serta membacakan aturan dalam menikah, talak dan cerai namun pikiran Elang hanya tertuju kepada gadis manis di sebelahnya.


Rain memang tidak seimut Rhea, secantik Alexandra, seseksi Valora, selembut Savitri atau sejutek Miki, tetapi bagi Elang Rain adalah wanita yang paket komplit. Bisa lembut, bisa savage, jago masak, jago tembak tapi juga polos.


Harum parfum lembut Rain membuat Elang pusing. Ya ampun! Aku bisa gagal baca ijab kabul nih!


"Baik pak Ryu. Bisa kita mulai acara ijab Kabul nya" suara penghulu membuat Elang tersadar.


"Terimakasih pak penghulu." papa Ryu lalu menjabat tangan Elang yang terasa dingin. "Ya ampun Jeremy! Kenapa tanganmu dingin sekali?" komentar papa Ryu yang membuat para hadirin terbahak dan tentu saja yang paling keras para sepupu pria durjana Rain.


Elang hanya tersenyum kikuk ditambah tatapan tajam Edward Blair yang seolah mengatakan Gagal ijab Kabul, gagal nikah!


"Biasa saja Jeremy. Apa kamu mau menunda dulu?" goda Edward yang membuat Yuna melotot tidak percaya atas keabsurda suaminya.


"Mr Edward!" desisnya yang membuat Edward kicep namun suara tawa Joshua, Duncan, Eiji dan Javier terdengar paling keras dan terdiam setelah Nabila, Yuna, Shanum, Midori dan Vivienne mendelik kearah putra-putra mereka.


"Saya nggak papa kok Oom Edward. Monggo papa Ryu lanjutkan" senyum Elang.


"Bismillahirrahmanirrahim. Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Jeremy Eagle McCloud bin almarhum Bradley McCloud dengan anak saya yang bernama Rain Maliqa Reeves dengan maskawinnya berupa seperangkat alat sholat, kastil di London, dan 1 ekor kuda jenis Morgan dan 1 kuda jenis Arab. Tunai."


Rain terkejut mendengar mas kawin yang diserahkan oleh Elang. Kastil? Kuda?


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Rain Maliqa Reeves binti Ryu Reeves dengan maskawinnya yang tersebut, tunai.” ucap Elang dengan satu tarikan nafas.


"Bagaimana para saksi?"


"SAH!"


Elang memasangkan cincin kawin bertahtakan berlian di jari manis Rain dan Rain memasangkan juga di jari manis Elang.



Rain menatap Elang tidak percaya.


"Mbak Rain, suaminya dicium dulu dong tangannya" goda pak penghulu.


"Eh?" Rain tersenyum kikuk dengan wajah memerah. Elang membuka kain veil yang menutup wajah manis Rain lalu istrinya mencium punggung tangan Elang yang dibalas dengan ciuman di kening Rain.


"Jangan lama-lama, tar bedaknya Rain nempel di bibir lu J!" seru Eiji cuek yang membuat para tetua menepok jidatnya terutama papa Alex Reeves yang gemas dengan putra semata wayangnya.


"Eiji Adipramana Reeves!" seru Midori sang mama kesal anaknya suka ngaco nggak liat tempat.


"Peace mom!" cengirnya sambil memberikan jari tanda peace.


Ayame lalu menatap tajam suaminya. Eiji pun bergidik. "Diajeng Aya-aya" bisiknya. Ayame hanya cemberut dan memalingkan wajahnya. "Mbuh!"


Ghani dan Alexandra yang melihat kejadian di depannya hanya tersenyum simpul. "Jangan tertawa kamu G!" desis Eiji sok serem.


Rain dan Elang lalu menandatangani semua berkas pernikahan. Usai acara ijab Kabul, keduanya lalu memeluk dan sungkeman ke papa Ryu dan mama Giselle. Usai acara sungkeman, kedua pengantin menyalami ke para tetua yang sudah datang.


Sesudahnya baru bersalaman dan berpelukan dengan para sepupu Rain yang super reseh.


"Bang Ghani" sapa Rain kepada kakak Rhea itu.


"Selamat ya Rain" ucap Ghani sambil menyalami Rain. "Ohya kenalkan ini Alexandra, calon istri aku."


__ADS_1


Alexandra menyalami Rain dan mencium pipi pengantin baru itu. "Selamat ya Rain."


"Terimakasih. Kalau bang Ghani nggak menyelamatkan aku, mungkin aku nggak disini" senyum Rain.


