Elang Untuk Rain

Elang Untuk Rain
Bonchap - Javier v Eiji


__ADS_3

Rama, Astuti, Aruna dan Rajendra sedang mengobrol ketika melihat sepupu mereka, Hoshi sedang berdebat dengan seorang pria. Di belakang Hoshi, berdiri Rina yang berusaha menarik pria cantik itu.


"Apalagi sih si mulut cabe itu!" gerutu Rajendra kesal dengan sepupunya yang cantik tapi sering tidak lihat tempat kalau menjeplak.


***


"Siapa ini nona? Pasti pria yang mengaku pacar kamu ya" ledek pria itu sambil memberikan tampang meremehkan ke Hoshi.


"Dia memang pacarku. Kenapa? Sudah sana, jauh-jauh dari aku sebelum kamu dihajar!" usir Rina judes.


"Memang dia siapa? Paling hanya pengawalnya dari perusahaan Arya Ramadha" ucapnya sinis. Malam itu memang Hoshi memakai suit hitam dan sekilas seperti para pengawal dari kantor security Arya.


"Kamu sendiri siapa?" balas Hoshi dingin. Diam-diam dia berencana mengambil rekaman CCTV jika tidak mendapatkan nama pria brengsek itu.


"Perkenalkan, saya Christian Sanders, teman Rina waktu kuliah di Singapura. Saya pemilik perusahaan ekspor impor di Batam, Golden Ekspor." Christian mengulurkan tangannya yang disambut dingin Hoshi.


"Perusahaan kecil" decihnya dingin.


"Apa kamu bilang?" desis Christian tidak terima.


"Aku bilang perusahaan mu adalah perusahaan kecil."


Rina hanya bisa menahan nafasnya karena tahu Hoshi memang menyebalkan. Tapi si mulut cabe memang benar, perusahaan milik Christian jika dibandingkan Giandra Otomotif Co saja itu tidak ada apa-apanya, apalagi digabungkan dengan PRC group, AJ Corp dan MB Enterprise. Yaaaa, nggak salah juga.


"Beraninya kau! Hanya bodyguard saja kebanyakan tingkah! Memang kamu siapa?"


"Paramudya Quinn Reeves."


Christian Sanders melongo. "Paramudya Quinn Reeves?' beonya.


"What's the matter? Cat bite your tongue?" sinis Hoshi melihat perubahan wajah Christian.


"Saya tidak tahu...kalau anda..."


Hoshi melepaskan pelukannya ke Rina dan mendekati Christian dengan wajah judesnya.


"Tidak tahu kalau saya apa?" tanyanya dingin.


"Kalau anda ... Paramudya Quinn yang terkenal di MIT ..."


"Kamu datang kemari, ke keluarga Arata sudah pasti ada keluarga Reeves! Pakai otak kamu, gurita!"


Rina yang melihat situasi mulai tidak baik, berusaha menarik Hoshi.


"Hoshi, sudah! Ayo cari es krim!" bisik Rina sambil menarik tangan Hoshi.


"Jangan pernah melakukan hal seperti itu lagi! Masih bagus mood aku lagi malas menghajar orang!" Hoshi menatap tajam ke Christian.

__ADS_1


"Quinn! Knock it off!" Hardik Travis Blair dengan suara tertahan yang melihat si cabe setan sudah mode bertarung dan ditarik oleh Rina. "Rin, kamu bawa Hoshi pergi. Kasih es krim yang banyak biar otaknya dingin!"


Rama dan Rajendra yang melihat itu pun datang mendekati sepupunya hanya untuk melindungi orang yang hendak dihajar Hoshi.


"Bawa Hoshi pergi Rin, cari udara segar sana!" perintah Rajendra.


"Iya mas." Rina pun berhasil menarik Hoshi menuju area es krim dan gelato yang tersedia, sedangkan Travis menatap Christian Sanders.


"Jangan sekali-kali menyombongkan apapun disini karena ini suasana pesta pernikahan milik keluarga Arata. Just enjoy the meal and entertainment." Travis berbisik di sisi telinga Christian. "Quinn benar. Perusahaan milik keluargamu adalah perusahaan kecil."


Christian menatap tajam ke arah Travis yang tampak santai. "And you are?"


"Travis Blair dari Blair and Blair Advocate. Kalau tidak salah ayahmu bernama Robert Sanders bukan?"


