
Duncan, Elang dan George bergegas menuju rumah sakit Bellevue dan disana John sudah mensterilkan lantai tempat Ghani dioperasi agar hanya keluarga yang bisa disana. Para polisi NYPD berjaga-jaga di luar rumah sakit.
Keduanya sampai disana dan Valora langsung memeluk abangnya dengan menangis tersedu-sedu.
"Bang, mas Ghani bang" ucapnya dalam pelukan Duncan. Hampir semua adik sepupu perempuan Duncan manja ke pria bule itu.
"Eiji? Bagaimana ceritanya?" tanya Duncan sambil memeluk Valora, sedangkan di sudut pintu kamar operasi tampak Raymond terduduk dengan wajah kosong.
"Kami sampai di depan pintu masuk markas NYPD. Ketika kami turun, mobil Suburban itu langsung memberondong mobil kami D. Aku sampai harus keluar dari pintu penumpang. Kami bertiga dibantu oleh para petugas kepolisian disana membalas menembak hanya kami tidak waspada di Alley sebelah gedung itu ada penembak disana dan menembak ke Ghani yang akhirnya ambruk."
"Penembak itu gimana?" tanya Elang.
"Sudah aku habisi. Begitu tahu Ghani tertembak, mereka langsung kabur. Total selain Ghani, tiga petugas kepolisian juga terluka. Dari pihak Martinez selain penembaknya Ghani, kami bisa menangkap dua orang yang terluka dan sekarang sedang diinterogasi oleh Tammy Young dan kapten Briscoe" papar Eiji. "Maaf D, aku lalai menjaga Ghani."
Duncan menepuk pundak Eiji. "Bukan salahmu Ji. Lora, kamu hibur suamimu, tampaknya Ray shock berat." Duncan mendorong Valora untuk menuju ke suaminya.
Pria satu putri itu lalu berjalan ke arah Alexandra yang tidak henti-hentinya menangis.
"Alex..." panggil Duncan.
"Duncan...Ghani" bisiknya yang langsung dipeluk Duncan. "Yakinlah Ghani selamat, Lex. Banyak berdoa."
Semua orang disana menunggu dokter menyelesaikan operasi. Edward yang mendapatkan laporan dari John murka bukan kepalang dan menghubungi para sahabat-sahabatnya di New York.
Duncan tidak berani menghubungi Abi dan Dara karena tahu mereka pasti akan shock berat mendengar putra kesayangannya tertembak. Dia hanya memberitahukan pada Gozali agar menjaga mertua beserta istri dan putrinya.
"Ghani kuat D. Aku yakin" ucap Gozali.
"Aku tidak berani mengabarkan pada Rey. Takut keceplosan ke papa dan mama."
"Jangan D. Bapak nanti tensinya naik, ibu bisa cemas berlebihan apalagi ibu kan paling nggak setuju G jadi detektif. Biar mereka aku yang lindungi. Kamu urus saja masalah di New York."
"Thank Goz. Aku minta tolong ya" ucap Duncan dengan nada terimakasih.
"Hei, kalian kan saudaraku. Salam buat Alexandra, bilang harus kuat demi Ghani."
***
Operasi pengambilan peluru Ghani membutuhkan waktu hampir empat jam. Akhirnya lampu kamar operasi pun padam dan dokter pun keluar. Semua orang disana terkejut karena yang mengoperasi adalah Mike Cahill dan Nabila beserta dua orang dokter bersama mereka.
"Pakdhe? Budhe?" seru mereka semua.
Nabila memeluk keponakannya satu persatu kecuali Alexandra dan Elang.
"Siapa ini Ji?" tanya Nabila ke Alexandra dan Elang.
"Ini Alexandra Cabbot, pacarnya Ghani yang budhe operasi. Kalau itu Jeremy, pacarnya Rain" jawab Eiji.
__ADS_1
Nabila memeluk Alexandra dan Elang bergantian. "Welcome to our family."
"Pakdhe? Gimana Ghani?" tanya Ryoma.
"Fuuuhhhh, operasi yang sulit tapi Alhamdulillah pelurunya menukik" jawab Mike.
"Maksudnya gimana?" Abian tidak paham.