"Hush! Nggak usah diingat-ingat yang dulu. Yang penting kamu sama Jeremy" ucap Ghani.


"Iya bang." Rain memeluk Ghani. "Terimakasih bang."


"Sama-sama Rain." balas Ghani.


***


"Kuda? Kastil? Seriously J. Lu kira Rain itu Rapunzel apa?" goda Eiji.


"Suka suka akulah yang kasih mas kawin" sahut Elang cuek.


"Selamat ya Jeremy. Jangan bikin Rain terluka lagi lho" ucap Javier.


"Thanks Javi. Ngomong-ngomong itu siapa yang kamu bawa kemari?"


Javier melirik ke arah Agatha yang sedang mengobrol dengan sang mama Vivienne.


"Namanya Agatha, dia dosen di Tokyo University, asistennya Mas Kenzo."


"Kok bisa ketemu disana?" tanya Duncan. "Hai G" sapanya melihat Ghani ikut bergabung dengan para pria sebaya.


"Aku cari Yuki waktu itu di Todai eh tabarakan sama tuh cewek. Ampun deh, pedesnya kalau ngomong!" kekeh Javier. "Ternyata anaknya menarik terus ya ta ajak pacaran saja lah!"


"G, kapan kamu nikah sama Alexandra?" tanya Gozali.


"Bukan kasus yang kayak kemarin kan?" tanya Ryoma.


"Nggak kok, kasus biasa. Aku berharap tidak bertemu kasus kayak kemarin. Lelah luar biasa. Rasanya kayak dikejar-kejar boneka Chucky."


"Kok jadi Chucky?" tanya Eiji.


"Daripada mimpi dikejar-kejar elu Ji. Lebih nightmare!" kekeh Ryoma.


Eiji mendelik. "Adik durjana lu!"


***


Rain menghampiri para budhe dan tante-tantenya yang memuji gaun pengantin Rain.


"Tuti yang bikin mbak" ucap Shanum kepada Nabila yang memuji gaun cantik itu.


"Bahagia sayang?" tanya Dara lembut.


"Sangat Tante" ucap Rain dengan wajah berbinar.


"Kalau Jeremy nakalin kamu, bilang sama Tante atau Tante Yuna, biar kita hajar!" ucap Vivienne judes.


"Tante, ingat baru saja keseleo gegara ski lho" Agatha mengingatkan.


"Ohya kenalkan ini Agatha, pacarnya Javier. Dia asistennya Kenzo" ucap Vivienne mengenalkan seorang gadis cantik dengan wajah tangguh.


"Kamu bisa beladiri kan?" selidik Nabila.

__ADS_1


Agatha terkejut. "Kok budhe tahu?"


"Nggak ada yang bisa lolos dari mata elang mbak Nabila" kekeh Shanum.


"Kalau dia nggak bisa, nggak mungkin Javi mau" gelak Vivienne. "Kan tuh anak role modelnya aku."


"Role model bar-bar kok bangga" sahut Nabila.


"Emang mbak Nab nggak?" kerling Vivienne.


***


Elang menghampiri Rain yang sedang mencicipi kue-kue yang ada di meja saji.


"Halo istriku" bisik Elang sambil mencium pipi Rain.


"Halo suamiku" sapa Rain yang berbalik dan menatap suaminya. Elang lalu memeluk tubuh Rain.


"Kenapa? Kamu mau bertanya mas kawinnya kan?" senyum Elang.


"Hu um. Kastil yang kamu maksud itu kastil yang itu?" tanya Rain.


"Iya. Kamu kan suka dengan kastilnya, jadi milikmu lah. Soal kuda, bukannya kamu ingin kuda di istal kastilku? Sudah aku persiapkan."


Rain tersenyum manis. "Terimakasih, suamiku."


"Kamu tahu apa komentar Eiji?" tanya Elang.


"Apa?"


"Kamu seperti Rapunzel tinggal di kastil." Rain tertawa.


"Ohya kudanya jantan atau betina?"


"Yang kuda Arab jantan, berbulu putih. Morgan, jantan juga warnanya hitam."


"Sudah dikasih nama?" tanya Rain.


"Belum. Istriku lah yang berhak memberikan nama."


Rain tersenyum. "Yang putih namanya Maximus, yang hitam Flynn."


Elang melongo. "Kenapa namanya jadi nama-nama di film Rapunzel, sayang?"


"Kan aku seperti Rapunzel, tinggal di kastil" gelak Rain.


***


Yuhuuu Up Siang Yaaaa


Ghani ada bonchapnya kok


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2