
Tiga hari di rumah sakit, akhirnya Arjuna diijinkan pulang dengan sederet nasihat dan petuah dari dokter ahli tulang itu..Apalagi mendengar bahwa diirnya harus berpuasa dulu sekitar seminggu meskipun Arjuna mengeyel ada gaya lain yang tidak membahayakan kakinya.
"Puasa Mr McCloud atau saya tidak mengijinkan anda pulang dari rumah sakit selama seminggu disini! Dan saya tidak menolerir jika anda harus kembali lagi karena ulah anda sendiri!" ancam dokter itu yang membuat Arjuna manyun.
Seminggu di rumah sakit? Males banget!
Walaupun dengan hati masih kesal, akhirnya Arjuna mematuhi perintah dokternya apalagi sang istri juga sudah membuat wajah judes. Daripada nanti pisah kamar? Hohoho tidak, tidak, tidak.
Sekar pun masih berkonsultasi dengan dokter tulang itu tentang kesiapan untuk fisioterapi dan pemulihan kaki Arjuna sedangkan pria itu hanya memandang istrinya yang serius.
Kamu tuh diskusi atau apa sih? Lama banget!
Setelahnya, Sekar pun selesai berkonsultasi dan pamit dengan dokter itu.
"Yuk mas, pulang" ajaknya sambil menggamit lengan suaminya.
"Kamu tuh diskusi apa sih? Lama banget!"
"Aku minta obat tidur buat mas biar bisa bobok jadi nggak usah traveling otaknya. Biar cepat sembuh tuh kaki!" jawab Sekar asal.
"Sekaaaarrr!"
Sekar cekikikan.
***
Seminggu ini benar-benar Sekar tidak mau disentuh oleh Arjuna, bahkan dia memilih tidur di sofa jika suaminya mulai kumat penyakit usilnya.
"Gimana kakimu mas? Dah mendingan?" tanya Sekar sambil membantu memandikan suaminya.
"Kaki mendingan, Otong manyun!" cebik Arjuna yang membuat Sekar tertawa.
"Ya ampun mas, kan masih dua Minggu lagi buat open gipsnya. Sabar ya mas."
"Sekaaaarrr! Kamu kok makin menyebalkan Thow sekarang?" Arjuna merasa gemas melihat istri cantiknya mulai usil.
"Mas, jangan marah-marah, nanti cepat tua. Hari ini ke perusahaan kan? Aku sudah menyiapkan baju buat kerja."
Arjuna cemberut dan tidak mau menyauti ucapan istrinya.
"Astaga mas! Itu si Otong kenapa bangun sih?"
"Gara-gara kamu pokoknya!"
***
Arjuna akhirnya masuk kantor setelah hampir tiga Minggu dia tinggalkan akibat kecelakaan dan proses penyembuhan. Ashley sendiri sudah masuk dari kemarin meskipun tangannya masih harus memakai arm sling.
Selama Arjuna dan Ashley tidak masuk, perusahaan dipegang oleh Storm Grimaldi, asisten Ashley. Hari ini Storm memberikan laporan kondisi perusahaan selama Arjuna tidak masuk.
__ADS_1
Storm Grimaldi
"Storm! Ini klien kenapa namanya familiar ya?" tanya Arjuna
"Lha kan memang familiar, itu kan tuan Ezra Hamilton" jawab Storm.
"Pemilik Hamilton Co? Yang ngejar-ngejar Danisha?" tanya Arjuna lagi.
"Saya kurang tahu kalau kehidupan pribadinya, Sir tapi memang benar dia pemilik Hamilton Co bersama dengan kakaknya." Storm membuka Ipad-nya. "Maksudnya mengejar Danisha itu gimana?"
"Haaaiissshhhh! Pria ini mengejar adik sepupuku, celakanya adikku menolaknya karena dia memilih pria lain."
Storm manggut-manggut saja sok paham padahal dia tidak tahu yang mana Danisha karena banyaknya sepupu Arjuna.
Storm hanya tahu Aidan dan Kaia Blair karena berada di London dan sekarang bertambah Rhett O'Grady, suami Kaia, kemarin meminta mengganti jok Range Rover lamanya.
"Kenapa dia ke London?" gumam Arjuna bingung. "Bukannya dia harusnya di New York?".
"Saya tidak tahu Sir" ucap Storm.
"Ya sudah. Biar aku cari tahu sendiri."
***
Arjuna masih memeriksa pekerjaannya ketika mendengar ribut-ribut di depan ruangannya. Dengan tertatih karena masih menggunakan kruk, Arjuna keluar ruang kerjanya.
