
"Apa maksudmu mas?" seru Danisha.
"Menikah lah denganku, Sekar jadi Rajendra ada memiliki hak menjadi cucu klan McCloud." Arjuna sudah siap jika papa dan mamanya menghajarnya.
"Mas! Nggak semudah itu!" ucap Danisha.
"Saya tidak akan menikahi anda!" suara dingin Sekar terdengar di telinga Arjuna dan Danisha.
"Demi Rajendra. Pikirkan baik-baik Sekar karena kamu tidak akan bisa melawan keluarga besar kami!" Arjuna pergi meninggalkan keduanya di ruang kerja Hiroshi.
Mulut Danisha menganga tidak menyangka kakak sepupunya menjadi pria tidak berperikemanusiaan seperti itu.
"Kamu tunggu sebentar!" Danisha pun keluar menyusul Arjuna. Sekar sendiri tidak berani berada di ruangan itu pun ikut menyusul Danisha.
"Mas Juna! Apa maksudmu main ancam Sekar seperti itu?" Danisha menarik bahu kakaknya.
"Mas hanya ingin Rajendra masuk keluarga kita dik! Dia anak mas!" teriak Arjuna.
"Tapi nggak gitu caranya!" bentak Danisha tidak mau kalah.
"Karena Sekar pasti tidak akan menyerahkan Rajendra, mas hanya memberikan dua opsi. Menikah sama mas atau ketemu di pengadilan! Dan mas yakin, Sekar akan kalah di pengadilan!"
Danisha lalu membanting Arjuna tanpa ampun karena dia menguasai judo dan kempo. Arjuna yang tidak siap atas kebar-baran Danisha pun jatuh terlentang diatas karpet tebal.
"Aku tidak menyangka masku bisa sebrengsek ini!" Danisha meninju wajah tampan Arjuna dengan kesal.
Sekar yang melihat bagaimana Danisha menghajar Arjuna yang notabene lebih tinggi dan besar darinya hanya bisa melongo tidak percaya. Gadis cantik sebayanya yang tampak kalem ternyata bisa bar-bar.
"Ayo Sekar, aku antar pulang! Biarkan pria nggak punya perasaan ini instrospeksi!" Danisha lalu menarik tangan Sekar dan mengambil kunci mobilnya bergegas pergi dari rumah Al Jordan.
Arjuna yang masih terlentang mengusap pipi kirinya yang kena tinju Danisha hanya bisa melamun. Aku sebenarnya tidak mau bertemu di pengadilan tapi itu langkah yang akan aku ambil untuk mendapatkan putraku.
Arjuna pun bangun dan bergegas menuju mobilnya. Dia harus kembali ke London dan menceritakan apa yang terjadi kepada orangtuanya agar tahu bahwa mereka sudah memiliki cucu. Arjuna melajukan mobilnya ke arah bandara Adi Soemarmo dimana pesawat pribadi nya berada.
***
"Hiiiihhhh! Aku kesaaaalllll!" umpat Danisha sambil memukul setirnya.
Sekar hanya duduk diam menatap Danisha yang masih emosi.
"Ngomong-ngomong rumahmu dimana?" tanya Danisha setelah mereka malah mutar ke pasar Gede.
Sekar tersenyum. "Arah Colomadu, Nisha."
"Ya ampun! Mbok ya bilang Thow Sekar jadinya aku nggak mutar-mutar di pasar gede kayak mau cari wangsit!" gelak Danisha yang langsung memutar arah ke pasar Klewer untuk menuju Colomadu.
Mobil Range Rover Evoque Putih itu pun melaju dengan santai ke arah jalan Adi Sucipto.
__ADS_1
"Maaf ya Sekar, harus melihat kebar-baran ku" senyum Danisha.
"Kamu hebat. Bisa membanting tuan Arjuna seperti itu."
Danisha menoleh. "Tuan? No! Jangan panggil dia 'tuan'! Kebagusan! Enak saja! Kelakuan minus akhlak gitu! Memang kamu apanya dia main lamar nggak jelas begitu! Dikira menikah tuh gampang apa?" omel Danisha.
Sekar tersenyum. "Kamu itu heboh ya anaknya."
Danisha tertawa. "Keluarga kami keluarga heboh. Sebenarnya aku sendiri tidak ada darah Pratomo karena yang menikah dengan keluarga Pratomo adalah tanteku tapi keluarga mereka tetap meminta kami menjadi bagian mereka bahkan aku dididik sama seperti para anak perempuan keluarga Pratomo."
"Apa itu?"
"Harus bisa beladiri dan menembak."
Sekar melongo. "Kehidupan kalian seperti itu?"
