Elang Untuk Rain

Elang Untuk Rain
Siasat Rain


__ADS_3

Rain, George dan Jean tiba di sebuah restoran western yang bukan milik papa Ryu. Semenjak Jean Marie menjadi pengawal Rain, papa Ryu menarik pengawal bayangannya meskipun tetap mengawasi jika Rain di toko.


Rain dan George duduk berhadapan sedangkan Jean Marie duduk di meja sebelah mereka berdua. Jean harus melaporkan kepada Elang apapun tentang Rain sekecil apapun yang diluar kebiasaan.


Tuan, nona Rain sedang makan siang dengan tuan George Grissom, asisten tuan Duncan Blair.


Ngapain asisten itu di Jakarta?


Tampaknya kemarin bertemu dengan tuan Abimanyu Giandra di perusahaannya.


Awas kalau dia macam-macam dengan Rain!


Tenang saja tuan, tampaknya nona Rain bersikap biasa dengan tuan George. Entah kalau tuan George kepada nona Rain. Jean Marie tersenyum sendiri. Dia suka menggoda tuannya.


Jean Marie! Jangan buat aku marah ya! 😡😡😡


Jean menyimpan ponselnya sambil tersenyum tipis karena seorang pelayan datang membawakan menu.


***


"Mau pesan apa Miss Rain?" tanya George.


"Hhmm... Short ribs saja" jawab Rain.


"Samakan saja, minum nya aku memilih ginger ale. Miss Rain?" tanya George lagi.


"Coke please."


Rain melirik ke arah Jean yang senyum-senyum sendiri melihat ponselnya. Pasti laporan ke Elang!


"Miss Rain baik-baik saja?" tanya George mengalihkan perhatiannya dari Jean.


"Aku baik-baik saja George. Kenapa?"



"Tidak apa-apa" senyum George.


Rain mengangguk. "Sudah selesai urusannya dengan Oom Abi?"


"Sudah. Saya terpaksa menggantikan tuan Duncan karena pekerjaan di New York membutuhkan beliau. Untung yang saya temui keluarga sendiri jadi tuan Giandra tidak masalah. Lagipula nyonya Rhea kan anak tuan Abimanyu. Bisa maklum lah" kekeh George.


"George, aku bisa meminta tolong?"


"Apa itu Miss Rain?"


Rain memberikan sebuah amplop coklat kepada George. "Tolong berikan ini kepada bang Duncan. Di dalamnya ada petunjuk. Aku hanya minta kamu berikan padanya."


George menerima amplop itu. "Baik miss Rain."


Pesanan mereka pun datang dan keduanya makan dengan tenang.



"Sebenarnya ada yang ingin saya bicarakan dengan Miss Rain."


Rain menatap George. "Apa itu George?"


"Sepertinya saya jatuh cinta dengan anda Miss Rain."

__ADS_1


Rain melongo sedangkan Jean Marie mematung dengan garpu masih ditangannya.


Gawat tuan! Beneran si tuan George nembak nona Rain!


***


Sebuah keheningan tercipta di meja makan Rain dan George meskipun para ekspatriat pada ramai makan disana.


"Saya minta maaf atas pernyataan saya tapi saya harus mengatakannya meskipun kemungkinan ditolak itu besar" George tertawa kikuk. "Maaf Miss Rain."


Rain menggeleng. "Tidak apa George, setiap orang berhak menyatakan perasaannya." Gadis itu menghela nafas panjang. "Tapi maaf, aku tidak bisa menerimanya George, karena aku mencintai orang lain."


"Nona masih menunggu Jeremy?" tanya George sedikit gusar.


Rain mengangguk. "Maaf George" bisiknya.


George sekarang yang gantian menghela nafas panjang. "Miss Rain, apakah anda sudah siap menghadapi keluarga besar anda? Tuan Duncan adalah salah satu orang yang menentang hubungan anda."


"I know dan aku tahu konsekuensinya. Memilih pria yang aku cintai meskipun keluarga besarku menolaknya, akan membuat hidupku tidak akan sama lagi. Elang dan aku sama-sama saling mencintai."


George memandang mata Rain yang tampak berbinar jika membicarakan Elang.


"Apakah tidak ada tempat sedikit pun Miss? Di hatimu maksudku?"


Rain tersenyum minta maaf. "I'm sorry George. Aku orang yang sulit jatuh cinta tapi sekali jatuh cinta aku akan selalu mencintainya."