"Kalian ada apa ini?" tanya Arjuna.
"Sir, tolong nasehati sepupu anda ini!" Ashley pun berlalu meninggalkan Arjuna yang terbengong dan Kristal yang menahan amarah.
"Kris, ayo masuk ke ruang kerja Abang" ajak Arjuna ke Kristal.
Kristal Arata Ruiz
Kristal pun menurut dan membantu sang kakak sepupu berjalan.
***
"Minum dulu" Arjuna memberikan sebotol air mineral ke adik sepupunya. Kristal pun meminumnya dan habis separuh.
Arjuna menunggu sampai adiknya tenang. "Kamu kenapa?"
"Bang, apa salah kalau aku memilih mencintai Ashley?" Arjuna terkejut.
"Apa benar kamu jatuh cinta ke Ashley bukan karena kamu seperti sebelumnya?"
__ADS_1
Kristal menggeleng. "Aku sudah lelah bang mencari seseorang seperti Malik tapi Malik hanya satu dan dia sudah tiada. Aku benar-benar jatuh cinta dengan Ashley meskipun dia menolakku berulang kali dan tadi adalah puncaknya. Dia tetap tidak mau menerimaku." Kristal pun menangis. "Apakah aku kurang cantik bang? Bang, meskipun aku mantannya banyak bukan berarti aku tidak menjaga diri. Aku masih bersegel bang! Aku selalu ingat pesan mommy, hanya memberikan hartamu itu kepada suamimu."
Arjuna menghela nafas panjang. "Kristal sayang, kamu tidak bisa memaksakan perasaan seseorang. Kamu kan tahu sendiri, Ash itu jauh lebih dingin dari Abang. Dia bukan pria yang gampang jatuh cinta dan jika dia bilang tidak memiliki perasaan padamu itu belum memiliki karena dia sendiri tidak menolak saat kamu merawatnya pasca kecelakaan."
"Aku harus bagaimana bang? Aku benar-benar patah hati dan ini jauh lebih sakit daripada dengan Malik."
"Back down. Kamu cooling down dan Abang sarankan, kamu pulang ke New York, urus PRC group bersama Oom Ryoma. Dengan bekerja, kamu memiliki kesibukan untuk mengobati hati yang patah."
Kristal memeluk Arjuna. "Titip Ashley, bang."
Arjuna hanya mengangguk sambil mencium pelipis adiknya.
***
Arjuna pulang dengan perasaan sedih karena melihat adik sepupunya yang biasanya bar-bar, kali ini tampak rapuh. Sekar yang menyambut suaminya datang heran melihat perubahan wajah Arjuna yang tampak kusut.
"Mas? Capek ya?" Sekar tersenyum sambil membantu Arjuna berjalan.
"Sedikit. Ayo ke kamar, mas ingin rebahan."
Keduanya pun masuk kamar dan Sekar membantu melepaskan baju Arjuna lalu mengambilkan kaos rumah dan celana pendek selutut.
"Sayang" panggil Arjuna ketika istrinya sedang membawakan secangkir teh herbal.
"Ada apa, mas?"
"Kristal pulang ke New York sore tadi" jawab Arjuna. "Dengan hati patah."
Sekar menyerahkan teh herbal itu dan Arjuna meminumnya. "Ashley?" Arjuna mengangguk.
"Kali ini Kristal benar-benar jatuh cinta dengan kulkas lima pintu itu!"
Sekar tersenyum. "Bagus lah kalau Kristal pulang ke New York. Tidak mungkin selama sebulan ini Ashley tidak merasakan sesuatu selama dirawat oleh Kristal. Orang baru merasakan rasa itu jika kehilangan."
Arjuna melirik ke arah Sekar yang duduk di sebelahnya. "Seperti kamu?"
"Seperti aku tapi aku bersyukur kepada Allah masih diberi kesempatan untuk menyatakan perasaanku kepadamu, mas. Entah apa yang terjadi jika aku..."
Arjuna membungkam bibir Sekar dengan bibirnya. "Kecelakaan itu adalah hikmah terbesar bagi kita berdua karena dengan begitu, kita tidak ada penyesalan."
Pria tampan itu lalu merengkuh pinggang istrinya. "Biar Ashley tahu rasanya menyia-nyiakan Kristal. Aku ingin tahu, besok dia bagaimana setelah tidak ada adikku itu!"
***
Yuhuuu Up Malam Yaaaa
Maaf telat soalnya mata nggak bisa melek gegara obat batuk
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️