"How..."


"Ayahmu dan perusahaan keluarga mu adalah klien kami dan beberapa tahun lalu sempat ada masalah legalitas bukan? Dan kami yang menyelesaikan. Jangan berbuat aneh-aneh lagi karena kami berhak menolak memberikan jasa kami." Mata biru Travis menatap serius.


Rama melirik ke arah Hoshi yang ditarik Rina lalu menatap Christian. "Beruntung kamu masih bisa kita selamatkan dari Quinn, kalau tidak, aku tidak yakin muka kamu akan masih mulus malam ini" ucapnya dingin.


Wajah Christian tampak memucat.


***


"Ada apa mas Rama?" tanya Astuti ketika Rama dan Rajendra kembali ke meja mereka.


"Kan gara - gara Rina, dik" kekeh Rajendra.


"Hah? Oh Astagaaa!" gelak Rama. "Pantas sumbut!"



Gak jadi gelut ya mas ...


"Hoshi naksir Rina?" tanya Aruna ke arah suaminya.


"Baru tahu kamu sayang? Hoshi memang bertekad menikung Rina dari Yudha." Rajendra menatap istrinya yang memakai hijab biru tua itu.


"Hoshi? Main tikung? Oh astaga!" gelak Aruna yang tidak percaya kalau sepupu suaminya berniat main tikung demi seorang wanita.


"Tapi mereka kemana ya?" tanya Astuti yang membuat ketiga orang disana celingukan.


"Bukannya tadi ke tempat es krim ya?" tanya Rama.



Neng Astuti Yasmine

__ADS_1


***


Kini usai acara resepsi, semua keluarga besar klan Pratomo dibuat heboh dengan menghilangnya ketiga pasangan disana. Falisha dan Aji, Freya dan Haris serta Hoshi dan Rina yang membuat Eiji sang opa mengomel panjang lebar.


"Itu putuku kemana? Wong mau aku suruh gangguin duo F kok malah ngilangi? Memang si Toyib junior Ning Endi ( dimana )?" omel pianis legendaris itu.


"Pergi sama Rina Kareem" sahut Rajendra, Abi, Rama dan Ega bersamaan.


"Haaaaahhh? Meh ngopo ( mau ngapain )? Opo Yo meh melu-Melu sing bar dadi manten ( Apa ya mau ikutan yang baru saja jadi pengantin )?" Eiji langsung melotot ke arah Levi putranya yang juga ayah Hoshi.


"Dad tuh otaknya kejauhan mikir ah! Paling juga anterin Rina pulang! Nggak usah ngadi-ngadi dan sok traveling deh tuh pikirannya!" sungut Levi kesal karena Daddynya suka bikin story sendiri.


"Terus anakku kemana Oom Javier?" tanya Ashley Sky yang kesal karena Freya menghilang bersama dengan Haris disaat para tamu pada belum pulang semuanya.


"Paling ya unboxing" sahut Javier cuek.


"Oh Astagaaa Javi! Kau ikutan Tante Yuna ya!" gelak Ghani dan Elang bersamaan.


"Hei, aku hanya memberikan mereka privacy dari kalian semua para durjana! Dan jangan ada yang mencoba-coba mencari mereka terutama kamu Bry. Jangan turuti permintaan Eiji untuk melacak mobil Aji dan Haris karena mobil mereka ada di hotel!" Javier menatap tajam ke Bryan Smith.


"Lho kok aku?" tanya Eiji dengan wajah polos.


"Siapa lagi disini yang punya pola pikir yang sering diluar prediksi dan pemikiran waras?" balas Javier tajam.


"Hei Javi, harusnya kamu menghargai otak seniman macam aku. Sangat mengutamakan kekreatifitasan. Nggak rugi IQ aku 162 lah!" sahut Eiji cuek yang membuat semua sepupu prianya memutar matanya malas.


Astuti menarik jas Rama dan berbisik di sisi telinga pria itu.


"Apakah Opa Eiji selalu bikin heboh?"


"Opa Eiji itu sering buat darting semua orang disana, Astuti. Tapi paling parah ya kalau sama Opa Duncan dan Opa Javier."


"Kok nggak ingat umur ya?"


Rama terbahak. "Bukannya itu obat awet muda?"


Astuti tersenyum manis.


***


Yuuuhhuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2