"Apakah Jeremy mencintaimu miss?" tanya George.


"Aku yakin tuan McCloud mencintai nonaku" suara Jean membuat George menoleh.


"Bagaimana kau tahu nona?" tanya George sarkasme.


"Karena aku saksinya."


***


"Terimakasih atas makan siangnya George" ucap Rain tulus.


"Sama-sama Miss Rain. Haaaahhhh, ternyata begini rasanya patah hati." George tertawa sumbang.


"Aku yakin kamu akan menemukan gadis yang lebih baik dariku dan yang sangat mencintaimu" senyum Rain.


Tiba-tiba George menarik tangan kanan Rain lalu mencium punggungnya ala pangeran.


"Sampai berjumpa lagi, Miss Rainku." Pria itu lalu masuk ke dalam lobby hotel.


Rain dan Jean melongo tapi setelahnya mereka pun masuk mobil dan pergi dari hotel itu.


Di dalam lift, George menitikkan air mata.


Jatuh cinta dan patah hati sekaligus membuatku remuk. Kenapa Miss Rain harus bertemu dengan pria itu terlebih dahulu.


***


Dua Hari Kemudian, New York Amerika Serikat..


Duncan membuka amplop yang diberikan oleh George dari Rain. Pria satu putri itu menatap asistennya yang tampak lesu.


"Kamu kenapa George?"

__ADS_1


"Tidak apa-apa, Sir."


Sir? Biasanya juga dia manggil aku Boss? Wah, ada yang ga beres nih!


"Apa yang terjadi di Jakarta?" selidik Duncan sebelum melihat isi amplop dari Rain.


"Saya ditolak boss" ucapnya sambil tersenyum getir.


"Oleh Rain?" tanya Duncan.


George pun mengangguk. "Apa karena saya yatim piatu ya boss? Jadi Miss Rain tidak mau dengan saya?"


Duncan menepok jidatnya. "George, keluargaku tidak pernah melihat kamu yatim-piatu atau bukan. Keluarga konglomerat atau bukan. Kebetulan saja Rhea anak Abimanyu Giandra. Kamu tahu Miki kan? Sebelum dia tahu Joshua anak Oom Yudhi, mereka juga tahunya yatim-piatu. Mamoru? Ingrid adalah anak petani tulip di Amsterdam. Jadi kalau kamu mengira karena keadaan kamu, kamu salah."


Duncan menatap George dalam. "Rain masih mencintai Jeremy kah?"


George. mengangguk.


"Susahnya gen keluarga ku ya begitu. Sekali jatuh cinta akan sulit berpaling. Contoh Tante Shanum meskipun Oom Hiro sempat berbuat masalah, tapi Tante Shanum tetap menerimanya."


Duncan membaca beberapa lembar kertas yang terdapat disana. Lalu tampak sebuah foto seseorang yang menyeringai menyeramkan tertangkap kamera CCTV.


"Astaghfirullah! Samuel McCloud?"


"Boss tahu orang ini?" tanya George bingung.


"Dia yang membunuh kakek Jeremy!"


Duncan membaca memo dari Rain. "Dia tinggal di sebelah Rain? Bahaya!"


Duncan langsung menelpon Rain.


"Assalamualaikum Abang" jawab Rain.


"Wa'alaikum salam. Rain, kamu dapat dari mana semua berkas itu? Dia adalah pria berbahaya! Kamu harus menjauh darinya!" seru Duncan panik.


"Bagaimana Abang tahu soal Samuel McCloud?"


"Jadi kau tahu?" tanya Duncan.


"Tentu saja tahu karena Elang yang memberi tahuku. Makanya aku kirimkan kepada Abang agar Abang bisa meminta Scotland Yard membebaskan Elang agar dapat melindugiku!"


"Astaga Rain! Tidak semudah itu!" Duncan mengumpat dalam hati. Adiknya satu ini memang keras kepala.


"Aku mohon bang, agar Elang bisa membuktikan bahwa dia bisa melindungiku."


"Rain, apa kamu tahu permintaanmu bisa membuat geger satu keluarga? Abang akan minta Gozali mengirimkan pengawal untukmu!"


"Aku tidak minta pengawal dari bang Gozali. Rain hanya ingin Elang yang melindungi Rain."


Duncan menghela nafas panjang.


Damn it Rain! Kamu membuatku di posisi sulit!


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2