"Jadi pada saat Ghani terkena tembakan, dia posisi hendak ke sisi kanan kan? Jadi peluru yang mengenai bawah ketiaknya itu begitu menembus baju tebal Ghani posisinya bukan lurus tetapi menukik karena kena impact jaket dan sweater. Peluru mematahkan dua tulang rusuk Ghani tapi yang membuat kami bersyukur tidak mengenai paru-paru dan jantung yang penting" ucap Mike.
"Ini posisi pelurunya." Nabila menunjukkan gambar di ponselnya.
"Jadi pelurunya kena tulang rusuk Ghani ini yang budhe lingkari." Nabila menunjukkan lokasinya.
"Maaf dokter, pasiennya bisa kita pindahkan ke ruang rawat?" tanya seorang suster.
"Taruh di ruang VVIP ya, saya yang menanggung" ucap Mike Cahill.
"Baik dok."
Duncan menatap kedua orang dokter bedah senior yang juga Pakdhe dan budhenya. "Kok Pakdhe dan budhe bisa ke Bellevue?"
"Kami baru pindah Minggu lalu eh malah harus mengoperasi keponakan sendiri" ucap Nabila.
"Suatu hal yang sulit ketika harus melakukan tindakan dimana orang yang terbaring itu adalah bagian dari keluarga" sambung Mike.
"Alexandra, kamu kan dokter. Tolong kamu jaga Ghani ya" pinta Nabila.
"Baik dokter Cahill" ucap Alexandra lemah sambil mengikuti suster itu membawa Ghani didampingi oleh Valora.
Setelah Ghani dibawa ke ruang rawat, Mike Cahill menatap tajam ke semua keponakan cakep-cakepnya.
"Ada apa ini sebenarnya? Tidak mungkin kalian pada turun gunung kalau tidak terjadi sesuatu yang besar?" tanya Mike tajam. "Ada yang bisa menjelaskan? Duncan, apa perlu Uncle telpon Edward?"
"Pakdhe, mas. Pakdhe" bisik Nabila.
"Ayo? Siapa mau cerita?" tanya Mike Cahill mengacuhkan istrinya.
Duncan, Abian, Ryoma, Javier, Joshua dan Eiji bergantian menceritakan apa yang terjadi ditambahkan oleh Raymond yang mengetahui kasus yang memang dia tangani dengan Ghani waktu itu.
Pria berusia 70 tahun itu mengeraskan rahangnya.
"Martinez ya? Masih belum kapok juga tuh orang? Sudah dihajar Dad masih berani bikin ulah di New York?" desisnya marah.
"Cucunya mengincar Alexandra, Pakdhe" ucap Javier.
__ADS_1
Mike mengangguk lalu mengambil ponselnya dari saku celana panjangnya.
"Assalamualaikum Edward."
Duncan memandang semua sepupunya yang sama-sama memiliki pikiran yang sama. Gawat kalau Oom Edward dan pakdhe Mike turun tangan.
***
Mike, Duncan dan Elang menerima beberapa sahabat sang mafia, Duncan McGregor yang bertemu di restauran milik Ryu Reeves. Mereka sengaja berada di ruang VVIP agar bisa membicarakan masalah yang terjadi di New York.
"Jadi kamu sekarang pemegang klan McCloud?" tanya salah seorang mafia.
"Betul."
"Benar-benar cucu Samuel McCloud yang asli" kekeh lainnya.
"Mike, Duncan. Edward sudah menceritakan pada kami. Apa benar yang menjadi korban penembakan kemarin di kantor NYPD adalah iparmu Duncan?"
"Benar Oom. Ghani Giandra adalah kakak ipar saya dan dia orang baik."
Salah seorang dari mereka memperlihatkan foto Ghani. "Dia kah orangnya?"
Duncan mengangguk.
"Aku melihatnya ketika menolong dokter itu yang hampir dihajar oleh si Miller. Apakah dokter itu kekasihnya?"
"Benar Oom. Dia kekasih Ghani."
"Apa yang bisa kami bantu?" tanya mafia lainnya. "Karena kami juga bermasalah dengan Martinez."
Mike menyeringai. "Gentlemen, I love this conversation."
***
Edward sampai di New York malam harinya.
"John, langsung ke rumah sakit Bellevue. Aku harus menengok Ghani."
"Baik boss."
***
Yuhuuu Up Siang Yaaaaa
Maaf ceritanya jadi kesana sini, maksudnya Ghani ke Rain.
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️