"Well, itu sudah tradisi dan wajib karena kamu tahu sendiri keluarga kami seperti apa jika membaca berita bisnis. Aku sendiri sekarang memegang jabatan di AJ Corp Solo. Jika aku tidak bisa membela diriku, bahaya."
Sekar hanya bisa mengangguk.
***
Sekali lagi tetangga Sekar melihat gadis itu diantar sebuah mobil mewah dan kali ini yang turun adalah seorang gadis bule. Salah seorang tetangga Sekar mengenali Danisha karena dia adalah pegawai di AJ Corp.
"Bu Danisha" sapa pegawai perempuan itu.
"Iya bu." Wanita yang dipanggil 'Tut' itu menghampiri Danisha. "Kok ibu bisa kenal dengan Sekar?"
"Memang kenapa?" tanya Danisha balik.
"Dia kan guru gak jelas. Punya anak tapi engga ada suaminya. Katanya suaminya kerja di luar negeri terus kemarin sama tadi juga ada pria bule mendatangi Sekar. Jangan-jangan itu ayahnya si Rajendra terus Sekar kabur dari suaminya itu. Ibu jangan dekat-dekat deh! Dia bukan wanita baik-baik."
Danisha menatap wanita itu dengan dingin. "Sudah ghibah nya? Sudah julid nya?"
Wanita itu salah tingkah.
"Kalau kamu nggak tahu kejadian sebenarnya, nggak usah ghibah deh! Saya paling tidak suka sama orang yang suka julid dan ghibah termasuk kalian semua yang mengintip dari jendela dan pintu!" ucap Danisha keras.
"Dan kamu Tut, saya kasih SP 1 besok Senin!" Danisha pun berbalik menuju ke rumah Sekar namun sejurus kemudian dia berbalik. "Asal kalian tahu, Sekar adalah bagian keluarga Pratomo dan Al Jordan, jadi jika kalian mau berurusan dengan kami, Monggo!"
Danisha berjalan dengan langkah anggun ke rumah Sekar meninggalkan wanita itu dan para tetangganya yang kaget.
***
"Ternyata tetanggamu Julid to the max ala-ala netizen +62 ya!" umpat Danisha.
Sekar hanya tersenyum mendengar Omelan gadis cantik itu.
__ADS_1
"Lho mama? Mana Oom Juna? Katanya mau beliin pizza?" tanya seorang anak laki-laki yang baru saja keluar kamar.
Danisha melongo. Ya ampun mukanya mirip dengan mas Juna.
"Halo boy. Namanya siapa?" sapa Danisha.
"Halo Tante. Namaku Rajendra Samudera. Tante siapa?" tanya Rajendra sambil mengulurkan tangannya.
"Nama Tante Danisha Giandra, Jendra bisa manggil Tante Danish atau Tante Nisha kayak mama" senyum Danisha sambil menerima uluran tangan Rajendra.
"Danish nanti malah kayak kue Tante" gelak Rajendra yang membuat Danisha ikut tertawa.
"Tadi Oom Arjuna katanya mau beliin pizza? Oom Juna lagi ada urusan. Gimana kalau beli pizza-nya sama Tante kue saja?" kerling Danisha sambil tersenyum.
"Kok Tante Kue?"
"Kan tadi kata Jendra, Danish kayak kue" kekeh Danisha yang membuat bocah tampan itu tergelak.
Sekar yang melihat bagaimana putranya bisa cepat akrab dengan orang asing hanya bisa mengelus dada. Memang ikatan darah itu tidak bisa dikelabui.
"Kuy kita beli pizza-nya. Mau?" ajak Danisha sambil menggandeng Rajendra.
"Kuy lah! Ayo Mama, kita pergi beli pizza-nya!" seru Rajendra bahagia.
Sekar hanya tersenyum dan mengikuti Danisha dan Rajendra yang jalan lebih dulu.
***
Arjuna tiba di London keesokan harinya dan langsung menuju kastil milik kedua orangtuanya. Tampak kedua orangtuanya sedang sarapan dengan ditemani kelima ekor anjingnya yang duduk di bawah meja makan dengan tenang.
"Habis dari mana kamu Jun? Kata Tante Savitri kamu ke Solo lalu ketemuan sama Danisha. Dalam rangka apa?" tanya Rain lembut.
Arjuna hanya menatap Elang dan Rain bergantian.
"Maafkan Arjuna, mama papa..."
Elang dan Rain saling berpandangan satu sama lainnya.
***
Yuhuuu Up Malam Yaaaa
Sengaja agak ngebut biar bisa konsen ke Bara dan Vivienne nantinya.
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️